SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 21 MENERIMA HUKUMAN


__ADS_3

Xiao Yi dan Selir Yuan dengan gelagapan berdiri dan memberi hormat.


"Hormat kepada Yang Mulia..." mereka berdua membungkuk dalam-dalam memberi hormat.


Xiao Yi dan selir Yuan benar-benar tak menyadari kedatangan Yang Mulia Yan Yue.


Beberapa meter agak jauh di belakang Yang Mulia, ada Kasim Chen dan beberapa pengawal berdiri dengan beberapa dayang.


"Apakah ada masalah jika selir Yi menemaniku minum arak?" tanya yang mulia lagi, sorot matanya tajam menatap wajah selir Yuan.


"Aku tadi sekedar lewat, tapi mendengarkan pembicaraan yang tidak pantas disini!"


Selir Yuan gemetar karena ketakutan, menyesal telah membicarakan hal-hal yang tidak perlu dan tidak pantas di bicarakan oleh mereka para wanita milik raja.


"Ampuni hamba Yang Mulia, hamba bersalah telah menanyakan hal yang tidak pantas, hamba layak menerima hukuman." tubuh Selir Yuan bergetar sambil membungkuk.


"Apakah pantas dua orang selir bergosip, membicarakan rajanya? menjadikan suaminya sendiri bahan olokan?"


"Maafkan kami Yang Mulia, kami tidak bermaksud mengolok-olok Yang Mulia" Xiao Yi menyanggah.


"Tapi kalian membicarakan aku seperti bahan pembicaraan tang tidak hormat! Pantaskah itu dilakukan oleh selir-selir raja?" Mata Yang Mulia berkilat-kilat tajam menatap Xiao Yi dengan Selir Yuan, yang tertunduk.


"Ampuni kami yang Mulia..."Selir Yuan benar-benar ketakutan.


"Jika demikian, hamba juga pantas di hukum, karena membicarakan Yang Mulia raja" Xiao Yi membungkuk bersama selir Yuan, meski Xiao Yi tidak nampak takut seperti selir Yuan.


"Kalian memang pantas di hukum!" Ucap Yang Mulia dingin.


"Segera kembali ke kediaman kalian masing-masing..." lanjut Yang Mulia lagi


"Dan tunggulah hukuman apa yang pantas kalian terima" Yang Mulia Yan Yue membalikkan badannya, di sudut bibirnya tersungging senyum, seringai puas.


...***...


Malam turun dengan perlahan, menyelimuti istana Weiyan. Udara cukup hangat dari malam-malam sebelumnya.


Di Wisma Xingwu,


Xiao Yi duduk dengan raut cemas menghadap makanan yang ada di depan meja. Kejadian di penghujung sore hari ini benar-benar mengganggunya.


Seharusnya dia tidak perlu membicarakan kejadian di istana Chue Lian kepada selir Yuan.


Hal-hal yang bersifat pribadi seperti itu tentunya tidak baik di ungkapkan kepada orang lain.


Meski Xiao Yi merasa yang mereka bicarakan itu tidak ada yang salah tapi mungkin saja raja tidak senang telah di jadikan bahan pembicaraan, sehingga akan memberi mereka hukuman atas kelancangan mulut mereka.

__ADS_1


Sebenarnya maksud hati Xiao Yi hanya ingin meluruskan cerita yang simpang siur itu, supaya tidak berkembang menjadi gosip yang liar.


Sayangnya, pembelaan diri Xiao Yi itu ternyata menyinggung perasaan raja. Membuat Yang Mulia Yan Yue salah paham.


Seharusnya, dia tidak perlu meladeni pertanyaan selir Yuan, seharusnya dia biarkan saja rumor itu, nanti akan hilang dengan sendirinya. Menguap begitu saja jika orang bosan membicarakannya.


Sekarang, akibatnya, dia dan selir Yuan harus menunggu hukuman apa yang harus mereka berdua terima atas kelincahan mulut mereka.


"Nyonya, makanannya akan menjadi dingin."


tegur Chu Cu sambil menyiapkan tempat tidur majikannya.


"Aku sedang tidak ingin makan."


"Makanlah sedikit nyonya, tidak baik tidur dengan perut yang kosong."


"Chu Cu singkirkan saja makanan ini,"


"Tapi nyonya belum menyentuhnya sama sekali"


"Sekarang, aku tidak berselera untuk makan, Chu Cu"


"Makanlah nyonya, sedikit saja. Nanti nyonya bisa sakit jika tidak makan dengan benar"


"Aku benar-benar tidak bernafsu untuk makan Chu Cu." Xiao Yi melirik hidangan di atas meja dengan muka yang keruh.


