SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 61 ISTANA SEJUTA KECEMBURUAN


__ADS_3

"Chenxing...?" Yang Mulia tercengang karena terkejut dengan penampilan Xiao Yi yang begitu berantakan.


"Selir Yi...!" Kasim Chen tak kalah terkejutnya.


Mereka berdua terpana di tempatnya masing-masing. Masih bingung dengan kehadiran Xiao Yi.


Xiao Yi menghambur ke meja Yang Mulia, kemudian terduduk seperti orang yang kehilangan kekuatan. Menarikndengan kasar mangkok sup di depan Yang Mulia, sampai mangkok itu hampir jatuh dari pinggir meja.


"Chenxing? Kau kenapa?" Yang Mulia bangkit dari duduknya memeluk Xiao Yi yang nafasnya tersengal-sengal hampir habis. Wajah Yang Mulia sekarang begitu cemas.


Xiao Yi menggeleng-gelengkan kepalanya, mulutnya bergerak-gerak, hendak mengatakan sesuatu tapi tak sepatah kata pun yang bisa di ucapkannya.


Matanya yang basah bersimbah air mata itu, menatap Yang Mulia dan mangkok sup di atas meja bergantian. Seolah menunggu sesuatu terjadi.


Sup itu hampir kosong, Yang Mulia hampir makan seluruh isinya. Jantung Xiao Yi seolah berhenti berdetak. Dalam sekejap dia merasa pusing, perutnya mual, ketakutan yang at sangat membuatnya sesak bernafas.


"Yang Mulia..." kepala Xiao Yi terasa berat, pandangannya begitu kabur, isi kepalanya serasa melayang-layang.


"Yang Mulia...aku...aku sungguh tak melakukannya." Xiao Yi mencengkeram lengan baju Yang Mulia, berusaha memastikan Yang Mulia masih segar bugar di hadapannya.


"Yang Mulia...jangan mati..." Xiao Yi terkulai di pelukan Yang Mulia, dia kehilangan kesadarannya.


...***...


Xiao Yi berusaha membuka matanya perlahan, tapi terasa sangat berat.


Lamat-lamat dia mendengar beberapa suara yang saling bersahutan.


"Sup itu beracun, tabib Guo telah memeriksanya. Racun itu adalah racun bunga lili es, yang hanya mekar sekali setahun pada musim dingin di pinggiran sungai Yalu."Itu suara ibu suri.


"Yang Mulia tahu tempat itu di mana? tempat itu ada di propinsi Youwu, dari mana selir Yi berasal."


"Tapi aku telah memakan sup yang sama dengan yang di makan oleh selir Yuan, dan tidak terjadi apa-apa padaku."Terdengar jelas suara Yang Mulia menyahut.


"Semua bukti mengarah kepada selir Yi, dia yang membuat dan membawa sup itu kepada selir Yuan" Suara ibu suri meninggi.


"Selir Yi belum tentu melakukannya, kita tidak bisa menghukum orang dengan sembarangan!"

__ADS_1


Yang Mulia terdengar tegang.


"Jika sampai terjadi apa-apa dengan selir Yuan, maka Yang Mulia harus menjawab apa pada gubernur Shicuan. Selir Yuan adalah anaknya, dia tidak akan tinggal diam atas apa yang dialami puterinya"


"Malam ini, menjadi penentu, jika selir Yuan meninggal karena racun ini, maka tidak ada yang bisa menyelamatkan selir Yi, bahkan Yang Mulia sendiri" Kata-kata itu begitu tajam dan keras. Bahkan membuat Xiao Yi merinding meskipun antara sadar dan tak sadar.


Xiao Yi membuka matanya, dan dia menyadari dia berada di tempat tidurnya sendiri. Terbaring dengan pakaian yang sudah di ganti.


Mungkin Chu Cu sudah melakukannya selama dia tak sadar.


Yang Mulia berdiri membelakanginya, hanya jubah hitamnya nampak menjulang menutup pemandangan. Di depannya tampak berdiri ibu Suri dan selir Nuo.


Untuk pertama kali dalam hidupnya, Xiao Yi merasa begitu lemah dan tak berdaya.


Badannya lemas tak bertenaga bahkan otaknya tak mampu berfikir.


Dia benar-benar tak habis fikir, Kesalahan apa yang telah di buatnya, sehingga membuat selir Yuan terkena musibah ini.


Dan yang lebih tak bisa dimengerti olehnya, racun itu hanya mengenai selir Yuan, sementara Yang Mulia tidak. Mereka memakan sup yang dibuat oleh Xiao Yi dengan panci yang sama.


Gerakan Xiao Yi segera menyadarkan semua yang ada di dalam ruangan itu, bahwa Xiao Yi telah sadar dari pingsannya.


"Sekarang selir Yi sudah sadar, biarkan petugas mengintrogasinya di dalam tempat penahanan." Kata Ibu Suri, matanya tajam mengarah pada Xiao Yi.


