SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 128 DUA PERISAI CINTA


__ADS_3

"Siapa? Xiao Yi?" Tiba-tiba Zhao Juren berbalik, nama itu di sebut pada bagian akhir kalimat dengan suara yang hampir tak jelas. Tapi Zhao Juren seketika merasa jantungnya berdetak kencang.


"Kau menyebutkan nama siapa?" Zhao Juren mengulang pertanyaannya, dengan begitu penasaran.


Qian Ren terdiam sesaat, pandangan wajahnya tertuju pada Zhao Juren, agak terkejut dengan perubahan wajah laki-laki itu.


"Aku hanya ingin bertemu dengan adik angkatku selir Yi." Qian Ren menjawab denggan hati-hati.


"Kenapa kamu ingin bertemu dengannya?" Tanya Zhao Juren dan kembali mendekati Qian Ren sembari berjongkok mempelihatkan alis tebanya yang tiba-tiba naik.


"Seorang kakak ingin bertemu dengan adiknya apakah itu salah?"Qian Ren menyahut, dia menjadi takut telah salah memberi alasan.


"Jangan kamu kira aku bodoh, aku tahu benar hubungan selir Yi dengan Youwu. Ayahmu sangat membenci Selir Yi, jadi kamu tak punya alasan untuk menemuinya, kecuali karena kamu mempunyai niat jahat kepada selir Yi." Zhao Juren tersenyum sinis.


"Aku tidak mungkin berbuat jahat kepada selir Yi...!" Qian Ren menggelengkan kepalanya.


"Semua orang di Yanzhi, sepengamatanku tidak satupun yang benar-benar baik kepada selir Yi. Semua begitu ingin mencelakainya. Semuanya...tidak terkecuali." Suara Zhao Juren bergetar, rahangnya mengatup dengan keras.


"Tak ada seorangpun yang boleh menyentuh selir Yi, selama aku masih hidup di dunia ini."Wajah dingin yang tampan itu maju mendekati wajah Qian Ren yang tampak menjadi merah padam.


"Aku tak mungkin bisa menyakiti Yi'er..." Qian Ren menundukkan wajahnya, dia menyadari orang di depannya menyimpan satu perasaan yang sama pada perempuan yang pernah menjadi kekasihnya itu.


Kilat mata Zhao Juren tak bisa berbohong saat dia menyebutkan nama selir Yi, begitu lunak meskipun untuk kata-kata yang lain dia menjadi berapi-api.


Zhao Juren menatap kepada Qian ren dengan penuh selidik, panggilan yang begitu dekat untuk selir Yi membuatnya terpana. Kemudian rasa curiga membuncah tentang perasaan laki-laki yang mengaku kakak angkat Xiao Yi itu.


"Kamu...menyukai selir Yi?" Pertanyaan dengan nada menuduh itu sedikit gemetar.


Qian Ren mengangkat wajahnya, menantang pada Zhao Juren yang kini menatap lurus padanya.


Dia tak menjawab sepatah katapun tapi matanya berbicara banyak.


"Aku bertanya sekali lagi, apakah kamu menyukai selir Yi?" Zhao Juren menangkap rahang Qian Ren dengan kasar, dia benar-benar tak sabar mendengar jawaban dari pertanyaannya itu.


"Aku...aku...tak perlu menjawab apapun padamu, tuan!" Qian Ren meggeliat dengan mata merah menantang, berusaha melepaskan rahangnya dari cengkeraman Zhao Juren.

__ADS_1


"Katakan padaku, seperti apa kamu mencintai selir Yi?" Zhao Juren berteriak dengan raut marah mendengar jawaban Qian Ren yang tak diharapkannya.


Qian Ren tak berkedip, dua orang laki-laki yang menyimpan selaksa derita cinta itu bertukar tatap mengais ke kedalaman perasaan masing-masing.


"Aku mencintainya, sebesar aku berani menukar nyawaku untuk melihatnya tetap hidup." jawab Qian Ren datar dan dalam. Dia sungguh tak takut mengatakannya sekarang, andai harus mati di tangan Zhao Juren, dia ingin melakukan pengakuan itu, sebuah pengakuan yang tak pernah berani dia ungkapkan pada dunia.


Zhao Juren seperti membeku, dia melepaskan tangannya dari rahang Qian Ren dengan tangan gemetar. Sungguh dia tak pernah menyangka bertemu dengan orang yang memiliki perasaan yang sama dengannya, terhadap seorang wanita. Betapa sempit ternyata dunia ini.


"Kenapa kamu ingin menemui selir Yi?" Zhao Juren menarik pedang dari dalam sarungnya dan menghunuskannya ke arah leher Qian Ren.


