
Laki-laki gagah yang berdiri di depan mereka ini mengingatkan Xiao Yi pada chai kumala biru yang telah di hilangkannya tanpa sengaja, bahkan saat dia mengirim Chu Cu untuk mencarinya kembali ke pekarangan tabib Guo, Chu Cu tak bisa menemukannya.
Dia merasa berhutang untuk mengembalikan barang itu kepada Tuan Zhao ini, supaya tidak ada kesalahpahaman antara mereka berdua.
Tapi sekarang dia menjadi bingung bagaimana membayar hutang itu.
"Zhao? " Yang Mulia di detik berikutnya menjadi lega melihat siapa yang berada di depan mereka, meskipun tak bisa menyembunyikan keheranannya dengan keberadaan orang yang cukup dekat dengan dirinya ini.
"Ya, Yang Mulia." Panglima muda Zhao Juren mencuri pandang pada gadis berpakaian laki-laki yang sedikit kedodoran dan berada di belakang tubuh Yang Mulia.
Gadis itu tetap saja tidak bisa menyembunyikan kecantikannya yang mempesonakan Zhao Juren meski hanya terbalut pakaian aneh seperti itu.
Wajah yang menatapnya dengan terkejut itu, betapa dia sangat merindukannya.
"Bagaimana kamu tahu, aku akan mencari pelayan ini?" tanya Yang Mulia, tangannya sudah tidak lagi berpegang pada hulu pedang, kepalanya menangguk sedikit pada pengawal Jian dan yang lain sebagai isyarat untuk menurunkan pedangnya.
"Ibu suri meminta saya secara khusus untuk menyelidiki hal ini, karena berhubungan dengan masalah intern di dalam harem. Tadinya ibu suri berfikir Yang Mulia tidak perlu dilibatkan, mengingat Yang Mulia cukup di sibukkan dengan beberapa urusan negara, tapi menurut hemat saya Yang Mulia tidak akan tinggal diam." Jawab Panglima muda Zhao Juren, seolah begitu mengenal orang yang di depannya itu.
Sejenak pias wajah Yang Mulia berubah, ada yang sedikit mengusiknya jika ini berhubungan dengan ibu suri.
Tapi kemudian senyumnya mengambang, Zhao Juren adalah teman dari masa kecilnya, yang hidup dalam lingkungan istana dalam pengasuhan ibu suri, meskipun dia hanyalah keponakannya.
Mereka telah di latih bersama, untuk menjadi prajurit yang tangguh. Dan telah berendeng pundak dalam beberapa pertempuran di garis depan. Yang Mulia menganggapnya sebagai saudara, seperti dua orang saudara laki-lakinya dari ibu yang berbeda, Yan Chyou dan Yan Yaoshan.
Sejak beberapa tahun belakangan ini, setelah Zhao Juren di angkat menjadi panglima yang mengurus semua urusan militer negara dan politik luar negeri Yanzhi, menggantikan ayahnya Jenderal Zhao Honglie, kedekatan mereka menjadi sedikit renggang. Apalagi sepertinya ibu suri menjadi semakin dekat dengan keponakannya itu.
Jenderal Zhao Honglie sendiri yang sekarang menikmati hari tuanya, di kenal sebagai bangsawan Zhao, meskipun sudah pensiun dari urusan politik tapi masih mempunyai pengaruh yang tidak kecil di dalam istana.
__ADS_1
"Ibu suri sudah cukup berbaik hati, untuk mengurus urusan ini. Aku rasa tidak pantas merepotkannya, dengan urusan istri-istriku."
kata-kata itu merasuk ke hati Panglima muda itu. Betapa Yang Mulia menekankan kata istri itu menjadi aneh, saat dia berhadapan dengan gadis yang sangat di sukainya itu.
Zhao Juren mendorong tubuh Huanran ke arah kaki Yang Mulia, yang pucat pasi seperti mayat dalam ketakutan itu.
Pelayan Itu berlutut dan menangis, memohon ampunan di kaki Yang Mulia.
"Apakah kamu yang menaruh racun di dalam sup selir Yuan?" tanya Yang Mulia dengan suara tajam kepada perempuan muda yang dahinya berapa kali sudah menghantam tanah, berusaha meminta ampunan dalam tangisnya.
"Yang Mulia, ampuni hamba Yang Mulia, jangan bunuh hamba. Ampuni hamba..." Huanran melipat tangannya yang gemetaran, dengan wajah mendongak bersimbah air mata.
