SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 78 MENGANTARMU PULANG


__ADS_3

Pagi baru saja tiba, matahari musim semi sudah terbit, bahkan menjadi lebih panas dari biasanya. Musim terasa panas terlalu cepat mengabarkan kedatangannya padahal tahun baru belum begitu lama berlalu.


Xiao Yi berdiri di depan gerbang istana harem, wajahnya tampak kaku, menunggu. Sementara kereta kuda menunggu di luar gerbang harem.


Ya, pagi ini Harem akan melepas selir Nuo untuk keluar dari istana, dia resmi diceraikan oleh Yang Mulia dan di kembalikan ke propinsinya di Liangsu.


Tapi tak ada seorangpun selir yang mau berdiri bersama Xiao Yi untuk mengucapkan selamat jalan. Mereka memilih tinggal di dalam wismanya masing-masing, menghindari bertemu dan terlibat dengan seorang pesakitan.


Selir Nuo sendiri dikirim pulang dan menjalani hukuman sebagai tahanan di dalam rumahnya sendiri. Dia tidak diperbolehkan menjejakkan kaki keluar dari gerbang rumahnya, hukuman itu berlaku seumur hidupnya kecuali ada perubahan hukuman dari Yang Mulia.


Selir Nuo berjalan dengan diiringi pelayannya, mengenakan gaun berwarna hijau daun yang sangat tua. Rambutnya di sanggul sederhana dengan sebuah buyao kecil berwarna emas bertengger di sana.


Wajah lembut itu terlihat sayu, dia berjalan sambil meletakkan tangannya di atas perutnya, begitu anggun. Matanya begitu kosong.


Ketika sampai di depan Xiao Yi, selir Nuo menghentikan langkahnya.


"Selir Yi..." suaranya terdengar perlahan, tapi matanya lurus memandang ke depan.


"Kenapa kamu begitu keras menginginkan nyawaku?" tanya selir Nuo, pandangannya tetap terarah ke depan, tanpa sedikitpun menoleh kepada Xiao Yi.


"Karena nyawamu berharga." Jawab Xiao Yi pendek dan tegas.


"Berharga untuk siapa? Aku merasa nyawaku tidak berharga untuk siapapun di dunia ini."Selir Nuo menarik sudut bibirnya membuat seringai di sana.


"Untuk keluargamu! Nyawamu berharga untuk keluargamu. Tidakkah kamu mengingat darah di dahi ayahmu, saat memohon pengampunan untukmu? Tidakkah kamu mengingat wajah ibumu yang menginginkan kehidupanmu? Apa perasaan cintamu sendiri lebih penting dari perasaan mereka? Keluarga yang mencintaimu?" Jawaban dan pertanyaan itu seperti gelombang, membuat langkah selir Nuo terpaku di tanah.


Selir Nuo sekarang berbalik perlahan dan berhadapan wajah dengan Xiao Yi. Matanya yang teduh itu seperti kolam, hanya saja kolam itu sepertinya begitu keruh.


"Merekapun tidak menginginkan aku hidup sejak dari dulu. Jauh dari saat mereka mengirimkan aku ke sini. Aku sudah lama mati."Selir Nuo berbicara sambil mengedipkan kedua matanya.


"Kamu baru saja hidup..." Sahut Xiao Yi.


"Karena itu jangan sia-siakan hidupmu." lanjut Xiao Yi, dia menantang mata selir Nuo dengan tatapan lurus.


Alis selir Nuo tertarik ke atas, seolah mempertanyakan maksud kalimat Xiao Yi.


"Kehidupanmu yang sesungguhnya baru saja kembali. Selama ini kamu tersiksa dalam ikatan hubungan yang tak jelas, tapi sekarang kamu berhasil membebaskan dirimu, bukankah itu adalah kebebasan yang seharusnya."

__ADS_1


"Suamiku menceraikan aku dan mengirimkanku kembali kepada orangtuaku dengan rasa malu dan penuh penghinaan, apakah itu yang kau sebut lebih baik dari kematian?"Selir Nuo tertawa kecil dengan sinis.


"Seorang suami yang tak mencintaimu dan sedikitpun tidak menginginkanmu, dia bukanlah suami bagimu. Tidak perlu menyalahkan orang lain dan mengasihani diri sendiri untuk itu." Xiao Yi menyela.


"Mudah bagimu untuk mengatakan hal-hal yang tidak kamu alami sendiri. Hidup menjadi orang yang diinginkan membuatmu tidak pantas mengatakannya kepadaku."Selir Nuo menyahut dengan perasaan geram yang ditahan.


"Menjadi menyedihkan memang tidak enak, setiap orang pasti pernah mengalaminya dalam hidupnya, tapi memilih diam dan tinggal dalam kesedihan itu bahkan berusaha melempar penderitaan kita dengan mencelakai orang lain adalah kebodohan."Sahut Xiao Yi, ringan.


"Pernahkah kamu mengalami penderitaan seperti aku?"Selir Nuo meremas jemarinya, menahan perasaannya.


