
Xiao Yi membelalakkan matanya kepada wajah yang sangat di kenalnya itu,
sepasang mata coklat kehitaman sewarna batang pohon willow yang begitu menawan.
"Yang Mulia..."
"Sttt..." mata Yang Mulia berkilat dalam gelap.
Nafasnya terasa hangat sampai di kulit pipi Xiao Yi yang bersemu merah.
Wajah mereka begitu dekat, hampir-hampir hanya terhalang oleh telapak tangan Yang Mulia, yang menempel dari bibir hingga batang hidung Xiao Yi.
Mata Xiao Yi mengerjap-ngerjap, mengisyaratkan dia hampir kehabisan udara.
Pengap yang tak hanya karena bekapan tangan itu, tetapi karena rasa gugup yang membuatnya kesulitan bernafas.
Perlahan Yang Mulia melepaskan tangannya dari mulut gadis itu, setelah yakin Xiao Yi tidak akan mencoba berteriak, karena terkejut.
"Sedang apa Yang Mulia di sini?" tanya Xiao Yi, dengan suara tertahan. Punggungnya menempel rapat pada batang pohon persik yang keras, tulangnya menekan kayu keras itu sampai terasa sakit. Tubuhnya melengkung menghindari badan kekar yang kurang sejengkal dari kulitnya itu.
Xiao Yi bukan karena takut, tubuh itu membuatnya terjepit, tapi karena ketakutan dia tidak bisa menahan dirinya untuk bersikap normal ketika Yang Mulia terlalu merapat padanya.
"Seharusnya, aku yang bertanya padamu, sedang apa kamu di sini?" pertanyaan itu terdengar seperti bisikan yang penuh curiga, matanya memicing menjadi lebih sipit.
"Aku...aku..." Xiao Yi bingung harus menjawab apa, jika dia menjawab jujur akan menemui Tuan Zhao, tentu saja hal yang tidak pantas itu mengundang kecurigaan yang lebih dalam lagi.
"Chenxing, tidak di benarkan seorang selir berkeliaran malam-malam begini meskipun dengan alasan mau mengambil obat dari tempat tabib Guo. Kamu bisa mengutus pelayanmu untuk melakukannya."
"Aku kira, aku bisa mengambil obat tidur dari tempat tabib Guo, beberapa malam ini aku kesulitan tidur" sahut Xiao Yi sambil menundukkan wajahnya yang tiba-tiba terasa menghangat. Dadanya selalu terasa seperti ingin meledak jika berhadapan dengan Yang Mulia.
"Kalau kamu merasa masih sakit, seharusnya kamu merawat dirimu dengan baik. " Yang Mulia menjauhkan badannya dari badan Xiao Yi.
"Kamu tahu, Ibu suri sangat ketat dalam membuat peraturan di harem ini.
Tidak ada seorangpun yang boleh melakukan hal-hal yang melanggar termasuk bagi seorang selir yang berkeliaran di tengah malam.buta seperti ini." Yang Mulia merapikan mantelnya,
dia masih menggunakan pakaian kebesarannya, jubah naga merah menyala itu, hanya saja tida terlalu mencolok karena di tutup dengan mantel berwarna gelap.
Yang Mulia juga merasakan kesulitan tidur yang sama, tapi malam ini dia sebenarnya hanya ingin berjalan-jalan saja usai festival Yishu yang melelahkan.
Dia menolak menggunakan tandu untuk kembali ke kediamannya, sehingga terpaksa Kasim Chen dan pengawal-pengawal pribadinya agak kerepotan dengan permintaan Yang Mulia, yang kadang-kadang sering begitu aneh akhir-akhir ini.
__ADS_1
Yang Mulia seringkali keluar malam-malam, seperti orang yang sedang mengawasi sesuatu, berjalan-jalan di sekitar taman hingga wisma para selir.
Kadang mereka berfikir Yang Mulia akan mampir pada salah satu wisma isterinya itu, tapi tidak. Ketika sudah melewati halaman depan aula Xingwu yang sepi, Yang Mulia akan kembali ke kamarnya dan lampu meja tempat memeriksa semua laporan masalah kerajaan akan menyala sampai pagi.
Dan dalam perjalanan untuk kembali ke Rongyu malam ini setelah berkeliaran usai festival Yishu, Yang Mulia mendapati ada seseorang yang menyelinap tergesa-gesa dari arah wisma para selir, dengan penasaran yang membuncah diam-diam Yang Mulia mengikutinya bersama para pendamping setianya itu, meyakinkan hatinya yang bergemuruh tidak karuan ketika mendapati orang yang menyelinap diam-diam itu adalah selir Yi.
Kemudian hatinya menjadi lega ketika mengetahui, selir yang sekarang menjadi penghuni kepalanya itu ternyata hanya ingin ke tempat tabib Guo, bukan untuk menemui seseorang, yang mungkin saja kekasihnya. Mengingat Qian Ren masih berada di dalam istana weiyan bersama ayahnya, Gubernur Qian Lie dan sekarang tinggal di wisma tamu istana, menunggu perhelatan puncak perayaan musim semi yang akan di adakan beberapa hari lagi.
"Maafkan saya Yang Mulia, "
Xiao yi segera menggeser badannya, kepalanya celingukan, mengkhawatirkan Chu Cu yang tidak terdengar suaranya.
