SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 81 SESEORANG DARI MASA LALU


__ADS_3

Mata gubernur Qian terpicing menatap Xiao Yi, ucapan tajam yang masih setenang desir angin musim semi ini seolah mengisyaratkan bahwa perempuan yang berdiri di sebelahnya ini tidak bisa di remehkan.


Dia bukan lagi anak kemarin sore yang menangis tersedu saat setelah pesta ulang tahunnya setahun yang lalu, di panggil dan di paksa menerima perintahnya, menjadi seorang selir persembahan.


"Yang Mulia telah membuat surat perintah, melindungimu dan selir Yuan sepenuhnya. Sekarang kamu berada di bawah pengurusanku, jika kamu bersikap terlalu menentang maka aku bisa menjadi senjata yang akan menyerangmu."Ucap gubernur Qian.


"Tentu saja, nyawaku sekarang berada di tanganmu tuan gubernur. Aku akan bergantung sepenuhnya kepadamu, bahkan jika aku jatuh sakit sedikit saja, maka semua mata akan melihat kepadamu.


Bagaimana aku tidak menjadi takut, jika sesuatu tak jelas menimpaku, maka kesalahan akan dengan mudah di timpa kepadamu tuan.


Sungguh aku tidak setega itu."Xiao Yi menolehkan wajahnya kepada gubernur Qian dengan senyum yang sangat manis tapi benar-benar membuat gubernur Qian gusar.


Dia sangat ingin membuat Xiao Yi ketakutan dibawah intimidasinya, tapi gadis ini sungguh tidak bisa di anggap lemah. Dengan begitu tenang dia malah membuat gubernur Qian merasa dirinyalah yang berbalik menerima ancaman.


"Bagaimanapun, tuan gubernur adalah ayah angkatku, yang telah begitu baik hati mengangkat seorang perempuan rendahan tanpa garis keturunan bangsawan selayaknya tuan, menjadi begitu terhormat seperti sekarang. Tentu saja aku bukan orang yang tahu terimakasih jika mengabaikan budi tuan gubernur." Lanjut Xiao Yi.


"Katakan saja, apakah sesampainya di Youwu, aku harus mengadakan perjamuan untuk mengumumkan kebaikan tuan atau kah mungkin aku harus membunuh seseorang untuk tuan?" Pertanyaan Xiao Yi terdengar begitu datar, tanpa ketakutan.


Ekspresi itu, bahkan untuk orang sekejam gubernur Qian, membuatnya sedikit merinding.


"Aku hanya memperingatkanmu, selir Yi...! Bersikaplah hormat kepadaku selama kamu tinggal di istana Zhuzuang, karena itu adalah kediamanku! Aku bukan orang yang segan untuk menurunkan tangan kepada kerabatmu jika kamu mencoba bersikap menentangku!"Wajah gubernur Qian memerah karena merasa perempuan ini tidak menunjukkan sedikitpun rasa takut padanya.


"Tentu Tuan gubernur, selir Yi akan mematuhimu di wilayah kekuasaanmu. Anak kucing tidak akan berani menggigit kaki macan, kecuali mungkin karena terjepit."Xiao Yi tersenyum lebar, kemudian dengan senyum yang masih menghias di bibir merah mudanya, dia membungkukkan badannya begitu dalam di depan gubernur itu.


Gubernur Qian mengepalkan tangannya dengan keras, dadanya terasa bergemuruh karena amarah. Senyum Xiao Yi sama sekali bukan senyum seorang anak yang patuh, tapi senyum yang manipulatif.


Dia tahu benar, menggunakan perempuan ini sebagai senjata jika tak hati-hati bisa berbalik memakan tuannya.


"Tuan, tidak perlu kuatirkan sikap saya, tuan gubernur telah melatih saya dengan baik."


Xiao Yi meletakkan kedua jemarinya di depan perutnya dan menganggukkan wajahnya dengan tenang.


"Mungkin kita sudah terlalu lama beristirahat di sini, lihatlah awan sudah turun di pegunungan Pingyuan di depan sana. Sebentar lagi sore, kita tidak harus membuat selir Yuan terlalu lama tinggal di dalam kereta."


"Jika tidak ada lagi yang harus kita diskusikan, alangkah baiknya kita segera bergegas, ayah angkatku."Xiao Yi membungkukkan badannya sekali lagi lalu dengan perlahan berbalik dan berjalan kembali dengan begitu tenangnya menuju keretanya.


Gubernur Qian menatap punggung gadis itu dengan rahang mengeras, dia sekarang bahkan harus berhati-hati pada seorang perempuan yang dianggapnya hanya sebuah umpan.

__ADS_1


...***...


Kereta itu sampai di istana gubernur Qian. Tapi herannya, berita kedatangan Xiao Yi telah sampai lebih dulu. Di selasar besar Istana Zhuzuang, telah di sambut oleh Nyonya Xiao dan beberapa pelayan, saudara sulung Xiao Yi, yaitu Xiao Ce berdiri dengan wajah tak kalah sumringah dari ibunya.


Mereka tinggal sementara di pavilliun dalam tembok kediaman gubernur Qian.


