SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 102 MENGUKUR KELICIKAN


__ADS_3

Senja baru saja lewat, warna jingga di ufuk barat telah membaur dengan warna gelap.


Malam segera turun di atas istana Weiyan.


Chu Cu keluar dengan ketakutan dari dalam istana Xingwu. Dia berlari ke arah para pengawal.


"Tolong panggilkan tabib, nyonyaku demam tinggi dan mengalami pendarahan!"


"Pastikan tabib Li Sung yang memeriksa nyonyaku." Chu Cu menambahkan dengan pias gugup yang kentara.


Seorang pengawal segera berlari menuju rumah obat tabib Guo dan yang lain segera mengabarkan berita ini kepada Yang Mulia Yan Yue di istana Rongyu.


Kabar perihal sakit Xiao Yi yang menjadi parah itu tidak perlu lama segera sampai ke setiap pintu wisma selir raja, pelayan-pelayan yang mendengar bisa lebih cepat dari angin menghembuskan berita itu.


Dan tentu saja tidak perlu lama, dayang Shue segera menerimanya dan menyampaikan berita yang sangat dinantikan oleh junjungannya itu.


Senyum puas ibu suri merekah lebih lebar dari bunga teratai.


"Aku akan bersiap ke sana juga, sungguh hal ini terlalu bagus untuk di lewatkan." Katanya dengan senyum seringai yang tak lepas dari bibirnya yang merah merona itu.


Xiao Yi nampak sedang terbaring di atas tempat tidur, selimut menutupi tubuhnya. Matanya terpejam, wajahnya tampak lebih pucat sementara di dahinya nampak basah oleh keringat.


Seorang tabib perempuan tiba, hampir berbarengan dengan Yang Mulia, yang datang tergesa-gesa dengan raut cemas tak terkatakan.


"Chenxing! ada apa denganmu?" Yang Mulia langsung memegang tangan Xiao Yi, bahkan tubuh Chu Cu yang kecil itu terdorong begitu rupa saat Yang Mulia melewatinya karena ketergesaan itu.


Sang tabib segera menjatuhkan diri dan memberi hormat dengan ketakutan melihat Yang Mulia yang tampak tegang dan khawatir.


"Hormat Yang Mulia."


"Berdirilahlah cepat, aku ingin kamu memeriksakan selir Yi segera!" Perintah Yang Mulia serupa teriakan marah karena begitu tak sabar.


Dengan gemetar tabib itu mendekat, tanpa di minta Yang Mulia mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Chu Cu, ada apa dengan nyonyamu? Kemarin sore dia masih baik-baik saja! Apakah kamu begitu lalai menjaga nyonyamu sehingga tidak tahu dia sedang mengalami sakit? Apa saja pekerjaanmu sampai melewatkan hal sepenting ini!!!" Yang Mulia berteriak dengan marah kepada Chu Cu yang ketakutan sampai wajahnya membiru. Dia menjatuhkan diri di lantai, bersimpuh di sana dengan badan gemetar. Tak pernah dia melihat Yang mulia semurka ini.


"Ampuni Chu Cu Yang Mulia..." Chu Cu menjawab dengan ketakutan, tangisnya tak bisa lagi ditahannya, dia begitu takut melihat wajah merah yang penuh amarah Yang Mulia


Xiao Yi melenguh kecil dan membuka matanya perlahan. Menatap ke arah tabib yang baru saja tiba dengan pias heran.


"Aku mau tabib Li sung." Keluhnya dengan suara bergetar.


"Maaf, nyonya...tabib Li Sung tidak berada di tempat. Jadi saya lah yang kemari, sementara ada yang menjemput tabib Guo dari rumahnya."


Tabib perempuan yang masih di bawah usia tabib Li Sung itu menjawab dengan takut, pertama kali dia di utus memeriksa selir raja.


Selama ini dia hanya memeriksa para keluarga petinggi dan bangsawan, tapi masuk ke dalam rumah seorang selir ataupun keluarga raja yang lain, belum pernah di lakukannya. Kewenangan itu hanya di lakukan oleh para tabib senior dan kepercayaan ibu suri selain tabib Guo sendiri.


Sayangnya, malam ini hanya dia dan beberapa orang rekannya sedang berada di rumah obat tabib Guo, yang lain sedang berada di beberapa rumah para pejabat. Dan akhirnya yang harus segera pergi memenuhi panggilan darurat itu adalah dirinya, karena pada saat ini dialah yang paling senior di antara yang lain.


