
"Aku tetap akan mengantarmu..." Tiba-tiba Qian Ren memegang tangan Chi Yuan, berjalan menerebos keramaian, di ikuti oleh Ayin dan pengawalnya yang berjalan tergesa di belakang mereka berdua.
Chi Yuan terpana, dengan rasa tak percaya, jemari tangannya mengepal dengan tegang saat jemari hangat milik Qian Ren menggandengnya.
Dada Chi Yuan bergemuruh, rasanya jantungnya berdegup lebih cepat. Rasanya aneh tapi menyenangkan. Membuatnya tersipu dalam hati
"Kita akan kemana?" Tanyanya dengan gugup.
"Aku akan mengantarmu pulang." Jawab Qian Ren, pendek tanpa menoleh pada wajah yang menatap tak beralih dari laki-laki yang kini menggandengnya.
Ketika mereka berjalan di antara kerumunan, seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu, tiba-tiba salju turun, rambut Chi Yuan kemulau di timpa cahaya lampu di sepanjang jalan.
Awalnya perlahan tapi lama-lama salju itu semakin lebat.
"Kita harus berteduh..." Qian Ren berbisik pada Chi Yuan yang tampak mulai kedinginan, tubuh gadis itu tanpa sadar semakin merapat pada badannya.
Qian Ren menarik tangan Chi Yuan setengah berlari di antara orang-orang di jalanan yang nampak mulai menepi dan tidak sedikit yang ramai berlarian.
Langit yang aneh, mendadak saja turun salju yang begitu lebat.
Qian Ren dan Chi Yuan tidak ingat lagi ada pengawal Qian Ren dan pelayan Chi Yuan di belakang, yang kehilangan jejak mereka. Malam yang gelap di tambah salju yang turun membuat jalanan hampir tak terlihat dalam dua depa.
"Kemarilah..." Qian Ren menarik tangan chi Yuan ke sebuah rumah kecil yang tampak tidak jauh dari sebuah pohon mapel besar. Mereka memang harus menemukan tempat berteduh, sebelum tubuh mereka menjadi membeku.
Qian Ren mengetuk-ngetuk pintu rumah yang tampak gelap itu, tapi tak ada tanda-tanda orang membukanya.
"Tidak ada orang..." Qian Ren menoleh pada Chi Yuan yang tampak gemetar di sampingnya, telapak tangannya yang ada di genggaman Qian Ren terasa sangat dingin.
"Kamu tidak apa-apa Yu'er?"Tanya Qian Ren dengan raut kuatir.
Chi Yuan menganggukkan kepalanya, tapi badannya gadis itu gemetar.
__ADS_1
"Orang yang punya rumah ini, mungkin sedang pergi..." Qian Ren mengeluh, menilik dari rumah itu yang cukup terawat, bukan rumah kosong hanya memang sedang di tinggalkan saja.
Qian Ren hendak membawa Chi Yuan pergi lagi, tapi dia ragu menembus salju. Sepertinya Chi Yuan tidak akan sanggup melakukannya.
"Maafksn aku..." Qian Ren bergumam, dia mendobrak pintu rumah itu hingga terbuka.
"Kita akan berteduh di sini, sampai hujan salju reda. Nanti aku akan mempertanggungjawabkan penerobosan rumah ini." Katanya dengan wajah cemas, melihat Chi Yuan yang tampaknya tak tahan lagi dengan cuaca yang menusuk sampai tulangnya.
Qian Ren mendudukkan Chi Yuan di atas balai-balai kayu, lalu mencari lentera di dalam rumah yang temaram itu.
Setelah berhasil menemukan lentera dan menghidupkannya, Qian Ren segera menghampiri Chi Yuan yang badannya meringkuk memeluk mantelnya.
Ketika Qian Ren mengamati wajah itu, pucat kebiruan.
"Ada apa denganmu, Yu'er?" tanya Qian Ren panik.
"Aku...aku kedinginan..." Jawab Chi Yuan dengan bibir gemetar.
"Sejak aku sembuh dari racun lili es, badanku tidak tahan dengan suhu yang terlalu dingin." Suara Chi Yuan setengah berbisik, hampir tak terdengar suaranya.
