SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 86 MELIHATMU


__ADS_3

Pagi baru saja tiba, matahari bersinar lebih cerah dari biasanya di atas pondok Bai Sheng.


Selir Yuan nampak begitu segar di atas tempat tidur, dia baru saja menyelesaikan ritual mandi hari ke tujuh. Yang merupakan hari terakhir dari rangkaian pengobatan membuang racun dari tubuhnya.


Setiap hari selir Yuan menunjukkan perkembangan, di bawah perawatan nyonya Xiao dan Xiao Yi sendiri.


Badan Selir Yuan tidak lagi sekaku sebelumnya, apalagi setiap malam tubuhnya diberikan therapy pijatan oleh pelayannya Ayin, yang telah di bimbing oleh nyonya Xiao dalam menemukan titik-titik syaraf dan melancarkan peredaran darah sehingga selir Yuan cepat pulih kembali.


Dan Qian Ren sendiri, benar-benar menepati janjinya, setiap hari sebelum pagi tiba memikul air dari mata air es gua Duyao, untuk memandikan selir Yuan. Tanpa kenal lelah sama sekali.


Yang ada di benaknya adalah gadis yang di cintainya sekaligus telah di kecewakannya dalam hidupnya, Xiao Yi. Melakukan segala cara untuk membuat gadis itu di pandang dengan hormat oleh semua orang adalah yang terpenting baginya.


Dia hidup dengan baik, maka akupun akan baik-baik saja.


Kalimat itu adalah pengobat setiap keinginan egois yang menggoda untuk memiliki gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu.


Xiao Yi sendiri tampaknya menghindari setiap pertemuan mereka berdua, yang semula sikap ini membuat Qian Ren merasa sangat putus asa.


Kemudian dia mengerti, Xiao Yi hanya ingin membuat posisi mereka benar-benar di tempat yang benar. Xiao Yi adalah selir tinggi raja Yanzhi sekarang, dia berada dengan wibawa yang semestinya. Tidak pantas membuka jarak dengan laki-laki lain apalagi itu adalah salah satu bagian dari masa lalunya.


Nyonya Xiao baru saja memberikan obat kepada Selir Yuan, sementara Xiao Yi memegang mangkok sup herbal yang telah kosong hendak membawa kembali ke dapur setelah menyuapkan selir Yuan.


"Sebaiknya kita biarkan selir Yuan beristirahat sebentar." Nyonya Xiao dan Xiao Yi keluar dari peraduan selir Yuan. Sementara selir Yuan nampak terlelap meski hari belum lagi siang.


Mungkin efek obat yang diberikan nyonya Xiao.


Xiao Yi dan nyonya Xiao duduk berdampingan di teras pondok Bai Sheng, memandang lurus ke arah bawah tebing.


Musim panas sudah mulai terasa, bahkan dalam hutan yang seharusnya sejuk ini terasa mulai sedikit gerah.


"Ibu, apakah selir Yuan akan segera bisa berjalan lagi?" tanya Xiao Yi kepada ibunya.


"Semua racun bunga lili es, seharusnya sudah hilang dari tubuh selir Yuan. Aku sudah memeriksanya, tubuhnya sudah bersih dari pengaruh racun. Hanya saja, tubuh yang sudah beberapa pekan tidak di gerakkan tentu perlu waktu untuk bisa berfungsi seperti sedia kala"

__ADS_1


Jawab nyonya Xiao.


"Apakah dia akan segera bisa berbicara?"


tanya Xiao Yi lagi.


"Ya, seharusnya dia sudah bisa berbicara..."Desah nyonya Xiao.


Mata Xiao Yi berkelana kepada kemah-kemah pengawal yang berdiri di sekitar pondok Bai Sheng. Ada pengawal Cun tak jauh dari tempat mereka nampak memeriksa beberapa pengawal yang nampak sedang berjaga, setelah bergantian sarapan.


Ayin, pelayan pribadi selir Yuan dan Chu Cu, pelayan Xiao Yi sekarang juga membantu memasak di kemah untuk makanan para pengawal. Bahan-bahan makanan segar selalu datang setiap hari di antar oleh Xiao Che, kakak tertua Xiao Yi.


"Tempat ini cukup tenang untuk pemulihan selir Yuan, kita hanya bisa menunggu sekarang." Kata sang ibu kemudian.


"Besok kita kembali ke Zuzhang, semoga di sana selir Yuan lebih nyaman dan cepat pulih."


Benak Xiao Yi melayang-layang pada sebuah wajah yang sangat di rindukannya beberapa malam ini. Wajah Yang Mulia Yan Yue dengan tatapan bola mata pohon willow itu.


