SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 110 KEMARAHAN DI AULA GUANGLI


__ADS_3

Pagi baru saja tiba, langit bersemburat, musim gugur akan segera tiba. Udara terasa panas dari biasanya.


Kota Yubei, di awal musim gugur, awan berarak seperti gelombang yang berlomba tetapi sungguh perlahan.


Matahari tak bersembunyi lagi, tapi bersinar dengan gagah menantang.


Seperti gelombang amarah yang sedang melanda Aula Guangli.


Yang Mulia, berkacak pinggang, di depan singgasananya, wajah begitu merah seperti kelopak bunga meihua.


Tak ada yang berani berbicara, karena baru kali ini mereka melihat sang raja yang tidak terlalu banyak bicara itu sangat murka.


"Kenapa dia mati sebelum aku mengijinkannya!"


Yang Mulia menunjuk ke arah sesosok mayat berjubah abu-abu kumal yang kini terbaring di tengah ruangan.


Pengawal Jian dan pengawal Cun tampak berdiri di sana, dengan wajah menunduk.


Para petinggi Yanzhi, duduk berderet di kiri kanan aula itu, diam seribu bahasa.


Sementara ibu Suri yang duduk di satu sudut, di belakang tirai barisan harem, tak bisa menyembunyikan kelegaan. Sebaris senyum samar di bibirnya, dia tahu, tabib Li sung akan memilih untuk bunuh diri dari pada berbicara.


Xiao Yi, duduk di sudut yang sama, mencuri pandang mengamati ekspresi ibu suri. Sungguh, dia belum mengerti bagaimana cara tabib Li Sung bisa membunuh dirinya sendiri dalam pengawasan ketat orang-orang kepercayaan raja di penjara bawah tanah yang bahkan tikuspun sangat sulit mencari celah.


Kedua tangan dan kaki tabib itu terikat, tak akan bisa melakukan apa-apa.


Tapi, pagi ini, sang tabib kunci semua rencana kejahatan yang ingin mencelakakan kandungan Xiao Yi, di temukan mati dengan mulut berbusa dan tubuh membiru.


Sebuah racun ganas membunuhnya!


"Tabib Jahat ini telah berusaha meracuni selir Yi. Seharusnya aku menghukumnya dengan sangat berat karena telah berani mencoba membunuh anakku yang berada di dalam kandungan selir Yi!"


Segeralah suasana aula menjadi sedikit riuh, rasa terkejut melanda semua yang hadir kecuali beberapa orang yang telah tahu. Di antaranya, ibu Suri dan Panglima Zhao Juren yang duduk di tempatnya tanpa menunjukkan ekspresi apa-apa.


"Selir Yi hamil?"


"Kita akan memiliki putra mahkota?"


"Selir Yi mengandung anak Yang Mulia?"


Semua tanya itu terlontar, antara rasa percaya dan tidak.


"Yang Mulia, apakah tabib ini sungguh ingin meracuni selir Yi?" Perdana menteri Xingguan terpana di tempatnya. Perdana menteri tua, penasihat sekaligus yang menjadi kepercayaan Yang Mulia dalam memerintah Yanzhi itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang terpancar di raut wajah yang penuh kerutan itu.

__ADS_1


Betapa leganya, di usia tuanya bisa menyaksikan anak dari sahabatnya Raja Yan Houcun akhirnya akan memberi keturunan sebagai pewaris kerajaan Yanzhi.


"Benar, paman...! Tabib itu berpura-pura memeriksa selir Yi, tetapi dengan liciknya memberikan obat penggugur kandungan pada istriku. Niat apakah yang bisa di katakan untuk kejahatan seperti ini selain ingin memberontak dariku?" Wajah geram itu tak bisa terkatakan.


Andai dia bisa melakukannya, tubuh tabib itu ingin sekali dicincang dan dihancurkannya dengan tangannya sendiri.


"Jahat...!"


"Pemberontak!"


"Penjahat laknat!"


"Gantung mayatnya!"


Seruan-seruan dari orang-orang yang ikut geram terdengar, entah benar-benar terbawa murka ataukah hanya mulut yang mencari muka.


"Aku yakin ada orang lain dibalik semua rencana jahat ini!"


Suara tegas dan keras itu, membuat aula Guangli mendadak hening seketika.


"Tidak mungkin seorang rendahan seperti ini berbuat seberani ini, jika tidak ada dalang di baliknya!"Mata Yang Mulia seperti naga yang terbakar api.


"Seledikilah kematian Tabib ini, aku mau orang yang ada dibalik rencana pembunuhan anakku diseret ke depanku hidup-hidup! Bahkan jikapun dia ditemukan sekarat aku akan membuatnya hidup dan mati ratusan kali, sampai dia benar-benar tahu, aku tidak mengampuninya sampai dia hancur tak berbentuk!!!"