Xiao Yi turun dari kereta dengan di iringi langkah Chu Cu yang bahagia,


"Selamat datang nyonya..." Nyonya Xiao sedikit membungkuk dengan resmi pada Xiao Yi yang rasanya hendak memburu ibunya itu sedari tadi dan memeluknya.


Xiao Yi urung menjulurkan dua tangannya, ketika ibunya tanpa memberi kesempatan untuknya melakukannya, melipat tangannya di depan perutnya.


Tentu saja hal ini membuat Xiao Yi bingung dan risih, sekarang semua pelayan yang berada di situ memberi hormat dengan resmi.


Xiao Yi tercengang,


"Ibu, ini Xiao Yi, anakmu..." Kata Xiao Yi terbata-bata. Merasa semua orang begitu membuat jarak darinya.


"Nyonya..." Pengawal Cun berdehem halus dari belakang Xiao Yi.


"Yang Mulia telah menulis surat ke semua daerah untuk memperlakukan nyonya dengan resmi, karena Nyonya Yi sekarang berstatus selir Furen." kata pengawal Cun rendah.


Dia tidak pernah memohon untuk di jadikan furen dan sekarang dia menyandang gelar itu, dimana semua orang tahu tapi dirinya sendiri tidak.


"Yang Mulia tidak ingin mengatakannya pada nyonya, karena dia tahu nyonya akan menolaknya."


"Menyandang gelar furen harus di lantik resmi di guangli, aku tidak bisa sembarangan menerimanya, pengawal Cun."


"Nyonya, pelantikan nyonya akan dilaksanakan secara resmi saat nyonya kembali, atas jasa nyonya menyelamatkan satu masalah besar di kerajaan, dewan pertimbangan istana sudah menyetujui penganugerahan selir Furen untuk nyonya Yi."


Xiao Yi menatap sekitarnya dengan wajah yang tak percaya, tidak ada satupun selir yang menerima gelar itu selama Yang Mulia Yan Yue di nobatkan jadi raja.


Selir Nuo sekalipun yang pernah menjadi selir pertama Yang Mulia hanya di anugerahkan sebagai selir menengah.


"Yang Mulia seharusnya membicarakan ini lebih dulu kepadaku."Gumam Xiao Yi dengan wajah masam.


"Angkatlah barang nyonya Yi ke kamar tamu utama..." Kata Qian Ren tiba-tiba dari sebelah Kanan Xiao Yi pada beberapa pelayan yang masih membungkuk, raut wajahnya seperti seorang yang tak mengenal Xiao Yi.

__ADS_1


"Nyonya Yi sekarang adalah selir terhormat kerajaan Yanzhi, bersikaplah hormat dan layani dia dengan baik." Lanjut Qian Ren.


Nyonya Xiao dan kakal Xiao Yi mengiyakan dengan patuh.


"Pengawal Cun, apakah penghormatan resmi ini berlaku untuk keluargaku juga?"Tanya Xiao Yi setengah berbisik.


"Iya, nyonya...demikian peraturan istana. Di ruang umum, nyonya harus di perlakukan secara resmi, tidak memandang siapapun itu. Kecuali yang berstatus lebih tinggi dari nyonya."


Xiao Yi masih terbengong, menatap orangtua dan saudaranya yang berdiri dengan canggung di hadapannya.


"Nyonya..."tiba-tiba Ayin pelayan Selir Yuan, datang tergopuh-gopoh, membungkuk dengan raut gugup.


"Ya..."Xiao Yi menoleh, kemudian dia baru menyadari telah melupakan selir Yuan terbaring lama tak berdaya di dalam kereta.


"Oh, pindahkan selir Yuan segera dari kereta, ke kamarku."Perintahnya sambil masuk kembali ke dalam kereta memeriksa keadaan selir Yuan, yang nampak matanya berkedip, bibirnya bergerak-gerak. Keringat dingin membasahi dahinya.


"Dia demam...bisakah lebih cepat lagi." Teriak Xiao Yi sedikit panik.


Pelayan yang berdiri bingung, kemudian segera mengundur diri mencari tandu mendengar kondisi selir Yuan.


Tiba-tiba Qian Ren melangkah masuk ke dalam kereta,


"Aku mohon ijin untuk membantu menggendong selir Yuan supaya bisa di periksa oleh ibumu"Ucapnya sambil menatap Xiao Yi.


Lalu tanpa menunggu persetujuan Xiao Yi, lengan Qian Ren sudah bergerak menyusup ke leher selir Yuan, lengannya yang lain di lekukan lutut perempuan cantik yang tak berdaya itu.


Dan dalam sekejap, tubuh ramping selir Yuan berada di dalam pelukan Qian Ren, begitu pasrah. Tapi mata gadis di dalam pelukannya itu tampak terkejut dalam pias yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Bibir selir Yuan terbuka dan bergerak-gerak seolah ingin mengatakan sesuatu, bola matanya berbinar menyiratkan sejuta rasa memandang laki-laki yang sekarang begitu kuat memeluknya, air matanya tumpah ruah.


Dalam diam dan tak berdaya, dia sedang melihat seseorang dari masa lalu yang pernah sangat dirindukannya.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...

__ADS_1



__ADS_2