SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 53 TIDAK ADA JALAN KEMBALI


__ADS_3

"Yi'er...!" Qian Ren menatap tajam kepada Xiao Yi.


Betapa asing gadis di depannya ini sekarang, sungguh sangat berbeda dengan gadis yang terakhir kali ditemuinya di tepi sungai Yalu, yang terisak memohon untuk membawanya pergi sebelum di berangkatkan ke kota Yubei ini.


Xiao Yi menoleh kepada Qian Ren dengan tatapan lebih dingin lagi.


"Apakah aku salah?" tanyanya kemudian. tatapan Xiao yi lebih menusuk dari belati.


Dia pernah merasa sangat mencintai laki-laki ini, dia pernah sangat takut kehilangan laki-laki ini, tapi rasa kecewa yang terlalu dalam saat orang yang sangat dipercayainya tak punya keberanian sama sekali untuk mempertahankan dirinya membuatnya yakin, cinta Qian Ren tak sebesar apa yang pernah diucapkannya.


Jika dia sungguh-sungguh menginginkan dirinya, Xiao Yi yakin dia tak akan pernah rela mengirimkan dirinya ke pelukan lelaki lain.


bahkan saat dia menagih janji, untuk membawa dirinya keluar dari istana ini, Qian Ren tak berdaya.


Cinta macam apa yang sanggup membayangkan orang yang dicintainya dikawinkan pada orang lain?


"Yi'er, bersikaplah baik di depan ayah." tegur Qian Ren, matanya mencuri pandang pada raut wajah ayahnya yang masih merah padam tanpa lepas dari Xiao Yi, seperti serigala yang mengawasi mangsa.


"Aku sudah bersikap sangat baik, bahkan dengan tanpa perlawanan di kirimkan kemari, bukankah begitu tuan gubernur?" Xiao Yi membalas tatapan gubernur Qian Lie.


"Selir Yi, kamu tidak akan menjadi seperti sekarang jika bukan karena kebaikanku."


"Jika ini disebut dengan kebaikan, aku akan membalas tuan gubernur dengan emas dan harta, bukankah itu yang anda harapkan?"


Gubernur Qian Lie tergelak mendengar ucapan Xiao Yi, matanya berkilat-kilat.


"Aku tidak mengharapkan emas dan harta, karena aku sudah memilikinya lebih dari cukup. Aku hanya ingin kamu membalas kehidupanmu sekarang dengan sesuatu yang setimpal!"


Xiao Yi diam tanpa ekspresi, menunggu dengan waspada kalimat selanjutnya dari gubernur Qian Lie. Dia sudah bisa menduga, gubernur mengirimnya dengan banyak niat tersembunyi. Tapi, dia tak tahu sampai sebatas mana besar dan berbahayanya niat itu.


"Kamu telah masuk ke dalam istana sebagai pion yang menjanjikan dalam memperluas kekuasaanku." Kata Gubernur Qian Lie kemudian dengan setengah berbisik.

__ADS_1


"Aku tidak mempunyai kekuasaan apa-apa di sini, mungkin dengan amat menyesal tuan gubernur, tidak bisa membantumu. Selir di dalam istana Weiyan, tidak diperkenankan untuk terlibat urusan politik." sahut Xiao Yi, dingin.


"Aku tidak memintamu untuk terlibat langsung, tapi kamu bisa membuat Yang Mulia menuruti permintaanmu. Bukankah tubuhmu cukup bagus untuk merayu Yang Mulia"


"Ayah...!"Qian Ren menyela dengan nada keberatan, mendengar ucapan ayahnya, wajah Qian Ren terlihat merah seperti kepiting.


"Kamu tidak perlu ikut campur A'Ren..." nada mengancam itu membuat Qian Ren terdiam, tidak melanjutkan ucapannya.


Xiao Yi melirik sesaat kepada Qian Ren, rasa sedih mengambang di hatinya. Entah kenapa, dia merasa sikap pengecut Qian Ren membuatnya menjadi iba.


Mungkin jika Qian Ren sedikit lebih berani menentang ayahnya, dia sekarang tidak akan meninggalkan laki-laki ini.


Sayangnya, cinta bisa pudar jika kita kehilangan kepercayaan dan tempat berpegang. Xiao Yi kehilangan semua harapannya karena sikap Qian Ren.


Rasa senasib sepenanggungannya dengan Yang Mulia sebagai seseorang yang di tinggalkan, membuat mereka saling menjatuhkan hati.


