Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Membenci Yera.


__ADS_3

Mobil yang dikemudikan sendiri oleh Narra segera keluar dari area parkir taman hiburan itu. Dan para pengawal yang tadi mengikutinya pun masuk kedalam mobil mereka dan masih mengikuti Narra dari arah depan dan belakang, mobil Narra berada ditengah-tengah para pengawal itu.


Bicara dengan tak menoleh, "Lee apakah kamu sangat bahagia telah Bibi Narra ajak jalan-jalan?" Namun hingga beberapa saat lamanya Lee masih belum menjawab pertanyaan itu. "Sayang," Ujar Narra sembari menoleh menatap Lee dan dilihatnya anak kecil itu sudah tertidur dengan begitu pulasnya.


Pastilah Lee sangat kecapekan karna terlalu aktif bermain selama berada didalam taman hiburan tadi. Walaupun sedang tidur tapi Lee kelihatan begitu tampan dan juga imut. Dan pastinya membuat gemas setiap mata yang menatapnya! Namun jika Lee membuka mata sikap imutnya masih tetap terlihat tapi sikap arogan dan juga kedewasaan yang membuatnya berbeda dari anak kecil lainnya itu yang membuatnya berbeda.


Una mendidiknya menjadi anak mandiri yang tidak selalu bergantung pada orang lain jadi pantaslah jika Lee bisa menjadi lebih dewasa dari umurnya sekarang.


Ya ampun! Wajahmu sangat mirip dengan Jhong back jika sedang tertidur lelap! Bahkan sikap arogan yang kau tunjukkan juga kau Warisi darinya entah apa yang akan Ayahmu lakukan jika dia mengetahui bayi yang dia kira telah tiada kini malah ada di kota yang sama dengannya. Dan aku takut jika Yera akan menyakitimu, sayang. Ujar Narra lirih sembari mengusap pelan rambut Lee yang ikal dan lurus.


Una belum mengetahui akan hubungan Yera dan Jhong back karna setiap kali Narra mau menjelaskan akan kejadian tujuh tahun yang lalu! Una selalu marah dan menolak untuk mendengarkannya. Narra sangat menyayangi Una jadi tak heran jika dia kini menyayangi Lee juga.


Setelah beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Narra sudah masuk kedalam halaman rumah Una, Narra segera mematikan mesin mobilnya dan dia turun dari mobil berjalan membuka pintu mobil Lee.


Narra hendak mengangkat tubuh mungil anak itu namun suara Jim segera menghentikan niatnya itu.


"Narra, biar aku saja yang gendong jagoan Kecilku." Ujar Jim sembari tersenyum melihat anak kesayangannya itu tertidur pulas karna kelelahan.


Menatap Jim, "Baiklah dia terlalu banyak bermain hingga diperjalanan pulang dia ketiduran." Jelas Narra sembari mengalihkan pandangannya menatap kearah Lee.


Membungkukkan badannya dan segera mengangkat Lee dengan hati-hati seperti sedang menjaga barang yang sangat dia cintai dan sayangi. Setelah Lee ada didalam gendongan Jim, Narra segera pamit pulang.


"Kak, aku pulang dulu,"


"Apakah tidak masuk dulu menemui Una?"


"Tidak Kak, aku masih ada janji dengan seseorang! Tapi besok aku akan datang menemui Una." Ujar Narra sembari menyungingkan senyumannya.

__ADS_1


"Baiklah." Sahut Jim singkat sembari berjalan masuk kedalam rumah Una. Sedangkan Narra kembali masuk kedalam mobil dan dia segera melesat pergi dari halaman rumah sahabatnya itu.


Una tidak mengetahui jika putra semata wayangnya sudah sampai di rumah, Una hendak menginjakkan kakinya di anak tangga pertama rumahnya namun dia segera menoleh kearah Jim yang sedang berjalan mendekatinya. "Sayang," Sapa Una pada putranya dengan suara lembut dan segera berjalan mendekati


"Sssttttt!" Ujar Jim memberikan isyarat agar Una tak bicara lagi Karna takut Lee terbangun. Una melihat Lee yang ada didalam gendongan Jim.


Kamu habis bermain seharian tapi masih terlihat ganteng dan imut, sayang! Sama seperti, Una segera mengoyang-ngoyangkan pelan kepalanya karna mencoba menyingkirkan apa yang sedang terlintas dibenaknya tadi.


Jim berjalan menaiki anak tangga dan Una mengikutinya dari belakang. Entah mengapa tersirat kesedihan dimatanya entah apa yang sedang Una fikirkan.


