
Xiao Yi merasakan kepalanya begitu pusing, dengan susah payah dia berusaha membuka matanya.
Suasana begitu temaram hanyalah sebuah penerangan dari api unggun kecil yang tidak berada jauh dari tempatnya bersandar. Di sebuah dinding batu yang lembab, penerangan dari lentera serupa obor membuat Xiao Yi menyadari dia berada pada satu tempat asing.
Tempatnya duduk beralaskan daun-daunan dan ranting kering. Gaun hijau muda yang di kenakannya menjadi kusut dan agak kotor.
Xiao Yi memegang kepalanya menahan denyut di sana, memicingkan mata berusaha membuat dirinya sadar sepenuhnya.
Seseorang dengan baju coklat hangat itu membelakanginya, duduk bersila menghadap api yang ada di depannya. Tubuhnya yang kekar itu tampak menjulang dari belakang seperti menara kokoh. Rambutnya yang panjang tergerai, terikat sebagian di puncak kepalanya.
Perlahan, Xiao Yi menyadari, samar-samar dia sedikit mengenal sosok yang kini membelakanginya itu. Tubuh hampir serupa badan Yang Mulia itu, hanya dimiliki oleh satu orang di Yanzhi.
"Apa yang kamu lakukan padaku?" Xiao Yi mendesah, dengan suara yang begitu hati-hati.
Dia dan laki-laki ini berada di dalam sebuah gua, yang tidak terlalu besar. Bebatuan stalaktit yang banyak berhamburan di dalamnya, menandakan tempat itu masih dalam wilayah Youwu. Karena gua-gua di Youwu identik dengan banyak batuan Stalaktit besar menggantung di atas kepala dan glasial abadi di lantainya yang dingin.
Di dalam gua yang cukup lebar itu seharusnya terasa dingin dengan suhu yang cukup ekstrim, tapi anehnya udara dingin yang masuk ke dalamnya berubah menjadi lebih hangat.
Orang yang membelakangi itu berbalik, menghadap Xiao Yi, wajahnya yang tampan begitu suram di antara cahaya dari api unggun kecil di hadapannya dan sebuah obor yang tertancap di dinding batuan.
Kilat mata hitam yang berwarna seperti giok paling kelam itu memandang ke arah Xiao Yi dengan tatapan sayu yang aneh.
"Xiao Yi...aku sangat lama ingin memanggilmu dengan nama yang anda sebutkan pertama kali itu padaku..." ucapnya perlahan, seolah pada dirinya sendiri.
"Tuan Zhao..."Xiao Yi duduk dengan tegak, sedikitpun dia tidak menunjukkan rasa takut, meskipun hatinya sedikit gentar. Berada satu tempat dengan laki-laki ini. Kepalanya masih sedikit merasa melayang-layang setelah tak sadar beberapa lama.
"Anda boleh memanggilku Juren." Katanya lalu dengan perlahan menyodorkan sebuah guci arak kecil.
Xiao Yi tidak menyambutnya, tapi matanya bersinar dengan tajam, mengawasi kepada Zhao Juren.
"Kenapa kamu menculikku?" tanya Xiao Yi, dengan nada menuduh.
"Kamu tahu, aku adalah istri dari Yang Mulia Yan Yue, melakukan kejahatan dengan menculik istri raja bisa membuatmu di hukum berat." Xiao Yi mengecam dengan suara yang tegas.
Zhao Juren meletakkan guci arak di depan Xiao Yi. Lalu menatap kepada wajah Xiao Yi.
"Tidak ada yang tidak mengenal anda, selir Yi. Seluruh kota Yanzhi pun tahu, anda adalah selir kesayangan Yang Mulia."
__ADS_1
Xiao Yi menunggu dengan tatapan waspada.
"Lalu dari mana keberanianmu itu, melakukan kejahatan seperti ini?" tuding Xiao Yi.
"Aku tidak menculik anda, tapi aku baru saja menyelamatkan anda dari sebuah upaya pembunuhan" Kata Zhao Juren dengan suara berat.
Xiao Yi mengerjap matanya, tidak yakin dengan apa yang di dengarnya.
"Upaya pembunuhan? Siapa yang ingin membunuhku?" Xiao Yi mencecar, matanya terpicing begitu rupa.
"Banyak yang ingin mencelakai anda, karena anda menjadi cukup berbahaya bagi segelintir orang yang merasa terancam dengan sikap dan sepak terjang seorang selir baru yang begitu pemberani, dan setidaknya aku tahu satu rencana malam ini dan telah menggagalkannya." ucap Zhao Juren.
"Yang Menculik anda tadi adalah orang-orang suruhan ibu suri, aku telah mengikuti mereka sejak beberapa hari yang lalu. Dan saat mereka membawa anda malam ini, aku telah membereskan mereka sebelum mereka mencelakai anda." Lanjut Zhao Juren.
"Bagaimana aku bisa mempercayai yang kamu katakan? Dari mana kamu tahu rencana pembunuhan terhadapku malam ini?" Xiao Yi menyelidik dengan curiga.
Tiba-tiba saja Zhao Juren telah berada di sini dan mengklaim dirinya telah menyelamatkannya dari sebuah upaya pembunuhan terhadap dirinya, sesuatu yang tidak bisa dengan mudah dipercayai oleh Xiao Yi.
