
Xiao Yi berjalan perlahan, menyusuri jembatan kayu di atas danau taman Shenhua.
Kelopak bunga persik, mulai berguguran, warna merah jambu yang eksotik berterbangan di udara sebelum sampai di atas tanah.
Musim gugur di tahun ini terasa lebih cepat datangnya, seakan tak menyukai bunga-bunga yang bermekaran memamerkan keindahan mereka.
"Chu Cu, ini hari keberapa dari kita berada di Istana setelah pulang dari Youwu?" Tanya Xiao Yi lamat-lamat.
"Hari ke-5, nyonya."
Xiao Yi mengangguk-anggukkan kepalanya, sebentar lagi dia akan bersiap-siap untuk suatu peristiwa besar. Yang akan membuatnya tahu, siapa yang sangat ingin mencelakakan janinnya, melalui seorang tabib, bahkan saat dia baru saja menginjakkan kakinya di istana.
Xiao Yi mengangkat sedikit gaunnya, mempercepat langkahnya, dia teringat Yang Mulia, sedang menunggunya di gazebo taman sore ini.
Dari tengah jembatan yang melengkung itu dia sudah melihat dari jauh beberapa pengawal pribadi Yang Mulia sedang berdiri di sekitar gazebo. Sementara di dalamnya sedang duduk pengawal Cun menghadap meja Yang Mulia.
Xiao Yi mengernyit dahi, tak biasanya Yang Mulia berbicara dengan pengawal Cun.
"Nyonya..."Pengawal Jian menunduk dengan hormat saat Xiao Yi melewati tempatnya berdiri.
Xiao Yi tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju bangunan gazebo, di ikuti oleh Chu Cu.
Kepala Yang Mulia terangkat dengan senyum merekah ketika melihat Xiao Yi tiba.
Xiao Yi membungkuk sedikit memberikan hormat dan salam kepada Yang Mulia,
Sementara pengawal Cun yang selama di Youwu di tugaskan mengawal Xiao Yi membungkuk dalam dan berdiri dengan tetap membungkuk.
"Yang Mulia...Nyonya...Saya mohon undur diri" katanya sambil mundur bebepa langkah dan segera meninggalkan bangunan di tengah danau taman Shenhua itu.
"Chenxing, duduklah...."Suara mulia terdengar hangat.
Xiao Yi duduk di seberang meja di mana yang Mulia duduk.
"Mendekatlah." Yang Mulia mengulurkan tangannya, dan dengan patuh Xiao Yi bergeser dan duduk di sebelah Yang Mulia.
"Bagaimana kesehatanmu?"
"Aku baik-baik saja Yang Mulia."
Yang Mulia mengangkat jemarinya dan merapikan anak rambut Xiao Yi yang jatuh di dahi.
"Aku senang mendengarnya." Sahut Yang Mulia.
"Pengawal Cun memberitahukanku tentang beberapa kejahatan gubernur Qian Lie, yang diam-diam telah kau dan pengawal Cun selediki"
__ADS_1
Xiao Yi mendengarkan dengan seksama kalimat yang dikatakan Yang Mulia.
"Bagaimana menurutmu, Chenxing? Apakah ini saatnya aku bertindak?"
"Yang Mulia...." Mata Xiao Yi menatap tajam pada Yang Mulia.
"Bertindak terlalu cepat bisa menjadi celah untuk musuh membalas kita. Ada baiknya bergerak saat kita menggengam bukti yang tak terbantahkan." Kata Xiao Yi.
"Apa yang kami lihat di sana, mungkin saja adalah potongan bagian kecil dari kejahatan yang lebih besar."
"Apa maksudmu, Chenxing?"
"Gubernur Qian begitu berambisi mengorupsi sebagian dari pajak untuk kepentingannya bahkan menaikkannya dengan sepihak sehingga sangat menyulitkan rakyat yang baru saja melewati sebuah bencana." Xiao Yi menarik nafasnya perlahan.
"Dia terkesan sangat tegesa-gesa bahkan tak mempertimbangkan keadaan rakyatnya, hal seperti ini menandakan sebuah ambisi besar.
Dan untuk ukuran seorang gubernur, ini terlalu berlebihan."
"Maksudmu?" Yang Mulia memicingkan matanya pada Xiao Yi.
"Setiap ambisi besar yang tanpa ragu itu tentu menyimpan orang besar di belakangnya. Dia tidak akan berani bertindak begitu jika tidak ada orang dengan tingkat kekuasaan lebih dari dirinya untuk mendukungnya."Jawab Xiao Yi.
"Aku juga mempertimbangkan beberapa hal dan kemungkinan, karena selama ini aku yakin keterlibatan orang dalam istana sangat kuat, sehingga beberapa kekacauan akhir-akhir ini akan hilang tanpa jejak dan kehilangan bukti ketika ku selediki kembali. Chenxing, Kamu mencurigai sesuatu?"
