Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Aku Ingin Melihat Dia Cemburu.


__ADS_3

   Lee melihat kearah Sena dengan memicingkan matanya seolah pria itu tau apa yang saat ini sedang di pikirkan oleh Sena terhadap Emilia yang sedang tertidur pulas di atas sofa.


“Sena!" panggil Lee sembari menyandarkan punggungnya di kursi kerja sembari matanya masih tak bergeming menatap kearah Sena yang saat ini perlahan mulai mengalihkan pandanganya menatap Lee.



“Siapa wanita ini?” tanya Sena sembari mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di hadapan Lee. Wanita itu mantap kearah Lee dengan tatapan selidik.



“kau tidak perlu tau itu karena bukan urusanmu!” tandas Lee sembari malas menangapi ucapan Sena barusan. “apa yang membawamu datang ke kantorku?” tanya Lee dengan menyilangkan kakinya.



Sena menyodorkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Presdir Lee di atas meja, Lee membuka salah satu berkas tersebut kemudian membacanya terlebih dahulu. Sedangkan Sena melihat kearah Emilia yang masih tertidur dengan sangat pulas. Rasa cemburu dan juga begitu membenci Emilia semakin merasuk ke dalam hati Sena. bahkan Sena mulai memikirkan cara agar membuat Emilia menjauhi Presdir Lee.

__ADS_1



Sena mulai merasa kehadiran Emilia hari ini akan memberikan jarak antara dirinya dan juga Presdir Lee semakin jauh.



Sesaat kemudian, Emilia mulai menguap dan mengerakkan tubuhnya yang terasa kaku karena dia tidur di atas sofa sedangkan biasanya wanita itu jika sedang tidur memerlukan tempat yang sangat luas, sangat wajar jika saat ini dia merasakan tubuhnya terasa sangat lelah.



di dalam ruangan itu sedang mengawasinya dengan sorot mata membunuh.


“Hai, Tante kita bertemu lagi,” sapa Emilia dengan menarik salah satu senyumanya seolah sapaan yang baru saja keluar dari bibirnya itu adalah suatu hinaan bagi Sena.


__ADS_1


Sena langsung mengepalkan kedua tangannya yang ada di bawah meja, seakan dai sangat ingin memberikan pelajaran pada bocah kecil yang ada dihadapannya saat ini namun karena takut jika Lee marah sehingga Sena hanya bisa menahan rasa itu di dalam hati saja. Namun daranya seakan berdesir dengan begitu cepat dari ujung kaki dan perlahan mulai naik ke atas puncak kepalanya


karena tidak bisa melampiaskan apa yang sedang ada di hatinya saat ini.


Gadis ini ternyata sangat pintar jika memainkan seseorang dia bahkan bisa terlihat santai padahal Sena sudah mulai terpancing dengan ucapanya itu.. Gumam Lee dalam hati sembari melihat kearah Emilia kemudian melihat kearah Sena yang wajahnya mulai kelihatan merah padam.



“Sena sudah selesai, bisakah nantik kita makam siang bersama?” tanya Lee sembari melirik kearah Emilia yang wajahnya langsung


kelihatan sangat jutek setelah mendengarkan ajakan Lee pada musuhnya.


“Tentu saja, kita kan sudah terbiasa makan berdua,” ucap Sena sekaan dia sedang menunjukkan pada Emilia seberapa dekat dirinya dengan presdir perusahaan itu.


__ADS_1


Aku sangat penasaran apakah Emilia akan marah dan menunjukkan jika dia mulai cemburu padaku, entah mengapa aku ingin sekali melihat wajahnya yang sedang cemburu itu mungkin sangat lucu. Tapi bagaimana jika dia tidak mencintai aku. Gerutu Lee dalam hati sembari perasaan was-was sedang menjalar di hatinya saat ini.


__ADS_2