
Selir Mei membungkukkan badannya di depan Yang Mulia.
"Saya akan memohonkan satu hal dalam permintaan Yishu kepada Yang Mulia."
kata selir Mei.
Semua yang hadir menunggu, para selir berbisik-bisik, mereka bertaruh jika selir Mei akan meminta dirinya di naikkan statusnya menjadi selir setinggi selir Nuo.
Mereka tahu benar, selir Mei adalah orang yang sangat berambisi. Dia sangat suka di hormati dan di pandang tinggi. Meskipun hal itu tetap memerlukan pertimbangan dari Yang Mulia dan ibu suri sebagai pemimpin harem, tapi koneksi Selir Mei cukup dekat dengan Ibu Suri, hal itu bukan jalan yang sulit jika dia sudah membuka jalan dengan mendapatkan pita biru festival Yishu.
Kalau tahun sebelumnya selir Wei dengan tariannya memenangkan pita biru telah meminta untuk di naikkan menjadi selir menengah, selir Mei yang sedang di posisi itu pasti mengharapkan hal yang lebih tinggi.
Yang Mulia Yan Yue, menatap tajam kepada selir Mei ketika selir itu mengangkat kepalanya, seolah sedang berusaha membaca rencana licik apa yang ada di kepala selir ini.
Kemudian dia menganggukkan kepalanya kepada kasim Chen memberi isyarat untuk berbicara.
"Anda berhak memberikan permohonan Nyonya, permohonan Yishu seperti tradisi Yanzhi, tidak boleh berkaitan dengan urusan negara dan kepentingan politik." Kasim Chen mengingatkan tentang peraturan Yishu.
Selir Mei membungkuk lagi tanda dia mengerti.
"Saya memohon kepada Yang Mulia memberikan kesempatan kepada selir Yi mempertunjukkan bakat seninya pada festival ini, untuk menunjukkan rasa penyesalanku karena pada saat festival chushi selir Yi tidak bisa terlibat sebagai peserta."
Para selir dan dayang bahkan semua undangan di jamuan itu tampak bereaksi dengan heran.
Sebuah permintaan yang aneh dan tidak biasa bahkan permintaan itu tidak ada untungnya bagi selir Mei.
Mereka kebanyakan sangat menyayangkan, selir Mei telah menyia-nyiakan sebuah kesempatan terbaiknya untuk menjadi selir tinggi di istana harem.
Xiao Yi tak kalah terkejutnya kala selir Mei menyebutkan namanya. Dia sudah mengatakan dengan jelas kepada selir Nuo, sebagai penanggungjawab festival ini bahwa dia tidak ingin terlibat dalam festival yishu, dia merasa tidak cukup mampu untuk tampil di acara tersebut. Bahkan ketika dia mengatakan itu, selir Mei pun ada di situ.
Apakah selir Mei melupakannya?
__ADS_1
Yang Mulia Yan Yue mengernyitkan dahinya, sebuah pemintaan yang tidak pernah disangkanya. tentu saja dia tahu benar ada maksud tersembunyi dari selir Mei meminta hal ini dengan begitu tiba-tiba.
"Selir Mei, kamu tidak bisa meminta hal untuk dilakukan oleh orang lain jika tidak di setujui oleh orang tersebut." yang Mulia menjawab dengan tegas. Matanya melirik kepada selir Yi yang terlihat bingung di tempatnya duduk.
Gadis itu setahu Yang Mulia hanya menyukai tentang memasak, dia tidak punya bakat seni yang pernah dilihat ataupun di dengarnya olehnya.
"Saya hanya ingin menebus kesalahan saya kepada ibu suri, tidak mengijinkan selir Yi terlibat pada festival chushi. Konon Youwu terkenal dengan gadis-gadis yang pandai menyanyikan lagu musim dingin. Alangkah terhormatnya kami jika diperbolehkan mendengarkan lagu musim dingin Youwu dari suara indah selir Yi."
Sekarang Yang Mulia mengarahkan matanya kepada Xiao Yi yang masih terdiam di tempatnya. Meyakinkan apa yang dia dengar. Rasa penasaran menggelitik hatinya, benarkah selir Yi punya kemampuan itu?
Selir Yuan yang berada di sampingnya menatap takjup pada temannya itu, selama ini dia berteman baik dengan selir Yi tapi dia tidak pernah tahu jika selir Yi pandai menyanyi.
