
Xiao Yi membuka matanya, mengejutkan semua orang yang kini sedang berdiri tegang dan ketakutan ke tengah Aula itu. Mereka tak menyangka Xiao Yi, yang setengah jam yang lalu terkapar karena racun yang telah dibubuhkan ibu suri dalam anggur perjanjian itu, bangkit dari kematiannya.
Yang lebih terkejut adalah ibu suri dan semua antek-anteknya, bahkan ibu suri sampai terjajar beberapa langkah ke belakang.
Tak berjeda beberapa detik, pengawal Cun memasukkan jarinya kedalam mulut dan terdengar bunyi suitan melengking di udara. Dalam sekejap suitan bersambung dari jauh bersahut-sahutan dan tanpa di beri aba-aba lagi semua pengawal yang Mulia berbalik arah melakukan perlawanan yang tak terduga, Dari atas tembok bermunculan pasukan berpakaian hitam yang entah datang dari mana, sebagian berada di atas tembok dengan senjata panah dan sebagian lagi melompat kedalam aula dengan pedang terhunus.
Pertumpahan darah tak dapat di elakkan, anak-anak panah yang beterbangan itu mengarah kepada para pasukan pemberontak yang sedang menyandera para tamu di aula kebesaran, ada perlawanan sengit dan teriakan, dari ketakutn sampai tangisan, para tamu yang semula berada di dalam aula itu berlarian dari aula yang tiba-tiba menjadi arena perkelahian.
Dalam sekejap semuanya berbalik arah, semua pasukan pengawal pribadi raja yang jumlahnya berlipat-lipat dari yang semula berada di dalam aula.
Yang Mulia menarik sebuah pedang dari pinggang seorang pengawal dan menghunuskannya. Dia menebas dua orang dari pasukan pemberontak yang sedang merangsek kepada pengawal Cun yang sedang melindungi Xiao, pengawal Jian mengayunkan pedangnya yang tajam pada siapun yng berani mendekat pada raja dan ratunya itu.
Tanpa rasa takut sama sekali Xiao Yi melepaskan mantel jubahnya yang panjang, ditangannya juga terhunus sebuah pedang.
Sekarang semua pengawal yang Mulia telah menguasai aula itu, kemudian selaksa pasukan militer kerajaan telah menuju istana, dari kamp para prajurit terdekat, demi mendengar kekacauan yang terjadi tiba-tiba di dalam istana Weiyan, di gerakkan oleh komandan pasukan di bawah perintah kasim Chen yang membawakan Lencana darurat raja. Lencana dari plat baja tua itu hanya di miliki oleh raja, yang bisa di gunakan untuk memakai militer jika terjadi suatu kekacauan yang mengancam istana.
Ibu suri berdiri dengan tangan terentang dengan pias yang masih tak percaya tapi tanpa rasa takut dia berdiri di depan Zhao Juren yang masih di bawah pengaruh bius jarum terbang jenderal Jijuong, seperti sedang melindunginya dari semua ancaman.
__ADS_1
Jenderal Jijuong sendiri tertembak panah dan terbaring dalam keadaan sekarat di tepi singgasana Yang Mulia.
Perdana menteri Xingguan terkena sebuah tebasan pedang di pundaknya tersungkur di sebeah mayat seorang pemberontak yang menyanderanya tapi berhasil di lumpuhkan oleh pengawal raja.
Lukanya tidak dalam tapi untuk orang yang sudah setua Xingguan, luka itu menjadi sangat serius.
Saat semua menjadi terkendali, Xiao Yi mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan semua anak panah yang seperti hujan tadi berhenti, begitupun ayunan pedang para pegawal raja, dia menggunakan haknya sebagai permaisuri untuk pertama kali setelah dia menerima anggur perjanjian yang menjadikan dirinya adalah permaisuri raja Yan Yue yang sah di hadapan negara dengan gelar ratu Xiao Yi.
Yang Mulia melangkah mendekat kepada ibu suri, dia menggengam tangan Xiao Yi yang baru turun dari udara itu, di tangan kedua orang itu terhunus pedang.