Qian Ren mendonggakkan wajahnya, dia tak gentar sama sekali dengan mata pedang itu tapi dia hanya takut tak bisa mengatakan bahwa Xiao Yi tak boleh meminum anggur perjanjian pada hari penobatannya itu.


"Aku hanya ingin melihatnya terakhir kali." Qian Ren menelan ludahnya sendiri, dia sekarang sungguh berharap Zhao Juren mempunyai perasaan yang sama dengannya, perasaan cinta yang sebesar dirinya, sebuah harapan yang aneh dari seorang pesaing cinta.


"Kenapa harus bertemu?"


"Karena...karena dia dalam bahaya."


Qian Ren menutup matanya ketika mata pedang Zhao Juren melayang, nyawanya serasa akan tercabut sebentar lgi ketika kilat perak pedang itu berkilauan diatas kepalanya. .


CRASH..!


Qian Ren membuka matanya,


"Berdirilah dan balikkan badanmu!" Perintah Zhao Juren.


Qian Ren menuruti tanpa banyak bicara dan dalam beberapa saat kemudian tali yang mengikat tangan Qian Ren sudah terputus terkena mata pedang Zhao Juren.


Dua orang itu saling berdiri berhadapan, bertukar pandang, mata mereka sama tajamnya.


"Bahaya apa yang akan di alami oleh selir Yi?"tanya Zhao Juren, suaranya datar dan tidak lagi kasar.


"Apakah aku bisa mempercayakan nyawa Yi'er padamu?" Qian Ren malah balik bertanya.


"Tidak perlu banyak bertanya! Jawab saja pertanyaanku." Hardik Zhao Juren.

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin terjebak, malah membahayakan Yi'er lebih dalam lagi."


"Aku tidak akan membebaskanmu jika aku tidak mencemaskan selir Yi." Wajah Zhao Juren merah padam.


"Aku hanya mengatakannya pada Selir Yi!" Qian Ren menjawab cepat.


"Yaaa...pergilah, silahkan kamu keluar dari tempat ini! Tapi, apakah kamu yakin bisa bertemu selir Yi? Kamu tahu seperti apa penjagaan terhadap calon permaisuri raja? Ada tujuh lapis! Bagaimana kamu memikirkan untuk menembusnya? Rencana apa yang bisa kamu buat?" Zhao Juren menngibaskan tangannya seolah Qian Ren benar-benar hilang akal menurutnya.


"Jikapun kamu bisa menyusup ke dalam lingkungan harem, apakah kamu yakin bisa bertemu Xiao Yi tanpa ketahuan? Apakah hukumnya untuk orang yang berusaha menemui wanita raja dengan diam-diam? Ku rasa kamu cukup pintar untuk benar-benar mengerti yang mana yang bisa membahayakan selir Yi atau tidak..."


Qian Ren tertegun mendengar kalimat panjang yang sangat beralasan itu. Sungguh kekuatiran yang tak bisa dibendungnya membuatnya tidak berfikir panjang.


"Aku...aku harus bagaimana supaya bisa mengatakan ini pada selir Yi?" Qian Ren terlihat menjadi gamang.


"Hanya aku yang bisa menolongnya, karena tak ada yang akan mencurigaiku keluar masuk di lingkungan istana." Ucap Zhao Juren, dengan yakin.


Qian Ren terdiam sesaat, semua yang di katakam Zhao Juren mungkin benar tapi dia masih tak yakin Panglima muda itu mau menolong Xiao Yi.


"Kenapa tuan Zhao ingin membantu selir Yi?" Tanya Qian Ren lamat-lamat.


"Karena aku tak mau melihat selir Yi mati!" Pungkas Zhao Juren tanpa ragu.


"Kenapa?"


"Kamu tentu tahu, kenapa seseorang tak ingin kehilangan sesuatu? Aku sanggup melakukan apa saja untuk menjaga selir Yi tetap hidup."


Dua orang itu saling menatap, mereka adalah perisai hidup bagi orang yang mereka cintai


(Waaa...masih ada satu episode lagi untuk hari ini...semoga bisa UP lagi malam nanti. Crazy UP demi pembaca kesayangan yang telah setia dengan novel ini. ❤️❤️❤️)



Yang mau kenalan sama emaknya selir Yi yang nulis novel ini, cek penampakannya👆🤣 Nempelin wajah doang, badannya punya artis mana gitu pake aplikasi reface, full edit 🤣🤣


(maafkan karena mau cepat up gak nemu visual Qian Ren, yang ini aja yaaaah🤭🤭🤭)

__ADS_1


...Terimakasih sudah VOTE, LIKE, KOMEN dan memberikan HADIAH sebagai bentuk dukungan....


...I LOVE YOU ALL❤️...


__ADS_2