SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 35 DUA PILIHAN MEMATIKAN


__ADS_3

Aula Qing Ren begitu semarak, para selir sudah berada di dalam ruangan, duduk dengan rapi dan pias wajah bahagia yang tidak sabar. Mereka semua telah siap menghadap meja yang berjajar dengan baki-baki cantik berisi piring atau mangkok sajian bertutup dari porselen dalam berbagai ukiran.


Di belakang mereka masing-masing berdiri seorang pelayan yang siap melakukan apa saja yang diperintahkan oleh para nyonya mereka.


Sepertinya, mereka hadir dengan penampilan terbaik mereka malam ini. Tentu saja demikian, karena dua festival ini adalah hal yang paling mereka tunggu ketika musim semi tiba, raja akan hadir dan mencicipi masakan persembahan mereka. Jika beruntung maka akan mendapatkah hadiah yang langsung diberikan oleh tangan Yang Mulia sendiri.


Kulit wajah mereka yang cantik di poles sedemikian rupa. Mata mereka di beri rona kemilau menawan, pipi yang di bedak dengan rata dan halus sehingga tampak bersinar, bibir mereka di beri warna merah mengkilat.


Pakaian yang mereka kenakan dari bahan sutra mahal pilihan dengan warna warni yang menarik dalam berbagai motif dan lukisan.


Begitupun rambut mereka diangkat tinggi, di hiasi berbagai macam perhiasan dan aksesoris dari emas, jamrud, mutiara dan giok halus.


Aula Qing Ren malam ini serupa dengan pelataran para bidadari, di penuhi oleh wanita-wanita cantik. Selir raja Yanzhi.


Di depan, di tempat yang lebih rendah dari tiga kursi utama yang di peruntukkan untuk tempat raja, ibu suri dan seorang selir, di sediakan sekitar sepuluh tempat lain. Dengan meja kecil yang sudah di sediakan baki berisi poci arak dan buah-buahan segar serta beberapa macam kue khas musim semi.


Meja para selir itu ada sembilan, dengan sajian menu dalam mangkok atau piring porselen yang di tata dengan sangat menarik.


Hanya satu meja paling ujung, kosong melompong hanya taplak dengan lukisan bunga peony putih diatas kain berdasar warna emas menghiasinya.


Itu adalah meja yang disediakan untuk Xiao Yi.


Ketika Xiao Yi tiba di meja itu, semua menatapnya dengan tatapan tidak senang, kecuali selir Yuan yang begitu sumringah menyambutnya, meja mereka berdua kebetulan berdampingan.


"Selir Yi, kenapa kamu datang begitu lama? Aku menunggu sedari tadi." Bisik selir Yuan, gadis itu tampak mempesona malam ini dengan gaun berwana hijau muda dipadu warna emas pada bagian badan pinggang dan kerah leher. Motif bunga kecil-kecil dari benang emas bertebaran di seluruh bagian jubahnya.


Selir Yuan tampil segar dan memukau.


Selir Yi melemparkan senyumnya pada selir Yuan, sementara Chu Cu mengambil tempat di belakangnya.

__ADS_1


"Sayang sekali selir Yi tidak ikut berpartisipasi dalam festival ini. Menurut kabar dari istana ibu suri, pemenangnya mendapatkan hadiah yang sangat menarik dari Yang Mulia jika masakannya paling di sukai raja."


"Oh, sayang sekali..." Xiao Yi pura-pura bersikap kecewa di depan selir Yuan, demi membuat temannya itu merasa satu perasaan, padahal Xiao Yi merasa tidak di rugikan sama sekali.


Dia tidak menyukai berkompetisi dengan siapapun, karena itu hanya menambah musuhnya dalam istana ini.


"Semoga tahun depan, kita bisa melakukannya bersama. Aku akan sangat mengharapkan bimbinganmu, selir Yuan" Ucap Xiao Yi setengah berbisik.


"Tentu saja, aku yang akan membantumu..."


sahut selir Yuan dengan riang.


Xiao Yi hanya melempar pandangan sebentar ke seluruh ruangan, mendapati tatapan berpasang-pasang mata tidak senang yang mengarah kepadanya. Ada beberapa malah sedang berbisik-bisik sambil melirik tajam padanya dengan sudut mata. Xiao Yi memperhatikannya sesaat


Lalu dengan sikap pura-pura tak melihat, dia kembali menyibukkan diri mendengarkan celotehan dari selir Yuan.


