SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 126 AKU TIDAK TAKUT


__ADS_3

Qian Ren baru selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan sebuah pakaian baru sederhana yang di antar oleh pelayan, atas permintaannya.


Bekal perjalanannya lebih dari cukup. Dia membawa uang yang lumayan dalam kantong di pinggangnya, saat dia meletaknya di atas meja kecil di samping tempat tidurnya, masih ada beberapa tail perak di sana.


Qian Ren hanya ingin bertemu dengan Xiao Yi, untuk beberapa hari tidak masalah.


Kantuk belum segera menyerangnya meski kelelahan meremukkan badannya. Dia lari dari Youwu menerobos semua penjagaan ayahnya bukan tanpa alasan.


Dia mendengar sendiri ayahnya memerintahkan kakak tertuanya menyerang dan membakar kamp pelatihan tempat komandan Xiao Xie, ayah dari Xiao Yi tinggal, tiga hari lagi. Bertepatan dengan penobatan permaisuri raja.


Dan di hari yang sama, ibu suri sudah mengatur Xiao Yi meminum racun anggur janji setia tepat pada waktu dia menerima dirinya sebagai ratu Yanzhi di aula utama Guangli.


Pada ritual pengangkatan permaisuri utama, tepat matahari di atas kepala, perempuan yang akan menjadi pemegang tampuk istana Harem dan perempuan nomor satu di Yanzhi harus meminum anggur Chengnuo atau anggur perjanjian kesetiaan kepada raja dan negara.


Anggur itu akan diminumkan sendiri oleh raja, sebelum sang permaisuri resmi di panggil ratu dan menerima mahkota serta stempel permaisuri.


Qian Ren membaringkan tubuhnya di atas dipan kecil sederhana itu, fikirannya melayang-layang. Entah mengapa beberapa hari terakhir yang menenuhi kepalanya adalah selir Yuan. Wajah cantik dan periang itu silih berganti bertumpuk di atas bayangan wajah Xiao Yi.


Keresahan yang aneh, rasa iba yang menguat dan sejumput ketakutan membuatnya tak bisa berhenti memikirkan selir Yuan yang sekarang di panggilnya dengan Nyonya Chie Yuan itu, semenjak Yang Mulia memberikan surat pembebasan dari pernikahan.


Tapi, sungguh malang nasib seorang janda dari raja di Yanzhi, dia tidak akan boleh bergaul dan menikah dengan laki-laki lain sebelum mendapatkan stempel Permaisuri utama.


Stempel itu sekarang berada di tangan ibu suri sebagai wali pengganti karena permaisuri utama belum di tunjuk oleh raja, sesuatu yang mustahil ibu suri akan memberikannya dengan suka hati karena Qian Ren tahu, ibu suri adalah sekongkol ayahnya dalam pemberontakan sebentar lagi. Ibu suri salah satu dari yang sangat menentang perceraian raja dengan selir Chie Yuan.


Qian Ren tak menampik, dia mulai menyukai mantan selir raja yang juga adalah sahabat dari Xiao Yi itu. Tapi dia tak bisa menghilangkan bayangan Xiao Yi gadis cinta pertamanya di Youwu.


Lamat-lamat dari jauh, terdengar suara Xiao, alat musik seruling yang ditiup oleh seseorang yang mengalunkan nada dari sebuah syair, musik pengembara dari sajak " hen nan zai kai hua" yang menceritakan patah hati serupa bunga Sulit mekar kembali.


Malam turun seperti kabut, membawa setumpuk wajah ke relung pengingatan


Kenapa aku meresahkan, siapakah yang benar-benar kucintai besok?


Kenapa aku harus menjadi bimbang dengan siapa aku bersama di masa datang?


Ada sesuatu yang hilang, ada sesuatu yang tiba-tiba datang?


Siapa yang bisa menahan waktu yang bergilir dalam takdir?


Jika memikirkanmu adalah kejahatan,


maka aku siap menanggungnya.


Hanya aku yang tenggelam dalam kemabukanku, sementara kamu tak melihatku.


Selalu aku yang dipilih langit untuk mengalaminya.

__ADS_1


Sulit untuk melangkah seperti bunga yang sulit mekar kembali


Cinta yang sudah dihubungkan, adakah yang tahu ujungnya dimana?


Perjalanan ini begitu panjang, perjalanan ini terlalu curam.


Jika memikirkanmu adalah kejahatan,


biarkan aku menanggungnya.


Meskipun terlalu sulit untuk kembali"


Qian Ren sangat mengenal lantunan seruling yang mendayu sekaligus menyayat dari peniup Xiao yang entah di mana itu.


Syair itu sangat sering ditulis olehnya sejak Xiao Yi memilih untuk memutuskan semua hal yang berkenaan dengan dirinya.