"Penderitaan tiap-tiap orang, ada pada dirinya sendiri. Hanya saja, aku tidak merasa perlu membebani oranglain dengan permasalahan hidupku sendiri. Bijaklah untuk menyimpannya dan lebih bersikap bijaklah untuk mengatasinya." Seulas senyum mengambang di bibir Xiao Yi, selir muda ini begitu tenang tanpa riak emosi sedikitpun.


"Aku telah berusaha menjebakmu, membuat hidupmu berakhir dengan tragis. Tidak kah kamu mendendam kepadaku?" Selir Nuo mencondongkan wajahnya kepada Xiao Yi, seolah mengintimidasi gadis itu.


"Aku berbohong jika mengatakan aku tidak kecewa dan sangat marah padamu, selir Nuo. Tapi apakah kemarahanku bisa membuat aku dan kamu menjadi lebih baik?


Ya, aku mendendam...tapi bukan padamu. Aku dendam pada tradisi konyol yang mengorbankan kita sebagai tumbal untuk keegoisan orang banyak."Xiao Yi menjawab dengan lugas.


"Aku hanya ingin mengantarmu sampai gerbang ini bukan untuk menertawakanmu, tapi supaya kamu mengingatku, bahwa aku mengantarmu kembali pulang. Di pintu gerbang ini aku berharap supaya kamu hidup lebih baik, kamu telah berjalan dan keluar dari lubang hitam yang mengurungmu selama ini. Hiduplah dengan baik." Xiao Yi meraih jemari selir Nuo yang saling bertaut di depan perutnya, begitu pucat.


Selir Nuo, apapun yang kamu lakukan di masa lampau, aku akan tetap menghormatimu hari ini dan di masa datang." Sebuah pelukan hangat di berikannya pada tubuh selir Nuo yang gemetar.


Selir Nuo tak bisa lagi menahan tangis, betapa rasa malu menderanya, usia mereka terpaut cukup jauh, tapi dia benar-benar merasa kalah dengan kedewasaan perempuan ini.


Dia tidak mempunyai hati sebesar ini untuk setiap hal yang menyakitinya.


"Pulanglah, kakak...hiduplah dengan bahagia." Bisik Xiao Yi.


Selir Nuo tidak bisa menahan tangisnya, airmatanya mengalir melewati pipinya dan membasahi pundak Xiao Yi.


"Selir Yi, maafkan aku...Ampunilah dosaku. Aku merasa sangat berdosa kepadamu dan adik Yuan."bisiknya dengan gemetar.


"Aku tak bisa menjanjikan maaf dari selir Yuan kepadamu atas apa yang telah engkau perbuat kepadanya, tapi aku bisa berjanji satu hal padamu dengan segala cara memulihkan selir Yuan kembali seperti sedia kala." Bisik Xiao Yi sambil menepuk punggung selir Nuo lembut.


Xiao Yi melepaskan pelukannya dan memegang jemari Selir Nuo.


"Matahari semakin tinggi, Liangsu sangat jauh. Bergegaslah, perjalananmu masih panjang" bisik Xiao Yi.

__ADS_1


Selir Nuo mengangguk, menatap sekeliling dan sedikit berharap, Yang Mulia mengantarkan kepergiannya juga. Tapi harapan kosong yang mustahil itu segera di tepisnya.


"Jagalah Yang Mulia dengan baik..." Entah kelegaan apa yang merasuk, dia merasa telah meninggalkan orang yang di cintainya pada orang yang tepat.


Xiao Yi mengangguk dan menyelipkan sebuah gulungan kertas di dalam bambu warna emas berukir.


"Yang Mulia, berharap kamu hidup lebih baik di Liangsu." kata Xiao Yi, lembut.


Selir Nuo memeluk gulungan surat itu, menyeka air matanya dan berbalik melangkah menuju keretanya yang telah lama menunggu, kereta itu itu sudah ditunggu oleh Gubernur Su Zhue, di pintu gerbang istana Weiyan, untuk bertolak menuju Liangsu.


Kereta selir Nuo telah melewati perbatasan kota Yubei, sedari tadi selir berwajah lembut itu memeluk gulungan surat di dalam bambu emas di tangannya. Wajahnya yang pucat dan sembab benar-benar dirundung kesedihan.


Dengan hati-hati ditariknya gulungan kertas itu, jemarinya gemetar membaca satu persatu kata-kata yang tertulis di sana,


Mari sepakat untuk tak melihat ke belakang,


Jodoh yang berakhir, tak perlu menyisakan dendam dan penyesalan...


Jalan buntu dan tak berujung, jika masih berharap kita melaluinya hanyalah kelelahan.


Cinta adalah pedang bermata dua,


dan kita tidak berada pada tempat yang sama. Takdir kejam telah menahanmu untuk begitu lama.


Masa lalu yang berdebu, naik menjadi gumpalan asap, membuat mata pedih tapi akan segera menghilang.


Sebagai seorang suami yang tak memiliki perasaan apa-apa padamu, aku membebaskanmu Su Nuo.


Hiduplah lebih baik, menjadi seperti yang kamu inginkan.



...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...

__ADS_1


__ADS_2