SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 49 KERINDUAN SEMERAH BUNGA MEIHUA


__ADS_3

Xiao Yi mengerjapkan matanya, membiarkan jemari Yang Mulia membelai kulit pipinya.


Betapa dia pun menyukai Yang Mulia Yan Yue, hanya saja dia tidak mampu berkata-kata.


Dia seolah begitu takut suaranya akan menghentikan apa yang sedang dilakukan oleh Yang Mulia.


"Chenxing, tahukah kamu aku sangat merindukan dirimu..." ucap Yang Mulia dengan gumam Yang sangat dalam. Matanya masih menatap gadis itu dengan nanar, berusaha meluapkan semua perasaan yang seperti hendak tumpah ruah.


"Kenapa kamu membuatku seperti orang yang kehilangan akal? Kenapa kamu melakukannya padaku?" Yang Mulia seperti orang yang meracau, duduk di samping Xiao Yi yang masih terbaring, sambil menyentuh wajah Xiao Yi.


Xiao Yi menangkap tangan yang mulia dengan perlahan dan membawanya ke bibirnya. Entah apa yang merasukinya, dia sungguh tidak mengerti. Tubuhnya seperti sedang hanya bergerak di bawah kendali hatinya.


"Yue..." desah Xiao Yi, sambil mencium tangan itu dengan penuh perasaan.


"Kenapa Yue menjauhi Chenxing beberapa waktu terakhir?" tanya Xiao Yi sambil menggenggam jemari yang mulia dengan kedua tangannya, matanya mulai terasa berkaca.


Kerinduannya pada Yang Mulia terasa menyesakkan dada.


"Apakah Yue lebih menyukai selir Mei daripada chenxing?" Akhirnya air mata Xiao Yi meleleh. Dia tidak bisa lagi menyimpan sisa perasaan dari beberapa malam yang lalu, saat tidak hanya hatinya yang sakit tetapi sampai ke badannya yang tersiksa memikirkan Yang Mulia tidur dalam dekapan selir Mei.


Saat pagi tiba, setelah malam chushi itu, berita terpilihnya selir Mei dari dua selir yang lain menjadi pemenang Chushi, sepeninggal Xiao Yi, begitu ramai di bicarakan para selir dan dayang-dayang bahkan pelayan di harem, hal ini menggoncang perasaan Xiao Yi.


Xiao Yi sadar, mereka semua adalah isteri dari raja, jika Yang Mulia berkenan tidur tidak hanya dengan salah satu bahkan semuanya dari mereka, siapakah yang berhak melarang?


Tapi, rasa cemburu itu datang dari hatinya sebagai wanita, merasa begitu sakit saat membayangkan Yang Mulia memeluk perempuan lain selain dirinya.


Xiao Yi kemudian menyadari bahwa dia sudah jatuh cinta pada suaminya sendiri, Yang Mulia raja.


"Apakah kamu cemburu?" Mata Yang Mulia menyipit, yang mulia mencondongkan badannya semakin mendekat.


Wajah Xiao Yi bersemu merah. Dan membuang wajahnya ke samping.


"Aku...aku...hanya bertanya..." jawab Xiao Yi dengan salah tingkah.


"Kamu tahu, aku baru menyadari malam itu ternyata selir Mei itu sangat cantik..." bisik Yang Mulia sambil menarik sudut bibirnya membentuk seringai.

__ADS_1


Sekarang Xiao Yi merasa menjadi kesal, tangan Yang Mulia yang sedang di genggamnya segera dilepasnya, kemudian bangun dari posisi berbaring, duduk dengan kaki masi berselonjor. Posisi mereka saling bersilang dan berhadapan begitu dekat.


Yang Mulia meletakkan telapak tangannya diatas tempat tidur tepat di sebelah paha Xiao Yi, menahan supaya gadis itu tidak turun dari ranjang.


"Kamu telah mengirimkan aku pada perempuan yang tepat. Pilihanmu memang luar biasa, selir Mei benar-benar sangat pandai melayani raja." Yang Mulia tersenyum kecil, menikmati semburat merah di wajah gadis yang telah menyiksanya dalam rindu belakangan ini


"Chenxing, kamu harus membayar rasa sakitku karena selalu di bayangi oleh wajah polosmu itu...kamu harus membayar kegilaan yang kau buat padaku karena ketakutan kehilangan kamu." batin Yang Mulia penuh kemenangan, saat menangkap rasa kesal di wajah Xiao Yi.


Sekarang Yang mulia mulai ragu, apakah benar Xiao Yi masih menyukai kekasih lamanya itu.


Raut wajah marah yang di tahan itu mengisyaratkan dia tidak mengharapkan orang lain selain dari Yang Mulia.


