SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 72 SEBUAH KONSPIRASI


__ADS_3

Tidak lama setelah Zhao Juren masuk, selir Wei juga tiba, dengan wajah merah padam karena tegang, dia membungkuk dengan hormat dan mengambil tempat di sebelah Panglima Zhao Juren. Berdiri dengan kepala tertunduk, dia sangat tahu ibu suri sedang benar-benar murka.


Panglima muda tampan berwajah dingin itu berdiri di tempatnya, mengangkat wajahnya, sama sekali tidak terusik dengan kehadiran selir Wei. Menatap langsung kepada ibu suri, menunggu dengan tanpa terintimidasi pada raut kesal ibu suri


"Juren...! Bukankah sudah aku perintahkan kamu harus menemukan pelayan itu lebih dahulu? Bukankah aku juga sudah menyuruhmu membunuhnya sebelum dia membuka mulut?"Tanya ibu suri dengan suara benar-benar marah pada laki-laki muda di depannya. Tangannya terkepal memegang kipas kecil di tangannya.


"Bibi, saya sudah melaksanakan perintah bibi untuk menemukan pelayan itu lebih dulu..." sahut Zhao Juren dengan begitu tenangnya. Tanpa merasa bersalah.


"Tapi kamu tidak membunuhnya!" Sergah ibu Suri. Suaranya meninggi setengah membentak.


"Aku tidak pernah berjanji untuk membunuhnya, bibi. Aku sudah mengatakannya kepada bibi sebelum aku melakukannya."


"Tapi kamu tidak melihat apa hasil dari yang kamu lakukan, selir Nuo hampir menjadi celaka! Bahkan kamu sukarela melindungi pelayan bodoh itu untuk memuaskan Yan Yue!"


"Bukankah bibi telah mengantisipasi dengan menghasut selir Nuo melakukan kejahatan itu. Tidak ada yang bisa membuktikan bibi adalah orang di belakang kejadian ini. Bahkan pelayan itu hanya tahu, selir Nuo lah yang memerintahnya?" mata Zhao Juren sama sekali tidak mengekspresikan dia takut pada kemarahan bibinya itu.


"Selir Wei!" Ibu Suri mengarahkan pandangannya ke arah selir di sebelah Zhao Juren.


"Apakah Nuo tidak curiga padamu?" selidiknya, mata ibu suri seperti silet yang siap mengiris-ngiris selir Wei, andai jawaban yang di dengarnya tidak sesuai dengan kehendaknya.


"Yang mulia ibu suri, selir Nuo tidak tahu apa-apa tentang ini, saya menjaminnya dengan nyawa saya.


Saya telah menghasut selir Nuo dengan kebencian kepada selir Yi selama berbulan-bulan, sehingga dia sendirilah yang menginginkan melakukannya. Racun itu saya kirimkan dalam sebuah kotak bersama surat bagaimana menggunakannya. Selir Nuo tidak bisa mengatakan apa-apa tentang keterlibatan kita jikapun di interogasi oleh Yang Mulia." Jawab Selir Wei, suaranya begitu yakin.


Ibu Suri masih belum bisa bernafas lega, mukanya masih saja masam.


"Bibi tidak mencemaskan selir Nuo apakah celaka atau tidak, tapi bibi mencemaskan hal yang lain..."Sahut Zhao Juren, lugas.


Mata ibu suri yang cantik itu melotot, seperti kelereng kepada Zhao Juren.

__ADS_1


"Kau tahu benar, Juren. Aku mengkhawatirkan sikap selir baru itu. Aku telah mengamati sedari awal, dia terlalu pintar untuk tinggal di dalam harem ini. Dia terlalu berbahaya dari apa yang kau bayangkan." Tegas ibu suri.


"Bibi, saya tidak pernah menghalangi apapun rencana bibi selama ini, bahkan berpura-pura menutup telinga dan mata saya. Hanya sebelum saya menangkap pelayan itu untuk bibi, saya sudah katakan, jangan pernah menyentuh selir Yi."Suara Zhao Juren begitu tajam.


"Kamu benar-benar menyukai selir itu?"Ibu suri turun dari tempat duduknya, mendekati keponakan kesayangannya itu.


Zhao Juren tidak bergeming dari tempatnya berdiri.


"Selir Wei, kembalilah ketempatmu! Carikan aku darah, buatkan lagi aku ramuan maskermu, rasanya wajahku menjadi berkerut-kerut karena masalah ini!" Ibu suri mengibaskan tangannya, menyuruh selir Wei segera keluar.


