
Yang Mulia Yan Yue tercengang mendengarnya, mulutnya ternganga seolah tak yakin dengan apa yang sedang di dengarnya, wajah tampannya seketika berubah menyiratkan keterkejutan dan kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan.
Begitupun ibu suri yang berdiri tidak jauh dari sana, meskipun dia telah tahu lebih dulu tapi tetap saja tak bisa menyembunyikan pias terpananya, kata hamil itu begitu menyakitkan di telinganya.
"Selir Yi, hamil...?" Yang Mulia mengulang dengan tak percaya.
"Ya, Yang Mulia..." Tabib Guo menyahut, dengan penuh keyakinan.
Xiao Yi bangun dari posisi berbaring dengan wajah terkejut yang seolah-olah baru mendengar satu berita penting yang pertama kali di dengarnya. Matanya berbinar membeliak seperti tak percaya. Matanya dengan Yang Mulia segera bertemu. Mereka saling memandang, dengan perasaan masing-masing yang tak bisa di ungkapkan.
Yang Mulia menghambur ke tempat tidur sang istrinya, tanpa lagi menyadari keberadaan orang-orang di sekitarnya. Bahkan tabib Guo terpaksa mundur dari tempatnya berdiri, karena Yang Mulia yang begitu bersemangat.
Dia mencengkeram kedua lengan Xiao Yi, dengan wajah berbinar yang sangat bahagia.
"Chenxing...apakah ini benar?"
Xiao Yi tidak menjawab, wajahnya masih terpana, menatap seolah-olah belum yakin pada semua orang yang berada dalam ruangan itu, sampai-sampai ibu Suri begitu yakin, Xiao Yi benar-benar tak menyadari kehamilannya.
"Ini benar-benar berita terbaik yang ku dengar. Aku akan mempunyai seorang anak, Chenxingku...!" Yang Mulia memeluk Xiao Yi dengan begitu haru dan gembira yang bercampur baur.
"Tapi yang mulia..." Suara Xiao Yi terdengar bergetar, membuat Yang Mulia sejurus kemudian melepas pelukannya, mendapati reaksi Xiao Yi yang tampak begitu ragu.
"Tabib Guo, tolong periksa kembali. Aku takut anda salah...." Xiao Yi menjulurkan tangannya, meminta Tabib Guo memeriksanya ulang.
Ibu Suri seperti membeku di tempatnya, Yang Mulia lebih heran lagi, apalagi tabib Guo.
Sang tabib menatap lurus pada Xiao Yi, mencari apa yang ada di fikiran cucu dari teman dekatnya itu. Dia yakin, Xiao Yi adalah gadis yang pintar seperti neneknya, tapi jika dia meragukan kemampuannya tentu saja hal yang di luar pemikirannya.
Tapi tabib Guo tetap saja mendekat dan memeriksa ulang pergelangan tangan Xiao Yi, demi memuaskan perasaan semua orang yang mungkin masih menyimpan keraguan.
"Aku yakin anda sedang hamil sekarang bahkan sudah hampir lewat bulan ketiga."
"Bagaimana mungkin aku hamil, tabib Li Sung sudah memeriksaku beberapa hari yang lewat. Tidak mungkin dia salah menganalisa kehamilanku, sehingga mengatakan bahwa aku hanyalah kelelahan? Bukankah Tabib Li Sung adalah salah satu tabib kepercayaan istana harem bahkan ibu suri." Wajah Xiao Yi terangkat, dengan alis yang meninggi.
Seketika wajah ibu suri memerah, dia lamat-lamat mulai mengerti, Xiao Yi sekarang sedang bermain-main dengan dirinya. Dia sedang memainkan sebuah peran, yang tak terpikirkan oleh ibu Suri.
__ADS_1
Dadanya bergemuruh saat kemudian dirinya di sebut, seperti sebuah peringatan.
"Ya, beberapa yang lalu ada seorang tabib memeriksa selir Yi, dia tidak mengatakan bahwa selir Yi telah hamil? Bagaimana mungkin usia kehamilan tiga bulan, seorang tabib tidak mengetahuinya?" Yang Mulia berdiri dari pinggir tempat tidur Xiao Yi, dengan wajah penuh tanda tanya.
"Mungkin saja dia melewatkan sesuatu Yang Mulia, seseorang bisa saja melakukan kesalahan." Ibu Suri tiba-tiba angkat bicara.
"Tapi setidaknya, kita merasa berbahagia, akhirnya di dalam istana ini akan datang seorang bayi, penerus kerajaan Yanzhi." Ibu Suri mengucapkan kalimat itu dengan sedikit bergetar. Senyumnya begitu lebar penuh dengan sandiwara.
"Ampuni hamba Yang Mulia, seorang tabib tidak akan sembarangan memberikan analisa, apalagi memberikan obat ini kepada perempuan yang sedang mengandung." Tabib Guo menunjukkan pil yang di ambilnya tadi dari genggaman Xiao Yi.
