Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2
Demi Lee.


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang istrinya itu ucapkan Jhong langsung berdiri dari posisi duduknya. Lee juga ikut berdiri sembari menarik tangan Jhong agar menatapnya.


''Daddy, apakah Lee boleh ikut?'' Tanya anak kecil itu dengan wajah penuh harapan agar permintaanya di kabulkan


Mengusap pelan kepala anak kecil itu, ''Tentu saja boleh sayang, ayo kita pergi bersama ke rumah paman mu.''


Mereka bertiga bergandengan tangan dan Lee ada di tengah kedua orang itu. Wajah bahagia jelas terpancar dari ketiga orang itu, namun di dalam hati Hyouna masih ada rasa sedih dan juga rasa gunda jika mengingat akan kondisi Jim tadi pagi. Tapi semua sudah menjadi kehendak yang maha esa dialah yang mampu membolak-balikkan hati hamba-hambanya.


Kini mereka bertiga sudah ada di depan rumah Jim, Una langsung masuk kedalam rumah itu bersama Jhong dan Lee. Jim kelihatan sudah baik-baik saja bahkan kini pria itu sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu dengan menyeruput kopi yang ada di hadapannya. Lee langsung melepaskan genggaman Jhong dan Una, anak kecil itu langsung berlari menghampiri Jim yang mulai memfokuskan pandangannya ke arah layar laptopnya.


''Paman,'' Ucap Lee sembari mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di samping Jim.


''Hei jagoan kecil ku, tumben datang ke sini sendirian?'' Tanya Jim yang masih belum mengetahui jika Una dan Jhong sudah berdiri di belakangnya.


Menggelengkan pelan kepalannya, ''Aku datang bersama Daddy juga.'' Menatap ke arah belakang punggung Jim. ''Itu dia sedang bersama Mami.''

__ADS_1


Lee hanyalah anak kecil biasa dia tak mengetahui akan masalah antara orang dewasa, anak itu hanya tau jika sekarang dia akan hidup normal seperti teman sebayannya yang lainnya. Jim mengatahui jika hal ini cepat atau lambat akan segera terjadi namun pria itu tidak menyangka jika akan terjadi secepat ini.


Melihat keluarga kecil yang sedang bahagia mambuat Jim tau jika hubungannya dengan wanita itu telah selesai di detik ini juga. Jim menatap ke arah Lee yang kini sedang duduk di pangkuannya, dia membelai lembut rambut anak kecil itu dengan tatapan haru bercampur sedih.


''Apa kau bahagia, sayang?'' Tanya Jim sembari menatap lekat mata anak itu.


''Lee sangat sangat bahagia, aku akan bisa hidup bersama Daddy dan Mami juga mulai hari ini.'' Sahutnya dengan tersenyum renyah.


''Lee, bermainlah dengan Bi Suzy sebentar karna Paman Jim mau bicara dengan kedua orang tuamu dulu apa boleh?''


Jim terus menatap ke arah punggung Lee yang mulai menjauh darinya. Beralih menatap ke arah Jhong dan Una yang masih berdiri di hadapannya. ''Duduklah!''


''Kau pasti sudah tau akan maksud kedatanganku kemari!'' Jhong tidak suka berbelit-belit dia langsung bicara tapa basa-basi lebih dulu, namun Jim sangat mengenal watak pria itu jadi dia tak kaget dengan apa yang Jhong ucapkan barusan.


''Ya, aku sudah menduganya.'' Bicara dengan menyandarkan punggungnya di sofa.

__ADS_1


''Apakah kau keberatan jika kami kembali bersama?'' Jhong bertanya dengan menyilangkan kakinya. Sedangkan Una hanya bisa dia dan membiarkan kedua pria itu menyelesaikan urusannya.


''Sebenarnya aku sangat keberatan, namun karna aku sangat menyayangi Lee. Maka aku akan pergi dari kehidupan kalian,'' Bicara sembari tersenyum kecut.


''Aku tidak menyangka jika kau akan melepaskan istriku semudah itu.''


''Sejak awal hingga sekarang hati Una hanyalah milik mu! Aku tau itu bahkan walaupun aku mencoba sekeras tenaga menghilangkan kamu dalam pikiran dan hatinya tapi tetap saja aku tidak bisa.''


''Lee sangat menyayangimu, kau akan merindukannya jika pergi dari Seoul.'' Jhong mencoba membujuk pria itu agar tak kembali ke inggris.


''Aku akan menjenguknya setiap ada waktu.'' Bicara sembari menatap Ke arah Una. '' Una jika sampai ******** ini membuatmu bersedih kau jangan segan-segan mengabari aku ya. Biarkan aku yang menghajarnya.'' Imbuh Jim sembari memaksakan senyuman di wajahnya.


Hati Jim sangat hancur saat melihat wanita yang dia cinta hidup bersama pria lain, tapi Jim tak tega jika mengingat Lee selalu bertanya tentang siapa ayah kandungnya hal itu membuat jim tak kuasa menahan kesedihannya. Jim sangat menyayangi Lee dia hanya ingin jika anak kecil itu bahagia walaupun dia harus mengorbankan kebahagiaannya  sendiri.


Diam-diam Bi Suzy mendengarkan perbincangan mereka bertiga dan pelayan itu meneteskan air matanya pelan dia merasa sangat sedih karna Jim akan sendirian lagi sama seperti sebelumnya. Semoga kelak kau bisa hidup bahagia bersama wanita lain yang baik hati dan kau bisa membangun kehidupanmu sendiri

__ADS_1


__ADS_2