Yan Yue yang dikenalnya sebagai putera yang pendiam dan hanya berbicara seperlunya itu, ternyata tidak seperti yang dipikirkannya.


Hari ini dia melihat singa itu mengaum di aula Guangli dalam kemarahan yang tak tertahan.


"Paman Xingguan, aku mau paman memerintah orang-orang kepercayaan paman dari divisi penyelidikan untuk menyelidiki kematian tabib Li Sung. Aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi."


Perdana menteri Xingguan membungkuk dengan patuh.


"Singkirkan mayat busuk itu dari hadapanku!"


Segera Pengawal Jian dan pengawal Cun menyeret mayat tabib Li Sung keluar, tanpa harus menunggu diperintahkan dua kali.


"Dan hari ini aku mengumumkan secara resmi, selir Yi telah mengandung anakku. Karena itu dalam waktu dekat, akan di adakan perayaan besar sekaligus penobatan selir Yi menjadi permaisuriku!"


Kalimat itu tak tertahan, mengalir tsnpa bisa di bantah.


Semua terkejut mendengar keputusan itu, tidak terkecuali Xiao Yi sendiri, dia terpana mendengarnya.


Yang Mulia tak pernah membicarakan hal ini sama sekali, bahkan dia merasa Yang Mulia sedang sangat marah padanya.

__ADS_1


Ibu suri jauh lebih terkejut, dia merasa tubuhnya gemetar. Tadi malam, yang dia ingat Yang Mulia menyetujui pendapatnya bahwa selir Yi akan dipertimbangkan menjadi permaisuri setelah melahirkan.


Untuk sementara, sebagai penghargaan atas kehamilan selir itu, dia di angkat menjadi seorang selir tingkat pertama.


Dan sekarang, Yang Mulia Yan Yue, mengabaikannya, seolah isyarat bahwa raja itu benar-benar bukan lagi orang yang bisa di kendalikan olehnya.


"Selama ini, kerajaan Yanzhi berharap rajanya mempunyai seorang permaisuri resmi, karena itu penunjukan seorang permaisuri, saya rasa tidak perlu lagi melewati dewan pertimbangan.


Perlindungan terhadap calon putra mahkota pewaris kerajaan ini tentu saja lebih penting. Pengalaman bagaimana seorang tabib yang berusaha mencelakai anakku tentu saja sudah merupakan alasan yang kuat.


Dan dalam penilaian saya sebagai raja, selir Yi telah memenuhi syarat untuk menjadi seorang permaisuri!"


Yang hadir terdiam, mereka mendengarkan tanpa suara. Ada yang benar-benar bahagia, ada pula yang menyimpan perasaan berbeda.


Sebagian merasa setuju, tapi tak kurang-kurang yang merasa tak sependapat dengan berbagai alasan dan kepentingan


"Adakah yang merasa keberatan dengan keputusan ini???" Pertanyaan itu seperti kecaman, yang akan memaksa semua orang untuk menerimanya.


Guangli hening.


"Yang Mulia berhak menentukan sendiri seorang permaisuri baginya." Perdana menteri Xingguan berucap kemudian.


"Maka sesuai titah Yang Mulia, sebelum musim gugur ini berakhir, selir Yi akan di angkat menjadi ratu Kerajaan Yanzhi." Perdana Menteri tua itu membungkukkan badan, mengambil tempat sebagai perwakilan suara semua yang hadir.


"Semoga Yang Mulia panjang umur, semoga kerajaan Yanzhi makmur, semoga pewaris Yanzhi selalu sehat." Kasim Chen berteriak menyambut dengan suara lantang dan kemudian diikuti oleh segenap Yang hadir.


Yang Mulia berdiri tanpa suara, wajahnya masih merah, rahangnya seperti beku. Dia menatap kepada ratusan orang yang menghadiri sidang di aula Guangli.


Raja Yan Yue seperti bukan dirinya lagi,


Xiao Yi terdiam di tempatnya, menatap tak bergeming dari balik tirai, Lima orang selir lain yang duduk bersamanya, berusaha menyembunyikan ekspresinya.


Aula Guangli yang dipenuhi kemurkaan raja, pada babak penghujung membuat keputusan akhir dimana bisa membangunkan orang-orang yang menyimpan ambisi jahat padanya untuk keluar dari sarangnya dan menunjukkan dirinya bersamaan.


(Terimakasih untuk para readers yang telah membaca novel selir persembahan ini, babak konflik besar akan segera terjadi di kerajaan Yanzhi, apakah akan terjadi pemberontakan? ataukah sebuah perang yang mungkin tak terelakkan?


Tetap setia mengikutinya, vote, like dan komentar semuanya adakah dukungan untuk author menyelesaikan novel ini. Terimakasih🙏lope2 untuk semua bala readers selir persembahan🥰🥰🥰🥰)



Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...

__ADS_1


...Semoga Author semakin rajin UP, ya...🙏😂...


__ADS_2