
Yang Mulia menaikkan alisnya yang legam,
Apakah kamu mencurigai sesuatu Juren?"Tanya Yang Mulia.
"Saya hanya berpikir urusan ini tidak sesederhana yang kita pikir, mungkin saja ada hal yang lebih besar di baliknya."Jawab Zhao Juren, dengan sedikit bimbang.
"Apakah kamu hendak mengatakan, seseorang berupaya menarik perhatian kerajaan di tengah bencana banjir di Youwu, ataukah mungkin ada yang ingin membelot kepada Yanzhi?" Yang Mulia menatap Zhao Juren dengan tajam, sementara yang di tatap menundukkan wajahnya sedikit.
"Saya bukan orang yang suka berspekulasi Yang Mulia, tapi dengan mengirimku secara khusus ke Youwu, maka paling tidak kita mengetahui sesuatu."Jawab Zhao Juren, dengan yakin.
"Juren, apakah kamu mencurigai gubernur Qian terlibat terhadap perampokan bantuan ini?"Cecar Yang Mulia dengan alis terangkat.
"Semua orang patut di curigai, mengingat kasus ini mengambang seperti kiambang. Tak jelas oknum di belakangnya. Jika itu perampok biasa, maka dia tak akan gegabah merampok ransum dari kerajaan. Maka menyelidikinya adalah hal yang perlu."Sahut Zhao Juren panjang dan lebar.
"Apakah kamu tidak mempunyai seseorang lain yang dipercayai menangani ini?"Tanya Yang Mulia lagi, sekarang dia maju selangkah mendekat ke arah Zhao Juren yang masih menunduk dengan hormat padanya
"Sampai saat ini, aku hanya mempercayai diriku dan Yang Mulia."Jawaban Zhao Juren pendek sambil mengangkat wajahnya sedikit tapi membuat Yang Mulia sedikit terkesima.
Dia telah menyelidiki kedekatan Zhao Juren dengan pihak ibu Suri dan sesuatu mencurigakan pernah di dengarnya tentang mereka berdua. Mempunyai kedekatan yang tak biasa, bahkan menurut mata-matanya, Juren adalah salah satu antek ibu Suri.
Tapi sekarang kalimat itu seolah memaksa Yang Mulia mengernyit dahi.
Ada apa dengan Zhao Juren ini? Yang Mulia telah berusaha menggali setiap bukti, keterlibatan Zhao Juren dengan ibu suri dan beberapa menteri yang bermaksud menggulingkannya, dan menggantikannya dengan anak raja yang lain.
Selama bertahun-tahun juga dia telah menyelidiki bagaimana keterlibatan ibu suri dalam pengasingan diri Jiu Fei di kuil Sunyen dan beberapa rahasia penting di baliknya, yang menurut mata-matanya, Jiu Fei mengetahui sebuah rahasia terbesar tentang ibu Suri, yang membuat gadis itu di kirim ke kuil itu atau memilih mati bunuh diri di depan ibu Suri.
Sebuah rahasia besar ibu suri yang sangat dirahasiakannya sampai hari ini!
"Juren...Aku mengambil kesimpulan perampokan beberapa bulan yang lalu adalah perbuatan para begal saja. Orang-orang yang terlibat kemarin, sudah di tangkap orang-orang gubernur Qian Lie, jadi ku rasa urusan ini tidak perlu di besar-besarkan"Yang Mulia menghembuskan nafasnya yang terasa begitu berat, konflik di belakang layar dalam istana ini terasa begitu kompleks
"Mohon ampun Yang Mulia, tapi saya tak sependapat dengan anda. Para begal itu hanya diperalat untuk melakukannya, ada seseorang di balik hal ini. Beri saya kesempatan satu minggu maka saya akan membuktikan apa yang saya katakan" Zhao Juren terkesan begitu memaksa.
Sejenak Yang Mulia tercenung memandang kepada Zhao Juren.
__ADS_1
"Baiklah jika kamu berkeras, pergilah. Bawalah beberapa orang prajuritmu."Akhirnya setelah berfikir beberapa saat Yang Mulia mengambil keputusan.
"Saya akan bekerja sendiri Yang Mulia. Dalam pakaian biasa."Tiba-tiba Zhao Juren menyahut sekaligus menolak tawaran Yang Mulia.
Yang Mulia mengernyit dahinya mendengar ucapan Zhao Juren.
"Kamu Yakin?"Yang Mulia mengernyitkan dahinya.
