SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 76 AKU BERJANJI


__ADS_3

Yang Mulia terbangun ketika merasakan angin dingin menerpa wajahnya, dia bergerak mencari-cari seseorang untuk membantu menghangatkan badannya tapi yang ditemukannya hanyalah tempat kosong.


Sesaat Yang Mulia bergelung di dalam selimutnya, mengais semua kesadarannya.


Akhirnya dia membuka matanya. Badannya terasa pegal, beberapa kali berusaha menahlukkan Xiao Yi menguras tenaganya.


Ruangan nuansa hijau itu, menyambutnya dalam cahaya lentera temaram.


Dia masih di Chue Lian dan ini belum pagi. Seharusnya Xiao Yi berada di sampingnya atau menyusup di lengannya, memeluk pinggangnya dan tertidur lelap.


Tapi yang di carinya tak ada, gadis itu menghilang. Yang Mulia bangun, memandang sekeliling, pakaian Xiao Yi terakhir di ingatnya bertebaran di lantai sekarang juga lenyap.


Merasa tiba-tiba di tinggalkan pada saat tengah malam buta, membuatnya merasa aneh dan hampa. Rasa penasaran menggelitik, kemanakah gadis itu?


Yang Mulia turun dari tempat tidur, meraih pakaiannya dan menyampirkan mantel ke badannya, berjalan menuju pintu dan membuka pintu perlahan.


Di bawah pohon Rongshu dengan penerangan lampion lotus merah yang bergantungan, berdiri Xiao Yi, dengan ujung gaun yang sedikit berkibar karena hembusan angin malam. Kepalanya terarah ke atas, memandang langit. Dia diam seperti patung.


"Chenxing..."Yang Mulia memeluk gadis itu dari belakang, mengait dada dan lehernya dengan kedua lengannya yang keras. Sesaat Xiao Yi terkejut tapi kepalanya tetap mengarah ke depan, tidak berusaha menoleh sedikitpun.


Dengan punggung tangannya, tergesa dia menghapus air matanya.


"Kamu menangis?" Yang Mulia sedikit membungkuk meletakkan dagunya di bahu Xiao Yi yang kecil itu.


Xiao Yi memeluk lengan besar di dadanya.


Membiarkan dua tetes bulir bening jatuh mengenai kulitnya.


Rasanya begitu nyaman di peluk seperti itu.


Punggung dan tubuhnya terasa hangat.


"Apakah aku telah menyakitimu?" Bisik Yang Mulia di telinganya dengan sedikit khawatir.


Xiao Yi menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya Yang Mulia.

__ADS_1


"Aku telah menyimpan banyak rahasia dari Yang Mulia. Aku takut, jika Yang Mulia tahu, maka aku tidak akan memiliki tempat lagi di hati Yang Mulia" Desah Xiao Yi dengan suara sedih.


Yang Mulia membalikkan badan Xiao Yi, membuatnya berhadapan langsung dengan gadis itu. Matanya yang tajam itu, menghujam ke jantung Xiao Yi.


"Setiap orang mempunyai rahasia dalam hidupnya, tapi mari kita lihat rahasia apa yang mungkin membuatmu akan kehilangan tempatmu di hatiku."Kalimat itu seperti sembilu.


"Aku sangat takut Yang Mulia tidak percaya lagi padaku..."Xiao Yi menundukkan wajahnya, kedua jemarinya saling meremas, menandakan kegelisahan hatinya.


"Saat kamu berani mengatakan kebenaran maka setiap kesalahan yang menyertainya akan selalu bisa di pertimbangkan. Berani berkata jujur, sesalah apapun itu, membuatmu pantas untuk di maafkan." Yang Mulia mengangkat dagu Xiao Yi tinggi.


"Setelah malam ini, jika Yang Mulia ingin membuangku, maka aku menerimanya. Aku sudah lebih dari cukup mendapatkan kasih sayang Yang Mulia." Bisik Xiao Yi.


"Katakan saja...apakah dengan membuangmu, membuat semuanya setimpal."Sahut Yang Mulia, telapak tangannya mencengkeram bahu ramping gadis di depannya itu, menunggu.


"Aku...aku... bukanlah kerabat dekat gubernur Qian Lie. Aku bukanlah keturunan bangsawan, aku hanyalah anak seorang dari kalangan rendah, penjaga perbatasan di Youwu." Xiao Yi memberanikan diri menatap wajah Yang Mulia.


"Gubernur Qian menipu Yang Mulia dengan mengatakan aku puteri kerabat dekatnya, aku adalah kekasih anaknya di masa lalu. Dia mengirimkanku ke sini sebagai selir persembahan untuk kepentingan politiknya."Tangan Xiao Yi bertaut dengan tegang.


"Untuk hal seperti itu, sebagai raja, apakah menurutmu aku tidak tahu? Jangan meremehkan aku, jika kamu mengira Yue mu ini terlalu mudah di tipu oleh gubernur Qian." Yang Mulia terkekeh, kekuatiran gadis ini terlalu berlebihan.


"Yang Mulia mengetahuinya?" Xiao Yi menatap Yang Mulia berusaha meyakininya.


