SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 127 IJINKAN AKU MENEMUINYA


__ADS_3

"Lihat siapa yang menangkapmu?" Pertanyaan itu terdengar dingin, lalu perlahan dia menarik cadar dari wajahnya.


Qian Ren terpana melihat sosok yang kini menyungging senyum sinis itu padanya.


Wajah tampan laki-laki yang sangat dikenalnya!


"Tuan Zhao Juren..." Qian Ren berucap dengan suara gemetar. Sekarang dia benar-benar putus asa, semua orang tahu dia adalah keponakan dari ibu Suri.


Qian Ren benar-benar merasa terperangkap di dalam kandang singa. Dia tidak menyangka orang yang menculiknya adalah Panglima muda Zhao Juren.


"Ternyata kamu mengenalku dengan sangat baik." Zhao Juren terkekeh, begitu puas dengan kilat ketakutan yang terpancar dari bola mata yang melotot tak berkedip memandangnya itu.


"Kenapa kamu berkeliaran di Yubei?"Hardik Zhao Juren. Dengan sedikit gentar Qian Ren membalas tatapan Zhao Juren.


"Aku sedang ada keperluan di Yubei." Jawab Qian Ren cepat.


"Dalam rangka apa?" Zhao juren mendelik pada Qian Ren, penuh selidik.


Qian Ren terdiam, dia menjadi bingung sendiri tak tahu harus menjawab apa, jika dia beralasan sedang dikirim ayahnya, maka dia harus mempunyai alasan yang tepat.


"Aku...aku...adalah anak dari sekutu ibu suri." Qian ren menggoyang badannya, berusaha menggerakkan kaki dan tangannya yang masih terikat.


"Siapapun tahu itu." Zhao Juren tergelak mendengar pernyataan Qian Ren yang begitu yakin itu.


"Tidak ada yang tidak tahu, jika Qian Lie adalah anjing dari bibiku." Lanjut Zhao Kuren setengah mencibir. Rasa kesal mendengar ayahnya disebut anjing, tapi Qian Ren berusaha tenang, melawan orang ini pastilah sia-sia.


Qian Ren segera mengembangkan senyumnya. Dia cukup senang, saat tahu Zhao Juren mengira dirinya juga seperti ayahnya.


"Kita pada pihak yang sama." Qian Ren meyakinkan Zhao Juren, setidaknya pengaruh ayahnya menyelamatkannya dari panglima Zhao Juren yang terkenal dingin dan kejam pada musuh-musuhnya ini.


"Oh, ya..." Zhao Juren memicingkan matanya lalu mendorong wajah Qian ren dengan tangannya.

__ADS_1


"Ya, tentu saja. Tuan boleh tanyakan langsung pada ibu suri, ayahku sekarang sedang menjalankan semua perintah ibu suri di Youwu."


Zhao Juren menatap tajam pada Qian Ren, sekarang mata sehitam giok itu menyelidik pada mata laki-laki muda di depannya ini. Usia mereka mungkin terpaut empat sampai lima tahun, kemudaan dan kurangnya pengalaman terlihat jelas pada wajah lawannnya ini.


"Apakah mereka sudah mulai bergerak?" Zhao Juren menelengkan kepalanya, bertanya dengan sikap yang misterius.


"Ya, tentu saja...bukankah ibu suri memerintahkan untuk bergerak penuh sebelum penobatan permaisuri beberapa hari lagi."jawab Qian Ren dengan terbata-bata. Dia merasa berhasil telah mengecoh panglima muda, keponakan kesayangan ibu suri ini.


Zhao Juren mengangguk-anggukan kepalanya, seulas senyum terlihat di sudut bibirnya.


"Bibi benar-benar sudah bertindak gegabah." Zhao Juren mengguman kecil. Dia tak menyangka ibu suri benar-benar ingin merebut tahta Yan Yue, bahkan melakukannya dengan menyembunyikan semua rencananya dari Zhao Juren, sehingga dia gagal mengikuti langkah-langkah ibu suri bahkan tak bisa melakukan pencegahan seperti biasanya.


"Kenapa tuan menangkapku? tolong lepaskan ikatan ini, seorang sekutu di pihak yang sama tak pantas diperlakukan seperti ini." Qian Ren bedalih.


"Melepaskanmu?" Zhao Juren mengernyit dahinya.


"Kenapa aku harus melepaskanmu?" Zhao Juren tertawa, seolah Qian Ren sedang melemparkan sebuah lelucon kepadanya.


"Bukankah sudah kukatakan dari tadi, kita berdiri pada pihak yang sama."Sahut Qian Ren cepat dan percaya diri.


"Pihak ibu suri!" Jawab Qian Ren dengan suara lantang, dia merasa Zhao Juren sedang mempermainkannya.