"Tuan Gubernur mungkin lebih tahu, Yang Mulia tidak pernah tertarik kepada perempuan manapun, untuk berharap perempuan rendah sekelas saya membuatnya menahlukkan hati raja, anda benar-benar terlalu tinggi berharap."Xiao Yi menyeringai dengan raut mengejek.


"Aku tahu, kamu dan A'ren mempunyai hubungan cinta di Youwu..." tiba-tiba Gubernur Qian menyela. Sejenak pias wajah Xiao Yi berubah, mendengar kata-kata itu. Demikian juga dengan Qian Ren.


"Jika kamu ingin kembali kepada A'ren, maka patuhlah pada semua perintahku." Senyum itu sedikit licik, tapi sama sekali bukan hal yang penting lagi bagi Xiao Yi, dia tidak berharap untuk kembali kepada Qian Ren.


"Saya sekarang adalah selir Yang Mulia sekarang, tentu saja tidak pantas jika masih menyimpan perasaan pada orang lain, bukankah begitu? Jika ini di dengar oleh orang lain di dalam istana ini, maka tidak hanya saya yang mungkin akan menerima hukuman, tetapi tuan Gubernur juga tidak akan suka akibatnya." Xiao Yi membalas tatapan gubernur Qian tak kalah tajam.


"Jika saya menjadi tuan, saya tentu akan lebih berhati-hati" Xiao Yi duduk dengan tegak, dagunya terangkat tinggi.


Rahang Gubernur Qian Lie mengeras seperti batu, dia benar-benar terusik dengan sikap Xiao Yi.


"Dan lagi anak anda tidak pernah menginginkan saya, tuan. Anak anda lebih suka menyerahkan saya pada orang lain. Tidak ada jalan kembali lagi. Kami telah di jalan yang berbeda, di bawah garis yang sudah anda tulis."


Qian Ren memejamkan matanya ketika Xiao Yi mengucapkannya. Hati Qian Ren seperti di tusuk dengan belati. Sakitnya begitu perih.

__ADS_1


"Baiklah tuan, jika kita sudah tidak mempunyai hal lain untuk di bicarakan, saya harus kembali ke istana harem sekarang."


Xiao Yi hendak beranjak ketika Gubernur Qian Lie menjatuhkan telapak tangannya di atas meja, yang menimbulkan suara agak keras, mengurungkan niat Xiao Yi.


"Selir Yi, tidak pernah ada yang berani mempermainkan aku, apalagi anak kecil sepertimu. Maka menjadi penurut adalah pilihanmu satu-satunya. Keluargamu tentu senang mendengarkan kabarmu atau mungkin kamu tidak akan pernah mendengar kabar mereka sepanjang hidupmu!"Ancaman terbuka itu, membuat Xiao Yi mematung di posisinya, matanya mencuri pandang ke wajah Qian Ren di sebelahnya, laki-laki itu hanya diam hampir tak bergerak di tempatnya. Tak ada pembelaan apapun dari sana, entah apa yang difikirkannya.


"Apa yang anda inginkan sebenarnya tuan?!" Xiao Yi menyahut dengan raut marah yang berusaha di pendam.


"Aku akan mengirimkanmu perintah pada saat yang tepat, lakukan dengan baik supaya semua akan baik-baik saja." Seringai licik itu terdengar jahat.


"Tuan gubernur, andai aku melakukan apa yang anda perintahkan, maka aku pastikan seumur hidup utang kita tak pernah bisa impas! Tidak ada yang akan benar-benar tenang sebelum kita berdua sama-sama tidak hidup lagi!" Xiao Yi menggeram seperti orang yang benar-benar di bakar dendam kesumat.


Xiao Yi berdiri dari tempatnya, wajahnya merah padam. Qian Ren mengikuti, tapi Xiao Yi mengangkat tangannya dengan tanpa berpaling.


"Qian Ren, kita tidak akan pernah bertemu lagi, setelah hari ini. Jika pun kita bertemu tanpa sengaja, aku adalah orang asing bagimu. Dan aku akan menganggapmu bukan siapa-siapa lagi."


Setetes buliran bening jatuh di sudut matanya saat mengucapkannya, lalu di sekanya dengan kepalan tangannya.


"Tidak ada jalan lagi untuk kembali!" ucapnya dengan suara bergetar, sebelum melangkah keluar.



kira-kira kalau jadi Xiao Yi, kamu pilih yang mana yaaaa...🤭🤭🤭


...Terimakasih sudah mengikuti cerita Selir Persembahan❤️...


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


...Dukungan, komen dan hadiahnya adalah semangat author terus menulis 🙏☺️...


__ADS_2