
Lee membuka pintu kamar matanya melihat kearah tempat tidur, di sana Emilia sedang berbaring dengan wajahnya di tutupi bantal yang berwarna putih, Lee merasa kasihan pada wanita itu pasti tidak mudah baginya bisa berada jauh dari kedua orangtuanya. Lee mendudukkan tubuhnya di sudut ranjang dengan menatap kearah Emilia.
Wanita itu merasakan ada yang duduk di ranjangnya dia seger menjauhkan bantal yang tadi sempat menutupi wajahnya. Emil menyeka air mata di pipinya dan mulai beranjak mendudukkan tubuhnya, “Kak Lee kenapa kau di sini?” tanya Emil dengan suara
masih sesenggukan.
“Ini kamarku,” ucap Lee dengan wajah datar.
Mata Emil menyapu setiap sudut kamarnya, dia melihat kamar itu penuh dengan banyak boneka bewarna pink, jika di lihat dari isi di dalam kamar itu jelas kamar ini untuk dirinya tapi Lee malah bilang ini kamarnya, “Kau tidak lihat ini semua barang milik aku, Mama yang sudah menyiapkan kamar ini untukku,” gerutu Emil dengan nada
suara terdengar begitu kesal.
“Terserah kau mau bilang apa sana pindah ke lantai bawah,” teriak lee dengan menidurkan tubunya di ruang kosong samping Emil.
Emil mengerutu kesal dengan berdiri dari atas tempat tidur, wanita itu tidak jadi
bersedih dia justru memikirkan cara bagaimana bisa mengusir Lee dari kamar itu.
Lee pura-pura memejamkan matanya tidak perduli dengan apa yang Emil ucapkan
saat ini. Emil menaruh kedua tangannya di pinggang dengan mondar mandir di
dalam kamarnya, Lee membuka satu matanya mencari tau apa yang wanita itu lakukan saat Emil melihat ke arahnya pria itu langsung memejamkan matanya lagi.
.
Emil menghentikan langkahnya di depan pria itu, dan menarik salah satu tangan Lee
dengan kasar agar bangun dari posisi tidurnya namun yang terjadi justru
sebaliknya, Lee menarik balik tangannya dan membuat gadis cantik itu terjatuh di
__ADS_1
atas tubuhnya dengan kasar, tanpa di suruh adik kecil Lee mulai bangun dari tidur lelapnya saat merasakan ada yang menimpa dirinya. Lee mengerutkan keningnya dan melihat wajah cantik Emil yang ada di jarak dekat dengan wajahnya sampai hembus nafas keduanya saling beradu. Emil hendak menarik tubuhnya namun Lee tidak memperbolehkan hal itu terjadi kedua tangannya langsung melingkar
sempurna di pinggan raping Emilia.
Emil melotot kesal dengan apa yang di lakukan oleh pria itu kemudian dia mengerutu kesal, Lee menyibakkan rambut Emil yang menutupi wajahnya di belakang telinga, Lee
melihat bulu mata lentik dan bola mata yang bulat sempurna membuat hatinya bergetar hebat. Jantung Lee berdetak semakin cepat seolah ingin keluar dari tubuhnya namun sebaliknya Emil terus berontak dan ingin segera menjauh dari pria dewasa yang sedang mendekapnya dari posisi tidur.
“Jangan memancing ku seperti itu, kau membangunkan apa yang ada di bawah sana,” ucap Lee dengan wajah datar namun sorot matanya menatap tajam wajah cantik Emil.
