SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 103 BIDAK CATUR BERUBAH ARAH


__ADS_3

Semua mata tertuju pada tabib tua yang baru tiba itu, dia di kawal oleh seorang tabib muda yang mengikuti di belakangnya dengan sebuah kotak obat dari kayu.


"Hormat kepada Yang Mulia." Tabib Guo dengan janggut dan rambut yang sudah memutih semua, membungkuk kepada Yang Mulia Yan Yue.


"Terimakasih atas kedatangan tabib Guo." Yang Mulia menundukkan kepala sedikit menunjukkan rasa hormat kepada tabib yang telah ada di istana ini selama tiga generasi dari saat kakek Yang Mulia Yan Yue masih menjadi raja.


Tabib Guo termasuk salah satu tetua di kerajaan Yanzhi yang sangat di hormati dan di segani. Selain karena kemampuannya dalam bidang pengobatan yang sangat tinggi, dia dulu adalah teman baik kakek Yang Mulia Yan Yue.


Ibu Suri mundur beberapa langkah, berusaha menyembunyikan rautnya yang menegang, dia tidak menyangka tabib Guo datang lebih cepat dari perkiraannya.


Biasanya, tabib Guo melakukan perjalanan mengambil bahan obat bisa paling cepat kembali adalah dua pekan. Bahkan kadang sampai satu purnama di kuil Fuyuan, karena dia kadang-kadang melakukan semedi di sana, mengistirahatkan diri.


Kedatangan tabib tua ini sungguh diluar perkiraannya.


Rencana ini bisa berkembang menjadi di luar perkiraan dan bidak catur sepertinya harus berganti arah.


Untunglah, dia sudah memikirkan jika kemungkinan rencana ini gagal dan diketahui. Tabib Li Sung telah di kirimnya keluar dari istana, semua kesalahan akan ditimpakan pada tabib yang menghilang itu dan dia sendiri bisa berdiri sebagai penonton dan mencuci tangannya di belakang punggung.


"Ada apa dengan selir Yi?"Tanya tabib Guo, dia baru saja tiba dari kuil Fuyuan untuk mengambil beberapa bahan obat yang hanya ada di pekarangan belakang kuil itu.


Mendengar cucu dari teman baik sekaligus kekasihnya di masa lalu, tabib Bai Sheng, sedang sakit di istana tentu saja tabib tua ini tidak bisa membiarkannya begitu saja.


"Kesehatannya tidak terlalu baik saat kembali dari perjalanannya ke Youwu. Dalam seminggu ini dia menerima pengobatan dari salah satu tabib rumah obatmu. Sepertinya agak membaik, tetapi malam ini saya menerima kabar, Selir Yi tiba-tiba demam tinggi dan mengalami pendarahan." Jawab Yang Mulia sambil memberi jalan kepada Tabib Guo untuk mendekati tempat Xiao Yi kini sedang terbaring.


Xiao Yi masih terpana pada kedatangan tabib Guo, dia merasa sebagian dari rencananya menguap begitu saja.


"Selir Yi, ijinkan aku memeriksamu." Tabib Guo berkata dengan suara tegas, lalu berbalik kepada tabib muda di depannya itu untuk membawa kotak peralatan dan obat yang di tentengnya sedari tadi ke samping tempat tidur Xiao Yi.

__ADS_1


Sementara tabib Guo sibuk dengan itu, tangan Xiao Yi menarik kain di bawah pinggulnya yang telah dibercaki dengan darah ayam oleh Chu Cu tadi sore, lalu dengan perlahan di balik selimut dia menggulungnya menjadi gulungan kecil dan menyelipkannya ke balik bantalnya. Dia sangat tahu, tabib Guo tidak akan mempercayai trik seperti itu. Sekarang dia harus merubah rencana segera.


Tabib Li Sung tidak datang sesuai rencananya, tapi dia akan tetap membongkar kejahatan tabib itu dengan menggunakan kehadiran tabib Guo, sekaligus mengumumkan kehamilan kepada Yang Mulia dan seisi istana termasuk siapapun dalang di balik rencana meracuni kandungannya supaya celaka itu.


Seperti sebuah permainan catur yang dia tidak tahu siapa musuhnya, bidak tetap harus di jalankan, meskipun haluan mungkin harus berubah. Yang pasti setiap permainan pasti akan bertemu kalah dan menang di ujung pertarungan.


