SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 71 KEPUTUSAN AKHIR


__ADS_3

Gubernur Weiheng dan segenap yang hadir di dalam ruangan itu terhenyak mendengar pertanyaan dari Xiao Yi.


Bagaimana mungkin selir ini begitu yakin bahwa dia akan bisa memulihkan selir Yuan yang sedang tak berdaya karena efek racun bunga lili es yang terkenal ganas dan langka itu.


Tabib Guo yang sedari tadi berada di sebelah Xiao Yi, mengikuti persidangan yang sangat dramatik itu dari awal juga tidak bisa menyembunyikan keheranannya.


Dia menganggap Xiao Yi masih buta pengalaman dan terlalu percaya diri sehingga berfikir bahwa begitu mudah memulihkan orang yang terkena racun lili es itu.


Selir Yuan menjadi bisu dan badannya menjadi lumpuh karena racun itu telah mengunci syaraf-syaraf di segenap penjuru badan selir Yuan.


Untung saja organ tubuhnya masih terselamatkan sehingga selir Yuan masih bisa bertahan hidup tapi akibat syaraf-syaraf yang terkunci itu tidak lebih baik sebenarnya dari kerusakan organ.


Selir Yuan tetap dalam keadaan tak berdaya, itu adalah kenyataannya.


Kecuali seseorang mempunyai penawarnya.


Seketika tabib Guo menatap selir Yi, tiba-tiba dadanya menjadi berdebar keras.


Apakah mungkin selir Yi mengetahui sesuatu, yang selama ini di carinya hampir di sepanjang hidupnya? Hanya Bai Seng di dunia ini yang pernah berusaha membuat formulasi penawar racun bunga lili es, tapi bukankah Bai Seng sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu?


"Racun lili es adalah salah satu racun terjahat di dunia..." kata Tabib Guo, matanya memandang gadis yang masih bersimpuh di lantai itu.


"Hanya satu orang yang tahu tentang penawar racun itu, yaitu seorang tabib dari utara yang bernama Bai Seng. Tapi tabib bernama Bai Seng itu pun meninggal dalam upayanya memecahkan cara membuat formula penawar racun lili es puluhan tahun yang lalu. Racun lili es adalah racun tanpa penawar."Tegas tabib Guo.


Xiao Yi membalas tatapan tabib Guo dengan percaya diri.


"Seorang cucu dari tabib Bai, mungkin sedikit tahu lebih banyak dari orang lain." Kata Xiao Yi, datar dan percaya diri.


"Setiap tahun, ibuku lah yang membunuh setiap lili es yang tumbuh di gua Duyao, di pinggir sungai Yalu, supaya tidak pernah bisa di salah gunakan oleh orang lain. Hanya saja mungkin kami telah melewatkan sesuatu, sampai ada seseorang yang bisa menyelundupkan lili es itu keluar dari gua Itu. Mungkin Yang Mulia bisa menginterogasi selir Nuo bagaimana dia mendapatkan bunga lili es itu. Aku pun tidak kalah penasarannya dengan itu." Ucap Xiao Yi.


Seseorang di balik tirai para selir nampak menjadi gelisah, mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Xiao Yi.

__ADS_1


Tabib Guo menatap Xiao Yi dengan rasa tidak percaya sama dengan raut wajah orang lain di dalam ruangan itu, tubuh tua ringkih itu mendekati Xiao Yi, bersujud di atas lututnya.


"Kamu mengenal Bai Seng?" tanyanya dengan terbata. Xiao Yi menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak pernah bertemu dengannya, dia meninggal sebelum aku di lahirkan. Tapi ibuku sangat mengenalnya, karena tabib Bai adalah ibunya." Jawab Xiao Yi lirih.


Tabib Guo hanya bisa terdiam dalam keadaan hampir tersungkur, dia akhirnya di ijinkan oleh Tuhan untuk melihat orang terakhir yang ingin dilihatnya di dunia yaitu keturunan Tabib Bai Seng, kekasihnya di masa muda yang bersama-sama menuntut ilmu pengobatan di kuil Fuyuan.


"Yang Mulia, aku pernah mendengarkan jika seseorang terkena racun lili es, hampir semuanya tidak bisa di selamatkan setelah memakannya. Tidak ada penawar apapun yang bisa di berikan kecuali menunggu 12 jam masa kritisnya lewat. Dan selir Yuan bisa bertahan melaluinya meskipun dalam kelumpuhan. Aku memohon ijin dari Yang Mulia dan gubernur Weiheng untuk membawa Selir Yuan ke Youwu, merawatnya hingga sembuh dengan memandikannya dari mata air es di gua Duyao."