"Selama ini, Yang Mulia tidak nampak seperti tahu apa-apa?"


"Haruskah ku katakan, aku telah menyelidiki latar belakangmu lebih dulu sebelum aku boleh meyakini diriku sendiri, bahwa kamu orang yang pantas aku cintai dan aku percayai? Tidak perlu mengkhawatirkan perasaanku yang akan berubah begitu saja. Aku bukan orang seperti itu"Yang Mulia tersenyum lembut.


"Dulu, aku pernah mengatakan saat pertama kali kita berdua berhadapan dan ingatkah kamu aku menyisipkan sebuah tusuk rambut kayu beukir bunga lotus di kepalamu? Tusuk rambut yang ku buat sendiri di tanganku, saat aku berusaha membunuh kesepianku. Lotus adalah tanaman yang tumbuh di lumpur namun menghasilkan bunga yang indah dan murni. Lotus menceritakan tentang bagaimana transformasi sesuatu dari alam yang rendah dan tidak murni ke tingkat yang lebih tinggi. Kamu adalah lotus itu, dan aku puas telah memberikannya kepada orang yang tepat."


Yang Mulia memeluk Xiao Yi, seolah ingin membunuh keresahan gadis itu.


Xiao Yi mendekap erat tubuh Yang Mulia, kehangatan mengalir deras lewat nadinya, dia menitikkan air mata bahagia. Ternyata cinta itu seperti ini, dia begitu menenangkan.


Cinta sebenarnya sangat takut membuat pasangannya sakit dan terluka.


"Yang Mulia, tahukah Yang Mulia aku tidak hanya sekedar selir yang di kirim untuk memperdayai Yang Mulia, tapi aku...aku juga di jadikan senjata untuk kepentingan yang lebih jahat, yang aku sendiri tak tahu menjadi apa aku nanti." Xiao Yi terisak di pelukan Yang mulia.


"Gubernur Qian menyandera keluargaku, untuk membuatku melakukan apa saja untuk kepentingannya. Dan aku sangat takut..." Bisik Xiao Yi parau.

__ADS_1


Yang Mulia melepas pelukannya, perlahan tangannya meraih dagu basah Xiao Yi, memaksa Xiao melihat ke matanya.


"Apakah kamu takut?" tanyanya dengan suara berat.


Xiao Yi hanya bisa mengedipkan kedua matanya, mendongak kepada mata coklat kehitaman yang bersinar tajam itu.


"Apa yang lebih membuatmu takut, tidak menuruti keinginan gubernur Qian atau menyakiti hatiku?" tanyanya lagi.


"Aku...aku tidak mau membohongi Yang Mulia, aku takut membuat Yang Mulia terluka. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika aku membuat Yang Mulia terluka...aku...aku takut..."


Yang Mulia tiba-tiba mencium bibir Xiao Yi dengan kuat, membiarkan pipinya sendiri basah oleh airmata Xiao Yi yang tumpah ruah. Suara isaknya tertahan di mulut Yang Mulia.


"Berhentilah menangis, Chenxing. Aku tak tahan mendengarmu menangis...!" Yang Mulia menarik bibirnya dan menghapus air mata Xiao Yi.


"Jika memang kamu merasa mampu, mencelakaiku dan bisa membuatmu tenang. Aku tidak akan menyalahkanmu! Mati di tanganmu tidak akan membuahkan penyesalan bagiku. Tapi dengan mendengar keberanianmu untuk jujur, aku telah mempercayaimu sepenuhnya." Yang Mulia kemudian merengkuh tubuh Xiao Yi.


"Mulai hari ini, dengarkan saja aku maka aku berjanji, apapun yang terjadi aku tidak akan membahayakan kamu dan keluargamu. Bersikaplah seperti kamu tetap adalah kaki tangan gubernur Qian Lie tapi jangan pertaruhkan apapun jika itu menyangkut hidupmu" Suara itu bergetar.


"Chenxing, kadang kala kita harus menyimpan yang kita tahu, untuk membuat orang lain tidak waspada dengan kita. Membiarkan orang lain menganggap kita lemah, membuka musuh kita menjadi lengah."


Malam turun melewati tengah malam, angin musim semi tetap saja terasa dingin di tengah malam buta begini, mereka berdua berpelukan di bawah kelip lampion lotus.


Xiao Yi terdiam, memeluk Yang Mulia dengan terharu, bersikap jujur selalu menenangkan hati, meskipun mungkin tidak selamanya meredakan badai.


Seseorang di balik tembok tinggi istana Chue Lian, berdiri kaku. Mendengarkan sayup-sayup pembicaraan itu. Ditangan kanannya sebuah chai giok kumala biru yang di pegangnya kuat-kuat sehingga telapak tangannya terluka dan berdarah sementara di tangan kirinya selembar kertas yang di lipat rapi, yang di pungutnya ketika lewat di depan gerbang istana itu.


(Setelah part2 romantis yang bikin kepala nyut2an, setuju tidak jika kita membuat mereka terpisah beberapa saat di beberapa episode ke depan, untuk menguji perasaan mereka🤭


kawal terus perjalanan cinta si raja ganteng kita ini yaaa...🤭)


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_1


__ADS_2