SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 113 PEMBERONTAKAN DI MULAI


__ADS_3

"Dia hanya seorang perempuan lemah, tidak akan membuat rencana kita terganggu."Sahut ketua Xi.


"Kamu tidak tahu, seberapa berbahayanya perempuan itu." Ibu Suri membeliak dengan mata yang membara.


"Parasnya yang cantik dan lemah lembut itu hanyalah topeng, dia sangat licik." Gubernur Qian Lie menggeram, suaranya berat dan kasar.


"Aku sendiri tertipu dengan gadis itu, jika tidak, aku tak akan mengantarkannya ke istana." Lanjut gubernur Qian Lie.


"Kamu harus membayar kesalahanmu ini, Qian!" Ibu suri membentak dengan kesal kepada gubernur Qian Lie.


"Semua biaya kemiliteran di kamp gelap pimpinan Jijuong, di bebankan padamu. Rencana ini harus terlaksana sebelum penobatan permaisuri." Tukas ibu Suri dengan raut tak ingin ada bantahan.


Gubernur Qian Lie diam di tempatnya duduk, tanpa bicara apapun lagi.


"Gubernur Xiang...untuk mengalihkan perhatian kerajaan, buatlah satu kerusuhan kecil di provinsimu, beberapa hari sebelum kita menyerang Yan Yue!"


Gubernur Xiang manggut-manggut saja, ayah dari Selir Mei ini begitu dendam dengan perlakuan raja terhadap puterinya, dia tahu tak akan ada tempat untuk anak kesayangannya itu untuk menjadi ratu negara Yanzhi.


Andai dia punya kesempatan, dia sendiri yang ingin membinasakan raja yang telah membuat anaknya menderita itu.


"Tuan Fuyu, Tuan Chaici...untuk persenjataan apakah sudah di tangani?"


Dua petinggi kamar dagang Zhuansi itu saling bertatapan dan sama-sama mengiyakan dengan segera.


"Senjata yang di selundupkan menuju kamp tuan Jiujong sudah sebagian di pasok, sebagian lagi dalam beberapa hari terakhir ini mengalami kesulitan ketika masuk wilayah Yubei."Tuan Chaici yang perawakannya lebih bulat ini berucap.


"Bukankah di selundupkan lewat para petani yang membawa hasil panennya untuk masuk ke Yubei, begitu rencana awal. Kenapa bisa kesulitan?"Tanya ibu Suri dengan nada tak suka mendengar rencananya itu tidak berjalan mulus.

__ADS_1


"Di pos penjagaan gerbang Timur dan Selatan adalah orang-orang Yang Mulia. Sangat sulit melewatinya, mereka begitu ketat dalam pemeriksaan barang yang masuk. Untuk gerbang utara dan selatan adalah para penjaganya adalah bawahan yang setia kepada ibu Suri, jadi tidak terlalu ketat." Papar jenderal Jiujong.


"Kenapa bisa ada orang-orang Yan Yue di sana? bukankah menjadi tanggungjawabmu mengatur orang-orang yang ditempatkan pada semua pos penjagaan?" Ibu Suri menjadi sedikit cemas mendengar keterangan itu.


"Saya juga tidak tahu kenapa mendadak ada perubahan, pengawal khusus raja yang di pimpin komandan Cun mengambil alih dua tempat itu dengan tiba-tiba. Dibawah surat tertulis Yang Mulia dengan stempel raja, dengan alasan pengamanan sebelum perhelatan penobatan permaisuri raja. Begitu juga gerbang Selatan dan utara mungkin segera akan di gantikan oleh pengawal khusus dari Yang Mulia."Jenderal Jiujong menyahut panjang dan lebar.


"Pengawal khusus raja setahuku tidak banyak, bagaimana tiba-tiba bisa di tempatkan di begitu banyak pos?" Tuan Li Kang, menteri keuangan dan pajak itu mengerut dahi, dia termasuk orang yang cukup tua dan berpengalaman, menjabat berkat rekomendasi keluarga bangsawan Zhao. Jadi, dia tahu benar semua seluk beluk kerajaan.


"Ya, pengawal khusus raja berjumlah tidak sampai dua ratusan, hanya untuk menjaga raja di sekeliling istana Rongyu. Bagaimana bisa menjaga pos-pos pintu gerbang, mereka akan kekurangan orang jika mengerahkan untuk berjaga diluar istana?"Ketua Xi menimpali.


"Selediki itu segera! Aku harus tahu berapa banyak pasukan khusus raja itu!" Ibu Suri mendadak menjadi khawatir, jumlah pengawal raja yang tiba-tiba terdengar cukup banyak dari seharusnya tanpa sepengetahuannya membuat dia takut jika ternyata diam-diam Yang Mulia sudah tahu dengan semua rencananya.


"Kenapa tidak kita libatkan Tuan muda Zhao Juren?" Tiba-tiba gubernur Qian Lie angkat bicara.