Siapa yang bisa menunggu dengan tenang, jika yang di tunggu itu adalah titah hukuman atas kita?


Chu Cu duduk di lantai di depan majikannya,


"Nyonya, bahkan orang yang sedang cemas juga harus makan," bujuk Chu Cu.


"Orang yang hendak di hukum pun perlu tenaga untuk menerima hukuman"


"Chu Cu akan membereskan meja ini, jika nyonya makan sesendok dua makan malam nyonya" kata Chu Cu lagi.


Xiao Yi memandang pelayan setianya itu, mimik wajah memohon milik Chu Cu, membuatnya menyerah, Chu Cu selalu bersikeras jika membujuk majikannya itu dan selalu tahu cara untuk membuatnya menuruti kata-kata pelayannya itu.


Dengan enggan Xiao Yi mengambil sumpit dan memasukkan kedalam mulutnya, mie la mian yang terlihat menggugah selera dengan campuran potongan kecil daging ayam dan kaldunya yang kemerahan itu.


Chu Cu menuangkan air ke dalam cangkir dan memberikan kepada majikannya itu dengan senyum tipis.


"Sekarang bawalah baki makanan ini dari hadapanku" pinta Xiao Yi setelah meneguk habis minuman di dalam cangkirnya dengan muka masam pada pelayannya itu.


Chu Cu dengan patuh mengangkat baki yang berisi beberapa macam makanan dari hadapan Xiao Yi, yang hampir tak di sentuh oleh majikannya itu dan keluar ruangan untuk membereskannya.

__ADS_1


Xiao Yi masih terpekur di tempatnya duduk. Tidak tahu harus berbuat apa. Terselip pertanyaan di hatinya, kenapa Yang Mulia Yan Yue sangat cepat berubah?


Sikap Yang Mulia tadi sore, jauh berbeda dengan sikap Yang Mulia pada saat di istana Chue Lian. Hari ini raja berlaku sangat tidak berperasaan. Apakah ini adalah sifat asli Yang Mulia?


Tak berapa lama, Xiao Yi datang kembali dengan kasim chen yang masuk bersama seorang kasim muda.


Kasim Chen memberi hormat kepada Xiao Yi, kemudian berkata,


"Saya di perintahkan Yang Mulia untuk datang kemari" kata kasim Chen.


Xiao Yi menganggukkan kepalanya, menunggu kalimat selanjutnya yang di sampaikan pelayan kepercayaan raja itu.


"Yang Mulia menyuruh saya mengantarkan kotak ini kepada nyonya," Kasim chen memberi kode kepada kasim muda yang berdiri di belakangnya untuk maju, di tangannya ada sebuah kotak dari kayu yang tidak seberapa besar.


Xiao Yi memberi isyarat kepada Chu Cu untuk menerimanya.


"Yang Mulia memerintahkan, Nyonya selir Yi untuk mengenakan pakaian ini besok pagi-pagi benar sebelum matahari terbit. Rongyu akan mengirimkan sebuah tandu ke wisma nyonya, untuk menjemput nyonya" kata kasim Chen.


"Menjemputku? aku akan di bawa kemana?"


"Saya tidak tahu nyonya, tapi nyonya akan dikirimkan keluar istana besok, jadi mohon persiapkan diri nyonya" kata kasim Chen dengan hati-hati.


"Apakah ini hukuman dari Yang Mulia?"


tanya Xiao Yi bingung.


"Yang Mulia hanya mengatakan demikian nyonya. Untuk hukuman apa yang dimaksud nyonya, saya tidak tahu." Jawab kasim Chen, kemudian pamit undur diri dari ruangan itu.


"Aku akan di hukum dengan di kirim keluar istana?" Xiao Yi bergumam sendiri.


Benar-benar tidak mengerti apa yang direncanakan Yang Mulia dengan mengirimnya keluar dari istana.


Apakah Yang Mulia benar-benar marah dan tersinggung dengan kejadian sore tadi?


Begitu fatal kah, sampai Yang Mulia harus menghukumnya di luar lingkungan istana?


Hukuman macam apa yang akan diterimanya?


...Terimakasih readers tersayang yang sudah kisah Selir Persembahan🙏☺️...


...Nantikan UP episode selanjutnya......


...🌹🌹...


...Silahkan komen di bawah, jangan lupa like dan dukungannya🙏...

__ADS_1


...Love you all☺️😊...


__ADS_2