"Saya yakin Yang Mulia, saya bekerja diam-diam jadi tidak bisa membawa orang banyak"Zhao Juren mengangkat wajahnya, dua pria tampan, itu saling bertukar tatap untuk sesaat. Dalam keadaan cukup dekat itu, tampak raut keras mereka hampir begitu serupa, bahkan alis pedang itu begitu sama.
Selebihnya memang berbeda tapi ketampanan dua pria itu hampir tak bisa ditakar.
"Terserah kau saja jika demikian, berangkatlah."
Sahut Yang Mulia kemudian.
"Terimakasih Yang Mulia. Jika demikian saya mohon diri."
Zhao Juren meninggalkan taman Shenhua, dia tidak menyangka bertemu Yang Mulia sepagi ini di taman, padahal dia berencana menghadap secara pribadi ke istana Rongyu.
menuruni jembatan taman dan segera menuju jalan meninggalkan areal taman itu lewat di antara pinggiran danau buatan itu dan menghilang di antara pohon-pohon persik yang menjulang.
Terbayang pembicaraannya dengan ibu suri ketika saat di undang ke istana ibi suri tadi malam, sebuah pembicaraan yang sampai saat ini membuat hatinya tak menentu.
"Selir Yi adalah ancaman terbesar bagiku, dengan begitu mudah dia menarik simpati dari orang banyak hanya dengan sikap bodohnya." Ibu Suri berkata dengan masam.
"Bibi terlalu berlebihan..."Sahut Zhao Juren.
"Juren, Jika kamu tidak bisa membunuh selir Yi untukku, maka aku akan memerintah orang lain untuk melakukannya." Ibu Suri menunjuk wajah Zhao Juren dengan berang. Nada suaranya meninggi dengan tatapan tajam membendung amarah.
"Bibi...bukankah aku mengatakan kepada bibi, silahkan bibi melakukan apa saja, aku akan tinggal diam. Tapi jangan menyentuh selir Yi, itu saja."Zhao Juren balas menatap bibinya itu tak kalah tajamnya.
"Bagaimana mungkin aku tidak menyentuhnya, akar permasalahan adalah selir Yi sendiri. Sudah berapa kali itu ku ulang-ulang kepadamu. Berhentilah membodohi diri sendiri!"Ibu Suri yang murka, menunjuk wajah Zhao Juren berkali-kali.
__ADS_1
"Bibi..."Zhao Juren, matanya tak berkedip kepada ibu suri, selalu saja perdebatan tentang selir Yi membuatnya bertengkar dengan bibinya itu.
"Dia adalah selir raja, Juren. Kenapa kamu masih saja buta."Ibu suri terlihat sangat sewot.
"Aku akan memerintah oranglain membunuhnya, sebelum dia mengacaukan semua rencanaku!"Lanjutnya kemudian.
"Bibi, biarkan dia hidup. Aku berjanji dia tidak akan menganggu rencana bibi."
Ibu Suri tertawa mendengarnya,
"Bagaimana kamu bisa begitu yakin Juren? kenapa segala hal tentang selir Yi membuatmu kehilangan pendirianmu?
Melihatmu begini, aku menjadi semakin benci dengan perempuan penyihir itu!"Ibu suri benar-benar berang.
"Mumpung dia berada di Youwu, aku dapat mengirimkan seseorang untuk mencelakai dan menimpakan kesalahan pada orang lain. Tanganku tak perlu terlalu kotor untuk melakukannya..."Ibu Suri berkata kemudian dengan suara yang penuh kemenangan.
"Bibi...!"Tiba-tiba Zhao Juren menyela.
"Juren, bibi tak segan-segan memberimu pelajaran jika kamu membantah bibi lagi!"Ibu Suri membeliakkan mata kepada Zhao Juren mengancam
"Bibi, biar aku sendiri yang melakukannya untuk bibi." Terdengar suara Zhao Juren, kemudian.
(Readers tersayang, maafkan baru UP ya...bukan karena malas tapi author selama 4 hari ini demam tinggi siang malam karena terpapar virus Covid 19. Tidak bisa menulis sama sekali. Sekarang masih di ruang isolasi rumah sakit tapi sudah mendingan bisa mulai menulis lagi meskipun membuat satu bab ini perlu seharian menulisnya😅
Maafkan buat teman2 yang kecewa...kita tetap UP setelah ini, meskipun selow, karena kalau datang pusingnya, imajinasi author langsung buyar🤭🤭🤭
Doakan author segera keluar dari ruang isolasi ini dan sehat kembali, begitu juga doa author untuk semua reader semoga sehat selalu dan di jauhkan dari penyakit covid 19 ini.)
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...
__ADS_1