
Matahari bersinar mulai tinggi, namun tidak menjadi terik. Bukit Zhieshan benderang berkilau di timpa cahaya yang terasa hangat.
Udara musim dingin belum di tiup dari utara, tapi hati Zhao Juren serasa lebih dulu membeku.
Zhao Juren, menatap gundukan tanah yang masih merah di atas bukit Zhiesan, di belakang kuil Sunyen.
Mengapa cinta begitu kejam mempermainkan kita, Afei...
Dia mempertemukan kita tetapi tak pernah menyatukan kita dengan benar.
Kita sama-sama patah hati karena cinta yang begitu aneh,
cinta yang menjerat kita dalam sebuah pusaran, tetapi tak pernah bisa membuat kita bertemu.
Afei, andai saja takdir boleh ku pinjam, aku akan kembali ke masa silam,
aku akan bersikeras menahanmu, untuk tetap di sisiku, meskipun kamu menghalauku pergi.
Sekarang, aku benar-benar bisa memelukmu kembali, seperti dulu...
Tapi dalam keadaan yang tak seharusnya,
bukankah itu sungguh memilukan?
Yang kusedihkan bukan perpisahan ini,
tetapi pernah terlalu mudah menyerah padamu.
Yang kusedihkan bukan karena aku harus melupakanmu,
tetapi bagaimana caramu pergi meninggalkanku untuk terakhir kali.
Afei, aku tak menyesal pernah mencintaimu,
hanya saja aku sedih tak bisa mencintaimu sampai akhir...
Akupun mulai kelelahan,
duniaku semakin kesepian,
terasa semakin menjauh dari cahaya.
Afei, aku tak menyesali pernah menciummu,
tak menyesali jika pernah menjadikanmu satu raga dan jiwa denganku...
__ADS_1
meskipun kamu mengatakan, menyesalinya.
Setangkup sisa kenangan itu akan membuatku tetap mengingatmu sebagai cinta pertamaku,
meskipun itu mungkin hanya kebahagiaan yang singkat.
Pernah memilikimu dalam kekeliruan, itu sudah cukup.
Jalan ini sungguh tak berujung Afei...
dari apa yang pernah kita lalui, perasaan apa yang bisa ku katakan lagi padamu.
Batu-batu yang diletakkannya satu persatu di atas pusara itu, hampir tak lagi disadarinya telah menggunung.
Hatinya terasa hampa, tidak tahu seperti apa benar-benar rasanya.
Pertemuan mereka setelah sekian tahun begitu singkat, dan berakhir dengan begitu menyedihkan.
Kepada siapa dia harus menanyakan takdir mereka? Andai dia bisa mencoretnya sendiri maka dia akan menuliskan takdir yang berbeda untuk dirinya dan Afeinya yang malang.
Jiu Fei di kuburkan seperti permintaannya, meski bukan di dalam hutan Wisteria, tetapi para biksu mengijinkan Zhao Juren menguburkannya di bawah sebuah pohon Wisteria besar dan teduh di belakang kuil, yang ditanam oleh Jiu Fei sendiri saat dia pertama kali datang ke kuil Sunyen.
Dulu, dulu sekali kisah mereka pernah ada, meskipun sekarang rasa itu telah pelan-pelan pudar, tapi kenangan pahit manis itu masih membekas seperti goresan di batang pohon oak.
...***...
Kuda yang di pacunya menurunkan kecepatan ketika tali kekang itu di tariknya perlahan.
Wajahnya memerah, memandang langit yang bersemburat merah. Alisnya bertaut terlihat tak sabar, tapi untuk sampai ke kota raja sepertinya sudah terlalu malam.
Dia adalah Qian Ren, laki-laki tampan putera dari gubernur Qian Lie yang merupakan kekasih Xiao Yi di masa lalu.
"Aku harus bertemu dengan Yi'er apapun yang terjadi, sebelum semuanya terlambat."
Hanya itu yang terngiang di benaknya. Apapun yang terjadi, dia sangat merasa perlu berbicara langsung dengan Xiao Yi, meski mungkin dia akan di hukum untuk itu.
Darah mengering di lengannya bekas sabetan pedang, saat dia menerobos keluar dari Youwu kemarin siang, belum sempat di bersihkannya.