Tapi apa yang di lakukan Qian Ren tidak memberikan perubahan yang berarti, Chi Yuan sepertinya sedang mengalami Hipotermia dapat terjadi akibat paparan udara dingin yang berlebihan atau mungkin badannya yang tidak tahan terhadap udara dingin.
"Yu'er..." Qian Ren memegang tangan Chi Yuan yang sekarang tak bisa berbicara. Hidung, telinga, pipi, bahkan jari-jari tangan dan kaki kaku seolah membeku.
Dengan tergesa dilepasnya mantelnya dan menyusunnya dengan mantel yang di kenakan Chi Yuan supaya lebih tebal dan hangat.
Mengambil lentera dan mendekatkan kepada tubuh Chi Yuan. Tapi sepertinya tidak membuat Chi Yuan segera menjadi lebih baik.
Tiba-tiba dia ingat, salah satu pengobatan yang di katakan oleh tabib Bai, nyonya Xiao, ibu dari Xiao Yi, untuk mempercepat suhu tubuh menjadi naik khusus pada prnyakit jika terkena efek samping racun lili es setelah sembuh adalah mengalami hipotermia parah jika terkena suhu dingin. Pengobatan yang paling cepat adalah menyalurkan hawa hangat ke seluruh tubuhnya.
Pasien harus merasa hangat dari dalam dan dari luar tubuh, supaya dia tidak kehilangan kesadarannya dan otaknya tidak menjadi beku karena kekurangan oksigen.
__ADS_1
"Kakak Ren...dingin..." Suara Chi Yuan seperti bisikan.
Qian Ren gugup bukan alang kepalang, dia tahu kondisi Chi Yuan bukan main-main lagi, suhu tubuh Chi Yuan turun drastis dan bisa saja menjadi berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.
Sekarang, mereka berdua terjebak dalam rumah kosong ini, tak mungkin dia meninggalkan Chi Yuan.
Dipandanginya tubuh yang kini gemetar di depannya. Yuan bukan orang yang punya dasar ilmu bela diri, jika dia mengalirkan tenaga dalam lewat telapak tangannya di punggung Chi Yuan, bisa jadi berakibat fatal karena tubuhnya akan menolaknya.
Tapi jika terlambat bisa mengakibatkan kerusakan organ yang besar pada bagian tubuh yang lain, seperti detak jantung yang tidak normal, kerusakan ginjal, kerusakan otak, kerusakan hati, kerusakan jaringan otot-otot pada tubuh, serta dapat menyebabkan perubahan status mental serta hilangnya kesadaran.Kerusakan ini terjadi ketika mekanisme pengaturan panas mengalami kegagalan, sedangkan suhu tubuh terus menurun.
Qian Ren tak punya pilihan, dia harus menyelamatkan Chi Yuan dengan segala cara.
"Yu'er...kemarilah." Dengan tangan gemetar Qian Ren membuka jubahnya bagian atas.
Chi Yuan yang merasa matanya hampir kabur terpana dengan apa yang di lakukan Qian Ren.
Sesaat kemudian Qian Ren telah melepaskan jubahnya, dadanya yang bidang dan bagus itu tampak kaku.
"Maafkan, aku Yu'er...nyawamu lebih penting...aku harus melakukannya." Ucap Qian Ren, suaranya terbata-bata.
Di bawah cahaya lentera yang temaram itu, Qian Ten mendekatkan dirinya kepada Chi Yuan.
Jemarinya bergetar hebat, saat menarik tali mantel pada leher Chi Yuan, pelan di lepasnya. Kemudian Pita gaun Chi Yuan di tariknya dengan telapak tangan yang sedingin es.
Tangan Chi Yuan memegang pergelangan tangan Qian Ren lebih gemetar dari tangan laki-laki itu.
"Kakak..." Mata Chi Yuan menatap sayu pada bola mata Qian Ren yang menatap lurus pada mata Chi Yuan.
"Maafkan aku..." Bisiknya lagi, bibirnya tak kalah gemetarnya dengan tangannya sendiri.
(Ops...apakah yang dilakukan Qian Ren untuk menyelamatkan Chi Yuan😅 Yuk ikuti kelanjutannya...di crazy UP malam ini😊 lope2 buat penggemar selir persembahan tersayang)
__ADS_1
...Jangan lupa Vote dan likenya untuk semangat crazy upðŸ¤ðŸ¤...