"Dimana Narra?" Tanya Una sembari menutup pintu kamar putranya.


"Dia ada urusan! Besok dia akan datang lagi." Jawab Jim sembari berjalan beriringan dengan Una menuruni tangga.


"Baiklah, besok aku akan pergi melihat tempat yang cocok untuk usaha desain ku." Bicara sembari mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada diruang tamu rumahnya.


"Tidak perlu, aku akan minta Narra menemaniku." Jawab Una dengan segera karna Una tidak ingin selalu bergantung pada Jim. Una sudah terlalu lama merepotkan ya selama ini.


Jim pun mengiyakan ucapan Una.


Salah satu pengawal terlihat berjalan mendekati Jim dan segera membungkukkan badannya setelah ada dihadapan majikanya itu. "Tuan muda," Ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


Sontak beranjak berdiri karna tak ingin menganggu perbincangan mereka, "Kalian bicaralah! Aku akan pergi sebentar."


melihat Una, "Duduklah!" Perintah Jim dengan wajah terlihat memohon. Jim tau jika pengawalnya akan memberikan kabar tentang Lee jadi sudah sepantasnya Una tau karna Jim tak pernah menyembunyikan apapun dari Una selama ini.


Karna melihat wajah Jim yang memohon Una segera mendudukkan tubuhnya kembali ke sofa.

__ADS_1


"Bicaralah!" Perintah Jim pada pengawalnya dengan wajah datar.


"Tuan muda selama didalam area bermain, Tuan muda kecil sangatlah bahagia. Namun Saat dia sedang berada didalam kamar mandi! Tuan muda kecil tak sengaja menabrak Jhong back." Ucap pengawal itu dengan menyodorkan beberapa lembar foto.


Sontak mata Una terbelalak seketika saat melihat foto Lee bersama dengan ayah kandungnya itu. Una tau dengan pasti jika Jhong akan mengetahui tentang Lee tapi Una tak mengira jika takdir lah yang justru cepat mempertemukan anak dan ayah itu. Ya Lee tak salah dia pantas mengenai siap ayah yang selama ini sangat dia rindukan itu namun tak dapat Una pungkiri jika dia takut kalau sampai Jhong merampas Lee darinya.


Bicara dengan menatap pengawal itu, "Apakah Jhong melukai putraku?" Tanya Una dengan mata berkaca-kaca. Mata yang tadinya terlihat bersinar indah kini mulai terlihat gelap lagi seakan seperti matahari yang tertutup gelapnya awan hitam hingga menghalangi pancaran sinar yang tadinya cerah dan indah itu.


"Tidak Nona Una, Tuan Jhong bahkan melihat Tuan muda kecil dengan begitu intens seperti sedang mengamati sesuatu." Jawab pengawal itu


Deg!


"Apakah Jhong mulai curiga jika Lee adalah putranya? Ya pasti Jhong curiga karna wajah Lee begitu mirip dengannya bahkan sikapnya juga hampir sama".!" Tanya Una pada dirinya sendiri dan seketika tubuhnya mulai diselimuti rasa takut kehilangan dan juga rasa kecewa yang mendalam.


"Pergilah!" Ujar Jim pada pengawalnya namun mata Jim tak hentinya memandang wajah Una yang terlihat murung seperti memendam sesuatu.


Una sangat beruntung karna Jim selalu ada bersamanya sehingga Una tak pernah merasakan sendiri jika dia sedang ada masalah, seperti sekarang ini Jim akan mencari solusi untuk masalahnya itu. Tapi entah mengapa Una sangat sulit menerima Jim sebagai kekasihnya walaupun dia sudah berusaha semampunya untuk melupakan masa lalunya yang kelam itu. Namun tetap saja bayangan Jhong masih terlintas dipikirannya. Mantan suaminya itu seakan seperti hantu yang selalu bergentayangan dipikirannya setiap saat dan membuat Una tak bisa melanjutkan hidupnya.


Memegang tangan Una dengan lembut, "Tenanglah, aku tidak akan membiarkannya merebut Lee darimu!" Ujar Jim mencoba menahan rasa sedih yang sedang menyelimuti tubuh pujaan hatinya itu.


"Akuu tidak mau jika Jhong sampai merawat Lee, dan lebih lagi sekarang dia telah menikah dan hidup bahagia bersama Yera." Una berbicara dengan begitu pilu dan air matanya kembali menetes, jatuh tanpa jeda membasahi pipinya.


SETELAH BACA JANGAN LUPA BERI LIKE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️


BERIKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI, SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊.


JANGAN LUPA BERIKAN VOTE YANG BANYAK YA ☺️☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2