Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Kepergian Lee Part 2.


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, pagi masih sama seperti biasanya namun ada yang merasa seakan mau hilang dari diri park. Ya karna kepergian kakak tercintanya sebentar lagi maka semalaman gadis cantik itu sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak dia hanya bisa menatap langit-langit kamarnya yang putih polos tanpa sebuah cela dia membayangkan keesokan hari rumah akan terasa sepi tanpa kehadiran Lee di sana.


     Sedangkan Una pun juga berpikir sama dengan putrinya itu tapi apalah daya anaknya itu sudah dewasa dan bisa memilih ke mana jalan hidupnya, Lee akan pulang ke rumah jika hari libur maka itu tidak masalah bagi Una walaupun hanya dengan membayangkan putranya akan pergi jauh darinya hal itu membuatnya sedikit tidak tenang sampai Jhong harus mendekap Una sepanjang malam agar wanita itu tak terus merasa cemas dan benar saja setelah sang suami mendekapnya maka Una sedikit merasa lebih tenang dan rasa cemas dan gundah yang tadi sempat menyelimuti hatinya itu perlahan mulai hilang dan sirna.


      Tapi ada yang aneh dengan Lee dan Jhong di pagi ini bahkan mereka terlihat tenang-tenang saja. Bahkan anehnya koper yang ada di dalam kamar Lee bahkan sudah kosong atau paling tepatnya tidak ada isi baju satu helai pun entah apa yang sedang ke dua orang itu rencanakan hingga membuat Una dan Partk tidak bisa tidur semalaman.


''Akhirnya semua sudah siap.'' Ucap Lee dengan menatap ke arah meja makan.


Di meja makan itu sudah ada dua kue ulang tahun jika di lihat dari usianya maka itu adalah kue ulang tahun untuk Part dan Una. Ya ibu dan anak itu memiliki hari lahir yang sama. Pasti kepergian Lee ke Amerika itu hanyalah sebuah kado kecil darinya untuk mengerjai Park dan Una yang sedang ulang tahun. Sedangkan tugas Jhong adalah mendekap Una semalaman agar istrinya itu tidak keluar dari kamar dan mengetahui surprise yang Lee buat.


''Aku mau mandi dulu dan pergi ke kama Kak Lee,'' ucap Park lirih dengan beranjak bangun dari posisi tidurnya


1 Jam kemudian.


Park sudah cantik dan terlihat lebih segar sekarang. Dia berjalan menuju kamar Lee yang ada persis di samping kamarnya itu, tanpa mengetuk pintu Park langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Lee karna memang itu kebiasaan Park sejak dulu. Walaupun Lee sering memarahinya karna hal itu sangatlah tidak sopan lebih lagi Lee adalah seorang laki-laki tapi tetap saja Park tidak menggubris ucapan Lee sedikit pun. Melihat ke dalam kamar empuhnya kamar tidak ada di sana Park mulai berjalan menuju kamar mandi namun Lee masih juga tidak ada di sana sedangkan sekarang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Dan tidak biasanya Lee mau bangun di jam segini park mulai berjalan menuruni anak tangga rumahnya.


''Nona Park mencari siapa?'' Tanya salah satu pelayan yang melihat Park celingukan dari atas tangga dan pelayan itu langsung berjalan menghampirinya.


''Bi apa kau lihat Kak Lee?'' Tanya Park dengan mengerutkan dagunya.

__ADS_1


''Tuan Lee sedang ada di dapur, Nona.'' Jawab pelaayan itu dengan menundukkan pandangannya.


''Ya terimakasih, kau bisa kembali bekerja lagi.'' Ucap Park dengan senyum terbit di bibirnya.


Park berjalan memasuki dapur dan dia sangat terkejut melihat Lee sedang bersandar di kursi yang ada di meja makan dan menyandarkan kepalanya di kursi tersebut dengan mata terpejam, sepertinya pria itu sangat lelah karna menyiapkan semua acara ulang tahun itu sendiri ya walaupun dia di bantu dengan para pelayan rumah itu karna kue dan hidangan yang ada di atas meja adalah buatan Lee sendiri tentu saja dengan bantuan para koki handal yang ada di rumahnya.


''Aku kira kak Lee lupa hari ulang tahunku karna dia mau pergi ke Amerika tapi takku sangka dia malah menyiapkan semua ini semalaman.'' Park berjalan mendekati Lee yang masih memejamkan matanya di kursi.


''Surprise. . '' Sontak Lee langsung gelagapan saat mendengar suara adik kesayangannya itu berteriak persis di samping telinganya. Lee beranjak berdiri dari posisi duduknya.


''Kenapa kau bisa bangun pagi begini?'' Dengan nada suara terdengar kesal Lee mencubit pipi adiknya itu.


''Aku memang selalu bangun pagi Kak, tapi kau yang tumben sepagi ini sudah di dapur dengan banyak hidangan.'' Sindir Park dengan menatap kue ulang tahunya itu.


''Aku tidak mau sebelum kau berkata jujur padaku,'' Bicara dengan bibir mengerucut.


''Dasar gadis kecil ini! Cepat bilang akan aku kabulkan permintaan mu.'' Ucap Lee dengan menjitak kepala Park pelan.


''Kau bohong kan saat bilang mau pergi ke Amerika!''

__ADS_1


''Ya!'' Menjawab singkat dengan senyum terbit di bibirnya. Mendengar apa yang Lee ucapkan Park langsung memeluk Lee dengan sangat erat namun pria itu tidak marah karna dia tau jika hal tersebut me unjukkan betapa besar kasih sayang Park padanya.


   Di dalam kamar Una.


    Una dari tadi hendak bangun dari posisi tidurnya namun lagi-lagi Jhong menahannya agar tidak bisa meninggalkan ranjang, Jhong takut jika perayaan di bawah belum selesai Una hanya bisa membuka matanya dengan masih tidur di ranjang dengan bibir mengerucut. Namun terdengar ketukan pintu dari luar kamar Una.


 Tok- tok- tok!


  Una langsung membuang kasar tangan Jhong dari tubuhnya saat mendengarkan ketukan pintu di depan kamarnya, Jhong iku beranjak duduk dari posisi tidurnya karna sebenarnya pria itu sudah bangun dari tadi hanya saja dia pura-pura masih tertidur pulas.


    Una berjalan membukakan pintu dan dia melihat Park sudah di depan kamarnya, ''Sayang ada apa? Kau lapar!'' Tanya Una dengan mengajak Park masuk ke dalam kamarnya.


   ''Bagaimana Si kecil bisa di sini jangan-jangan dia sudah tau tentang rencanaku dan Lee,'' Jhong bergumam dalam hati dengan menatap ke arah Park yang mengerdipkan satu matanya pada Jhong.


   ''Ma, mandilah dulu.'' Pinta Park dengan wajah memohon tanpa berkata Una hanya menyunggingkan senyumannya tanda jika dia tak keberatan dengan permintaan anak gadisnya itu.


Setelah Una masuk kedalam kamar mandi, Park menceritakan semuanya pada Daddy nya itu awalnya Jhong sangat kecewa karna surprise itu gagal dia berikan pada putrinya namun Park meyakinkannya agar gadis kecil itu sangat bahagia menerima surprise party dari Lee dan Jhong hingga pria itu memeluk tubuh Park dengan penuh kasih sayang.


Kehidupan mereka sangat bahagia dan tanpa kekurangan suatu apa pun.

__ADS_1


End.


JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL BARU SAYA YANG BERJUDUL, "MARRIED WITH MY ENEMY.


__ADS_2