Di tempatnya berdiri ibu suri merasa tengkuknya menjadi dingin, rasa gentar yang aneh merayap di sekujur tubuhnya. Tidak pernah sekalipun dia merasa takut pada siapapun, tapi malam ini, dia tak bisa bohong jika tiba-tiba ketakutan menyinggahi dirinya.
Bukan karena rencana jahatnya bisa terbongkar tapi lebih merasa takut pada perempuan yang duduk dengan wajah bingung, senang sekaligus begitu penasaran di atas peraduannya.
Dia hampir tak bisa menebak dari sikapnya, apakah gadis itu benar-benar atau hanya bersikap seperti orang bodoh.
"Kenapa dengan obat itu, tabib Guo? bukankah ini hanya obat pemulih badan saja?" Yang Mulia bertanya dengan heran.
"Aku sendiri berada di sana saat tabib itu memberikan pil ini untuk di minum Selir Yi." Lanjutnya.
"Yang Mulia, beruntung Xiao Yi tidak minumnya karena tidak menyukai bau dan rasanya..."
"Obat ini bisa membuat Janin dalam kandungan akan mengalami keguguran..."
Jawaban tabib Guo tentu saja membuat Yang Mulia terkejut. Dia bahkan tanpa sadar terjajar dua langkah ke belakang dengan tangan yang terkepal. Wajahnya merah nyaris membiru, matanya membara. Tak pernah dia merasa se murka ini.
"Keguguran? jadi tabib itu dengan sengaja ingin mencelakakan selir Yi dan anakku?" Yang Mulia menggeram dengan pias amarah yang tak terlukiskan.
Ibu Suri berdiri tegang, sementara Xiao Yi memeluk perutnya dengan wajah seolah ketakutan tetapi ekor mata memperhatikan setiap gerak gerik ibu Suri.
"Seseorang ingin mencelakai anakku?" Raut wajah ketakutan Xiao Yi membuat Yang Mulia semakin murka.
"Kasim Chen!!!"
"Ya, Yang Mulia." Kasim Chen datang setengah berlari ke hadapan Yang Mulia.
__ADS_1
"Perintahkan para pengawal untuk menangkap tabib yang bernama Li Sung itu! Aku ingin...tabib perempuan laknat itu di tangkap dan di serahkan kepadaku! Aku akan menghukumnya dengan tanganku sendiri! Carilah dia sampai dapat, hidup atau mati!!!" Suara Yang menggelegar penuh amarah itu memantul sampai memenuhi ruangan Xingwu.
Yang mendengarnya bergidik dan gemetar, Raja Yan Yue bukanlah orang yang kejam, dia hanya sedikit pendiam dan berwajah dingin tapi selalu bertindak dengan perhitungan.
Jarang sekali dia bersikap sangat marah, kecuali berhubungan dengan penindasan yang melibatkan rakyatnya.
Dan malam ini, seseorang sepertinya membangkitkan amarah singa pendiam itu sampai puncak kepalanya.
Ibu Suri merasakan tubuhnya menegang luar biasa. Tapi dia merasa lega, karena yakin tidak ada seorangpun yang bisa membuatnya terlibat dengan perbuatan kotor itu. Dayang Sheng tentu telah menyembunyikan tabib Li Sung, dan dia sudah memerintahkan, jika memang situasi tiba-tiba di luar kendali, maka tabib itu boleh di lenyapkan untuk menghilangkan jejak.
"Yang Mulia..." Xiao Yi memanggil dengan suara bergetar.
" Aku ingin tabib itu di tangkap hidup-hidup." Suara Xiao Yi tidak keras, bahkan terkesan lemah tapi bisa membuat ibu suri gemetar.
"Baik, Yang Mulia." Kasim Chen pun tak kalah gemetar dan ketakutan, berhadapan dengan wajah raja yang telah di asuhnya sejak kecil itu.
Dia tahu, jika wajah murka itu telah di turunjan maka tak segan-segan dia akan menghukum orang yang di maksud dengan tangannya sendiri.
"Tabib Guo, apakah bayiku sekarang baik-baik saja?" Suara Xiao Yi yang perlahan itu, sedikit khawatir tapi sanggup mengalihkan perhatian raja yang sedang murka.
"Bayi anda baik-baik saja...anda sekarang talah melewati masa rawan kehamilan muda. Tapi anda harus menjaga kesehatan dan tubuh anda supaya bayi anda bisa berkembang dengan baik."
Jawaban tabib Guo melegakan perasaan Xiao Yi. Wajah murka yang mulia tiba-tiba sedikit tenang meskipun dia tak bisa menyembunyikan amarahnya yang menggelegak.
"Hanya saja denyut bayi anda sedikit aneh...", ucap tabib Guo perlahan, mengingatkan Xiao Yi pada ucapan ibunya sebelum pergi. Kecemasan kembali mengganggunya.
"Aneh bagaimana?" Yang Mulia kembali menjadi sedikit tegang.
Tabib Guo memeriksa kembali tangan Xiao Yi.
"Denyut aneh yang tak beraturan dan irama jantung yang terdengar lebih dari biasanya ini..." Tabib Guo terdiam sesaat.
"Sepertinya selir Yi sedang mengandung bayi kembar..."
...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...
__ADS_1
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...