"Anda telah diculik oleh orang-orang yang dikirim oleh ibu suri, dan aku tahu karena aku adalah salah satu dari orang yang dikirim oleh ibu suri untuk melakukannya!" Jawaban Zhao Juren membuat Xiao Yi sesaat tercengang, dia beringsut perlahan.
"Kamu ingin membunuhku juga?" Xiao Yi mengepalkan tangannya dan bertanya dengan suara tajam.
"Aku tidak akan menyelamatkan anda jika aku berniat mencelakai anda" Jawab Zhao Juren, enteng. Lalu berbalik kepada api unggun kecil yang semakin meredup itu, memasukkan beberapa ranting kering ke sana, membuatnya menyala lagi.
"Xiao Yi, aku tidak suka memanggilmu dengan selir Yi, jadi aku akan memanggilmu begitu saat aku bertemu denganmu seperti ini." Zhao Juren berbalik lagi kepada Xiao Yi.
Xiao Yi balas menatap kepada Zhao Juren, dia sudah beberapa kali bertemu dengan orang ini, tak pernah merasa bahwa Zhao Juren bisa membahayakan dirinya.
Tapi pengakuan Zhao Juren sekarang membuat hatinya menjadi kecut dan terintimidasi.
"Aku akan memberitahumu satu hal, Xiao Yi...
Karena anda telah menggerakkan hati Yang Mulia Yan Yue, anda telah membangunkan singa yang terluka begitu lama. Banyak orang yang tidak menyukai itu, termasuk ibu suri.
Kerajaan Yanzhi selama ini separuhnya ada di bawah kendali bibiku. Dan membuat Yang Mulia hidup kembali dengan penuh kesadaran akan membuatnya kehilangan banyak hal." Zhao Juren menghela nafasnya sejenak.
"Aku bahkan telah diperintahkan berkali-kali untuk membuat anda celaka, tapi aku tidak bisa melakukannya" kata Zhao Juren lagi.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak melakukannya?" tanya Xiao Yi dengan suara bergetar.
"Karena aku ingin anda tetap hidup." Jawaban itu begitu pendek, tapi tidak memuaskan hati Xiao Yi, yang tahu dengan benar, Zhao Juren adalah keponakan ibu suri yang sangat bersemangat ingin melihatnya lenyap.
"Membuatku tetap hidup, membuatmu menentang bibimu sendiri. Menghianatinya, hanya membuatmu dalam masalah!"
"Aku akan menentangnya seribu kali jika itu menyangkut nyawamu, Xiao Yi." Sahut Zhao Juren dengan tajam.
"Kenapa?"
"Karena aku menyukaimu, Xiao Yi. Sangat menyukaimu."Jawab Zhao Juren matanya menatap kepada Xiao Yi yang terpana di tempatnya bersandar. Jawaban itu begitu pasti tanpa rasa ragu sama sekali.
"Aku tidak memintamu untuk membalasku dengan apapun. Aku cukup tahu diri, tidak mungkin mengharapkan apapun dari isteri orang lain. Aku hanya ingin melindungimu semampuku, karena itu sudah cukup bagiku." Zhao Juren berdiri, melihat ke arah Xiao Yi dengan tatapan lembut yang membuat Xiao Yi merinding.
"Aku akan mengantarmu kembali, sebelum mereka menyadari anda menghilang begitu lama. Simpan rahasia malam ini, bahwa aku telah menyelamatkanmu. Hanya dengan begitu aku bisa terus melindungimu. Untuk hal lain, aku akan membereskannya." Zhao Juren mengambil obor dari dinding gua.
"Kudaku ada di luar." Zhao Juren menginjak-injak api unggun kecil di atas lantai batu, sampai mati. Tangannya terulur kepada Xiao Yi, tapi Xiao Yi sekali lagi menolaknya, dia berdiri pada kakinya sendiri dengan bertahan pada dinding gua yang dingin, berjalan mendahului dengan terseok keluar menuju pintu gua.
"Aku tak ingin membuat kesalah pahaman antara kita, aku tegaskan satu hal, aku mencintai Yang Mulia."
Ucapan yang lugas itu seperti jarum yang menghujam ulu hati Zhao Juren.
"Langit sangat jahat padaku, dia membawamu pergi dari satu orang yang mencintaimu dan menempatkanmu pada pelukan laki-laki lain. Aku pernah berharap, orang yang sekarang memilikimu tak mencintaimu, sehingga aku bisa berada di antara kalian dan kamu memandangku sedikit.
Tapi entah waktu yang terlambat ataukah aku terlalu sial, membuat diriku tak bisa mengendalikan hatiku sendiri.
Cintaku mungkin adalah pencapaian yang keliru, membiarkanmu membawa semua yang ku punya mungkin adalah yang terbaik.
Melindungimu demi membuat hatiku tenang meski dibakar cemburu sepanjang hidup adalah pilihan terindah, dari pada kehilanganmu dari pandanganku."
Zhao Juren berjalan di belakang Xiao Yi, memandang punggung gadis itu dengan dada berdentam hangat. Dia telah menetapkan hati, menjadi pelindung bagi gadis yang tak pernah bisa dimilikinya ini.
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...
__ADS_1