"Berdiri di tempat yang tinggi tentu kita harus mewaspadai orang yang ada di bawah kita.
Yang Mulia terpekur menatap perempuan di depannya itu, yang begitu tenang dalam kecantikannya.
"Yang Mulia, saat kita memancing, lemparkan umpan dan biarkan. Maka ikan-ikan kecil akan datang menghabiskan umpan kita, karena ikan besar akan berada di tempat tersembunyi mengamati. Lemparkan umpan, sampai tidak ada ikan yang merasa curiga, ikan kecil akan segera kenyang, ikan besar akan segera mematuknya."
Mata Yang Mulia nampak menatap Xiao Yi terpana, mendengar penggambaran kiasan dalam penyampaian Xiao Yi.
"Saat ikan besar itu menggigit umpan, tangkaplah. Lemparkan jaring pada ikan kecil yang sudah kenyang. Maka Yang Mulia menangkap semuanya."Xiao Yi tersenyum.
Yang Mulia menatap tak berkedip pada Xiao Yi, betapa dia tak mengira gadis ini memiliki pemikiran yang begitu cerdas.
Selama ini dia berfikir, Xiao Yi adalah wanita yang teguh dan bijak. Tapi menambahkan kata cerdas mungkin tak salah.
"Lalu, aku harus bagaimana, menurutmu?"
"Diamlah di tempat Yang Mulia, cukup amati dan tunggu seolah-olah Yang Mulia tak tahu apa-apa, biarkan orang-orang kepercayaan Yang Mulia menyeledikinya. Kalau memungkinkan, jadikan beberapa menjadi orang dalam yang terlibat dalam permainan kejahatan gubernur Qian Lie. Tinggal di dalam rumah untuk melihat keadaan di dalamnya tentu lebih mudah dari pada hanya melihat dari jendela."
Xiao Yi mengakhiri kalimat itu dengan senyum yang mengambang di bibirnya yang merah jambu.
Yang Mulia tak bisa menahan kekagumannya pada perempuan di depannya itu. Wajah cantiknya sungguh tak menyiratkan bahwa dia punya pemikiran seluas itu.
__ADS_1
"Chenxing...."Yang Mulia mengusap pipi Xiao Yi.
"Aku akan mengangkatmu menjadi penasihat pribadiku."
"Itu berlebihan Yang Mulia." Xiao Yi merengut, seperti sikap tidak menyukai ide itu.
"Tapi kamu mempunyai pemikiran dan pertimbangan yang sangat baik dalam membuat sebuah keputusan."
"Aku adalah wanitamu, Yang Mulia. Aku mengabdikan diriku mendampingimu. Dan sudah tugasku sebagai isterimu untuk bertukar fikiran dalam hal apapun."
"Kalau kamu menjadi penasihat pribadiku, maka aku akan terus bisa berbicara apa saja padamu, tanpa perlu menyimpan rahasia apapun dengan diriku sendiri."
Kata-kata Yang Mulia terasa sedikit menusuk, seperti sebuah sindiran, mengingat saat ini dia sedang merahasiakan sesuatu yang besar tentang keadaan dirinya, yang sedang hamil anak laki-laki yang ada di depannya ini.
"Seorang isteri adalah penasihat suaminya, seperti seorang suami yang membimbing isterinya. Aku tidak sedang mengatakan apapun untuk seorang raja, tapi aku sedang berbicara kepada suamiku."
Yang Mulia tak bisa menahan diri untuk tidak merangkul Xiao Yi, dia begitu bahagia telah menjatuhkan hatinya pada perempuan Yang tepat.
Xiao Yi meletakkan kepalanya di pundak Yang Mulia.
"Yang Mulia...."
"Hm...."
"Tentang selir Yuan, bolehkah aku menyampaikan sesuatu."Suara Xiao Yi terdengar pelan dan sedikit ragu.
"Ya, selir Yuan sudah sembuh seperti sedia kala, tentunya ini berkat usaha kerasmu, Chenxing. Aku akan mempertimbangkan sebuah penghormatan padamu. Kamu pantas diresmikan segera menjadi seorang selir Furen."Yang Mulia mengelus rambut Xiao Yi.
"Bukan tentang itu." Xiao Yi menarik kepalanya, sekarang matanya bersirobok pandang dengan Yang Mulia.
"Kamu mau mengatakan apa?"
"Apakah Yang Mulia, bersedia melepaskan selir Yuan?" Tanya Xiao Yi perlahan.
"Apa maksudmu, Chenxing?" Mata Yang Mulia tak berkedip menatap wajah Xiao Yi.
"Apakah Yang Mulia bersedia menceraikan selir Yuan?"
(Author akan selalu setia, menulis novel ini sampai selesai meskipun kadang lambat UP😅 Dan menyelesaikan setiap konflik yang Author buat untuk mengantarkan cerita ini bertemu akhirnya....🙏☺️)
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...
__ADS_1