
Cahaya matahari pagi bersemburat di atas langit, tersembunyi di balik awan yang tiba-tiba mendung.
hari-hari terakhir di musim gugur akan segera berlalau, waktu seperti berlari tak lagi bisa ditahan.
Tak ada yang tahu, di dalam istana Weiyan yang nampak semarak menjelang hari besar yang dinantikan hampir oleh seluruh rakyat Yanzhi itu, yaitu penobatan seorang permaisuri raja, pengangkatan secara resmi perempuan nomor satu, bergejolak trik dan itri, siasat dan strategi, kebusukan demi kebusukan menguar semakin tajam.
Para Gubernur dan ketua klan dari sembilan Wilayah telah hadir lengkap untuk menghadiri upacara yang kadang hanya terjadi dalam setengah sampai satu abad itu.
Sekawanan serigala mulai menampakkan sedikit demi sedikit bulunya, kertakan gigi dan iri dengki, ambisi jahat yang terselubung seperti asap yang tiba-tiba muncul tipis di awan-awan.
pagi ini adalah hari yang paling dinantikan itu, dimana ratu agung Yanzhi akan di umumkan.
Di luar istana, rakyat telah berkumpul dari sebelum hari terang, mereka berkerumun seperti semut, begitu ingin menyaksikan wajah ratu mereka dari dekat.
Ratu bijaksana itu konon dari seorang selir persembahan yang dikirimkan oleh sebuah wilayah, bahkan tidak dari golongan bangsawan. Mereka merasa tersanjung, setelah sekian ratus tahun berlalu, da seorang dari kalangan jelata, bagian dari diri mereka bisa berdiri sebagai perempuan yang akan paling di agungkan di negara mereka itu.
Semua orang membicarakan tentang selir Yi, selir yang sanggup meruntuhkan pertahanan seorang raja untuk tidak memiliki permaisuri sepanjang hidupnya demi seorang perempuan yang dicintainya.
Tak sedikit yang menganggap selir Yi adalah jelmaan dewi, yang dikirim dari langit untuk menyelamatkan negara mereka yang semakin lama semakin sengsara oleh bencana dan korupsi yang juga tak kalah merajalela.
__ADS_1
Para bangsawan, pemain rumah dagang yang mengatur ketersediaan kebutuhan dengan licik mempermainkan harga barang dengan sesuka hati mereka, hingga para penadah dan pengepul, tuan tanah dan pejabat rendahan telah membuat hidup masyarakat semakin lama semakin tercekik.
Sang raja itu, orang yang bijak sebenarnya tapi kadang menjadi tertekan dan lemah oleh aturan negara dan kebijakan undang-undang yang sebagian besar hak keputusan harus mendengar hasil sidang dewan pertimbangan istana.
Sejak keberadaan selir muda itu, Yang Mulia Yan Yue menjadi lebih berani dan keputusannya lebih berpihak pada rakyat.
Dan lebih membuat antusias mereka seperti gelombang yang tak tertahankan, perempuan yang mereka elu-elukan itu mengandung bayi raja, putra mahkota dari kerajaan Yanzhi.
Mereka menyambut selir Yi menjadi ratu dengan rasa bahagia yang tak bisa di ungkapkan meskipun mungkin segelintir orang yang tidak menyukainya menganggap selir itu dalah penyihir karena bisa mengancam dan merugikan posisi mereka di kemudian hari jika dia menjadi ratu dan mendampingi sang raja.
Hari ke duapuluh delapan, bulan terakhir dimusim gugur.
Raja muda ini menggunakan pakaian dari brokat berwarna mrah hati, jubah ini bersulam naga-naga dalam sebuah bulatan yang disulam sedemikian rupa dengan benang emas, pada jubah raja yang mewah itu terdapat sssssulaman gambar matahari, awan dn bulan lima warna.