Dan tidak jauh dari tempatnya berdiri dalam keremangan cahaya lampu dari lentera-lentera yang masih menyala dan lampion-lampion taman yang tidak jauh dari halaman bangunan tabib Guo itu, berdiri Chu Cu bersama kasim Chen dan beberapa pengawal yang sangat dikenal Xiao Yi.
"Meskipun kamu adalah selirku, tapi untuk peraturan istana harem itu adalah kekuasaan ibu Suri, jadi jagalah sikapmu kalau tidak ingin kamu mendapat masalah di harem."
Xiao Yi mengangguk sambil tertunduk, mendengarkan perkataan Yang Mulia.
Memang, harem di bawah kekuasaan ibu suri mengendalikan dan mengaturnya dari hal-hal yang penting hingga termasuk soal ***** bengek tata krama, berpakaian dan bersikap para warga di dalam harem.
Sebenarnya kepala dari para selir itu sejak turun temurun adalah seorang ratu, permaisuri utama dari Yang Mulia Raja.
Tapi sejak sepuluh tahun terakhir dan raja Yan Yue menjabat menggantikan ayahnya dan sejak Yang Mulia gagal menikahi Jiu Fei, tidak ada seorang selirpun yang di angkat menjadi permaisurinya.
Kata Yang mulia kemudian dan hendak membalikkan badannya, memerintah Xiao Yi untuk mengikutinya.
"Tunggu dulu!" Xiao Yi sadar telah menjatuhkan barang dari tangannya, chai yang hendak dikembalikannya kepada tuan Zhao.
Xiao Yi berjalan sambil membungkuk mencari kantong sutra ungu tempat chai kumala biru pemberian tuan Zhao yang mungkin terjatuh saat dia di tarik secara mendadak oleh Yang Mulia tadi.
"Apa yang sedang kamu cari?" tanya Yang Mulia bingung, setengah berbisik.
Matanya ikut celingukan melihat ke sekitar Xiao Yi.
Sejenak Xiao Yi menjadi sadar, dia tidak boleh mengatakan bahwa dia sedang mencari sebuah chai. Yang Mulia sekarang menjadi agak aneh, sering terlihat begitu menyelidik padanya. Apa yang harus di jawabnya jika melihat chai itu nantinya?
Xiao Yi segera berdiri tegak.
"Hanya sebuah jepit rambut..." jawabnya lalu menepuk-nepuk gaunnya, membuang debu pada ujung gaunnya karena terseret di tanah, pada saat dia berusaha mencari kantong berisi chai itu.
"Jepit rambut?" Yang Mulia mengernyit dahinya.
__ADS_1
"Bukan hal penting, Yang Mulia..."
Yang Mulia memegang pegelangan tangan Xiao Yi, dan menariknya berjalan meninggalkan tempat itu.
Jemari Xiao Yie mendadak menjadi dingin, tangan mungil itu mengepal sendiri. Dia merasa badannya tegang dan panas dingin.
Yang Mulia ini, menyentuhnya tanpa permisi, seharusnya Yang Mulia tahu setelah ciuman sekilas itu, tubuhnya menjadi sensitif jika berdekatan dengan Yang Mulia, apalagi sampai di gandeng seperti ini.
"Yang Mulia kita akan kemana?" tanya Xiao Yi.
Yang Mulia tidak menjawab pertanyaan Gadis itu.
Hanya genggamannya semakin kuat, sampai-sampai membuat Xiao Yi meringis.
Seolah-olah Yang Mulia takut sekali genggamannya itu terlepas.
...***...
Sementara di tempat berbeda, dari pintu ruang obat tabib Guo, seorang pria dengan jubah brokat berwarna biru tua berpadu ungu keluar dengan langkah sedikit gontai. Dua jam dia duduk di ruang obat berpura-pura menjadi sakit sekedar menunggu seorang gadis yang telah di kiriminya surat untuk bertemu itu.
Tapi ternyata patah hati yang dirasakannya, gadis itu mengabaikannya.
Ketika dia hendak melewati sebatang persik menuju jalan ke arah wisma tamu, matanya tak sengaja melihat sebuah kantong beludru ungu yang sangat di kenalnya sebagai miliknya, tergeletak di antara kelopak persik yang jatuh di tanah.
Dipungutnya dengan dada yang berdesir kembali hangat, ini chai yang di hadiahkannya untuk Selir Yang Mulia, yang bernama Xiao Yi itu.
Dia terpaku sejenak, tiba-tiba sudut bibirnya membentuk segaris senyum, hatinya yang terasa remuk tadi tiba-tiba seperti menyatu dengan ajaib.
Xiao Yi tidak mengabaikannya seperti yang dipikir olehnya. Gadis ini pernah ke sini untuk menemuinya, hanya saja sesuatu dan lain hal mungkin membuatnya harus kembali tanpa sempat menemuinya.
Gadis itu pasti menyimpan rasa yang sama seperti dirinya...
Terimakasih atas dukungan yang luar biasa dari para readers Selir Persembahan, sehingga cover Selir Persembahan sekarang di buat ekslusif oleh pihak noveltoon, semua berkat dukungan semua readers kesayangan🤗🙏🙏
...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...
...🙏🙏🙏...
...Dukungannya untuk semangat author terus menulis 🙏☺️...
__ADS_1
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan episode berikutnya❤️...