"Seharusnya kamu mengatakan kepadaku kalau kamu pandai bernyanyi, adik Yi..." bisiknya dengan riang, sejak mereka menjadi teman baik, Selir Yuan selalu memanggil selir Yi dengan adik Yi. Apalagi setelah dia tahu dari kasim Chen, Yang Mulia membatalkan hukuman padanya karena permintaan dari selir Yi, dia semakin menyayangi Xiao Yi.
"Aku tidak bisa bernyanyi..." gumam selir Yi kepada selir Yuan. Tentu saja selir Yuan tidak mempercayainya, gadis ini suka sekali merendahkan diri.
Para tamu yang hadir juga penasaran dengan semua yang di ucapkan oleh selir Mei, mereka sepakat ingin mendengarkan suara indah gadis dari Youwu itu.
"Alangkah baiknya kita memberikan kesempatan kepada selir Yi untuk menunjukkan bakatnya itu, sebagai selir baru dalam istana harem tampaknya selir Yi masih begitu malu-malu." Kata ibu Suri tiba-tiba dari gazebo kiri. Yang lain tampak setuju dengan pendapat ibu suri.
Dia yakin gadis itu tidak punya bakat dalam hal menyanyi. Tentu sangat menyenangkan jika selir Yi terpaksa melakukannya dan kemudian itu akan menjadi bahan lelucon dan tertawaan orang banyak.
Xiao Yi akan menjadi bahan gunjingan di festival Yishu. Dan yang paling penting Selir Mei akan menunjukkan kepada yang Mulia, bahwa selir yang sangat disayanginya itu tidak punya kualitas apa-apa, selain hanya bisa bermain-main di dapur kotor.
Yang Mulia akan tahu, bahwa selir Yi hanya pantas menyandang sebagai selir persembahan yang tidak bisa dipertimbangkan untuk memiliki status lebih dari statusnya yang hanya selir kelas bawah.
Selir Mei merasa dia sama sekali tidak memerlukan pita biru Yishu itu untuk menjadi selir tinggi, cukup dengan mendekati dan mengambil hati ibu suri, dia akan bisa menduduki jabatan itu jika dia menginginkannya.
Tapi, mempermalukan selir Yi sungguh adalah kesempatan yang langka.
"Selir Yi...apakah kamu bersedia?" tanya Yang Mulia hati-hati.
__ADS_1
Xiao Yi berdiri dari duduknya memberi hormat kepada Yang Mulia.
"Mohon ampun Yang Mulia, Saya takut hal ini mengecewakan selir Mei dan Yang Mulia, tapi suara saya tak sebagus yang di katakan oleh selir Mei" jawab Xiao Yi.
"Saya bersedia menyerah hak pita biru Yishu kepada selir Yi jika dia melakukannya, sebagai permintaan maafku pada selir Yi." Pernyataan selir Mei ini tentu saja membuat suara riuh.
Selir-selir lain merasa, jika selir Mei benar-benar sudah gila, atau entah telah dirasuki apa sampai merelakan hak pita biru yishu ini untuk selir Yi.
Begitu menyesalkah selir Mei atas kejadian di festival chusi dua malam yang lewat? ataukah dia hendak menunjukkan rasa terimakasih kepada Selir Yi yang telah membuatnya berkesempatan menjadi pemenang dalam festival chushi.
Kesempatan untuk memenangkan festival chushi dan bisa menghabiskan malam bersama Yang Mulia itu sedikit banyak karena andil besar dari selir Yi sebagai juri yang di tunjuk yang mulia pada acara itu.
Xiao Yi mengangkat wajahnya, memandang sekeliling dan kemudian kepada Yang Mulia.
Dia tahu, selir Mei sedang berusaha mempermalukan dirinya. Siapapun tahu jika berasal dari Youwu, Xiao Yi tidak pandai menyanyi.
Lalu dengan langkah perlahan dia melewati jembatan pendek penghubung gazebo tempatnya dan gazebo utama tempat Yang Mulia dan selir Mei berada.
Setelah membungkuk kepada Yang Mulia dia berkata,
"Saya bersedia untuk melakukannya Yang Mulia, untuk memperdengarkan keindahan lagu musim dingin Youwu kepada yang Mulia dan semua yang hadir di taman shenhua malam ini..."
...Yang suka dengan novel ini, kasih dong VOTE dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Author sayaaaang banget dengan kalian🤭...
...🙏🙏🙏...
...Dukungannya untuk semangat author terus menulis 🙏☺️...
__ADS_1
...Terimakasih readers tersayang yang sudah mengikuti kisah Selir Persembahan🙏☺️...
...Nantikan episode berikutnya❤️...