Di kepalanya, terpancang sebuah mahkota tinggi dbersepuh emas mengkilat bertatahkan jamrud dan kumala hijau.
tak ada yang bisa mengalahkan matanya yang bersinar hitam seperti pohon willow di musim dingin, alisnya yang setajam pedang berbaris menudungi mata dengan tatapan elang itu.
Di aula utama besar itu, tempat tertinggi di dalam tembok istana, dinamakan aula kebesaran karena tempat ini sangat besar. Tempat ini sangat jarang digunakan karena tempatnya terbuka di halaman istana Weiyan, hanya digunakan pada saat upacara-upacara besar kenegaraan. Tempat megah itu hanya digunakan jika ada penobatan raja, pernikahan utama raja yaitu pernikahan seorang permaisuri raja bahkan untuk kelas selir utama pun tidak akan menggunakan tempat ini sebagai tempat pernikahannya, selain itu aula kebesaran ini juga adalah tempat penobatan putra mahkota ketika dia sudah cukup umur, upacara penobatan seorang ratu atau permaisuri dan yang terakhir adalah tempat untuk memberi penghormatan terakhir kepada raja atau ratu yang mangkat sebelum disemayamkan ke Kuil Zuihuo.
__ADS_1
Di aula kebesaran ini telah hadir pada bagian sebelah kiri, semua kepala wilayah yaitu para gubernur dan juga ketua klan, dibagian kanan para meneteri dan pejabat istana.
Disebelah kiri bawah singgasana, duduklah ibu suri dengan dagu yang menjulang tinggi, sementara di sampingnya ada perdana menteri dan panglima Zhao Juren dalam pakaian kemiliteran yang maha gagah.
Di sebelah kanan bawah singgasana, ada pangeran Yan Chyou dan pangeran yan yaoshan sebagai saudara dari raja dalam paian sutra warna kuning keemasan, pakaian kebesaran para pangeran utama. Karena mereka berdua adalah anak dari selir tinggi meski tidak setingkat anak selir furen mereka mendapat kehormatan di dekat raja, pangeran dan puteri dari selir rendah mereka mendapat tempat di belakang para selir raja yang berada di sisi belakang.
Tempat besar itu telah diatur sedemikian rupa untuk menjadi tempat perjamuan, semua orang tampak menunggu dengan tegang menatap singgasana kosong disebelah Yang Mulai. Tempat duduk dengan ukiran kepala naga besar dan pegangannya berukir ekor naga, itu adalh tempat dimana permaisuri raja akan duduk nantinya.
Tidak jauh dari depan singgasana terdapat sebuah meja dari batu pualam, diukir serupa lotus. Di tengah-tengahnya terdapat cawan besar yang berisi anggur merah yang di simpan di dalam gudang bawah tanah kerajaan pada tempat terbawah. Anggur itu telah berusia ratusan tahun dalam sebuah tempayan yang di jaga tujuh orang rahib suci. Ketujuh rahib suci itu jika ada yang meninggal akan digantikan segera oleh rahib baru yang hanya ditunjuk oleh kuil dari timur.
Anggur itulah yang disebut dengan anggur perjanjian, hanya diminum dalam acara penobatan oleh orang yang ditunjuk atau dilantik. hanya bisa diberikan pada saat penunjukan raja, putra mahkota, ratu atau permaisuri. Mereka adalah orang yang terkait dalam sumpah setia kepada Negara dan kehormatan tanah serta leluhur Yanzhi. Yang pada pundak mereka dibebankan kehidupan banyak orang. Tanggung jawab itu begitu besarnya sehingga sebagai simbol tidak sembrang orang yang boleh meminum anggur perjanjian ini.
Cuaca di hari-hari terakhir musim gugur ini terasa menusuk, meski salju belum turun, angin musim dingin bertiup dari utara membuat udara menjadi lembab.
Suasana meriah itu kontras dengan hawa sesungguhnya, seolah-olah ada satu kejadian besar yang akan terjadi hari ini di istana besar Weiyan itu.
Detik-detik pertumpahan darah itu, akankah segera tiba?
__ADS_1
(jangan lupa vote, like, komen...otewe Crazy up)