
Pembawa acara memanggil Lee dan juga Emilia. Beberapa wartawan yang memotret pemandangan keduanya sempat berhenti sejenak karena
terkejut melihat Lee yang sedang berjalan sembari mengendong wanita cantik-ralat sangat cantik sekali. Cahaya lampu menyorot keduanya sampai Lee mendudukkan perlahan Emil di sofa kemudian ia duduk di samping istrinya.
Visial Lee yang baru saja duduk. Cocok nggak dengan imajinasi kalian?
Visual Emilia yang cantik, kalem dan juga imut. Cocok nggak dengan imajinasi kalian semua?
“Sayang, aku takut,” ucap Emil yang tidak terbiasa melihat kamera sebanyak ini di hadapannya,
“Ada aku di ini, kamu tidak perlu merasa khawatir,” ucap Lee dengan tersenyum. Lee menggenggam tangan istrinya agar tidak merasa cemas yang berlebihan.
Semua wartawan berbisik-bisik melihat sikap CEO Lee yang sangat perhatian sekali pada wanita di sampingnya itu dan mereka juga terkejut jika pria yang selama ini di kenal angkuh dan juga arogan itu ternyata bisa bersikap selembut ini pada wanita.
Semua orang yang sedang berada di dalam ruangan ini memuji kecantikan Emilia dalam diam, bahkan wanita itu terlihat sangat anggun dan juga pantas sekali dengan baju yang ia kenakan, terlihat anggun dan juga elegan sepertinya baju yang sedang Emil kenakan akan menjadi model berbeda waktu kedepan.
“Beberapa waktu ini, Nona Emilia sering sekali menjadi bahan perbincangan bahkan semua orang merasa penasaran siapa sebenarnya, Nona Emilia ini,” ucap pembawa acara wanita tersebut.
Semua pertanyaan yang wanita itu lontarkan tentu saja sudah mendapatkan persetujuan langsung dari Asisten Luwis. Bahkan semua wartawan dan juga media yang datang harus melalui pemeriksaan yang ketat sekali sebelum mereka berada didalam ruangan ini. Untuk kali pertama keluarga besar Jhong melakukan klarifikasi di publik mengenal keluarga mereka karena selama ini keluarga Jhong selalu saja menolak jika di wawancarai oleh media manapun.
Melirik kearah Emilia sembari tersenyum, “Wanita yang berada di
samping saya ini adalah, Istri saya,” ucap Lee.
Beberapa wartawan langsung memposisikan kamera mereka agar
tidak kehilangan momen penting ini.
“Selama ini yang kami semua ketahui, CEO Lee masih lajang.”
Pembawa acara itu bertanya lagi.
“Saya dan juga istri saya menikah karena perjodohan, awalnya kami menyembunyikan semuanya karena waktu itu istri saya masih kuliah.” Lee
berbicara dengan tegas dan juga lugas tanpa bertele-tele.
__ADS_1
“Kenapa anda baru memberitahukan hal itu sekarang kepada publik?”
tanya pembawa acara itu lagi.
“Istri saja sempat mengalami kecelakaan dan ia koma selama
tiga tahun.” Lee hanya mengatakan inti dari masalahnya tanpa mau menjelaskan alasan di balik kecelakaan itu karena semuanya sudah berlalu apa lagi Helena-wanita yang telah menabrak istrinya tempo hari sudah meninggal jadi tidak ada lagi alasan untuknya mengungkit semua hal itu, yang terpenting sekarang istrinya tercinta sudah berada disampingnya lagi.
“Apakah, Anda bermaksud melakukan resepsi pernikahan?” tanya pembawa acara itu lagi.
“Tentu saja, jika istriku menginginkannya,” ucap Lee sembari
melirik kearah istrinya.
“Nona Emil, Apakah anda akan melangsungkan resepsi dalam
waktu dekat ini?” tanya pembawa acara itu.
“Saya belum terpikirkan,” sahut Emil dengan malu-malu.
“Wah lihatlah, Nona Emil sangat manis sekali jika memberikan ekspresi seperti ini,” ucap pembawa acara itu dengan jujur.
Lee menatap kearah Asisten Luwis, asistennya itu langsung mengganggukkan kepalanya mengerti jika Lee ingin mengakhiri wawancara ini sesegera mungkin. Tidak butuh waktu lama setelah sang pembawa acara pamit undur diri dan acara pun selesai.