Dia terus memacu kuda sepanjang malam bahkan tanpa istirahat.
"Yuan, maafkan aku..." Bisiknya dalam hati.
Dia berjanji akan bertemu dengan Chi Yuan, bekas selir raja yang belakangan ini menjadi temannya bertulis surat.
Sayangnya, pada surat ke 13 mereka, Gubernur Chie Weiheng memergokinya. Gadis itu di hukum untuk tinggal di dalam pavilliun tanpa boleh bertemu siapapun, karena dia adalah bekas wanita raja, sesuai aturan istana tidak ada seorang lelaki pun boleh mendekatinya sebelum Yang Mulia Yan Yue membebaskannya dengan surat tertulis yamg di stempel oleh Raja dan permaisuri utama.
__ADS_1
Karena sampai saat ini tak ada permaisuri utama, maka nasib istri yang di ceraikan raja tetap seperti burung yang patah sayap, bebas namun tak bisa terbang.
Baik nasib selir Chie Yuan maupun selir Nuo setali tiga uang. Mereka adalah burung yang patah sayap, sampai selir Yi di angkat menjadi Permaisuri dan berhak memakai stempel ratu, yang bisa mengembalikan sayap mereka supaya benar-benar bisa hidup bebas.
Pelan-pelan Qian Ren menjadi dekat dengan Yuan, sejak dia mengantarkan selir raja itu pulang ke rumahnya dari Youwu setelah sembuh dari keracunan lili es atas permintaan Xiao Yi, berbulan-bulan yang lewat.
Gadis itu lembut, polos dan periang seperti Yi'er nya meski mungkin tak sepintar Xiao Yi. Tapi, kebaikan hati gadis itu sedikit banyak membuatnya merasa terketuk.
Mereka bertulis banyak hal, meski tidak berbicara tentang perasaan masing-masing.
Ketika mendengar Yuan di kurung untuk satu purnama, hatinya begitu sedih, dia merasa bersalah, semua karena dirinya.
Tapi bukan itu yang membuatnya rela bertarung, menerobos keluar dari Youwu yang sedang begitu ketat beberapa hari ini, tapi karena dia tahu, Xiao Yi dalam bahaya besar! Bahkan menentang sang ayah dia rela, demi perempuan yang begitu di cintainya di masa lalu itu.
Catatan penulis :
Readers tersayang, bukan maksud author menjadi jahat, tidak mau selamatkan Jiu Fei di novel ini tapi sudah takdir Jiu Fei mati demi cinta yang tak pernah bisa dia miliki, karena hati yang terbagi tak mungkin menentukan arah🥺🤭
Dan satu alasan lagi, author sudah mempersiap takdir baru buat Zhao Juren, seorang kekasih sejatinya yang cantik.
Zhao Juren mungkin tak bertemu jodoh di novel "Selir persembahan", dia tak pernah bisa kembali kepada Jiu Fei dan tak akan pernah bisa memiliki Xiao Yi.
Tapi, author juga, seperti kalian semua telah terpaut hati dengan panglima tampan ini sehingga setelah novel selir persembahan ini tamat, author akan membuat novel pendek spin off dari cerita ini, dengan tokoh utama Zhao Juren, judulnya adalah "Cinta terakhir Zhao Juren"
Komen di bawah yang pengen baca kisah zhao Juren di novel baru, jangan lupa bunga 🌹 dan kopinya☕ untuk author begadang malam ini😅
ini bocoran covernya, ya...👆🤗
kerangka cerita masih dalam tahap penyusunan🤫
So, jika ingin mendapatkan notifikasi ketika novel ini sudah rilis, tetap favoritkan novel Selir persembahan. Author akan beritahukan di laman pengumuman part akhir selir persembahan jika sudah launching😘
...***...
Ikuti ya, Episode selanjutnya, kita akan bertemu kembali dengan Selir Yi cantik, yang dalam persiapan menjadi permasuri raja.
Jangan lupa Vote, Like dan komennya sebagai bentuk dukungan untuk novel ini.
Terimakasih sudah setia membaca novel " Selir Persembahan".
...Terimakasih sudah VOTE, LIKE, KOMEN dan memberikan HADIAH sebagai bentuk dukungan....
...I LOVE YOU ALL❤️...
__ADS_1