
Dengan mata nyalang, dia tahu hidupnya tak akan lama lagi, tapi kematiannya akan menggerakkan satu peperangan besar di luar sana, karena para pendukungnya rela mati untuknya.
"Bagaimana kamu bisa selamat dari racun embun bekuku itu?" tanyanya dengan mata yang penasaran, harusnya perempuan yang sangat di benci dan di takutkannya ini mati hari ini!
Xiao Yi tersenyum pada ibu suri,
"Ada kalanya, setiap rencana jahat tidak akan bisa menyentuh orang yang tak bersalah. Mencelakakan orang yang tak tahu apa-apa, hanya bisa berbalik pada si empunya niat."
Ibu Suri menatap pada Xiao Yi dengan Yang Mulia bergantian,
"Pernahkah anda mendengar, tentang bisa penawar racun? Racun embun beku itu adalah racun dari kalajengking putih di Pingyuan, yang di fermentasi dengan arak bening dari selatan. Penawar racun itu hanyalah bisa ular derik yang dicampur dengan bubuk buah delima. Nenekku adalah ahli racun, tidakkah engkau belajar banyak dari semua kejadian peracunan di dalam istana ini?"
"Kamu tidak sempat meminum penawarnya, semua orang menyaksikan sendiri kamu hanya meminum anggur itu tanpa pernah mendapatkan penawarnya."Ibu Suri membeliak, dia tak pernah bisa mengukur sampai dimana kecerdasan Xiao Yi.
Xiao Yi memperlihatkan kuku-kuku jemarinya yang merah menyala pada kedua belah tangannya. Lalu dia menjentikkan kukunya beberapa kali. Serbuk-serbuk merah dari pewarna kukunya beterbangan di udara.
"Lihatlah, ini adalah serbuk bisa ular derik dan ekstrak delima yang kubuat menjadi pewarna kukuku. Sebelum aku meminum anggur itu, serbuk-serbuk ini telah kumasukkan kedalam cawan anggur itu lewat jentikan kuku jemariku. Hanya perlu tujuh menit sampai serbuk penawar bisa derik itu bercampur dengan anggur yang berisi racun embun beku, sehingga anggur itu kembali netral lagi." Xiao Yi tersenyum simpul, membuat ibu suri hanya mampu ternganga mendengarnya.
Xiao Yi hanyalah anak kemarin sore yang bahkan usianya mungkin belum genap dua puluh tahun sekarang, tapi dia telah menghancurkan semua rencana yang telah di susunnya hampir di dalam separuh usianya.
Betapa dirinya merasa sangat malu dan tak bisa bernafas dengan kekalahan yang sungguh tak terhormat ini.
__ADS_1
Dia telah mempertaruhkan segala ambisinya berpuluh tahun di dalam permainan seorang anak kecil yang bahkan bukan dari keluarga yang terpelajar.
"Bagaimana kamu tahu anggur itu berisi embun beku?" Ibu suri tergagap, dia mundur dua langkah bahkan ujung gaunnya menyentuh hidung Zhao Juren yang tersungkur di belakangnya, hampir membuatnya tersandung.
"Banyak malaikat yang dikirimkan langit kepadaku, ibu suri. Orang yang tak ingin memberikan hidupnya untuk menyakiti orang lain akan mempunyai banyak pelindung di sekelilingnya. Kejahatan tak akan benar-benar menyentuhnya, karena dia memiliki banyak orang yang mengasihinya. Seratus orang yang membenciku, seribu orang akan tetap mencintaiku."Jawaban Xiao Yi begitu lembut namun sangat tajam sampai ketelinga Zhao Juren yang mengepal kaku di tempatnya. Matanya yang merah membara itu seketika menjadi panas, seolah dia ingin menangis.
Dia mencintai Xiao Yi dan rela mengkhianati bibinya yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, selayaknya membesarkan anak sendiri.
Demi perasaannya yang tak bisa melihat Xiao Yi celaka, dia menyaksikan bagaimana ibu suri akan menerima sangsi yang tak terbayangkan, kekalahannya dalam bersiasat dengan Xiao Yi telah menjanjikan sebuah hukuman yang tak terperikan.
"Siapa yang telah membocorkan semua ini?" Ibu Suri berpaling pada gubernur Qian Lie yang terbaring tengkurap tak sadarkan diri akibat pukulan dari Pengawal Cun.
Yang tahu tentang pengiriman racun embun beku ini hanyalah gubernur yang diperintahkannya mengirimkan dari youwu dalam barang-barang kiriman untuk Xiao Yi dari keluarganya.