Una, Narra, Park, Jim dan juga Jhong terkekeh dari posisinya berdiri ketika melihat sikap posesif Lee.
Rumah sakit.
Lee langsung membaringkan tubuh Emil setelah dia mengantikan
baju sang istri. Tidak butuh waktu lama Emil yang sudah merasa kelelahan langsung masuk kedalam alam mimpi. Melihat Emil yang sudah tertidur Lee langsung keluar dari ruangan ini.
“Apakah, Istri kamu sudah tidur?” tanpa Jim saat lee baru saja duduk di sofa yang sama dengannya.
“Dia sudah tidur, Pa,” sahut Lee sembari menyandarkan punggungnya dengan menaruh satu kakinya bertumpu pada lutut.
“Ma, lihatlah ini Emil terlihat cantik sekali bahkan banyak pria yang memuji kecantikannya itu secara langsung,” ucap Park dengan sedikit
lebih keras. Park melirik kearah Lee seakan ia sengaja membuat kakaknya itu merasa cemburu. "Para pria itu pasti akan menyerbu Instagram Emil sebentar lagi, mereka akan menjadi penggemar Emilia saat mengetahui jika kakak iparku selalu menang juara utama lomba menyanyi," imbuh Park lagi. Ia semakin semangat untuk menggoda Lee setelah melihat wajah kakak kandungnya merah padam menahan kecemburuan.
__ADS_1
“Sebaiknya tadi aku tidak usah klarifikasi dengan membawanya,” ucap Lee sembari mengusap wajahnya.
“Apakah kamu mau datang dengan membawa foto istri kamu saja,”
ledek Jhong yang ingin sekali menggoda putranya itu.
“Narra, bagaimana jika Emil sudah sembuh sebaiknya kita suruh dia untuk menjadi penyanyi saja. Emil sangat berbakat dalam hal itu,”
Ucap Una yang sengaja ingin menabur garam didalam luka kecemburuan putranya itu.
Narra hendak membuka mulutnya, namun Lee langsung menyela
kata-katanya dengan tegas, “Aku tidak setuju, dan jangan pernah menyuruh
istriku melakukan hal itu.” Lee tidak mau wajah cantik dan juga tubuh molek istrinya di lihat oleh banyak orang.
“Kalau kedua orangtua istri kamu mengijinkannya bagaimana?”
tanya Una.
Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Pa, Ma. Apakah kalian akan mengijinkannya?” tanya Lee. Pria itu memang sedang bertanya, tapi
entah mengapa wajahnya itu seperti orang yang sedang memohon. Agar kedua orangtua istrinya tidak memperbolehkan hal itu sampai terjadi.
“Hahaha, kamu ini di kerjain mereka semua mau saja.” Jim yang tidak bisa menahan tawanya langsung mengatakan hal itu karena ia tidak tega melihat wajah cemas anak menantunya yang tampan ini.
“Kalian,” ucap Lee.
Semua orang langsung tertawa melihat Lee yang pintar dalam
dunia bisnis dan tidak pernah satu sekalipun kalah tender besar justru dengan mudah mereka goda seperti ini. Lee langsung berdiri dari posisi duduknya dan masuk kedalam ruangan istrinya dengan mengabsen nama hewan di dalam kebun binatang.
“Kak Lee, kamu mau kemana? Di sini saja kami semua belum puas menggoda kamu,” ucap Park dengan iseng. Hal itu semakin membuat kedua kuping Lee terasa panas.
Lee menutup pintu ruangan kamar itu pelan karena tidak ingin membuat sang istri tercinta sampai bangun dari tidurnya, andai saja di dalam ruangan kamar ini tidak ada Emilia sudah bisa dipastikan jika ia akan membanting pintu kamar ini dengan lantang.
Lee sabar ini ujian eheheh.
Nisa mau kasih pengumuman ya .... Novel ini insyaallah akan tamat akhir bulan Oktober ini.
__ADS_1
follow Ig Khairin_junior agar kalian tahu Nisa setelah ini mau nulis di aplikasi mana lagi. Oh iya hampir saja lupa. Novel "The Story Of Julie" akan segera Nisa lanjut lagi. Tapi tidak di aplikasi ini, kalian bisa DM Khairin Nisa ya.