Xiao Yi merapatkan telapak tangannya, dengan penuh harap.


Banyak kejutan di aula Guanli hari ini, angin badai yang berbalik arah.


Siapa yang pernah tahu tentang rahasia hidup semua orang di bawah kolong langit, karena kebaikan pasti akan memenangkan tempatnya, meskipun harus melewati banyak kesusahan.


Akhirnya, setelah melewati ijin dari dewan pertimbangan yang hadir, Yang Mulia mengabulkan permohonan Xiao Yi.


"Demi keadilan hari ini, maka sebagai raja aku memutuskan, selir Yi terbebas dari semua dakwaan karena tidak membuat kesalahan seperti yang ditimpakan kepadanya.


Untuk selir Nuo, dengan menggunakan permohonan pita biru Yishu akan di ampuni dari hukuman mati, dia akan dikembalikan ke propinsi Liangsu dan saya resmi menceraikannya. Seumur hidupnya selir Nuo tidak boleh keluar dari Liangsu.


Pelayan Huanran di kembalikan ke rumahnya di desa Shanpo, membantu para biksu di kuil Sunyen." Kata Yang Mulia dengan suaranya yang begitu berwibawa.


"Dan untuk selir Yuan, istana menyerahkannya di bawah pengawasan selir Yi untuk mengupayakan pemulihannya."


Yang Mulia melanjutkan, matanya tak lepas dari gadis di depannya itu.


Hatinya terasa begitu hangat, dengan adanya Xiao Yi dia merasa yakin bisa berdiri lebih kuat lagi.


Gadis itu membuktikan sekali lagi, dia adalah perempuan yang tangguh dan bijaksana meskipun tanpa terlalu banyak bicara.

__ADS_1


Setiap orang yang meninggalkan aula Guanli hari itu, mempunyai penilaian tersendiri terhadap gadis itu. Tak terlepas dari Panglima Zhao Juren yang diam-diam menyimpan cinta pada Xiao Yi, Qian Ren yang tak pernah bisa melupakan gadis yang pernah menjadi kekasihnya itu, Selir Nuo yang merasa bersalah seperti terpukul lebih keras dari seribu cambuk dan rasa malu yang hampir tak bisa di tanggungnya, gubernur Qian Ren dan ibu Suri yang sekarang merasa menjadi lebih takut dan waspada, karena kekuatan gadis itu tak bisa mereka ukur hanya dengan mengira-ngira.


...***...


(ISTANA HUANGHOU)


Istana Huanghou adalah tempat dari ibu suri, sebenarnya istana itu diperuntukkan untuk permaisuri raja. Tapi karena Yang Mulia Yan Yue tidak memilih satu orangpun dari selirnya untuk menjadi permasuri, istana itu kemudian diserahkan kepada ibu suri untuk ditinggali, dengan alasan mempermudah akses ibu suri mengatur keseluruhan harem.


Ibu suri duduk dengan mata yang memerah seperti sedang di amuk amarah, semenjak kepulangannya dari aula Guanli wajah itu benar-benar sangat tidak sedap di pandang sepanjang sore ini.


Beberapa pelayan dan kasim pribadi yang melayaninya pun sudah di usirnya sedari tadi.


Dia hanya ingin berbicara dengan satu orang yang harus bertanggung jawab penuh dengan kejadian luar biasa di aula Guanli.


Seseorang yang telah menghancurkan rencana, yang telah di susunnya dengan sangat teliti.


Dari pintu, muncul sesosok tubuh dalam balutan sutra ungu yang muda yang menawan.


Rambut hitamnya di ikat tinggi diatas kepala, dan di biarkan jatuh tergerai seperti jurai. Matanya yang lebih legam dari giok hitam itu, hampir sewarna dengan bola mata ibu suri, hanya saja lebih hitam lagi.


"Zhao Juren menghadap bibi..." ucapnya, sambil membungkukkan badannya memberi hormat.


...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTEnya yaaa๐Ÿ™๐Ÿ˜…...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...โค๏ธ...


...Biar author tambah rajin UP๐Ÿ™โ˜บ๏ธ...


...Author sayaaaang banget dengan kalian๐Ÿคญ...


...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...

__ADS_1



__ADS_2