Yang Mulia membalikkan badannya, menatap Xiao Yi dengan matanya yang merah, tampak sekali ada kemarahan yang teramat sangat di pias wajah itu.


"Tak ada alasan untuk selir Yi meracuni selir Yuan." Ucap Yang Mulia dengan nada yang rendah seolah pada dirinya sendiri.


"Yang Mulia tidak pernah tahu, istana harem adalah istana yang memendam sejuta kecemburuan. Tidak perlu alasan yang kuat untuk membuat orang saling bunuh jika sedang dilanda cemburu. Aku telah melihat banyak kejadian jauh sebelum ini bahkan yang lebih tragis lagi, hanya karena di bakar cemburu. Aku telah hidup lama di dalam harem ini, Yang Mulia. Lebih lama dari Yang Mulia!" Kata-kata ibu Suri terdengar begitu sinis.


"Selir Yi tidak punya kecemburuan apapun pada selir Yuan!" Tegas Yang Mulia, matanya tak beralih dari tubuh yang kini terbaring dengan wajah tegang dan tak bersalah di atas tempat tidur itu.


"Yang Mulia mungkin benar, Ibu suri...setahu saya adik Yi tidak punya kecemburuan apapun pada adik Yuan. Mereka adalah teman baik di istana harem. Mungkin ibu Suri bisa mempertimbangkan ini." tiba-tiba selir Nuo ikut berbicara.


Xiao Yi menatap wajah mereka satu persatu. Tiga orang yang tampak sedang berdebat tentang dirinya. Kasim Chen dan pengawal Jian berdiri di sudut seperti patung. Sementara Chu Cu duduk bersimpuh di bawah tempat tidurnya.


Wajah itu penuh dengan airmata, jemari tangannya saling meremas tegang di depan wajahnya.

__ADS_1


"Selir Nuo, kamu tidak perlu membela selir Yi untuk apa yang telah diperbuatnya. Setiap kejahatan harus menerima ganjarannya. Tidakkah kau melihat, tak ada yang bisa di buktikan oleh selir Yi untuk membuat dirinya tak bersalah" sergah ibu Suri dengan dagu terangkat.


"Aku tidak bersalah..."Sahut Xiao Yi dengan segenap kekuatannya.


Dia benar-benar tidak ingin di hukum untuk kejahatan yang tidak pernah di buatnya.


"Aku bisa membuktikannya, bahwa Yang Mulia juga memakan sup yang sama, tapi tidak terjadi apa-apa padanya. Jika sup yang kubuat itu beracun, maka Yang Mulia juga akan mengalami hal yang serupa dengan selir Yuan." Xiao Yi berusaha bangun dari tempatnya tidur dengan susah payah.


"Sekarang kamu mau mengatakan apa selir Yi?


Kamu mau membuat orang percaya bahwa seseorang telah memfitnahmu dan menjadikanmu kambing hitam untuk suatu alasan? Katakan padaku, menurutmu siapa yang bisa melakukan itu kepadamu?" Ibu Suri mendekat pada tempat Xiao Yi yang madih terduduk di pinggir tempat tidur.


Xiao Yi terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Dia benar-benar merasa negitu tersudutkan. Semua jari seolah mengacung kepadanya.


"Dia harus di bawa ke tempat penahanan Yang Mulia, anda tak boleh bersikap lemah meskipun pada selirmu sendiri. Bersikaplah adil, karena yang terbaring sekarat di kamar yang lain juga adalah selirmu!" Ibu Suri memicingkan matanya kepada Yang Mulia.


Yang Mulia balas menatap kepada Ibu Suri sesaat, kemudian berpaling pada Xiao Yi yang begitu memelas.


"Bawa selir Yi ke ruang tahanan sekarang, biarkan dia di interogasi oleh petugas besok pagi sebagai tersangka!" Yang Mulia menatap tajam pada selir Yi. Kemudian dengan kasar membalikkan badan melangkah meninggalkan ruangan itu, diiringi tatapan puas dari ibu suri.


Dua orang pengawal setelah di beri isyarat oleh ibu Suri segera memegang ke dua tangan Selir Yi, bersiap menyeretnya.


"Biarkan dia berjalan sendiri menuju ruang tahanan! Tidak ada yang boleh menyentuhnya!" suara Yang Mulia begitu keras menggema, setengah menggeram meskipun tanpa membalikkan badannya, membuat dua pengawal itu dengan takut melepas tangan Xiao Yi.


"Jian, pastikan selir Yi malam ini di dalam ruang tahanan, dan tidak ada yang boleh menemuinya!"


"Yang Mulia...aku tidak melakukannya!" Xiao Yi berseru dengan tubuh gemetar.


Yang Mulia tidak menyahut, hanya kepalanya menoleh sebentar kepada pengawal Jian, memastikan pengawal itu melakukan perintahnya.


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE, KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP🙏☺️...


...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2