Jiwanya yang pengecut ataukah ketakutannya untuk berjuang mempertahankan Xiao Yi mungkin seperti cap yang diberikan oleh gadis yang telah dikirim oleh ayahnya sebagai selir persembahan itu, tapi satu hal alasan yang pasti, kenapa Qian Ren lebih baik merelakan cintanya ini pergi dan membenci dirinya seumur hidup, yaitu dia terlalu mencintai Xiao Yi.


Qian Ren sanggup melakukan apa saja untuk melihat Xiao Yi tersenyum, tak perduli tubuhnya sendiri tersayat pedang, tak perduli hatinya remuk redam.


Mata Qian Ren terpejam, rasa lelah itu menyerang seiring kantuk yang ditiupkan oleh angin malam.


Ketika hampir terlelap oleh kelelahan yang amat sangat mendera, tiba-tiba telinganya mendengar desau aneh.


Baru saja matanya membuka, sekelebat dua sosok tubuh dengan pakaian hitam berdiri di pinggiran tempat tidurnya sepasang tangan tangan menutup mulutnya dan di kejap berikut, belum sempat dia bergerak dan bersuara sebuah totokan singgah di puncak lehernya.


...***...


Bau cendana yang aneh menguar di dalam udara yang sedikit pengap.


Qian Ren membuka matanya perlahan, rasa nyeri di puncak lehernya terasa kuat.


Pertama kali yang dilihatnya adalah sebuah ruang bawah tanah yang kosong dengan dinding-dinding dari batu.


Di atasnya adalah tanah yang di sangga pilar-pilar dari batu pula.


Lorong memanjang di beberapa pinggirannya, terdapat obor-obor dari bambu. Api yang meliuk di mulut bambu itulah yang jadi penerang ruangan itu. Yang ada di dalam ruangan itu hanya dirinya tanpa ada seorangpun yang terlihat di sana.


Qian Ren hendak bergerak, tapi kaki dan tangannya masih terikat erat.


Dengan sekuat tenaga Qian Ren menegakkan badannya dari posisi berbaring meringkuk.


Lalu bersandar pada dinding batu ruang bawah tanah tersebut.


"Aku di mana?" Qian Ren menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih terasa pusing. Seseorang telah menculiknya dari penginapan pinggiran kota Yubei.

__ADS_1


"Kamu sudah sadar..." Suara berat seorang lelaki dari salah ujung lorong membuat Qian Ren sadar bukan hanya dia yang ada dalam ruangan itu.


Di sebuah sudut berdiri sesosok tubuh tinggi tegap berbalut kain hitam, wajahnya tertutup sebuah cadar hitam.


"Aku di mana?" Qian Ren mendonggakkan wajahnya.


"Kamu berada di ruang bawah tanah kediamanku." Jawab laki-laki itu.


"Jika tak silap mata, aku sepertinya cukup mengenal wajahmu." Katanya lagi sambil tetap berdiri di tempatnya.


Qian Ren terdiam, dia sayup-sayup mengingat, pernah mendengar suara orang ini, yang dingin dan tajam pada waktu bersamaan.


"Kamu sepertinya putra dari gubernur Youwu, si licik Qian Lie." lanjutnya setelah beberapa lama menatap penuh selidik pada Qian Ren.


"Kau akan menyesal memperlakukan aku seperti ini! Ayahku akan menangkapmu." Dengus Qian Ren dengan suara mengancam.


"Aku tidak takut pada ayahmu." Jawab laki-laki misterius ini sambil mendekat.


"Kamu atau ayahmu, sama saja, pengecut!"


Dia menurunkan lututnya sebelah sampai menyentuh lantai, sementara lengan kirinya bertopang pada lutut lainnya yang menekuk.


Tangannya perlahan menngangkat dagu Qian Ren dengan tangan kanannya yang hangat.


"Lihat siapa yang menangkapmu?" Pertanyaan itu terdengar dingin, lalu perlahan dia menarik cadar dari wajahnya.


Qian Ren terpana melihat sosok yang kini menyungging senyum sinis itu padanya.


Wajah tampan laki-laki yang sangat dikenalnya!


(Maaf lagi yaaa, author terlambaaat Up😓🙏🙏


Oh, iya novel kita ini dapat pemberitahuan dari editor NT dg novel yg cukup bagus🤭



Jadi, mulai minggu depan author kemungkinan mengikuti crazy UP, setiap hari 3x UP😅


Semoga di minggu depan jika tidak ada aral melintang, author fokus crazy UP🤗


😅 tetap di "Selir Persembahan, readers kesayangan😅)



...Terimakasih sudah VOTE, LIKE, KOMEN dan memberikan HADIAH sebagai bentuk dukungan....

__ADS_1


...I LOVE YOU ALL❤️...


__ADS_2