Zhao Juren tergelak, menatap kepada Qian Ren sampai matanya berair, sambil menegakkan tubuhnya yang tegap gagah itu.


"Kau tahu, penjilat dan pengkhianat itu sangat pantas berada di ruangan bawah tanah ini, mati membusuk dan digerayangi belatung." Dengus Zhao Juren.


Qian Ren mendonggak dengan bingung, Kalimat itu sungguh tidak pantas jika di ucapkan dari mulut seseorang yang dia tahu benar adalah keponakan perempuan penyihir, janda seorang raja yang ingin mengambil alih kekuasaan Yanzhi.


"Kita sama saja, Tuan." Qian Ren menyahut tiba-tiba entah keberanian itu datang dari mana, setidaknya dia tidak ingin hanya dirinya yang disebut pengkhianat bagi Yanzhi.


"Kita tidak sama, tuan muda Youwu...kita tidak sama!" Zhao Juren mengibaskan tangannya dengan pias geram.

__ADS_1


"Aku akan tetap mengurungmu di sini, sampai kamu mengerti bahwa aku dan kamu bukan orang yang sama!" Zhao Juren membalikkan badannya dengan sedikit menghentak, dia benar-benar marah mendengar dirinya di bandingkan dengan seorang Qian Ren, putera gubernur Qian Lie yang terkenal jahat dan licik itu.


Qian Ren tercengang melihat perubahan wajah Zhao Juren yang menjadi penuh amarah itu, seharusnya dia menunjukkan raut sebaliknya, saat mengetahui menangkap orang yang salah.


"Aku bukan di pihak siapapun, aku berdiri pada kakiku sendiri. Tidak ada orang yang berhak mengatur semua keputusanku! Tidak ibu Suri, bahkan tidak Yang Mulia Yan Yue sekalipun. Jadi jangan sekali-kali menyamakan diriku dengan sikap pengecutmu." Zhao Juren menunjuk wajah Qian Ren dengan telunjukknya yang teracung, lurus pada hidung Qian Ren yang mendonggak menatapnya dengan terkejut dan bingung.


"Tapi..." Qian Ren hendak menyela tapi telunjuk itu mendekati hidungnya dengan luapan kemarahan yang aneh.


"Aku tidak di pihak siapa-siapa, tapi aku paling muak dengan orang yang berkhianat." Kecamnya.


"Tinggallah di sini, jika kamu beruntung kamu akan bertahan hidup sampai ayahmu menemukanmu meski itu mungkin memerlukan doa yang panjang!" Zhao Juren tertawa keras, sampai suara gelaknya memantul di dinding-dinding batu di ruang bawah tanah itu.


"Tolong...tolonglah lepaskan aku..."Akhirnya Qian Ren tak tahan untuk tidak memohon dengan setengah merengek.


Zhao Juren tertawa melihat tingkah Qian Ren yang terlihat seperti anak kecil itu.


"Ternyata putra seorang gubernur yang bengis ini, begitu rendah soal nyali. Tidakkah kamu telah bersikap memalukan, jika ayahnya tahu, dia akan menghajarmu karena rasa malu." Zhao Juren tergelak dan bersiap-siap meninggalkan Qian Ren, hendak keluar menuju lorong yang entah arahnya menuju kemana itu.


"Aku tak takut mati Tuan...!" Qian Ren berteriak, nada suaranya telah berubah tak lagi bersikap merengek seperti tadi.


Tapi Zhao Juren tak menghentikan langkahnya, dia benar-benar tak perduli.


"Kamu boleh membunuhku, mengurungku sampai satu abad lagi atau langsung memisahkan nyawa dari badanku! Tapi sebelumnya ijinkan aku menemui seseorang." Pinta Qian Ren sambilbl berusaha bangkit tapi seketika dia terhuyung dan jatuh kembali.


"Tuan...Tuan Zhao, ijinkan aku bertemu dengan Xiao Yi!" Qian Ren berteriak dengan putus asa, dia merasa usahanya kabur dari Youwu sungguh sia-sia.


"Siapa? Xiao Yi?" Tiba-tiba Zhao Juren berbalik, nama itu di sebut pada bagian akhir kalimat dengan suara yang hampir tak jelas. Tapi Zhao Juren seketika merasa jantungnya berdetak kencang.


(Hari ini akak mulqi crazy UP ya😂 doakan akan kuat dan tabah menjalaninya🤣🤣🤣 Yuk nantikan episode selanjutnya. Jangan Lupa berikan VOTE dan dukunganya yaaaa🤗😘)


__ADS_1


...Terimakasih sudah VOTE, LIKE, KOMEN dan memberikan HADIAH sebagai bentuk dukungan....


...I LOVE YOU ALL❤️...


__ADS_2