"Berhentilah menangis Huanran, aku hanya ingin mendengarkan darimu, apa yang kamu ketahui tentang peracunan sup selir Yuan." Xiao Yi berjongkok pada perempuan yang tubuhnya gemetaran itu, nada suaranya tinggi menekan kemarahan di dalam hatinya.
"Nyonya, saya hanya di suruh oleh orang lain, saya tidak punya pilihan. Nyonya, ampuni lah saya nyonya. Jangan hukum saya nyonya..." Huanran menangis meraung-raung.
"Aku akan memohon keringanan hukuman kepada Yang Mulia, jika kamu mengatakan yang sebenarnya." kata Xiao Yi, volume suaranya menjadi rendah dan lebih tenang. Perempuan di depannya ini, hanyalah seorang pesuruh yang mungkin melakukan sesuatu di bawah paksaan atau ancaman, tidak berguna dia menumpahkan kemarahan padanya.
Huanran menoleh sebentar dengan raut begitu takut kepada Panglima muda Zhao Juren yang berdiri tak jauh di belakangnya, wajah itu dingin dan kaku. Terarah lurus kedepan, kepada Xiao Yi yang berdiri tepat di depan Huanran.
"Katakan dengan sebenar-benarnya!" Suara Panglima muda Zhao Juren, tegas dan berat, bernada sedikit mengancam.
...***...
Pagi akan segera tiba, gelap pelan-pelan merayap, membiarkan cahaya pelan-pelan mengambil alih.
Xiao Yi menyentuh bahu Chu Cu, yang terbaring meringkuk di dalam selimut di atas jerami kering. Dia menyembunyikan wajahnya seperti seekor kaki seribu yang berusaha melindungi diri. Tanpa suara, hanya badannya begitu gemetar.
__ADS_1
"Chu Cu ini aku..." Panggil Xiao Yi, pelan. Mendengar suara Xiao Yi, Chu Cu membuka selimut yang menutupi tubuhnya, lalu melompat tanpa sadar, memeluk Xiao Yi yang berlutut memegang bahunya.
Tangisnya pecah, di pelukan Xiao Yi, tangis ketakutan yang di tahannya begitu rupa sepanjang malam dan tangis kelegaan yang luar biasa tak terbendung.
Tangannya yang dingin memeluk Tubuh Xiao Yi dengan erat, dia sudah lupa jika dia hanya seorang pelayan.
Yang dia tahu kini, melihat Xiao Yi seperti melihat seorang dewi. Betapa takutnya memikirkan tidak bisa lagi melihat wajah perempuan yang telah dilayaninya sejak dia kecil itu.
"Tidak perlu takut lagi, aku di sini, Chu Cu. Aku kembali untukmu." bisik Xiao Yi menenangkan pelayannya itu, dia ingat dengan benar saat Yang Mulia mengucapkan kata-kata itu, jiwa raganya yang begitu ketakutan menjadi tenang seperti air yang tak lagi beriak.
"Chu Cu tidak takut di hukum nyonya....! Chu Cu takut hari ini nyonya akan menderita karena di siksa, untuk mencari pengakuan dari kesalahan yang diperbuat nyonya..." Xiao Yi menarik badannya, menatap nyonyanya dengan nanar.
Xiao Yi mengibas-ngibas gaunnya, untung saja dia sempat menukarkan kembali baju Yang Mulia yang kebesaran itu dengan bajunya, jika tidak mungkin semua orang akan curiga jika dia telah bepergian sepanjang malam, meninggalkan ruang tahanan ini.
"Bawa saja Chu Cu nyonya, jika harus menerima hukuman. Chu Cu bersedia di cambuk dan di siksa untuk menggantikan nyonya.
Apa yang akan Chu Cu katakan kepada nyonya besar, jika Chu Cu tidak bisa menjaga nyonya..."
"Chu Cu!" Xiao Yi menyela dengan keras dan mengangkat dagu pelayannya itu dengan begitu yakin.
"Tidak ada yang akan terjadi padaku ataupun padamu, Chu Cu! Kita akan segera keluar dari tempat buruk ini. Karena seseorang akan bertanggung jawab atas perbuatannya di hadapan sidang aula Guanli hari ini!"
...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTEnya yaaa๐๐ ...
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...โค๏ธ...
...Biar author tambah rajin UP๐โบ๏ธ...
__ADS_1
...Author sayaaaang banget dengan kalian๐คญ...
...๐๐๐...