“Apasih maksudmu aku tidak mengerti,” ucap Emil dengan acuh-tak acuh. Wanita itu pasti tidak paham dengan apa
Namun sesaat kemudian Emil merasakan di bawah sana ada yang sedang bergerak, wanita itu sontak melotot dan berteriak meminta Lee melepaskan dirinya, Emil mengigit lengan Lee untuk yang kedua kalinya dan trik itu berhasil membuat Lee
melepaskan pelukannya. Emil tak melepaskan kesempatan itu dia langsung bangun dari posisi tidurnya dan mengerutu kesal. Lee meringis kesakitan dengan satu
tangannya mengusap kasar bekas gigitan Emilia tadi. Lee hendak menarik tangan
Lee menepuk pelan jidatnya melihat apa yang wanita itu lakukan padanya. Selama ini banyak sekali waniat yang meminta untuk di sentuh oleh Lee namun wanita ini malah
berusaha mati-matian menjauhinya dengan cara apapun, wanita di luar sana ingin
sekali bisa duduk dengan jarak dekat dengan Lee namun mereka tidak pernah bisa melakukannya sebab Lee tidak pernah tergoda berdekatan dengan wanita di luar sana.
Tapi Emil yang memiliki kesempatan itu justru menyia-nyiakannya, mungkin itu hukum karma bagi Lee saat dia menginginkan dekat dengan seorang wanita justru wanita yang
dia inginkan tidak mau melakukannya, Emil masih sangat kecil wanita itu tidak pernah pacaran jadi wajar jika dia takut saat merasakan Lee junior mulai bangun
dari tidur lelapnya sekian lama.
.
__ADS_1
Di luar kamar.
“Emil berlari turun dari anak tangga, wanita itu berlari menuju dapur dia membuka kulkas dengan kasar dan mengambil roti, buah apa saja yang ada di dalam kulkas itu
karena Emil tidka akan keluar dari kamarnya dia takut pada Lee. Emil juga tidak lupa mengambil satu botol air putih dan juga minuman kaleng lainnya. Wanita itu langsung melotot saat dia melihat Lee sedang menuruni anak tangga. Emil berlari masuk ke dalam kamar yang letaknya ada di samping anak tangga dengan terburu-buru.
Lee hanya menarik salah satu senyuman Evil ya. Emil langsung merinding seketika saat melihat hal itu. Emil masuk ke dalam
kamar dan tidak lupa menguncinya lagi karena dia takut Lee akan ikut masuk ke dalam kamarnya tanpa ijin seperti yang pria itu lakukan sebelumnya.
“Dia pria yang mesum dan juga sangat menakutkan, bagaimana ini aku harus bisa kabur darinya tapi aku mau kabur kemana aku tidak kenal siapapun orang kecuali Park dan
mertuaku,” wanita itu bicara dengan menaruh semua makanan yang dia taruh di atas meja yang ada di dalam sudut kamarnya. “Eh, apa ya yang bergerak tadi di bawah sana,” ucap Emil dengan polos. Gadis itu mencoba berpikir dengan keras tapi percuma karena dia belum juga menemukan jawabannya.
Emil menyerah dan tidak memikirkan hal itu lagi.
Di luar kamar itu.
Lee masuk ke dalam dapur, dia melihat di sana tidak ada makanan yang bisa di makan, Lee berjalan menuju kulkas dan di dalam kulkas itu tidak ada makanan ataupun roti karena Emil tadi sudah mengambil semua makanan yang ada di dalam sana,
Lee merasakan perutnya mulai lapar dia membuat salad dari sayuran yang masih
tersisah di dalam kulkas.
Pria itu sekarang sudah merasakan kenyang dia berjalan menuju kamar yang Emil masuki tadi, pria itu mengetuk pintu kamar tersebut beberapa kali namun Emil tidak mau
menjawabnya. Menghela nafas panjang, “Sudahlah biarkan dia di sini aku hanya
ingin mengodanya tadi, tapi tak ku sangka dia terlalu polos,” gumam Lee dalam hati dengan beranjak menaiki anak tanga dan kembali masuk ke dalam kamarnya sekarang sudah lewat jam makan malam.
__ADS_1
Lee kembali menaiki anak tangga rumahnya, "Dasar wanita polos, aku punya semua kunci kamar ini aku bisa masuk kapan saja sesuka hatiku," gumam Lee dalam hati dengan menarik salah satu senyum evil ya.