Saat malam turun maka serta merta kerinduannya pada Yang Mulia seperti bulan yang menyelinap mencari tempat.


Tapi sebuah tanggungjawab dan janji menahan setiap keinginan itu. Jarak ini membuktikan dia benar-benar mencintai Yuenya itu, dengan sepenuh hati.


Di pondok Bai Sheng ini, Xiao Yi mengembalikan dirinya kepada sang ibu, sebagai anak yang mengerti semua keputusan orangtuanya mengirimnya ke istana bukan sebagai puteri yang di buang tetapi memikul beban menyelamatkan keadaan dan banyak orang. Bagaimana dia mengembalikan kepercayaannya bahwa dia memiliki jalan di atas takdir yang menurutnya dulu adalah nasib buruknya.


Dari pondok Bai Sheng juga dia telah diam-diam bersama dengan pengawal Cun menyelidiki istana Zuzhang, kediaman gubernur, tanpa di curigai dengan mengirim dua orang pengawal rahasia setiap malam ke sana dan menemukan gubernur Qian Lie diam-diam menyelundupkan banyak pajak dan upeti yang seharusnya di kirim ke kota raja untuk kepentingan pribadinya.


Aliran dana itu mengarah kepada sebuah tempat, yang nampaknya untuk membiayai suatu maksud yang lebih berbahaya.


Xiao Yi mendiamkan semuanya, sambil menyusun strategi membongkar kejahatan gubernur Qian, yang menurutnya itu tidak hanya melibatkankan gubernur Qian Lie tapi orang penting lainnya.


"Nyonya..." tiba-tiba Qian Ren muncul, wajah tampannya berkeringat.


"Saya mengembalikan sisa serbuk akar xiecao ini, karena saya tidak perlu lagi berhadapan dengan kelelawar xuedeng di gua Duyao lagi"Qian Ren menyerahkan kantong berisi serbuk akar Xiecao di tangannya, di sambut nyonya Xiao dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Terimakasih tuan muda, anda benar-benar sangat jujur dan bertanggungjawab."


Wajah Qian Ren bersemu merah mendengar ucapan nyonya Xiao, sementara matanya melirik kepada Xiao Yi yang tampak anggun di tempatnya duduk, mata indah itu sedikit mengamati ke arah Qian Ren.


"Terimakasih, sudah sangat banyak membantu." Xiao Yi tersenyum, seperti senyum seorang teman lama.


"Saya mohon ijin untuk masuk ke kamar selir Yuan, saya menjatuhkan sesuatu tadi pagi di sana."


"Menjatuhkan sesuatu?"Xiao Yi mengernyitkan dahi


"Saat memindahkan tubuh selir Yuan dari tempat mandi, aku kehilangan sebuah benda, liontin giok pemberian seseorang" Qian Ren sedikit tergagap, liontin yang selalu di gantungnya di leher dengan menggunakan tali sutera hitam itu adalah pemberian Xiao Yi.


Xiao Yi sejenak terdiam, dia sedikit tak menyangka benda itu masih disimpan Qian Ren sampai saat ini, tapi kemudian Xiao Yi menganggukkan kepalanya, mempersilahkan Qian Ren masuk ke kamar selir Yuan.


Dia mempercayai Qian Ren sepenuhnya, jadi tidak ada hal yang menganggu jika Qian Ren keluar dan masuk pondok itu.


Qian Ren melangkah perlahan memasuki kamar kecil tempat Selir Yuan sedang terlelap.


Dia tak ingin membangunkan wanita yang sedang beristirahat dengan wajah begitu tenang itu.


Dia berjongkok di sekitar tempat tidur, tangannya bertahan di pinggir dipan melihat ke lantai kayu mencari jika benda yang di carinya terselip di sana.


Tiba-tiba sebuah tangan menangkap pegelangan tangannya. Qian Ren berbalik karena terkejut. Selir Yuan menatap padanya dengan wajah yang berbinar dari pembaringannya.


"Selir Yuan?"


"Aku senang membuka mataku, dan yang pertama ku lihat adalah kamu." Suara selir Yuan pertama kali terdengar, lemah dan halus.


Maafkan semua readers kesayangan, pertama kali UP setelah sekian lama 🙏☺️


Terimakasih atas doa semuanya, sekarang author sudah keluar dari rumah sakit. Dalam masa pemulihan dan siap berkarya lagi. Semoga kita semua di sehatkan, tetap jaga diri yaaa💪☺️☺️


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2