Xiao Yi menghela nafas, rumor-rumor berlebihan tentangnya telah menjadi bahan gunjingan di antara para selir. Dia tidak tahu siapakah yang suka menghasut dan meniup rumor-rumor bahwa dia sangat genit dan menggunakan segala cara merayu Yang Mulia, sampai kisah ilmu hitam yang di katakan digunakan Xiao Yi untuk membuat dirinya menjadi kesayangan raja.


Sekarang Xiao Yi belajar bersikap acuh dan lebih berusaha menelan saja semua itu. Hal itu lebih bijak daripada dia bersikap menentang, karena tentunya, hal tersebut akan membuat masalah baru baginya.


"Yang Mulia Yan Yue memasuki ruangan!"


Suara pengumuman pengawal di pintu aula Qing Ren yang begitu lantang, seperti aba-aba semua berdiri serentak, membungkukkan badannya sambil menyusun telapak tangan di depan kepalanya.


"Hormat kepada Yang Mulia Raja!" Semua memberi hormat dengan resmi.


Yang Mulia Yan Yue, begitu gagah dengan jubah hitam kebesarannya yang bersulam naga dari benang emas berpadu dengan lukisan awan dan matahari.


Di kepalanya sebuah mahkota dari emas bertatah safir warna biru, melingkari cepolan rambut di puncak kepala. Kepalanya tegak tanpa ekspresi lurus menghadap ke depan. Yang Mulia Yan Yue seperti biasa selalu memukau bagi para selirnya.

__ADS_1


Di sebelahnya ibu suri yang nampak anggun dan cantik meski dalam usia yang tidak muda lagi, membuat malu para wanita yang lebih muda. Kulitnya kencang terawat bersinar, tak nampak kerutan menghiasinya.


Xiao Yi pernah mendengar, jika Ibu suri membuat sendiri racikan kosmetik untuknya dari bahan-bahan yang sangat di rahasiakan, sehingga membuatnya selalu nampak awet muda meski telah berumur.


Di belakang Yang Mulia dan ibu suri, dua saudara raja dari ibu berbeda nampak mengiringi, mereka lebih muda dan gagah tapi tak ada yang melebihi dari karisma Yang Mulia Yan Yue. Kecuali mungkin laki-laki gagah dengan alis tebal yang tajam seperti kelokan pedang dengan mata yang hitam pekat melebihi giok hitam, yang berjalan dengan gagah di belakang Yang Mulia.


Jubah brokat berwarna biru tua dan ungu yang dikenakannya berkibar seirama ketika dia melangkah.


Xiao Yi mengangkat muka sedikit ketika Yang Mulia dan ibu suri telah lewat, berusaha mencuri pandang pada Yang Mulia Yan Yue, wajah yang mulai sedikit mengganggu saat dia sedang sendiri itu, saat itulah mata Panglima muda Zhao Juren menangkap keberadaan gadis bernama Xiao Yi dalam balutan gaun sutra merah jambu yang begitu lekat di ingatannya, sejak pertemuan di jembatan taman shenhua tadi.


Dan dengan jelas dia melihat, gadis itu berada di tempat barisan para selir raja!


Panglima muda Zhao Juren merasa seperti tengkuknya di sambar petir.


Jika ternyata, nyonya Yi ini adalah salah satu selir dari Yang Mulia Yan Yue, maka dia telah melakukan kesalahan besar, mencintai seorang istri dari raja Yanzhi.


Pilihan terakhir yang menantinya adalah membiarkan cintanya membusuk dan patah hati atau dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan wanita yang sudah membuatnya tidak bisa berpaling sejak pertama berjumpa.


Dua pilihan itu sama-sama bisa membunuhnya!



...visualisasi chai kumala biru...


...( Pinjam dari google fotonya🙏)...


...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...


...🤗Hari ini Author bela-belain deh up dua episode marathon, demi permintaan para readers tersayang🤭...

__ADS_1


...Nantikan episode berikutnya, ya😊...


...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya 🙏☺️...


__ADS_2