Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Menginap Lagi.


__ADS_3

  Siang hari Lee sedang bersiap-siap untuk kembali ke Seoul, Jim sedang berangkat berkerja dan juga Narra sedang ada arisan di luar rumah. Jim dan juga Narra dengan sengaja meningalkan Emilia bersama Lee berdua di rumah sebab mereka mengetahui jika Park siang hari akan datang ke rumah itu. Narra sengaja membiarkan calon menantunya itu bersama dengan putrinya berdua di rumah karena mereka menginginkan kedua anaknya saling akur dan tidak bertengkar lagi. Akan sangat sulit bagi mereka berdua beradaptasi sebab sikap Lee yang terlalu dewasa dan juga sikap Emilia yang sangat manja akan membuat mereka berdua sering bertengkar setelah menikah nanti.


       Kini Emilia sedang memainkan ponselnya di dalam kamar, gadis itu berbaring donatas ranjang sedangkan Lee sibuk mengemas semua barang-barangnya dan memasukkan barang itu ke dalam koper. Emilia mulai tersenyum saat dia mendapatkan pesan dari Park yang bilang jika dirinya sedang menuju ke rumah Emilia.  Emilia sontak langsung berdiri dari ranjang dan wanita itu berlari munuju kamar Lee yang berada persisi di samping kamarnya.


      Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Emilia langsung nyelonong masuk ke dalam kamar pria itu dengan wajah tanpa bersalah, Emilia seketika berteriak dengan menutup kedua matanya saat melihat Lee sedang berganti baju. Pria itu memakai celana panjang dengan tangannya hendak mengancingkan kemeja berwarna hitam di dalam tubuhnya. Terlihat sangat jelas otot-otot di tubuhnya yang meronta-ronta seakan ingin keluar dari kemeja yang sedang dia kenakan.


       "Dasar, pria tidak tau malu kau sengaja ya mau menunjukkan bentuk tubuhnmu itu kepadaku," gerutu Emilia dengan masih menutup mukanya dengan kedua tangan namun dengan nakal gadis kecil itu malah membuka sedikit jari tangannya untuk melihat roti sobek yang ada di hadapanya itu.


      "Kau tidak salah, kau sendiri yang mau masuk untuk ku jadikan makanan," ucap Lee dengan membuang kemeja yang ada di tubuhnya itu hingga terongok ke lantai begitu saja.


      Menelan salivahnya karena merasa takut dengan langkah pria yang berada di hadapanya itu semakin berjalan mendekatinya, "Ma. . makanan apa? Apakah kau buta hingga kau tak bisa melihat jika aku tidak membawa makanan di tanganku," ucap Emil dengan begitu polos. Bahkan gadis itu tak tau jika makanan yang di maksud oleh pria yang ada di hadapanya itu adalah dirinya sendiri.


      Lee menatap Emil dengan seulas senyuman evil mulai tersungging dari bibirnya, Lee sedikit terhibur dengan sikap polos gadis yang ada di hadapannya saat ini, bahkan Emilia mulai menutup matanya rapat-rapat dia hendak berbalik arah untuk kabur dari genggaman sang singa jantan yang sedang menatapnya dengan pandangan membunuh.


      "Mau kemana kamu," ujar Lee dengan menarik tangan Emilia dan langsung menaruhnya ke dalam dekapannya kini mereka berdua saling berdekatan bahkan dada montok Emilia juga sampai menyentuh dada bidang pria itu.


       Jantung Emilia berdetak semakin kencang karena selama ini dirinya tidak pernah berdekatan dengan seorang pria dari jarak yang begitu dekat seperti sekarang, bahkan hembusan nafas manja dari keduanya saling bertautan. Emilia tak mengerti apa yang sedang di rasakan dan bagimana dia bisa kebingunggan seperti ini seolah-olah sedang mencari tau apa arti dari detak jantungnya itu. Detak jantung yang berdetak semakin kencang seperti dentuman drum dari musik rock.

__ADS_1


      Lee menatap wajah cantik yang ada di hadapnya itu dengan seulas senyuman Evil, pria itu segera menyingkirkan kedua tangan Emil yang tadi menutupi wajahnya, Lee melihat mata Emil sedang terpejam dengan begitu erat dan di dalam hatinya dia semakin meraasa bahagia karena bisa mengerjai gadis yang ada di hadapnya itu.


      "Siang hari ini aku ingin makan dirimu," bisik Lee di dengan suara menggoda di samping telinga Emil. Sampai bulu kuduk gadis itu berdiri seketika saat hembusan nafas Lee mulai menerpa bagian telinganya. bahkan seperti ada sengatan listrik saat Lee menyisihkan anak rambutnya ke belakang telinga dengan gerakan yang begitu lembut.


        "Aku akan bilang sama Mama, jika kau itu tidak suka makan nasi tapi suka makan orang dan aku akan menolak perjodohan ini aku tidak mau hidupku berakhir saat kau mulai memotong bagian tubuhku untuk kau jadikan makanan!" gerutu Emil dengan masih tidak menyadari dengan apa yang di ucapkan oleh Lee.


         Melepaskan kasar pelukannya di pinggang Emilia dengan kasar, "Dasar bocah! Sana pergi aku bisa darah tinggi jika terlalu lama berada di dekatmu, dan ingat aku tadi hanya bercanda awas saja kalau kau berani bilang pada Bi Narra," ucar Lee memperingatkan Emil.


     Haha lucu sekali wajah Lee saat ini, dia mau mengerjai Emilia namun malah dia sendiri yang pusing dengan apa yang dia lakukan. Emila memang tak seperti gadis kebanyakan kota itu yang terbiasa meminum alhokohol bahkan berhubungan dengan banyak pria.


     Emil langsung nyelonong pergi setelah Lee melepaskan pelukanya namun dia menghentikan langkahnya setelah mengingat apa yang membuatnya datang kekamar itu, "Kau tidak usah berkemas karena kau akan menginap di rumah ini lagi nanti malam!" Ujar Emil dengan tak menoleh.


       "Jangan beranda, aku sudah mempunyai kekasih!" jawab Emil berbohong dengan melanjutkan langkahnya keluar dari kamar itu.


     Sedangkan di dalam kamar Lee semakin kebingungan dengan apa yang di ucapkan gadis itu, bagaimana mungkin dia akan menikah dengan seorang gadis yang memiliki kekasih di luar sana. Lee mulai tidak tenang memikirkan ucapan Emil tadi.


Lee berjalan keluar dari kamarnya dan pria itu membiarkan bajunya berada di atas ranjang begitu saja.

__ADS_1



"Huaaaaaa!" Teriak Emil dengan begitu kencang saat Lee melihatnya hanya mengenakan bikini saja.



Setelah dari kamar Lee wanita itu mau membersihkan dirinya di kamar mandi karena Park akan mengajaknya berkeliling kota itu setelah tiba di rumahnya, Emil baru membuka bajunya, Lee nyelonong masuk ke dalam kamarnya seperti apa yang Emil lakukan tadi. Dan beruntunglah gadis itu masih mengenakan celana pendeknya.



"Tidak tau aturan, dasar tidak sopan kau masuk ke dalam kamar gadis tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu!" maki Emil dengan melempar bantal ke arah Lee yang kini sedang melotot menata dirinya.



Emil marah dan dia segera meraih bajunya yang teronggok di sebelah kakinya sedangkan Lee menelan Saliva nya sebelum berbalik arah membuang pandangannya.


__ADS_1


"ma, maafkan aku, aku tidak sengaja," ucap Lee dengan suara putus\-putus.


__ADS_2