
(Skip buat yang jomblo dan di bawah umur, area sedikit panas😅)
"Akh..."
Chie Yuan tak tahan untuk tidak membalasnya, tangannya terulur memeluk leher Qian Ren, sementara Qian Ren mendekap erat tubuh istrinya itu. Ciuman yang semula sedikit ragu itu menjadi memanas, mereka bahkan tak tahu berapa lama mereka saling memagut dan meremas.
Dua insan itu, seolah tak ingin saling melepaskan, ciuman yang semakin liar itu terasa lebih nikm*t dari sebelumnya.
Qian Ren menyibak rambutnya sebagian jatuh di dahinya yang berkilat, menutup sebagian pandangannya, dia tak mau melewatkan menatap wajah Chie Yuan yang memohon dalam diamnya.
Qian Ren merengkuh tubuh Chie Yuan, menggendongnya menuju ranjang merah yang bertabur bunga itu.
Dengan hati-hati dibaringkannya tubuh Chie Yuan yang tak berdaya itu.
"Kak Ren..." Chie Yuan meringis saat dari
atas tubuhnya, terasa hembusan nafas hangat yang tak lagi teratur menghempas kulit wajahnya.
Dengan lembut bibirnya di cium oleh Qian Ren yang membuat seketika badannya menegang.
"Kak Ren..." Sekali lagi Chie Yuan mendesah di sela ciuman yang semakin lama semakin bersemangat itu, dia memeluk Qian Ren erat-erat seolah ingin menyatukannya dengan tubuhnya.
__ADS_1
Sekujur badannya berkeringat basah, gemetar menghiba saat merasakan bagaimana Qian Ren memperlakukan dirinya.
Nafas Qian Ren tersengal, jantungnya berpacu dalam degup tak terkendali. Lembaran jubah mereka sudah tak lagi rapi pada tempatnya, bertebaran di atas tempat tidur yang senada dengan semua kain yang mereka kenakan.
"Kak Ren, aku mencintaimu..."
Kalimat itu tak lagi jelas di dengar oleh Qian Ren, karena dia telah menyusup di antara dada Chie Yuan yang ranum.
Tak ada sudut yang ingin di lewatkannya, dia sangat ingin mengenali setiap lekuk tubuh istrinya itu.
Chie Yuan hanya mendes*h, membiarkan Qian Ren menyesap sambil tersengal-sengal di bawah dagunya.
Tubuh Chie Yuan terasa melemas, melengkung tak beraturan sampai pada titik dia seolah tak lagi bertenaga sementara tangan Qian Ren menyasar ke sana kemari menari di atas kulitnya, satu persatu kain penutup tubuhnya terlepas, sekarang dia hampir serupa boneka dari pualam saat tak berpakaian.
Chie Yuan menggigit bibirnya sendiri, dia sudah tak sabar lagi.
Qian Ren tersenyum kecil melihat tingkah Chie Yuan.
"Kita akan melakukannya sekarang, Yi'er..." bisik Qian Ren, lalu dengan gerakan cepat dia menggigit kecil put*ng yang menantang di dada mulus itu, membuat Chie Yuan terpekik, badannya melengkung seperti cacing kepanasan.
Jubah merah pengantin milik Qian Ren selapis demi selapis di tanggalkan, memperlihatkan dadanya yang begitu kekar. Dengan perlahan dia menurunkannya, menggesek lembut dada nya kepada dada Chie Yuan, menyulut rasa panas dan kesemutan. Panas itu menjalar ke seluruh tubuh mereka.
__ADS_1
Lengan Qian Ren merengkuh tubuh Chie Yuan, dan sesuatu yang kuat melesak di bagian bawah gadis itu. Chie Yuan Menggigit bibirnya kuat-kuat, menyembunyikan desah yang hampir keluar dari mulutnya. Dia membalas semua gerakan suaminya, membuat mereka berdua terus mendaki saling beradu mencampai nirwana.
Suara desah mereka beradu, berpadu dengan keringat yang membasahi tubuh.
Secara naluriah, mereka mereka terus saling menggiring sampai di satu ketika, Chie Yuan memekik di telinga Qian Ren, seperti halnya Qian Ren yang tak kuasa menahan des*hnya.
Qian Ren menatapi dengan puas raut wajah Chi Yuan yang terpejam lemas dibawahnya, wajahnya yang merah seperti orang yang kelelahan, cahaya lentera berkilat-kilat diwajahnya yang basah oleh keringat.
Tubuhnya memang terasa remuk redam, tapi bahagia yang mereka rasakan sungguh tak terkatakan.
Malam semakin larut tapi sepasang pengantin baru itu larut dalam kemesraan yang luar biasa.
Cinta datang begitu saja, tak bisa di tahan tak bisa di tolak. Takdir selalu saja begitu misterius mempermainkan kehidupan manusia.
Qian Ren dan Chie Yuan telah mengakhiri patah hati di masa lampau, menggantikannya denfan kebahagiaan yang baru.
Bukankah cinta tak pernah salah memilih orang, hanya mungkin memerlukan waktu lama untuk meyakinkan.
Cinta pertama ataupun cinta kedua, sama dahsyatnya, tak ada yang berbeda, saat semuanya di resapi dengan tulus dan penuh perasaan.
(Chie Yuan menjadi istri dari wakil gubernur Qian Ren yang bijak, dan di suatu ketika Qian Ren akhirnya dipercayakan menjadi gubernur provinsi Youwu. Chie Yuan melahirkan satu orang putri dan satu orang putra untuk Qian Ren. Dimana putri Qian Ren ini akan menjadi salah satu perempuan yang membuat seorang pangeran tampan dari Yanzhie jatuh cinta, akan di ceritakan pada Sequel selir persembahan, Pangeran kembar dari Yanzhi)
__ADS_1
...Terimakasih sudah membaca ekstra part dari novel selir Persembahan, jangan lupa Vote dan dukungannya, yaaa❤️❤️❤️...