SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 97 MENGINGAT MASA LAMPAU (bag.1)


__ADS_3

Musim semi segera berlalu, musim gugur segera tiba.


Angin bertiup terasa hangat bahkan mulai memanas, membuat perasaan menjadi tersentuh dalam rasa yang gelisah.


Daun-daun Ginkgo yang mulai menguning, setiap detik seperti tak lekang melepaskan diri dari rantingnya.


Melayang di udara seperti kertas kemudian menyentuh tanah dengan pasrah.


Zhao Juren berdiri di bawahnya, seperti patung. Baju jirah yang di pakainya, berkilat di timpa cahaya matahari menjelang petang.


Pedang berukir kepala naga nampak tersampir di pinggangnya, sebuah ketopong besi menutup kepala dan sebagian wajahnya.


Dia begitu gagah seperti seekor singa yang sedang berdiri menantang langit, tapi sungguh kontras dengan latar daun Ginkgo keemasan yang satu-satu berguguran di atasnya.


Dia baru saja memasuki perbatasan antara Yanzhi dengan Niangxi, di tempat landai dimana bisa memandang pegunungan Yanshan yang menyimpan sejuta kenangan masa lalu.


Di pegunungan itu dia dan Yan Yue, sebelum menjadi raja, bahu membahu berperang melawan prajurit Niangxi untuk mempertahan wilayah ini.


Mereka berdua adalah sepasang singa muda yang tak kenal takut.


Di bawah pohon Ginkgo inilah mereka mendirikan tenda untuk beristirahat dan mengatur strategi untuk berperang kembali di hari selanjutnya.


Dan di dalam salah satu tenda, Yang Mulia menerima seorang pelayan muda yang mengaku menggantikan salah satu pelayan yang di ikut sertakan dalam peperangan untuk melayani kebutuhan makanan para prajurit.


Dia belum pernah melihat, ada pelayan secantik Jiu Fei, meskipun dia sudah berusaha berdandan sejelek mungkin.


Mata Zhao Juren muda tak bisa ditipu, pelayan itu seperti mutiara yang di balur lumpur.


Berusaha di buat dekil dan kumuh. Tapi Dia sungguh menarik.


Zhao Juren muda, adalah seorang lelaki yang tak bisa di tipu, untuk urusan perempuan.


Di Yubei pada saat senggang, dia akan berada di rumah-rumah Qiongluo (rumah tempat hiburan).


Sekedar minum arak dan menikmati para gadis geji (penyanyi) menyanyikan lagu-lagu sambil memandangi kemolekan para gadis Wuji (penari) meliukkan badannya menari dengan gemulai.


Tak ada yang tak dia mengerti tentang tingkah laku para wanita ini, dalam berusaha mencari perhatian laki-laki pengunjung rumah Qiongluo mereka. Apakah hanya ingin mendekati secara profesional mereka sebagai penghibur ataukah benar-benar menginginkan laki-laki yang menikmati tempat mereka itu.

__ADS_1


Masa muda Zhao Juren lebih berwarna dari pada Yan Yue sang putra mahkota yang harus terkurung dalam tembok istana Weiyan, menjaga sikap dan diri karena di persiapkan sebagai calon raja.


Karena itulah, saat Jiu Fei kemudian menipunya dengan perhatian dan kasih sayang di tempat mereka yang terasing dari hiruk pikuk dunia ini, kecuali setiap hari bergumul dengan darah dan kematian.


Putra mahkota Yan Yue, yang tak berpengalaman soal perempuan itu, kehilangan akal sehatnya. Dia jatuh cinta pada Jiu Fei yang ternyata seorang mata-mata negara Niangxi.


Setiap malamnya, hanya ingin di temani oleh pelayan Jiu itu.


Zhao Juren muda yang telah di besarkan bersama Yang Mulia Yan Yue di dalam lingkungan istana suatu kala, tak tahan melihat semua itu, menawan Jiu Fei. Gadis itu bukan sembarang gadis, ilmu bela dirinya hampir setinggi Zhao Juren kala itu. Mereka sempat bertukar jurus hampir satu senja, sampai akhirnya Zhao Juren melumpuhkannya dan membawanya pada sebuah ceruk di belakang sebuah air terjun , pada salah satu bagian bukit Yanshan yang kini di pandanginya itu.


