SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
BAB 89 PERKARA HATI


__ADS_3

Bulan keempat di tahun itu, musim semi baru saja lewat, menyisakan separuh musim panas yang berseling dengan derai hujan tak menentu. Musim yang aneh di Youwu, tak pernah bisa di tebak.


Mungkin saja, matahari baru bersinar dengan garang, tetapi di beberapa saat kemudian, langit mendadak redup, mendung menggelayut memaksa awan hitam untuk menurunkan buliran bening dari atasnya.


Satu bulan berada di Youwu, selir Yuan telah kembali pulih, Xiao Yi dan ibunya telah merawat selir Yuan dengan sangat baik, hanya saja wajahnya kadang begitu suram di waktu-waktu tertentu. Termenung seperti kehilangan dirinya sendiri.


Xiao Yi menyadari perubahan itu. Ada sesuatu yang membuatnya begitu sedih meskipun dia telah kembali sehat.


Hari itu, mereka berdiri berdua, di teras pavilliun istana gubernur Qian. Sore baru saja turun, seiring derai hujan yang tiba-tiba. Dua perempuan cantik itu sama-sama terpekur menatap rinai yang jatuh menghempas tanah, seolah-olah hujan hari itu benar-benar mempesona.


"Kakak Yuan, saatnya mungkin kita kembali ke Istana Weiyan." Ujar Xiao Yi, suaranya sedikit meninggi melawan suara hujan.


Selir Yuan menatap ke arah langit dan ke arah Xiao Yi bergantian, tiba-tiba tangannya yang dingin menyentuh pergelangan tangan Xiao Yi.


"Adik..." desahnya, perlahan. Hampir tak kedengaran.


"Dalam hidupku, aku tak pernah merasakan begitu bebas dan begitu terpasung pada saat bersamaan, seperti sekarang ini." Ucapnya dengan mata menerawang.


"Kamu telah memberikan aku kesempatan untuk keluar dari sebuah sangkar emas, di mana aku selalu berharap, seseorang menghampiriku dan memberiku sedikit harapan untuk hidup seperti perempuan yang seharusnya. Dicintai dan di inginkan." Suara selir Yuan terdengar menyedihkan di antara derai hujan.


"Kadang aku ingin bertanya padamu, adik...seperti apa rasanya di cintai?" pertanyaan itu seperti ombak kecil, menerpa wajah Xiao Yi, yang tiba-tiba membeku. Pertanyaan itu seolah menampar dirinya.


"Anehnya, aku juga tidak mengerti, kadang penasaran rasanya patah hati, karena untuk di cintaipun aku tidak tahu rasanya, bagaimana mungkin aku memiliki perasaan yang lain itu."


Selir Yuan memainkan jemari Xiao Yi dengan tangan halusnya. Seolah ingin gadis di depannya itu membagi apa yang ingin di rasakannya.


Xiao Yi menatap tajam ke arah selir Yuan,


dia tahu benar, rasanya di cintai, dia bahkan juga tahu bagaimana rasanya patah hati. Kemudian menjadi di buang dan di saat yang lain orang yang berbeda berusaha merengkuhnya.


Dia tahu semua rasa itu, dan pernah merasa menjadi orang yang tidak beruntung dalam hidupnya, tapi sekarang menatap kepada selir Yuan, membuatnya bergidik.


Perempuan yang juga adalah istri dari suaminya itu, begitu lebih tak beruntung. Seumur hidup, tak mengenal perasaan apapun, kecuali menebaknya.


"Kakak...apakah kamu ingin mengatakan sesuatu padaku?" Xiao Yi mendekat kepada selir Yuan, membalas memegang tangan selir Yuan yang lain.

__ADS_1


Sebelum dia jatuh sakit karena racun lili Es selir Nuo itu, selir Yuan adalah perempuan paling riang di istana Weiyan. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya, tapi belakangan ini Xiao Yi benar-benar kehilangan, riak keceriaannya.


Selir Yuan seolah pulih dari kelumpuhannya tapi kehilangan separuh dari dirinya.


"Adik...apakah jika aku kembali ke istana, ada orang yang menungguku?" tanya Selir Yuan, mata itu berkaca-kaca.


"Tentu saja, kakak. Banyak yang menunggumu."


"Apakah Yang Mulia juga menungguku?" Mata yang berkaca itu, tiba-tiba menitikkan air mata.


Xiao Yi terdiam tak tahu harus menjawab apa, jikapun dia berbicara mungkin hanyalah mengucapkan kata-kata omong kosong untuk menghibur selir Yuan, kalimat-kalimat yang dia sendiri diam-diam juga begitu takut mengucapkannya.


"Jika aku kembali ke istana, apakah kamu akan mau berbagi Yang Mulia kepadaku?"


Sekarang Xiao Yi melepaskan jemari selir Yuan, terperangah beberapa saat. Dia tak pernah berfikir Selir Yuan akan mengatakan ini kepadanya.