"Aku tak akan mengatakannya, ibu suri...aku akan membuat pertanyaanmu yang itu tetap dibawamu bahkan sampai kedalam makammu." Xiao Yi menggelengkan kepalanya, dengan wajah tanpa ekspresi.
TIba-tiba Zhao Juren bangkit dari posisinya yang semula tersungkur, pengaruh dari bius jarum itu berangsur hilang. Berjalan gontai melewati bibinya.
"Yang Mulia, ampunilah bibiku..." Dia menjatuhkan dirinya dengan badan masih terhuyung-huyung, bibirnya gemetar mengucapkan kata-kata itu. Dia menyaksikan sendiri bagaimana bibinya itu telah berusaha memberontak secara terang-terangan di depan matanya, bahkan tanpa menutupi lagi bahwa dialah otak dari semua kejahatan yang tak terhitung di dalam istana Weiyan bahkan dalam upaya pembunuhan pada Xiao Yi yang kini adalah permaisuri raja.
Ibu Suri tak akan pernah bisa mendapatkan pengampunan, dia sangat tahu itu, tapi setidaknya dia berharap meski apapun hukuman yang akan diterima oleh bibinya itu, dia tidak akan di hukum mati sebagai seorang pengkhianat, dia tidak sanggup melihatnya.
__ADS_1
Zhao Juren untuk pertama kali dalam hidupnya bersimpuh di depan Yang Mulia Yan Yue, membungkukkan badannya sampai mencium tanah memohon pengampunan untuk bibinya itu.
"Juren...Kamu tidak harus melakukannya." Tegur Yang Mulia dengan suara berat, selama ini dia tak pernah mengijinkan Zhao juren bersimpuh di depannya sedemikian rendahnya, karena biar bagaimanapun, Zhao Juren adalah temannya dari masa kecil di dalam istana dan sahabat baik yang selalu melindunginya di berbagai arena pertempuran dan medan peperangan selama bertahun-tahun sebelum dia di angkat menjadi raja.
"Juren! Berdirilah! Jangan melakukan ini...." Ibu Suri menghambur ke arah Zhao Juren dengan pias merona, dia menarik kedua bahu besar laki-laki gagah itu supaya bangun segera. Tapi, Zhao Juren tak bergeming, dia menjatuhkan kepalanya lagi sampai lantai.
"Aku tahu bibi telah sangat bersalah, dosanya tidak terampunkan, atas semua tindakan bibi ini memang tak akan bisa mengelak dari hukuman. Tapi, aku memohon kerendahan hati Yang Mulia atas nama pertemanan kita yang telah seperti saudara, biarkan aku yang menanggung semua hukuman untuk ibu suri. Berikan dia kesempatan untuk hidup, asingkan, kurung saja di mana Yang Mulia berkenan. Tapi jangan ambil sejengkal nyawa tuanya. Biarkan bibiku tetap hidup untuk merenungi kesalahannya." Zhao Juren mengucapkan kalimat panjang itu tanpa lagi terbata-bata, dia begitu memohon dengan kerendahan hati.
Xiao Yi terdiam di tempatnya berdiri, dia menatap lurus pada orang yang telah berkali-kali mempertaruhkan nyawanya demi melindungi dirinya itu. Hatinya begitu sedih melihat bagaimana Zhao Juren memohon. Bagaimanakah dia bisa membalas budi orang ini, setidaknya dia bisa membayar sedikit dari hutang yang sebenarnya tak pernah dimintanya itu.
"Juren! Bangunlah! Kamu tidak pantas berlaku seperti ini..."Teriak ibu suri seperti orang yang kalap.
"Kenapa aku tidak boleh memohon untuk bibi? Aku menyayangi bibi seperti ibuku sendiri. Aku tak bisa melihat bibi menerima siksaan, ijinkan aku menanggungnya untuk bibi. Aku bersedia menanggungnya, bibi." Zhao Juren berkata dengan suara getir tapi tegas.
"Tuan Zhao Juren, kamu tidak pantas mencium kaki saudaramu sendiri."
Gubernur Qian Lie mengucapkan kata-kata itu, sambil berusaha mengangkat kepalanya dari lantai aula kebesaran.
Meski tidak lantang tapi seperti sebuah halilintar bagi yang mendengarnya.
(Akhirnya, sudah menunaikan crazy UP untuk malam ini...Di tunggu ya, episode berikutnya yang lebih seru...Lope-lope buat semua readers kesayangan. Yang suka bangeeeeet novel ini, please angkat tangannya dong...)
__ADS_1