Jiu Fei, perempuan keras kepala itu adalah wanita yang membuat Zhao Juren jatuh hati pertama kali. Satu malam dia mengurung Jiu Fei di dalam ceruk itu, meskipun dia berpengalaman dengan perempuan tapi tak pernah sampai tertarik menidurinya. Sayangnya Zhao Juren muda membuat pasrah dirinya, dalam bujuk rayu Jiu Fei. Mereka berdua bercumbu sepanjang malam. Di dalam lubang dingin di balik air terjun itu.


Zhao Juren muda menyimpan semua hubungan gelap itu di belakang Yang Mulia yang sedang di mabuk cinta.


Dua singa itu berteman seperti saudara sedarah tapi merupakan musuh dalam selimut dalam mencintai gadis yang sama. Zhao Juren menutup mata meskipun dia tahu, Jiu Fei adalah seorang mata-mata.


Cinta masa muda itu telah membutakan mata dan hatinya.


Sampai kemudian mereka dipukul mundur oleh Niangxi, dan itu karena Jiu Fei diam-diam selalu mengirimkan kabar mengenai situasi dan keadaan pertahanan pasukan Yanzhi.


Peristiwa tragis berdarah yang di ingat Zhao Juren sampai saat ini.


Mereka dalam sekejap kehilangan hampir seribu prajurit.


Menyisakan tidak lebih dari 50 orang yang selamat.


Di dalam hutan pegunungan Yanshan itulah, mereka berjuang antara hidup dan mati berhari-hari, melarikan diri dari kejaran para tentara Niangxi sambil bertahan, menunggu bantuan militer dari kota raja datang.


Kala pelarian itulah, Zhao Juren melihat dari dekat bagaimana Jiu Fei memperlakukan Yang Mulia. Siksa cemburu membakar jiwanya hampir setiap detik.


Suatu malam, Zhao Juren menculik Jiu Fei saat Yang Mulia itu terlelap, di sebuah gua persembunyian mereka.


Zhao Juren yang tahu benar siapa Jiu Fei, menyuruhnya kembali ke Niangxi sebelum mereka menyadari siapa dirinya.


Rasa cinta yang naif dari Zhao Juren muda bahkan tak mengingat bagaimana karena Jiu Fei semua pasukan mereka luluh lantak kehilangan nyawa.


Tapi gadis ini menolaknya dengan keras,

__ADS_1


"Aku tak akan kembali ke Niangxi!"


"Kamu harus segera kembali, aku tak akan bisa melihatmu di bunuh di depan mataku, jika mereka tahu siapa kamu."


"Aku tak akan pergi dari sisi Yan Yue!" Masih di ingatnya dengan jelas mata Jiu Fei yang berkilat menatapnya.


"Kamu telah menyelesaikan tugasmu, jangan pernah berfikir untuk membunuh Yan Yue setelah ini. Bukankah cukup kamu telah menghancurkan semua pasukan kami, di Niangxi kamu pasti menerima penghormatan dan hadiah untuk semua ini."


"Aku tak akan pulang..."


"Kenapa?"


"Karena aku benar-benar mencintai Yan Yue, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindunginya. Aku telah mempunyai banyak pengkhiatan di belakangnya dan aku akan membayarnya seumur hidupku!"


Itulah kalimat terakhir yang di ingatnya, dari pertemuan itu. Dan dia merasa hatinya hancur luluh karena perempuan yang telah menjadi kekasih gelapnya itu.


"Kamu boleh menggantungku setelah Yan Yue keluar dari tempat ini dan kembali ke istana dengan selamat. Aku siap menerima hukuman apapun darimu, tapi jangan pernah kamu membuatku mati di tangan Yan Yue.


Aku lebih rela mati di tanganmu!"


" Kenapa?"


"Karena aku tak ingin mengotori tangan orang yang ku cintai dengan darahku."


"Kamu tidak mencintaiku?"


"Aku hanya menutupi keberadaanku dengan memperdayamu. Jika tubuhku bisa membuatmu merahasiakan siapa diriku, maka telah aku melakukannya. Aku tidak pernah mencintaimu!"


Zhao Juren muda merasa dirinya yang naif hancur dalam sekejap.



...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...

__ADS_1


__ADS_2