
Ibu berdiri dengan mata merah keluar dari kuil Sunyen, empat hari setelah kejadian di Aula Guangli, dia memanggil semua orang yang terlibat dalam rencana penggulingan Raja.
Dayang Shue Lan, kepercayaan ibu suri dengan kasim Huajie, kasim pribadi ibu suri telah mengatur segala sesuatunya.
Ibu Suri akan di rencanakan berkunjung ke kuil Sunyen untuk bersembahyang, kemudian dalam perjalanan pulang, ibu Suri akan berhenti di sebuah villa kerajaan, yang terletak di bawah bukit Zhieshan.
Villa itu biasanya di kunjungi oleh keluarga kerajaan sewaktu-waktu, di musim dingin untuk beristirahat. Di villa itu, lebih hangat saat musim dingin karena tempat terbuka di bangun di bawah bukit diantara hamparan padang rumput, pohon yang tumbuh di sana pun bisa di hitung dengan jari, beberapa pohon wisteria dan oak.
Di Villa itu, semua antek-antek dan pendukung ibu suri akan berkumpul.
Melihat perubahan dari Yang Mulia Yan Yue, ibu Suri sudah tak bisa menunggu lagi.
Raja muda yang selalu diremehkannya dengan mengendalikan kehidupan cintanya ternyata sudah tidak sama lagi.
Hari hampir gelap saat mereka sampai di Villa peristirahatan musim dingin itu, Ibu Suri segera turun dari kereta, rombongan berjaga di luar menyebar begitu rupa.
Di dalam pekarangan Villa yang luas itu, ada beberapa kuda yang terikat beristirahat. Sekitar puluhan dengan beberap pengawal yang berjaga di sana sini tak beraturan, penampilan dan cara berpakaian mereka menampakkan bahwa mereka bukan orang yang sama asal dan tempat.
Tapi, saat ibu suri bersama dayang Shue Lan dan kasim Huajie lewat bersama beberapa orang pengawal, segera serentak mereka membungkukkan badan memberi hormat.
Ibu Suri berjalan dengan kepala terangkat, ketika kepala pengurus villa itu, seorang laki-laki dengan kepala pelontos dan tubuh yang gemuk dalam jubah kedodoran yang membuatnya terlihat begitu lucu dan aneh.
"Yang Mulia ibu Suri, semua sudah menunggu" Dia membungkukkan badannya, matanya yang sipit itu terlihat seperti penjilat. Tapi dia adalah salah satu orang kepercayaan ibu suri, yang mengatur semua urusan pertemuan rahasia ibu suri. Dia dipanggil dengan nama Qiong, meskipun tampilannya seperti celengan tapi dia adalah salah satu ahli beladiri yang cukup disegani.
Di sebuah ruangan tidak seberapa besar telah duduk sekitar 7 orang di sana menghadap meja.
Wajah mereka tampak tegang dan tak sabar, segera berdiri membungkukkan badan serentak menyambut ibu Suri.
Ada Gubernur Qian Lie dari propinsi Youwu, gubernur Xiang dari Handong, Ketua Xi Bing dari klan Xian, Menteri urusan keuangan dan pajak Li kang, Jenderal Jijuong bagian pelatihan militer Negara yang juga wakil dari panglima perang Zhao Juren. Dia menguasai hampir separuh kemiliteran Yanzhie.
__ADS_1
Dan, di paling ujung ada dua orang yang sepertinya bangsawan kaya, terlihat dari pakaian mereka, dua orang ini menguasai perniagaan atau perdagangan baik dalam negara maupun antar negara. Mereka berdua juga adalah petinggi kamar dagang Zhuansi yang merupakan serikat pengatur perdagangan dan jual beli di Yanzhi. Mereka adalah Tuan Fuyu dan Tuan Chaici, Koneksi dua bangsawan yang sekaligus saudagar ini luar biasa, itulah mengapa ibu suri mengambilnya sebagai salah satu pendukung rencana jahatnya.
Ada satu kursi yang masih kosong di sana, ibu suri menatapnya dengan mata terpicing.
"Kemana Yao?" Tanyanya dengan tidak suka melihat kekosongan kursi tersebut.
"Dia segera tiba ibu Suri." Qiong menjawab dengan setengah berbisik.
Ibu Suri menganggukkan kepalanya sedikit. Dan memberi isyarat semua duduk kembali.
"Siapa lagi yang kita tunggu ibu suri?" Menteri Li Kang bertanya sambil mengerutkan dahi penasaran.
"Seseorang yang ku janjikan, yang akan menggantikan posisi Yan Yue sebagai raja."