"Selir Yi, tolong julurkan tanganmu." Pinta tabib Guo, suara tuanya terdengar lugas dan tenang.


Sesaat Xiao Yi menatap ke arah tabib Guo, lalu tangan kanannya perlahan terjulur dari balik selimut dengan terkepal seperti menggenggam sesuatu.


Tabib Guo mengernyitkan dahinya yang sudah berkerut itu, dia tidak mengerti kenapa Xiao Yi mengepalkan telapak tangannya sebegitu rupa. Seharusnya untuk seorang cucu dari keturunan tabib tersohor dan dari ibu yang cukup mengerti tentang ilmu pengobatan, gadis di depannya ini tidak melakukannya.


Karena untuk memeriksa denyut nadi seseorang, tentunya tangan harus lemas dan tanpa tekanan.


"Lemaskan tanganmu, nak."Tabib Guo meminta dengan suara rendah hampir berupa bisikan. Kedua mata Xiao Yi berkedip perlahan, ada sedikit keraguan di tatapan itu.


Sebelum Tabib Guo menyentuh pergelangan tangannya, dia membuka perlahan telapak tangannya yang terkepal.


Tabib Guo mengurungkan tindakannya, matanya terpaku pada sesuatu yang tampak di genggaman tangan Xiao Yi yang terbuka itu.


Lalu matanya beralih sebentar kepada Xiao Yi, seolah mempertanyakan hal itu, tapi Xiao Yi diam seribu bahasa.


Tabib Guo mengambil tiga butir pil berwarna kecoklatan itu. Baru saja tabib Guo mengambil pil itu dan meletakkan di telapak tangannya, segera pias wajah tabib itu berubah warna karena terkesima dan penuh kecemasan.


"Dari mana kamu mendapatkan ini?" Suara tabib Guo yang serak begitu gugup, sementara Yang Mulia mendekat karena penasaran melihat reaksi tabib Guo,


"Ada apa tabib?"

__ADS_1


Sang tabib belum menjawab apa-apa, matanya tertuju lurus pada Xiao Yi yang terbaring, sementara matanya tampak mencuri pandang kepada Ibu Suri yang mematung di tempatnya berdiri, begitu tegang sambil mengawasi.


"Bukankah obat itu dari tabib yang memeriksamu sepekan yang lalu?" Yang Mulia mengambil satu butir pil itu, memastikan apa yang dilihatnya.


"Ya, aku mendapatkannya dari tabib Li Sung." Selir Yi menjawab dengan yakin, dia sangat mengingat nama dan wajah tabib itu, bahkan dia sudah melukisnya dengan tangannya sendiri, supaya dia mengingat seseorang yang ingin mencelakai anak di dalam kandungannya itu.


"Jangan-jangan...!" Tabib Guo secara reflek mengambil tangan Xiao Yi yang tergeletak di pinggir tempat tidur itu. Matanya terbeliak, mulutnya sedikit menganga, mendapati denyut yang di rasakan oleh jemari tuanya itu.


"Selir Yi, kamu tidak meminum obat itu, bukan?!" Tabib Guo bertanya dengan nada tegang yang tak bisa disembunyikannya.


Xiao Yi mengalihkan pandangan kepada Yang Mulia, kemudian menjawab dengan suara pelan tetapi sangat jelas,


"Aku tidak meminumnya sebutirpun, tabib Guo. Baunya sangat tidak enak, aku tak tahan untuk meminumnya."


Ibu suri seperti merasa punggungnya di pukul dengan sebatang kayu. Dia hampir tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dan dari kilatan mata Xiao Yi yang sekarang menatap lurus padanya, dia tahu perempuan yang ada di sana sedang mempermainkan dirinya.


Tubuhnya serasa bergetar, kakinya terpaku di atas lantai. Tak pernah dia merasa begitu terancam seperti sekarang ini.


"Yang Mulia..." Tabib Guo membalikkan badannya dan mengangkat kepalanya setengah mendonggak kepada Yang Mulia yang berdiri di sampingnya.


"Yang Mulia, selir Yi sekarang sedang mengandung seorang anak." Tabib Guo berkata dengan suara gemetar.


Yang Mulia Yan Yue tercengang mendengarnya, mulutnya ternganga seolah tak yakin dengan apa yang sedang di dengarnya, wajah tampannya seketika berubah menyiratkan keterkejutan dan kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...

__ADS_1


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2