"Dia adalah ahli strategi yang paling pintar, mempunyai kekuatan militer tertinggi dan yang terpenting adalah kerabat ibu suri. Tanpa perlu banyak tenaga, kekuatan Tuan muda Zhao Juren bisa melumpuhkan Yang Mulia Yan Yue tanpa..."


"Zhao Juren tidak akan dilibatkan!"


"Tapi...Tuan Qian benar, kakak Zhao Juren mempunyai kekuatan yang kita perlukan?" Pangeran Yan Yaoshan ikut berbicara, dari tadi dia hanya mengamati, mengagumi semua rencana ibu Suri yang ternyata begitu matang dalam upaya mendudukkan dirinya di tahta Yanzhi.


"Kamu tidak perlu ikut campur, pangeran. Duduk manis dan tunggu, saat mahkota itu di letakkan di kepalamu. Urusan ini di luar kemampuanmu." Ibu Suri mengarahkan pandangannya kepada Pangeran Yan Yaoshan dengan sedikit beringas. Pangeran muda tampan itu segera terdiam, membalas tatapan ibu suri tanpa perlawanan.


" Zhao Juren cukup dekat dengan Yang Mulia, aku tak ingin dia kemudian menggagalkan rencana ini."


Alasan ibu suri ini tidaklah sepenuhnya benar, tapi dia belajar banyak dalam beberapa kejadian terakhir, Zhao Juren selalu ada untuk menyelamatkan selir Yi dengan berbagai cara.


Dia tidak cemas jika Zhao Juren menghianatinya untuk Yan Yue, dia tahu benar dendam cinta Zhao Juren di masa lalu untuk Jiu Fei masih bersisa tapi dia tak bisa mengendalikan seberapa besar pengaruh selir Yi dalam kehidupan Zhao Juren.

__ADS_1


"Kita akan bertemu di tempat ini seminggu lagi, dan semua rencana sudah siap! Jalankan tugasnya masing-masing sesuai rencana!" Ibu Suri menutup pembicaraan, semua yang hadir segera berdiri, memberi hormat kepada ibu Suri yang segera melangkah menuju pintu di ikuti Dayang Shue Lan dan kasim pribadinya.


Semua orang keluar setelahnya kecuali gubernur Qian Lie dan Pangeran Yao Yaoshan.


"Aku hendak minum menjamu calon raja agung Yanzhi dengan arak terbaik Youwu sebentar." Alasan gubernur Qian Lie.


Hal ini tentu di sambut baik oleh pangeran yang suka berpesta itu.


"Aku membawa seorang gadis tercantik dari provinsi kami, untuk Yang Mulia pangeran." Kata Gubernur Qian Lie pada Yan Yaoshan.


Kemudian, tidak lama muncul seorang gadis cantik dalam balutan sutra kuning gading yang mempesona. Wajahnya yang bulat telur dengan kulit seberaih pualam, mengerling nakal pada pangeran Yan Yaoshan sambil membawa nampan berisi guci arak dan cangkir porselen.


"Hormat kepada Calon rajaku yang tampan..." Mulut manis berbisa itu begitu pandai mengambil hati pangeran muda itu dengan kepandaiannya berbicara.


"Kemarilah..." Pangeran Yan Yaoshan tergelak senang, dia benar-benar terpesona dengan kecantikan perempuan muda yang dibawa oleh gubernur Qian Lie.


"Tianshi memberi hormat kepada Yang Mulia pangeran..." Dia tersenyum menggoda. Di sudut ruangan, gubernur Qian tersenyum puas.


Jika Xiao Yi tidak bisa setia padanya, maka Tianshi sebagai penggantinya, dia telah di ajari secara khusus oleh gubernur Qian untuk mengambil hati pangeran yang di gadang-gadangkan menjadi raja itu.


Di istana Weiyan, gubernur Qian Lie harus punya pion orang penting bagaimanapun caranya.


Malam merayap, saat orang-orang sudah mulai meninggalkan villa di bawah bukit itu, sesosok tubuh ramping dengan topi cadar panjang hitam dan pakaian tak kalah pekatnya, bergerak halus di atas atap villa, bahkan kakinya menjejak tanpa suara menandakan tingkat ilmu beladiri yang tak rendah.


Dia bergerak seperti bayangan, menyaru dalam gelap, menuju kuda hitam yang di ikat di antara semak di pinggiran hutan wisteria. Dalam sekejap dia melesat menuju atas bukit, menembus kegelapan malam di mana lampu kuil Sunyen berkedip-kedip seperti bintang dalam kesunyian.


(Terimakasih untuk vote dan hadiahnya, mulai hari ini, setiap pagi akan UP, karena sebentar lagi akan tamat 😅 Terimakasih banyak buat yang setia selalu dengan novel ini🥰 Lope2 yaaaa.....)

__ADS_1



__ADS_2