Mata Yang Mulia tidak beralih pada ibu suri, sementara Xiao Yi hanya memandang kepada gubernur Qian Lie yang kini sedang berdiri dengan wajah yang penuh cipratan darah dari orang yang menyerangnya. Dia adalah petarung tangguh meskipun berada di usia yang tak lagi muda.
Lalu dengan sedikit isyarat dari Xiao Yi, pengawal Cun menendang kedua betis laki-laki tinggi besar itu hingga tersungkur di lantai, dia mungkin pernah menjadi petarung yang hebat, tapi dia sudah cukup kelelahan melayani beberapa orang pengawal muda sebelumnya.
"Berlututlah...Meski mungkin Yang Mulia tak akan memberimu pengampunan atas kejahatanmu." Xiao Yi memalingkan mukanya pada Yang Mulia yang menatap dingin pada ibu suri.
Gubernur Qian Lie melengos dengan wajah yang di liputi amarah,
__ADS_1
"Perempuan murahan tak tahu di untung, anak yang mengerti balas budi. Aku akan mencekikmu dengan tanganku sendiri." rutuknya geram tanpa rasa takut lagi.
"Aku akan membunuh..."Kalimat itu segera terputus, ketika sebuah pukulan di tengkuknya oleh pengawal Cun membuatnya tersungkur ke tanah tak sadarkan diri.
"Ibu suri aku menghormatimu, sebagai orang yang dipercayakan oleh ayahanda untuk menjadi orangtuaku...tapi aku tak pernah menyangka ibu suri akan melakukan ini padaku." Tangan Yang Mulia begitu gemetar memegang pedang di tangannya, yang pada matanya masih bersisa lumuran darah.
Dia tak pernah merasa sesedih ini menghadapi ibu suri, setidaknya dari dia masih kecil, perempuan ini selalu ada di sekitarnya, meskipun mungkin tidak pernah benar-benar mencintainya. Dia tetap menghormatinya, meskipun di beberapa tahun terakhir dia berhasil menyelidiki secara diam-diam, kebobrokan ibu suri dan kejahatannya yang menggurita. Bahkan ibu suri ini di duga terlibat dalam kematian ibundanya sendiri, mendiang permaisuri Xu Jiao.
Ibu Suri tertawa ganjil sambil menurunkan tangannya yang terentang melindungi Zhao Juren yang masih tak berdaya, hanya matanya yang tampak merah membara berusaha melawan tubuhnya yang kaku tak bergerak.
"Yan Yue, aku tak pernah menganggapmu anak...aku tak pernah mencintaimu secuilpun dalam hidupku..." Ibu Suri berucap tajam, dia tahu dia telah kalah tapi dia bersyukur satu hal, sebuah rahasia masih tak sempat di ucapkan, sehingga meskipun dia mati, Zhao Juren akan tetap hidup dan baik-baik saja.
Dia akan membawa dendam kesumatnya sampai liang kubur dan menanggung kekalahannya itu seorang diri, meskipun mungkin dia tak akan pernah mendengar sebuah panggilan yang sangat ingin di dengarnya seumur hidup dari bibir seorang Zhao Juren.
Dengan mata nyalang, dia tahu hidupnya tak akan lama lagi, tapi kematiannya akan menggerakkan satu peperangan besar di luar sana, karena para pendukungnya rela mati untuknya.
"Bagaimana kamu bisa selamat dari racun embun bekuku itu?" tanyanya dengan mata yang penasaran, harusnya perempuan yang sangat di benci dan di takutkannya ini mati hari ini!
__ADS_1
(Tetap stay bersama akak malam ini ya, yang ingin tahu bagaimana Xiao Yi bisa selamat dari racun embun beku sementara dia meminum habis anggur perjanjian? Akan terungkapkah siapa jati diri anak dari ibu suri dan bagaimana anak yang jelas-jelas sudah mati itu ternyata hidup...kirimkan akak VOTE, LIKE dan HADIAH biar lebih semangat menulis lanjutannya malam ini...)