Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Siapa Wanita Di Foto Ini


__ADS_3

     “Aku memang sudah


makan, tapi aku ingin makan lagi karena untuk melawan suami kejam seperti kamu ini aku membutuhkan banyak energi,” ucap Emil dengan cengegesan. Gadis itu bahkan bergelayutan manja di lengan tangan Lee tanpa rasa takut sedikitpun.


    Entah kemana rasa takut yang dulu pernah di tunjukkan oleh Emil ketika berada di samping suaminya ini.


     “Aku masih ada meeting di kantor, sebaiknya kamu membeli makanan lewat online saja,” pinta Lee dengan menjauhkan tangan Emil dari lengannya.


      “Kalau begitu aku akan mengajak Alan makan saja,” ucap Emil santai sembari memainkan ponselnya. Emil sengaja mengatakan hal tersebut agar Lee mau mengajaknya ke kantor, entah mengapa Emil bosan saja jika di rumah sendirian.


     Merebut ponsel yang sedang di pegang oleh Emil, “Jangan


macam-macam! Aku tidak mengijinkan kamu untuk menemui pria lain,” hardik Lee sembari mengandeng tangan Emilia keluar dari ruangan kamar ini.


      “Kenapa dia marah? Apakah dia suka kepadaku?” tanya Emil pada dirinya sendiri dengan mengerutkan keningnya.


     “Kita kamu kemana Kak Lee?” tanya Emil.


     “Tutup mulutmu dan jangan bicara.”


_ _ _


      Kini Emilia dan juga Lee sudah berada di depan ruangan kantornya. Ia langsung membuka pintu tersebut dan menyuruh istri kecilnya masuk terlebih dahulu. Emil masuk dan


langsung sumringah ketika ia melihat kantor suaminya tidak jauh berbeda dari kantor Papanya di negara B. Kantor keduanya sangat mewah dan juga di desain sederhana namun tidak mengurangi kemewahan dan rasa nyaman di dalamnya.


    “Kantor kamu bagus juga Kak, sepertinya aku akan betah berada disini,” ucap Emil sembari


mendudukkan tubuhnya di atas sofa.


     Dia sangat merepotkan sekali, “Aku ada meeting penting dan kamu tetaplah disini jangan membuat masalah! Nanti akan ada wanita yang membawakan makanan untukmu,” ucap Lee dengan menatap Emil datar dari posisinya berdiri saat ini.

__ADS_1


     “Baiklah,” sahut Emil dengan tersenyum sumringah.


    Lee keluar dari ruangan ini. Setelah Lee keluar dari ruangan ini Emil langsung berdiri dari posisi duduknya, ia berjalan menuju ke meja kerja suaminya kemudian ia melihat


sebuah foto di sana, tanpa ragu Emil langsung mengambil foto tersebut dan ia melihat Lee sedang bersama dengan seorang wanita cantik yang usianya sama seperti pria tersebut.


    “Siapa wanita ini? Dia cantik sekali dan mereka juga kelihatan sangat dekat?” ucap Emil setelah dia melihat Lee memeluk wanita itu dari arah belakang dan keduanya juga


tersenyum bahagia sekali. “Terserahlah apa yang dia lakukan, itu bukan urusan aku,” imbuh Emil sembari menaruh kembali foto yang ada di tangannya ketempat semula.


Emil tidak merasa penasaran yang teramat jauh pada wanita didalam foto tersebut, sebab saat ini dirinya masih belum memiliki perasaan sedikitpun pada suaminya. Tapi itu semua sangat wajar karena dirinya menikah di jodohan, Emil kini sudah kembali duduk di sofa dengan memegangi perutnya yang lapar.


      Tok. . .tok. . .tok! Seorang wanita cantik dengan badan yang proposional masuk kedalam ruangan


ini, wanita itu membawa nampan di tangannya dan Emil mengetahui apa itu.


     “Nona, ini pesanan anda,” ucap wanita cantik itu dengan menyunggingkan senyumannya.



"CEO tadi mengatakan pada saya jika anda menyukai segala jenis makanan," jawab wanita cantik tersebut yang di ketahui namanya ialah Rossa.


    Dasar Kak Lee memangnya aku serakus itu sampai melahap semua jenis makanan, ”Terimakasih,” sahut Emil dengan tersenyum.


     “Dia masih kecil, siapa sebenarnya gadis ini? Mana mungkin CEO menyukai gadis kecil seperti


dirinya,” batin wanita cantik itu dengan membungkukkan badannya kemudian berlalu pergi dari ruangan ini.


     Tanpa ba-bi-bu lagi Emil langsung menyantap makanan yang ada di atas meja tersebut. Dan dengan sekejap makanan di atas meja itu tandas.


     “Kenyang sekali, dan sekarang aku mulai mengantuk,” ucap Emil dengan mengusap perutnya yang sudah kenyang itu.

__ADS_1


      Cklek!


       Lee masuk kedalam ruangannya setelah satu jam kemudian, pria itu tidak lupa menutup pintu ruangan kerjanya ini lagi. Lee berjalan menuju sofa, dia melihat semua piring


yang sudah habis isinya kemudian ia beralih menatap Emilia yang sedang tertidur lelah di atas sofa tersebut.


     “Dia benar-benar gadis ajaib, dia bahkan bisa tertidur lelap setelah makan. Jika wanita lainnya mungkin tidak akan mau langsung tidur karena takut gemuk,” ucap Lee lirih sembari membenarkan bantal di kepala Emil lembut.


     Selang beberapa waktu. Emil mulai merengangkan otot-otot tulangnya dan tanpa menyadari jika posisinya saat ini masih berada di atas sofa, Emil hendak terjatuh dan Lee yang


sedang duduk di sofa lainnya langsung mendekap tubuh istri kecilnya itu hingga tidak sampai jatuh ke lantai.


    “Huaaaa. . . “ apa yang kamu lakukan? Kamu selalu mengambil kesempatan untuk menyentuhku,” gerutu Emil dengan berusaha melepaskan pegangan Lee.


     “Dasar tidak tahu terima kasih! Kamu itu seharusnya berterima kasih kepadaku karena aku telah menyelamatkan kamu,” hardik Lee sembari mendorong tubuh Emil sampai rebahan di sofa kembali.


     “Kasar sekali!" umpat Emil dengan mata membulat sempurna.


"Aku bisa bersikap lembut, apa kamu mau lihat?" tanya Lee dengan mendekatkan wajahnya kehadapan wajah istri kecilnya tersebut.



Emil bisa merasakan hembusan nafas pria itu menerpa wajahnya karena jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja. Emil menutup matanya dengan jantung yang berdetak tidak karuan. Lee yang tadinya memasang wajah datar kini mulai tersenyum kecil melihat sikap istrinya yang masih sangat polos tersebut. Entah mengapa menggoda Emil sudah seperti candu baginya hingga seseorang mulai membuka pintu ruangan ini tanpa mengetuk pintu ruangannya lebih dahulu.



"Kak Lee. . . aku da\_" Park menghentikan ucapannya ketika melihat adegan tersebut.


bisa kalian bayangkan wajah Lee dan juga Emil saat ini?


ikuti akun mangatoon saya dan jangan lupa follow juga IG Khairin_junior.

__ADS_1


__ADS_2