
Pyarr!
Suara gelas yang di banting kelantai! Pria ganteng, gagah, dan yang memiliki kulit putih. Itu adalah Jhong back yang dengan sengaja melemparkan gelas yang berisikan Vodka kelantai dengan sangatlah keras, kini gelas kaca itu sudah terburai kelantai dan terlihat seorang pria berdiri ditengah ruangan kantor CEO sembari menundukkan pandangannya. Pria itu tak berani mengangkat kepalanya dan hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Jhong back, tubuh pria paruh baya itu bergetar dengan sangatlah hebat dan terlihat wajahnya pucat pasih. Pak San adalah sekertaris Jhong back. Pak San hanya diam melihat kemarahan Jhong back, Pak San masih berdiri dibelakang Jhong dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Pecat dia!" Teriak Jhong dengan mendudukkan kasar tubuhnya ke sofa dan menyandarkan kepalanya di sofa tersebut. Perlahan Jhong mulai menutup matanya sembari mengepalkan jari-jari tangannya karna masih merasa geram dengan kebodohan berkerja ya.
Pak San beranjak dari posisinya berdiri dan dia segera menyeret pria paruh baya yang tadi membuat Jhong back marah. Pria itu hanya menerima keputusan CEO dingin itu tanpa membantahnya sedikitpun. Sejak berpisah dengan Una sikap Jhong semakin sadis dan tak kenal ampun dia bahkan bisa memecat perkejaan ya dengan alasan sempeleh.
__ADS_1
Contoh kecilnya, Jhong pernah memecat perkerja ya yang sangatlah rajin dan begitu berpengalaman di bidangnya hanya karna perkerja itu lupa memasuki lift yang biasanya Jhong back gunakan. Karna lift perkerja dan lift CEO tidaklah sama! Hanya karna perkerja itu terburu buru karna harus datang meeting tepat waktu. Hinga dia terpaksa menggunakan lift CEO, namun setelah selesai meeting pria itu malah dipecat tanpa hormat padahal jasanya pada perusahaan sudah bisa di acungkan jempol.
_ _ _ _
Tok tok tok!
"Masuk!" Ucap sekertaris San setelah mendengar ketukan pintu dari luar ruangan CEO. Setelah mendengar jawaban dari dalam ruangan tersebut dua petugas kebersihan wanita segera membuka pintu sembari membawa peralatan untuk membersihkan pecahan gelas kaca yang berceceran di lantai. Setelah selesai melakukan tugasnya dua wanita itu segera keluar dari ruang CEO tak lupa mereka membungkukkan badannya pada sekertaris San sebelum pergi.
__ADS_1
"Tuan muda, ada kabar tentang Nona Hyouna." Ucap Pak San sembari menatap kearah Jhong. Setelah mendengarkan nama orang yang selama tujuh tahun ini sangat dia rindukan. Nama yang masih tak bisa dia lupakan dan orang pertama yang paling dia cintai kini ada kabar darinya tentu saja Jhong sangat kaget dan tak menduganya nama yang jarang dia sebutkan kini mulai terdengar lagi ditelinga ya.
Jhong langsung tergeletak sembari menatap kearah Pak San, "Apa aku tidak salah dengar barusan! Kau menyebut nama Hyouna barusan!" tanya dengan wajah tak percaya. Namun sangat jelas terpancar wajah kerinduan yang mendalam yang tidak bisa dia tutupi.
Selama tujuh tahun lamanya Jhong selalu menahan diri agar tak menyuruh pengawalnya untuk mencari keberadaan dan kabar Una. Namun berbeda halnya jika Una sendiri yang datang kembali ke kota ini. terlihat Jhong mulai tersenyum lembut.
Mengerutkan dagunya, Baru kali ini aku melihat senyum tuan muda! Sudah bertahun-tahun lamanya sejak kepergian nona Hyouna, tuan muda tidak pernah lagi tersenyum seperti ini. Bagaikan awan gelap yang menyelimuti sinar matahari, kini awan itu mulai hilang, pergi bersama hembusan angin. Dan yang terlihat hanyalah pancaran matahari di siang hari yang begitu cerah dan bisa menghangatkan siapapun yang terkena pancaran sinarnya.
__ADS_1
Senyum yang hilang beberapa tahun yang lalu mulai terlihat lagi, wajah datar yang selalu dia tunjukkan perlahan mulai menghilang saat dia mendengar nama istrinya disebut.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN JUGA KOMENTAR AGAR SAYA LEBIH SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️☺️