"Dia benar-benar menggairahkan seperti ..." suara Yang Mulia terhenti ketika melihat Xiao Yi melempar wajahnya ke samping, mata itu benar-benar basah.


Yang Mulia meraih dagu gadis itu, sungguh menyenangkan melihat Xiao Yi begitu cemburu padanya, tapi kemudian dia tak bisa menahan bahwa dia merasa bersalah membuat gadis itu menangis.


"Aku harus pergi sekarang..." Xiao Yi hendak beranjak dia sekarang menjadi sangat tidak tahan dengan apa yang di dengarnya, tapi Yang Mulia dengan sigap memeluk Xiao Yi.


"Tapi, dia tidak semenarik dirimu, Chenxing...dia tidak pernah menyamai dirimu." kedua tangan yang Mulia membelit erat belakang punggung Xiao Yi. Matanya terpejam mencium aroma wangi rambut gadis itu. Kepalanya menyusup di leher Xiao Yi.


"Tapi..." Xiao Yi hampir terisak,


"Aku tak pernah bisa menyentuh orang lain, Chenxing...! Tidak pernah lagi, kecuali dirimu" tangan Yang Mulia menarik leher Xiao Yi, mengarahkan wajah itu ke arah wajahnya, kemudian merapatkan tubuh gadis itu kepadanya.


Mata basah gadis itu, berbinar menatap Yang Mulia.


"Yang Mulia sungguh tidak melakukan apa-apa dengan selir Mei?" tanyanya dengan raut tersipu.


Yang Mulia tidak menjawab hanya bibirnya menyungging senyum, senyum ini adalah pertama kali di lihat oleh Xiao Yi sejak dia bertemu dan mengenal Yang Mulia.


Senyum itu membuat Yang Mulia sungguh sangat tampan...sangat sangat tampan!


Xiao Yi sekarang yang tersenyum, dengan wajah sumringah yang lepas. Segala bebannya terasa seperti menguap. Yang Mulia sungguh sangat menyukainya.


Perlahan Yang Mulia mendekatkan wajahnya, semakin dekat. Matanya mengawasi mata gadis di depannya itu, seolah mewaspadai setiap gerakannya. Dia takut gadis itu akan menolaknya lagi.

__ADS_1


Xiao Yi terdiam matanya perlahan terpejam tapi bibirnya membuka sedikit saat bibir yang mulia dengan lembut menyentuh bibirnya. Pembuluh darah Jantung Xiao Yi serasa mau pecah, menahan debaran di dadanya.


Ciuman Yang Mulia benar-benar terasa lembut seperti gula kapas dan...sebentar!


Xiao Yi membuka matanya dengan penasaran ketika tidak merasakan bibir Yang Mulia lagi.


"Apakah kamu menyukaiku juga chenxing?" Wajah Yang Mulia menghadangnya dengan tatapan tajam yang ragu.


Xiao Yi menarik leher Yang Mulia kearah wajahnya dengan gemas.


"Aku sangat menyukaimu Yang Mulia, sangat menyukaimu...! Entah kamu sebagai Yang Mulia atau kamu sebagai Yue, aku hanya tahu aku sangat merindukanmu!"Xiao Yi sudah tak bisa lagi menunggu, dengan penuh semangat dia merapatkan bibirnya kepada bibir Yang Mulia. Dia merangsek begitu saja. Sungguh Yang Mulia tidak tahu, perasaan macam apa yang di simpannya setiap melihat mata Yang Mulia.


Andai rindu itu bisa di ungkapkan seperti warna, Kerinduan yang dirasakan Xiao Yi lebih merah dari warna bunga meihua.


"Chenxing..." Yang Mulia mendesah dengan perasaan yang haru, betapa lega dan menyenangkan ketika mengetahui perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.


Tangan Xiao Yi melingkar dengan erat di leher Yang Mulia, sementara tangan Yang Mulia melingkari pinggang ramping gadis itu.


Kerinduan dua orang yang tertahan itu, sungguh seperti air bah, berusaha keluar menantang bendungan yang selama ini telah mereka buat.


"Chenxing, aku mencintaimu" bisik Yang Mulia di sela bibir mereka yang berpagut seperti saling mencari, sampai dimana batas hati mereka masing-masing.


Yang Mulia perlahan membaringkan tubuh Xiao Yi kembali ke atas sutera putih itu. Tubuhnya melengkung diatas perempuan yang sekarang sedang begitu pasrah menatapnya, seperti burung dara yang terperosok di jeratan.



(pokoknya di episode ke 50 bakalan author kasih part tak terlupakan buat para readers kesayangan...di pantengin ya🤭)


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...


...🙏🙏🙏...


...Dukungannya untuk semangat author terus menulis 🙏☺️...

__ADS_1


...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...


...Nantikan episode berikutnya❤️...


__ADS_2