SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 43 MEMBALAS DENDAM


__ADS_3

Sepanjang pagi sampai sore menjelang, taman Shenhua begitu sibuk.


Para pelayan dan para dayang nampak begitu sibuk berbenah dan menghiasi taman dengan gantungan lampion pada pohon-pohon persik dan meihua.


Lampion warna merah dengan berbagai bentuk rupa yang indah, berbentuk bola yang di lukis dengan tinta emas, dari gambar naga, bunga lotus sampai gambar burung phoenix.


koki-koki istana pun tak kalah sibuk membuat aneka hidangan untuk perjamuan pada Festival itu.


Para pejabat penting hadir pada acara ini, dewan istana, para menteri bahkan panglima perang yang membawahi kemiliteran kerajaan pun turut di undang.


Malam ini adalah festival Yishu, para selir kembali menunjukkan kebolehannya dalam hal pertunjukan seni. Setiap selir boleh mempertunjukkan satu bakat seni mereka di depan semua orang yang hadir dalam jamuan itu.


Tapi festival Yishu tidak mengharuskan semua selir mengikutinya karena bukan bersifat keharusan. Kalau memang ada dayang yang dianggap berbakat dalam hal seni juga diperkenankan untuk ikut.


Sebelum Yang Mulia Yan Yue diangkat menjadi raja, melalui festival Yishu ini raja-raja sebelumnya bisa mengambil seorang dayang yang dianggapnya menarik untuk menjadi selirnya. Tetapi sepuluh tahun terakhir ini tidak pernah ada seorang dayang pun yang pernah mengalami keberuntungan itu meskipun dia paling berbakat sekalipun. Karena, Yang Mulia yan Yue tidak pernah tertarik pada perempuan-perempuan tersebut.


Tidak ada yang akan ditetapkan menjadi pemenang tapi siapapun yang diberikan pita terbanyak oleh yang hadir boleh menyampaikan satu permohonan kepada yang Mulia.


Meja-meja telah disusun di atur sedemikian rupa menghadap bangunan gazebo yang berada di tengah sungai buatan di dalam taman Shenhua.


Jembatan kayu yang menghubungkan tiga gazebo yang ada di tengah danau itu dihias cantik dengan kain-kain merah yang dilipit-lipit membentuk bunga. Obor-obor berdiri di setiap sudut. Lentera-lentera di pancang tak terhitung, membuat taman itu seperti siang meskipun sudah malam.


Keharuman bunga-bunga bercampur, membuat perpaduan aroma yang begitu sensual.


Danau menjadi begitu eksotis, karena lampion-lampion berbentuk bunga lotus mengapung indah di atas permukaannya.


Tak ada yang lebih indah pemandangan di Yubei malam ini, melebihi danau taman shenhua di istana Weiyan.


Makanan dan minuman berlimpah, tersedia di setiap meja, benar-benar festival yang dipersiapkan secara luar biasa.


Acara itu belum di mulai tapi para undangan telah menempati meja-meja yang sudah di sediakan. Mereka mendapatkan satu pita kain berwarna merah, yang akan mereka berikan kepada siapapun yang terbaik menurut mereka.


Selir yang mendapatkan pengakuan ini tentu saja menjadi populer di istana harem.

__ADS_1


Bagi selir tingkat rendah bahkan bisa di angkat menjadi selir menengah hingga tingkat furen. Semakin tinggi status selir tersebut maka semakin banyak wewenang dan kekuasaan dalam istana harem yang dipegangnya.


Selir Wei tahun sebelumnya mendapat pita terbanyak. Dia sekarang diangkat menjadi selir menengah karena Yishu.


Semua selir telah berada dalam bangunan gazebo di kiri kanan bangunan gazebo utama.


Xiao Yi duduk dengan sedikit gelisah di sebelah selir Yuan. Fikirannya tertuju pada sepucuk surat yang di kirimkan oleh Panglima Muda Zhao Juren.


Entah apa gerangan yang membuat panglima yang dikenalnya secara tidak sengaja itu ingin bertemu dengannya.


Xiao Yi menyusupkan tangannya ke pinggangnya, kantong chai kumala biru itu ada di sana. Dia akan mengembalikan chai itu malam ini saat bertemu dengan Panglima muda Zhao Juren.


Menerima suatu barang tanpa alasan yang jelas, sungguh membuat Xiao Yi merasa tidak enak.


Selir Yuan tidak pernah menjadi peserta dalam festival Yishu, karena dia merasa tidak mempunyai bakat seni yang cukup pantas dipertunjukkan. Selir Yuan hanya menyukai kegiatan menyulam, hari-harinya di isinya dengan menyulam.


