
"Mami bangunlah," Rengek Lee dengan manja Sontak Una langsung bangun dari posisi tidurnya.
Matanya langsung menyapu seisi ruangan itu dilihatnya Jhong tidak ada disana dan dia langsung berdiri kasar dari ranjang. Una berjalan menuju kamar mandi setelah pintu kamar mandi di buka Una masih tidak menemukan Jhong disana.
"Mami kau mencari siapa?" Tanya Lee sembari menatap kearah Una dengan wajah kebingungan.
"Tidak, sayang Mami tidak mencari siapapun." Ucap Una sembari mengandeng Lee dan duduk di ranjang. "Jam berapa ini sayang kok kami sudah rapi?" Tanya Una balik karna melihat putra semata wayangnya itu sudah terlihat ganteng dan wangi.
"Ini sudah siang Mami, dan sudah waktunya untuk sarapan?" Gerutu Lee dengan bibir manyun.
Tersenyum Kecut, "Turunlah dulu sayang, Mami akan mandi dulu!" Ucap Una pada Lee sembari mengecup kening anak itu. Tanpa membantah Lee pun menuruti ucapan Una.
badanku terasa lelah sekali dia pergi jam berapa dan tanpa mengajariku. Gerutu Una sembari
Karna bergadang semalaman Una sampai telat menyiapkan sarapan pagi untuk Lee. Tubuh Una terasa kaku semua karna semalaman dia terus menerus bermain bersama suaminya. Hahaha tenaga Jhong pasti sangatlah kuat sampai wanita itu terkulai lemas seperti saat ini.
__ADS_1
_ _ _ _
Una sudah selesai mandi dan kini dia sudah berdandan cantik lengkap dengan riasan makeup di wajahnya.
Una sangat menyukai bunga dan dia bermain sebentar mencoba merangkai bunga dan ditaruh di vas bunga. Setelah selesai dia turun kebawah menemui Lee yang sudah duduk di meja makan.
"Sayang, kau sudah lama menunggu Mami?" Ucap Una sembari mengusap pelan rambut anaknya itu. Namu. Lee malah menepis kasar tangan Una dengan wajah kelihatan cemberut.
"Maafkan Mami sayang," Ucap Una sembari menaruh roti bakar di piring Lee.
Una juga segera mendudukkan tubuhnya di kursi kosong disamping Lee, mereka makan bersama biasanya Jim akan makan pagi bersama Una tapi entah mengapa kali ini pria itu tak datang ke rumah Una padahal dia sudah berada di Seoul. Mungkin saja Jim marah karna dia melihat adegan romantis semalam namun Una belum mengetahui kita Jim sudah berada di kota tersebut karna Jim pulang lebih awal dari hari yang janjikan pada Una.
Kediaman Jhong back.
__ADS_1
Pria itu sengaja keluar Pagi-pagi dari rumah Una karna dia ada urusan yang lebih penting untuk dia urus. Ya Jhong akan bertemu dengan Jim siang nanti entah apa yang akan suami Una katakan pada Jim.
Kini Jhong sedang duduk di halaman rumahnya yang terlihat megah dan mewah namun terlihat begitu tenang dan sejuk. Karna di halaman rumah Jhong ada taman kecil lengkap dengan sebuah tempat untuk bermain ya itu adalah taman yang sudah beberapa hari yang lalu direnovasi sejak Jhong mengetahui jika Una memiliki seorang anak laki-laki. Mungkin saja pria itu sudah berniat untuk mengajak Una tinggal bersama dengannya.
Kediaman Jimmi Nan.
Pria itu sedang terlihat tidak baik-baik saja karna, tidak biasanya Jim sudah meminum alkohol sepagi itu. Atau paling tepatnya semenjak melihat adegan semalam Jim seakan frustasi dan sakit hati karna dia sudah tau jika akhirnya wanita yang dia cintai akan kembali pada pemiliknya. Ya sejak dulu cinta Una hanya untuk Jhong saja walaupun Una memiliki hubungan dengan Jim tapi tetap saja wanita itu tak bisa lepas dari bayang-bayang suaminya.
Terlihat beberapa botol Bir yang tergeletak begitu saja di atas meja, Jim tak berhenti meminum bahkan Pelayan rumah tersebut sudah berusaha menghentikannya namun sia-sia Jim tak mengubris sedikitpun ucapannya. Dia masih terus meminum alkohol itu tanpa tau kapan dia akan berhenti kini matanya mulai merah dengan kondisi baju yang awut-awutan kasihan sekali Jim namun dia harus tetap menghadapi kenyataan ini dengan lapang dada.
Jim masih meminum alkohol itu langsung dari botolnya, kini dia mulai terlihat lelah dan menyandarkan kepalanya di sofa dengan perlahan Jim mulai menutup matanya dia tertidur lelap karna pengaruh alkohol itu.
pyarr!
Botol bir yang Jim pegang jatuh di lantai namun pria itu masih tertidur lelap seolah-olah dia tak mendengar suara nyaring dalam ruangan ya g sepi itu. Pelayan rumahnya yang sudah setengah baya itu datang dan melihat pecahan botol bir yang berserakan di dekat sofa.
__ADS_1
"Una, aku sangat mencintaimu." Jim mengigau dalam tidurnya sembari meneteskan pelan air matanya.