Selir Wei mundur beberapa langkah, kemudian segera keluar dengan patuh.


"Kenapa kamu begitu bodoh? kenapa harus Menyukai perempuan milik raja?"Ibu suri menatap Zhao Juren dengan jengkel.


"Bibi, aku hanya meminta jangan pernah menyentuh selir Yi. Bibi boleh melakukan apa saja, tapi jangan pernah lagi mencelakai selir Yi." Suara Zhao Juren datar saja, tapi penuh penekanan.


"Meskipun dia adalah milik raja, tapi dia hanya selir yang tidak di inginkan Yan Yue, sama seperti selir-selir yang lain. Aku akan membebaskannya dan mengambilnya untuk menjadi istriku!"


"Juren...kenapa kamu begitu bodoh, anakku? Yan Yue tidak akan begitu gila membela gadis itu jika dia tidak menginginkannya? Kenapa kamu begitu buta, tidak bisa melihat, Yan Yue begitu tertarik dengan istri barunya itu...?"


Zhao Juren memalingkan wajahnya, sekarang raut itu berubah. Ada pias terkejut di sana.


"Yan Yue hanya mencintai Jiu Fei." Sahut Zhao Juren, perlahan. Seolah meyakinkan dirinya sendiri.


"Yan Yue sudah melupakan Jiu Fei, Juren. Tahukah kamu, kisah cinta yang terlalu lama itu menjadi usang dan basi jika di biarkan menggantung terlalu lama. Yan Yue sudah menyerah untuk Jiu Fei, dia mulai mencintai perempuan lain."


"Tidak mungkin...Yan Yue tidak semudah itu berpaling. Dia orang yang paling setia yang pernah aku kenal."


"Kesetiaan macam apa yang bisa kamu pertahankan, jika orang yang kau cintai bersikap tidak menginginkanmu? Orang yang paling setia di dunia ini pun, akan berhenti menunggu jika tidak pernah di berikan kepastian! Jangan menipu dirimu sendiri dengan mengabaikan hal remeh seperti itu!"

__ADS_1


Zhao Juren terdiam. Mata hitam itu begitu dingin mengawasi kepada ibu suri. Seolah menyembunyikan rasa sakit yang sedang mendera hatinya.


"Xiao Yi tidak mencintai Yan Yue..." kalimat itu adalah kekuatan terakhirnya untuk meyakinkan diri.


"Yan Yue telah tidur dengan selir Yi . Semoga kamu senang mendengarnya." Ibu suri menyorongkan wajahnya setengah berbisik.


Mata Zhao Juren tak berkedip menatap ke arah tembok. kata-kata ibu suri seperti halilintar di telinganya.


"Berhentilah berharap memiliki selir itu. Dia sekarang telah menggantikan Jiu Fei di hati Yan Yue. Lupakan saja perempuan itu, masih banyak perempuan yang lebih pantas untukmu." Lanjut ibu suri, dengan seringai yang puas, karena berhasil membuat hati Zhao Juren remuk redam dalam seketika.


"Aku tidak akan menyerah, sebelum Xiao Yi mengatakan sendiri bahwa dia tidak ingin bersamaku."Desah Zhao Juren, yang tampak mulai gamang.


"Juren...jika kau ingin memiliki apa yang di punyai Yan Yue maka kamu harus melebihi Yan Yue. Selama kamu adalah bahawannya, maka kamu tidak akan pernah bisa menyainginya." ibu Suri menepuk bahu Zhao Juren, seakan ingin menyadarkan Zhao Juren dari mimpinya.


"Aku harus bagaimana?" Pertanyaan setengah bergumam itu, terdengar bimbang.


"Jadilah lebih besar dari Yan Yue, turutilah semua perintah bibimu ini, maka kamu tidak akan pernah kalah olehnya." Ibu Suri berbalik dengan senyum kecilnya, begitu percaya diri telah bisa membuat Zhao Juren tidak memiliki pilihan lagi.


Orang yang sedang jatuh cinta memang sangat mudah di manipulasi, dia akan rentan menggunakan perasaannya sehingga lupa menggunakan akal sehatnya. Kadang-kadang bahkan hati nuraninya tak berdaya, karena menuruti kecemburuan dan keegoisaan perasaannya.


Ibu suri tahu benar tentang itu.


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTEnya ya๐Ÿ™๐Ÿ˜…...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...โค๏ธ...


...Biar author tambah rajin UP๐Ÿ™โ˜บ๏ธ...


...Author sayaaaang banget dengan kalian๐Ÿคญ...

__ADS_1


...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...


__ADS_2