Xiao Yi juga sebagai selir yang paling baru dalam istana Weiyan, tidak merasa cukup pantas untuk menunjukkan bakat seninya, jadi dia tidak ikut ambil bagian. Mereka berdua duduk sebagai penonton.


Di gazebo yang berbeda, Selir Mei duduk dengan mata yang berkilat-kilat memeluk sebuah Guqin, alat musik seperti kecapi. Ada dendam membara di mata indah itu, jika pun Yang Mulia tidak menginginkannya, dia berjanji akan menancapkan kekuasaannya di istana harem ini, apapun caranya.


Semua berdiri dan memberi penghormatan.


Yang Mulia selalu saja terlihat gagah dan anggun dalam waktu bersamaan. Pakaiannya merah menyala dengan sulaman naga di tengah dada dan punggung jubahnya.


Kepalanya terangkat seperti singa yang menantang langit. Kemudian duduk di Gazebo utama dengan penuh wibawa.


Dia memberi isyarat kepada semua duduk kembali sekaligus festival itu boleh segera di mulai.


Acara itu di buka dengan penampilan sekelompok dayang yang menarikan tarian kipas yang amat gemulai. Badan mereka meliuk-liuk mengikuti musik menyesuaikan irama. Semua orang begitu menikmatinya.


Kemudian Selir Luo dari klan Liao, sebuah kerajaan kecil di daerah utara, dipimpin oleh seorang pemimpin suku bernama Liao Seng. Suku Liao terkenal dengan kemampuan mrmbuat dan menggunakan pisau. Selir Luo menunjukkan keahliannya menarikan tarian pisau yang luar biasa, banyak yang berdecak kagum dengan tarian yang gemulai namun kuat itu.


Yang Mulia tampak seperti biasa, mengikutinya tanpa ekspresi. Seolah-olah semua keindahan yang ada di depannya, tidak menarik sama sekali baginya.

__ADS_1


Sudut matanya beberapa kali melirik ke arah Gazebo di kanan tempatnya, mencuri pandang pada seorang gadis dengan gaun hijau pudar sewarna rumput kering. Seperti apapun warna pakaian yang di kenakan Xiao Yi selalu menarik di mata Yang Mulia Yan Yue.


Selir Niang menjadi penampil selanjutnya, dia membuat sebuah lukisan bunga peony yang sangat indah dalam waktu yang sangat singkat, selir ini sangat berbakat dalam hal melukis. Semua yang hadir terkagum-kagum dengan lukisan tersebut.


Selir Wei yang berbakat dalam menari, menampilkan satu tarian baru yang di beri nama tarian tian yan. Gaunnya yang berwarna putih berkibar lembut di tiup angin malam musim semi, tangannya begitu gemulai, badannya berputar seperti melayang, tarian itu memang pantas di sebut dengan angsa surga, selir Wei menarikannya seperti seekor angsa cantik yang sedang di mabuk cinta, setiap mata yang melihat merasa sayang untuk berkedip, takut melewatkan setiap gerakan-gerakan indah Selir Wei.


Tiba saatnya, selir Mei sebagai penampil terakhir, dia duduk di depan Yang Mulia dengan percaya diri, kejadian dua malam yang lalu membersit di benaknya. Perih menggelitik, terasa nyeri.


Jika dia mendapatkan pita terbanyak malam ini, maka dia berjanji akan mempermalukan Selir Yi yang di bencinya itu tidak hanya di depan Yang Mulia tetapi juga di depan semua orang yang hadir malam ini.


Dia mulai memetik senar qin itu, dengan suara yang pelan dan datar tapi begitu lembut.


Melodinya terdengar fragmental. Tempo yang dimainkam Selir Mei terus menerus datar, semula terdengar begitu hangat tetapi semakin lama seperti menggetarkan hati.


Ada kesedihan dan kemarahan dalam tempo yang dimainkannya. Siapapun akan merasa tiba-tiba hatinya larut dalam rasa sakit. Musik qin yang biasanya hangat dan menenangkan menjadi berbeda di jemari Selir Mei. Yang Mulia Yan Yue pun salah satu yang terlarut dalam musik yang berasal dari qin yang dimainkan jemari lentik Selir Mei. Kepedihan hatinya seperti kiambang yang mengapung di atas permukaan sungai sheng.


Permainan guqin itu di sambut dengan tepuk tangan hampir semua orang.


Dan pita biru terbanyak di berikan kepada sebuah keranjang bertuliskan nama selir Mei.


Sesuai tradisi Yishu, seseorang yang mendapatkan pita terbanyak boleh menyampaikan satu permohonan kepada Yang Mulia Yan Yue.


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...


...🙏🙏🙏...



...Dukungannya untuk semangat author terus menulis 🙏☺️...


...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...

__ADS_1


...Nantikan episode berikutnya❤️...


__ADS_2