
"Sayang, pangil aku Daddy!" Ucap Jhong lirih sembari mencium pipi putranya itu.
Lee menangis' sesenguka karna apa yang selama ini sangat ingin dia ketahui, sosok seorang ayah yang selalu dia rindukan bertahun lamanya penantian itu berakhir dengan indah pada waktunya. Lee sempat merasa iri saat teman sebayanya hidup bahagia dengan kedua orang tuanya namun dia malah sebaliknya. Kini semua itu mulai sirna dalam pikirannya, dan untuk pertama kalinya anak kecil yang biasanya terlihat tangguh dan arogan itu menangis tersedu-sedu sembari masih memeluk tubuh kekar kedua orang tuanya itu.
Itu bukan tangisan sedih melainkan tangisan bahagia dan rasa haru yang kini sedang berkecamuk di hati anak kecil itu. Bahkan Una juga sampai ikut menangis sesenggukan saat melihat wajah Lee dan Jhong yang sangat mirip. Kini Keluarganya sudah lengkap dan Lee pantas bahagia bersama kedua orangtuanya.
"Daddy," Ucap Lee lirih di sela-sela tangisannya.
"Kamu kan anak lelaki mana boleh menangis seperti ini," Ucap Jhong sembari menyeka air mata putarannya itu.
Langsung memasang wajah arogan sama seperti ayahnya, "Aku tidak selemah itu Daddy Samapi menangis seperti wanita. Tadi mataku sedang kemasukan debu."
__ADS_1
Mendengar ucapan putranya itu, Una dan Jhong tertawa kecil. Jhong menaruh Lee dalam gendongannya dan mereka masuk kedalam rumah Una, Jhong mengandeng tangan istrinya itu mereka masuk kedalam rumah mewah itu.
Asisten Luwis yang melihat adegan haru itu tersenyum bahagia karna setelah sekian lama majikanya akhirnya bisa berkumpul lagi bersama anak dan istrinya mereka akan membangun keluarga yang bahagia.
_ _ _ _
Kamar Lee.
"Nak, ini kamarmu kecil sekali," Ucap Jhong sembari matanya menyapu kamar yang sebenarnya cukup besar namun karna Jhong adalah orang kaya jadi kamar putranya itu terlihat sangat kecil baginya.
"Sayang, kau punya mainan sedikit sekali. Apakah cuma Ini." Jhong mulai protes karna anaknya tidak mendapatkan banyak mainan.
__ADS_1
"Mami bilang, kita harus hemat dan dia hanya memberikanku mainan satu bulan dua kali saja Dad." Sahut Lee sembari tersenyum lembut.
Jhong baru pertama kali ini memiliki seorang anak jadi wajar jika pria itu ingin anaknya mendapatkan hal yang jauh lebih mewah dari ini semua. Jhong bahkan mulai memikirkan cara agar Lee bisa tinggal bersama dengannya di rumah mewahnya yang super lengkap itu.
"Sayang, bagaimana sikap paman Jim padamu?" Tanya Jhong dengan wajah kelihatan penasaran apa saja yang sudah pria itu lakukan selama berada di Inggris.
"Paman Jim sangat baik padaku dan Mami, dia selalu membantu Mami. Namun aku tidak pernah minta apapun pada paman Jim, karna Mami melarang ku melakukannya." Ucap Lee dengan jujur.
_ _ _ _
Una sedang sibuk menyiapkan camilan untuk Lee dan Jhong di dapur, Namun tak lama kemudian Bu Suzy memberikan kabar jika Jim sudah bangun dari posisi tidurnya. Una keluar dari dapur dan berjalan menuju kamar putranya itu.
__ADS_1
Una sudah membuka pintu kamar Lee, dia melihat Jhong dan Lee sedang asyik bermain mobil-mobilan dengan mengunakan repot. Kedua orang itu bahkan tidak menyadari akan kehadiran Una di sana sudah hampir 10. menit.
"Jhong, ayo kita pergi kerumah Jim?" Ajar Una sembari masuk kedalam kamar tersebut.