Dia sendiri merasa bingung, dalam dua hari terakhir banyak sekali panggilan dari rumah-rumah para pejabat istana yang memerlukan pengobatan karena sakit, sehingga rumah obat tabib Guo hampir separuh tenaga berpengalamannya tidak berada di tempat.


Xiao Yi menarik tangannya sendiri, dengan cepat memasukkannya ke bawah selimut ketika tabib baru ini ingin memeriksa nadi di pergelangan tangannya.


Ibu Suri tiba dengan raut memancarkan kecemasan yang tentu saja hanya di buat-buat saja.


"Chenxing, jangan keras kepala, tabib ini adalah salah satu tabib kerajaan, biarkan dia memeriksa keadaanmu." Yang Mulia mendekat, suaranya rendah dengan nada membujuk.


Tapi Xiao Yi menggelengkan kepalanya, dia malah menarik selimutnya setinggi leher.


"Ada apa ini? Kenapa kamu tidak segera memeriksanya." tanya Ibu Suri kepada tabib perempuan itu, dengan suara keras.


"Maafkan hamba Yang Mulia ibu suri, tapi...tapi...nyonya Yi menolak untuk di periksa oleh saya?" Jawab sang tabib dengan terbata-bata.


Sekarang wajah ibu suri tertuju pada Xiao Yi yang berada di atas pembaringan, menggengam ujung selimutnya di leher, matanya tertuju pada ibu suri, begitu waspada.


"Selir Yi, ada apa ini? kamu sedang sakit, seharusnya segera di periksa oleh tabib supaya bisa menentukan pengobatan yang tepat untukmu." Suara ibu Suri menjadi lembut.

__ADS_1


Yang Mulia menganggukkan kepalanya sambil duduk di pinggir tempat tidur. Mencoba membujuk Xiao Yi, dia benar-benar bingung, tidak pernah istrinya ini bersikap begitu aneh dan sangat kekanakan.


"Aku tidak ingin seorangpun yang memeriksaku, kecuali tabib Li Sung. Aku mau obat yang di berikannya padaku. Dia lebih tahu apa penyakitku ini." Xiao Yi menjawab dengan penuh permohonan kepada Yang Mulia, menandakan dia menolak di sentuh siapapun.


Ibu Suri terdiam di tempatnya berdiri, matanya menghujam tajam pada Xiao Yi yang sekarang dengan berani membalas tatapannya.


"Panggilkan tabib Li Sung sekarang!" Suara Yang Mulia menggelegar, seolah hendak memecahkan ruangan, Kasim Chen dan pengawal Jian yang berdiri di dekat pintu terpana dan saling pandang. Mereka tak pernah mendengar Yang Mulia berteriak begitu keras seperti ini. tanpa menunggu lagi segera keluar dari ruangan itu.


"Tapi...tapi Yang Mulia, " Tabib perempuan itu bersimpuh sambil menurunkan kepalanya menyentuh lantai dengan lebih ketakutan lagi.


"Tabib Li Sung selama tiga hari ini telah menghilang...kami tidak tahu kemana tabib Li Sung pergi."


Yang Mulia melotot dengan pandangan marah, bingung harus berbuat apa, sementara kecemasannya begitu membuncah.


"Cari tabib Li Sung segera! Sampai setiap sudut Yubei ini kalian cari, aku mau tabib Li Sung itu di bawa kemari!"


Kasim Chen segera menyusul ke luar, untuk menyampaikan perintah itu kepada beberapa pengawal lain.


Ibu suri terpaku di tempatnya berdiri, tiba-tiba dia merinding memandang ke arah Xiao Yi yang masih berusaha bersembunyi di dalam selimutnya sementara matanya menatap ibu Suri tanpa sedikitpun menyimpan ketakutan.


Tidak pernah seorangpun yang menatapnya seperti itu, sampai hari ini, kecuali selir Yi.


Mereka bertatapan seolah saling mengukur kecerdasan dan kelicikan masing-masing


"Mohon ampun Yang Mulia, tabib Guo memohon ijin untuk masuk memeriksa nyonya selir Yi."


Kasim Chen tiba-tiba masuk dengan tergopoh-gopoh.


Seketika, wajah Xiao Yi berubah, yang semula nampak pucat menjadi merona karena terkejut berbalik dengan raut wajah Ibu suri yang mendadak sedikit pucat dan tegang.


"Persilahkan tabib Guo masuk!" Yang Mulia menyahut dengan suara lega yang kentara.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2