"Yang Mulia adalah suamimu juga, maka sangat egois jika aku tidak bisa melihatmu bersama Yang Mulia, jika Yang Mulia menginginkannya..." Jawaban Xiao Yi terdengar gamang dan kecut.


Dia mungkin adalah perempuan yang bijaksana, tapi berbagi cinta memang lain perkara. Itu perkara hati, yang tidak semua orang bisa mampu menerimanya dengan kesanggupan dan ketulusan.


Selir Yuan terkekeh, seolah ingin menertawakan mereka berdua. Dua orang teman yang terjebak dalam pernikahan dengan satu orang yang sama, hanya saja mereka menanggung takdir yang berbeda.


"Kadangkala, aku iri kepadamu adik, cinta berpihak kepadamu dengan sangat baik. Aku kadang bermimpi di tempatmu, memiliki sedikit perhatian dari orang yang ku inginkan. Betapa menyenangkan itu, ku jalani meski hanya untuk satu hari saja."


Air mata selir Yuan, seirama rintik hujan. Mengusap pipinya dengan lengan gaunnya yang lebar. Mata itu tidak membenci Xiao Yi sama sekali, hanya begitu menderita karena ketidak adilan hidup yang dirasakannya.


"Kakak..."


"Adik Yi, aku dulu berfikir, tidak apa-apa menikah dengan Yang Mulia, suatu saat dia akan melihatku entah kapan dan bagaimana caranya. Tapi, sekarang aku tak berharap lagi itu. Aku benar-benar tak menginginkannya lagi adik." Selir Yuan menunduk, sekarang dia benar-benar terisak.


"Aku tidak pernah benar-benar jatuh cinta kepada Yang Mulia, aku baru menyadarinya sekarang..."


"Kakak? Yang Mulia adalah suamimu. Kakak tidak boleh punya perasaan seperti itu."


"Jangan menghibur hati kita berdua, untuk bersikap saling mengerti. Akupun jika berada di posisimu, tak akan pernah sanggup memikirkan Yang Mulia berada di ranjang yang sama dengan orang yang berbeda, meskipun mungkin kita harus menerimanya jika itu terjadi." Selir Yuan tertawa garing melihat ekspresi Xiao Yi.

__ADS_1


"Adik, aku hanya menggunakan statusku sebagai istri untuk membangun perasaan yang semu. Aku tidak lagi ingin membohongi diriku."


Selir Yuan menghela nafasnya di sela isaknya.


"Adik, jika perasaan ingin bersama dan melihat seseorang di setiap waktunya adalah cinta, maka aku telah jatuh cinta pada orang lain." Selir Yuan mengangkat wajahnya yang sembab.


Xiao Yi tercengang mendengar pernyataan selir Yuan.


"Jatuh cinta pada orang lain?" Xiao Yi mengulang kalimat itu dengan tak yakin.


"Aku jatuh cinta sejak lama, pada orang yang mungkin juga menaruh hati padamu. Aku jatuh cinta pada orang yang bertemu denganku bertahun-tahun yang lalu, di tempat ini.


Aku telah jatuh cinta pada Tuan muda Qian Ren." Sekarang Selir Yuan berkata dengan mantap, disertai kelegaan yang luar biasa, saat bisa mengatakan apa yang selama ini disembunyikannya dalam hatinya.


Xiao Yi mundur beberapa langkah, begitu terkejut mendengar ucapan selir Yuan.


Dia tak pernah menyadari jika temannya itu mencintai kekasih masa lalunya itu.


"Qian Ren?" Bibirnya bergetar, bukan karena cemburu, karena rasa itu jauh tertinggal sejak dia memutuskan melupakan Qian Ren, tapi karena tak pernah terbersit, mereka berada dalam lingkaran asmara yang rumit.


"Bisakah kamu membantuku sekali lagi?" Selir Yuan mengusap sisa air matanya.


"Apa?" Xiao Yi menatap ke arah Selir Yuan, begitu bingung.


"Sebagai seorang selir Furen, dengan status paling tinggi di antara semua selir Yang Mulia, aku memohon kepadamu, untuk membebaskan aku dari pernikahan dengan Yang Mulia."


Selir Yuan menekuk kakinya, meletakkan kedua tangannya di depan perutnya dan membungkukkan badannya begitu dalam, seperti sebuah permohonan.


Xiao Yi segera mengangkat tubuh selir Yuan supaya kembali tegak.


"Jangan bersikap seperti ini kakak..." Xiao Yi tergagap dengan canggung.


"Mungkin, aku tak bisa memaksa Tuan Muda Qian menerimaku, tapi lebih baik tidak memaksa untuk hidup di bawah pernikahan semu bisa membuatku hidup lebih terhormat. Terlebih aku tidak ingin menyakiti perasaanmu adik, untuk terus menjadi iri terhadap cinta Yang Mulia. Kamu telah begitu baik padaku. Menjadi kesepian sedikit lagi, tidak akan membunuhku." Selir Yuan menarik sudut bibirnya. Mendekat pada Xiao Yi, meraih kembali jemari gadis di depannya itu. Dia begitu berharap, dalam kesedihannya.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2