Tiba-tiba seseorang bepakaian linen warna kuning gading dengan motif daun kecil-kecil coklat tua, jubahnya terlihat mewah dengan penampilan begitu angkuh masuk, memberi hormat sedikit kepada ibu suri.
"Maaf aku terlambat tiba, ibu suri." Katanya dengan wajah tanpa rasa bersalah. Ibu suri mengembangkan sedikit senyum aneh dan memberi isyarat dia segera duduk.
Sejenak semua saling bertukar tatap, yang mereka tahu akan duduk sebagai pengganti Raja Yan Yue jika telah dilengserkan adalah Yan Chyuo, pangeran kedua tetapi pada hari ini yang datang adalah pangeran ketiga, tentu saja ini mengundang tanya.
"Aku memilih pangeran Yaoshan karena dia tentu saja jauh lebih memenuhi syarat dari Chyou yang penakut dan tidak pintar itu!"
Mendengar hal tersebut, senyum pangeran Yan Yaoshan tertarik lebar, matanya bersinar dengan bangga.
"Aku tidak akan melupakan semua yang hadir di ruangan ini saat aku duduk sebagai raja sebentar lagi."
Pangeran Yaoshan ini sebenarnya adalah pemuda yang cukup baik, hanya sedikit suka berfoya-foya. Ibu Suri menggunakan kelemahan pangeran muda yang suka berpesta ini dengan menghasutnya, menjadi raja akan membuatnya bisa berpesta sesuka hati tanpa kuatir raja Yan Yue akan menegurnya seperti biasa.
"Puluhan istri, ratusan dayang akan menemanimu berpesta sepanjang hari, minum sepuasnya jika kamu menggantikan kakakmu." Itu kata-kata yang di pegang pangeran Yaoshan, yang membuatnya rela mengkhianati sang kakak.
__ADS_1
Pangeran Chyou yang lugu dan naif itu segera di singkirkan dari kandidat raja, karena di anggap peragu dan penakut meskipun ibu Suri telah mengiminginya tanpa pernah memberitahukan dia telah membatalkan janjinya pada pangeran Yan Chyou. Sebuah trik telah di buat ibu suri dengan licik untuk menyulut pertengkaran dua bersaudara itu demi sebuah rencana besarnya yang lain.
"Aku mengumpulkan kalian di sini, karena tidak lagi bisa mengulur waktu." Ucap ibu Suri tanpa tedeng aling-aling.
"Yan Yue tidak bisa di biarkan lagi, memberi panggung terlalu lama padanya seperti melatih serigala di sarangnya. Suatu saat dia akan membantai kita tanpa peringatan. " Lanjutnya.
"Sebelum Selir Yi di angkat menjadi permaisuri, kita harus telah menguasai Yanzhi dan menggulingkan Yan Yue segera!" Ibu Suri menepuk meja kayu itu dengan kasar, seolah menekankan semuanya tak bisa di bantah.
Yang hadir saling pandang. Mereka sedikit terkejut, ibu suri tampak bersikukuh. Sementara sebelum penobatan selir Yi tidak akan lama lagi, perdana Menteri Xingguan telah menetapkan bahwa pada penghujung bulan kesembilan di tahun ini yang berarti kurang dari satu bulan lagi, akan dilaksanakan penobatan permaisuri negara Yanzhi.
"Apakah tidak terlalu tergesa-gesa?" ketua Xi bertanya tiba-tiba.
"Kenapa tidak biarkan saja setelah penobatan selir Yi?" Lanjutnya.
Mata gubernur Qian seperti kelereng yang siap melompat memandang kepada ketua Xi.
"Aku rasa lebih baik sebelum selir sialan itu menyandang gelar ibu negara, semua rencana ini harus segera dijalankan. Jangan membuat betina murahan itu diangkat secara resmi, karena akan membuatnya mati dengan besar kepala!" Dendam yang tersirat seperti api yang membara di wajah gubernur Qian Lie, menandakan betapa dia sangat membenci perempuan yang telah diambilnya menjadi anak angkatnya itu.
"Dia hanya seorang perempuan lemah, tidak akan membuat rencana kita terganggu."Sahut ketua Xi.
"Kamu tidak tahu, seberapa berbahayanya perempuan itu." Ibu Suri membeliak dengan mata yang membara.
(Apakah yang terjadi di episode berikut dengan rencana ibu Suri? tetap setia dengan novel ini ya😊🥰)
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅......
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
__ADS_1
...Semoga Author semakin rajin UP, ya...🙏...