
Chu Cu mengenakan gaun baru hari ini, bukan pakaian dayang yang selama ini dia pakai. Dia mematut dirinya di depan cermin dengan raut malu-malu setelah memoles pemerah pipi samar-samar.
Chu Cu tak pernah berdandan begini rupa kalau bukan hari ini, rasanya semua yang dipakainya haruslah dalam keadaan sempurna.
Bibirnya tampak merah meski tidak merona berlebihan, seolah dirinya seorang gadis muda yang baru beranjak dewasa dan bersiap-siap untuk melihat pesta lampion di musim semi.
Sayangnya, sekarang sedang musim gugur, musim semi sudah berlalu sepekan yang lalu.
Hati Chu Cu sedang sangat berbunga-bunga,
Permaisuri Yi telah memberi ijin padanya untuk keluar dari istana, bersama dengan pengawal Jian. Kekasihnya diam-diam.
"Chu Cu, ambilkan ramuan herbal dari ibuku di kota, Tian Tang sedang sakit demam, gusinya tampak merah dan bengkak, mungkin gigi taringnya sedang tumbuh dan dalam proses menembus gusinya." Perintah dari permaisuri Yi.
Bayi kembar yang Mulia Yan Yue dan Permaisuri Yi, Yan Tai Yang dan Yan Tian Tang sudah berumur 1,5 tahun. Jika pada umumnya bayi tumbuh gigi taring memang pada usia memang dimulai dari 16 bulan, seperti halnya Tian Tang sekarang tapi Tai Yang sang kakak beda menit itu sudah tumbuh taring dari dua bulan yang lalu, pada saat dia berusia 14 bulan.
__ADS_1
Perkembangan Tai Yang juga tampak lebih mencolok dari sang adik Tian Tang. Dalam segala kebisaan Tai Yang tampak lebih dulu bisa, sikap Tai Yang juga lebih berani dan aktif dari sang adik. Sementara Tian Tang lebih kalem.
Chu Cu sangat dekat dengan dua pangeran kembar itu, dia sudah mengasuh mereka dari pertama kali dua bayi itu melihat dunia. Dan tak ada yang lebih dipercayakan oleh permaisuri Yi mengasuh kedua puteranya itu selain Chu Cu.
Dengan langkah ringan di ambilnya kantong koin dan mengaitkan di pinggangnya, sekali lagi dia memandang dirinya di cermin, lalu tersenyum puas.
Dia keluar dari ruangannya yang tepat berada di samping istana permaisuri, Wisma kepala dayang yang ditempatinya sekarang benar-benar sangat bagus, bahkan ada seorang pelayan yang di tunjuk khusus untuk melayani kebutuhannya.
Chu Cu sekarang hanya melayani permaisuri dan putra-putranya, atau lebih tepatnya hanya mengawasi, karena pekerjaan kasar yang dulu dikerjakan dari menyiapkan tempat tidur, mengantarkan makanan, menyediakan pakaian, semuanya di lakukan pelayan khusus istana permaisuri, bawahan Chu Cu.
Tapi bagaimanapun Chu Cu berusaha tegas demi posisi yang menjadi tanggungjawabnya sekarang, tetap saja dia tak bisa meninggalkan sisi baik hati dan lemah lembutnya. Dia tetap Chu Cu yang manis dan sedikit pemalu.
"Apakah kamu sudah siap?" Tiba-tiba pengawal Jian sudah berada di depannya, membuat wajah Chu Cu memerah laksana semburat lembayung.
"Kakak Jian selalu mengejutkanku." Chu Cu memegang dadanya.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali..." Puji pengawal Jian, meski dia bukan laki-laki yang romantis dan pandai merangkai kata tapi dia tak bisa menahan diri untuk tidak terpesona pada kekasihnya yang cantik ini.
Mereka sudah menjalin hubungan diam-diam, bahkan di waktu senggang kadang mereka bertemu di sebuah kedai teh untuk sekedar melepas rindu sekaligus pengawal Jian mengajarinya menulis di sebuah toko buku di dekatnya.
"Matahari sudah tinggi, kita harus bergegas, supaya bisa kembali sebelum gelap." Chu Cu menyembunyikan wajahnya yang tersipu, dia segera masuk ke dalam kereta yang sudah di siapkan sambil menenteng sebuah keranjang yang berisi kue-kue buatan permaisuri yang di mintanya untuk di sampaikan pada ayah dan ibunya.
Pengawal Jian tersenyum kecil sambil mengikuti masuk ke dalam kereta kuda yang tak seberapa besar itu.
Chu Cu menunduk malu-malu saat pengawal Jian duduk di seberangnya.
Dia tidak perlu pengawalan lagi jika keluar bersama pengawal Jian Jie, laki-laki tampan itu setara dengan 50 pengawal kerajaan. Pengawal Jian sekarang memegang posisi komandan pengawal elite raja sekaligus merangkap sebagai pengawal hati Chu Cu.
(Yeay...autho menulis part ekstra lagi ya, tentang Chu Cu dan pengawal Jian🤭☺️☺️☺️ habisnya othor kangen kaliaaaaan😅❣️❣️)
__ADS_1
...Terimakasih sudah membaca ekstra part dari novel selir Persembahan, jangan lupa Vote dan dukungannya, yaaa❤️❤️❤️...