SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 83 BERMIMPI SEUMUR HIDUP


__ADS_3

Pondok tua itu, benar-benar di pinggir tebing.


Masih kuat dan terawat, karena di bangun dari kayu yang bagus.


Satu bangunan yang tidak terlalu luas tetapi di sekat menjadi beberapa tempat, ada dapur kecil tempat memasak dan sebuah ruangan obat yang berukuran sedang serta ruangan tempat tidur yang cukup luas di bagian lain.


Tempat itu juga sudah dibersihkan dengan baik oleh orang-orang suruhan Qian Ren.


Karena di dalam pondok itu hanya ada satu tempat tidur, Qian Ren memerintahkan membawakan beberapa kain tebal dan perlengkapan tidur karena nyonya Xiao akan berada di sana juga serta Xiao Yi yang bersikeras ikut untuk mengawasi selir Yuan.


Di sekitar pondok itu, di buatkan dua kemah untuk pelayan Chu Cu dan Aying yang di bawa serta untuk membantu keperluan mereka selama tijuh hari termasuk memasak dan mencuci dan ada kemah lain untuk tempat beberapa pengawal beriatirahat jika bergantian berjaga.


Di dalam pondok itu ada dua isteri raja, karena itulah di anggap penting untuk memperketat penjagaan, apalagi Xiao Yi sekarang adalah selir tinggi Yang Mulia Yan Yue. Keselamatannya sangat penting dan itu sudah merupakan tanggungjawab pengawal Cun sebagai pengawal kepercayaan raja yang dikirim menyertai selir Yi, memimpin beberapa pengawal sekitar selusin pasukan dalam penjagaan itu.


Ransum dan bahan makanan akan dikirim setiap kali diperlukan dari istana gubernur, karena itu sudah di titahkan Yang Mulia Raja Yan Yue.


"Besok pagi saat matahari baru keluar di ufuk timur kita akan mulai memandikan Selir Yuan dengan air dari mata air gua Duyao."


Nyonya Xiao mengantarkan Qian Ren dan menunjukkan tempat mata air gua Duyao itu.


Suasana gua itu sangat lembab dan dingin, suhu di dalam gua itu benar-benar dingin. Sepertinya musim dingin tidak pernah pergi dari dalam gua itu.


Tempat itu di tinggali banyak kelelawar berwarna putih, mereka bergantung di atas langit-langit gua yang dingin itu.


Gua itu sebenarnya cukup gelap, tapi anehnya tubuh kelelawar yang bergantung di atas itu seperti lampu berkilat dalam kegelapan, terpantul dari cahaya dari sela-sela semak yang menutup pintu gua.


"Itu kelelawar xuedeng, dia akan bangun jika mencium bau manusia atau semua mahluk yang berdarah panas, taringnya seperti sanca menyimpan bisa racun. Tidak membuat kematian, hanya saja kamu akan kehilangan kesadaran untuk beberapa jam. Bekas taringnya tidak akan pernah hilang seumur hidupmu."Kata nyonya Xiao sambil menaburkan serbuk berwarna merah muda pucat ke udara.


"Tutuplah hidungmu dengan kain..."Perintah nyonya Xiao kepada Qian Ren yang mengikutinya dari belakang.


"Apa itu?" tanya Qian Ren.


"Serbuk akar Xiecao, ini adalah serbuk tidur supaya kita tidak membangunkan kelelawar Xuedeng. Binatang ini akan terus tertidur, meskipun kita masuk ke sini. Jadi kita tidak perlu takut membangunkan mereka."

__ADS_1


Sungguh banyak hal yang baru Qian Ren ketahui tentang nyonya Xiao ini, yang dikiranya hanyalah seorang istri sederhana dari komandan penjaga perbatasan saja.


Tapi keterampilannya di luar batas pengetahuan Qian Ren.


Tidak selamanya seseorang dapat di nilai dari penampilannya. Seseorang yang sederhana dan kelihatan tidak tahu apa-apa bisa saja lebih tinggi pengetahuan dan wawasannya.


Mereka hanya merasa tidak perlu memamerkannya di tengah orang banyak. Tetapi pengetahuan itu akan dikeluarkannya saat oranglain membutuhkan, inilah yang disebut kerendahan hati sebenarnya.


Gua itu berlantaikan batu, harus hati-hati saat memijaknya. Dingin dan lembab hingga tidak ada terlalu banyak tumbuhan yang sanggup di dalamnya kecuali lumut salju dan bunga lili es.


Berbeda dengan bunga kebanyakan yang mekar pada musim semi, bunga lili es hanya mekar pada musim dingin saja. Dan jumlahnya tidak banyak, hanya tujuh bunga setiap kali mekar dari banyak rumpun di sekitar mata air gua Duyao, tidak pernah lebih.


Musim dingin tahun lalu , nyonya Xiao selalu datang ke gua duyao pada pertengahan musim, karena pada waktu itulah bunga lili es itu mekar, tapi dia kehilangan dua kuntum dari tujuh yang mekar.


Seseorang telah nekad memasuki gua beracun ini untuk mengambilnya, dan benar saja tidak lama berselang ada kabar seseorang keracunan bunga langka ini, yaitu selir Yuan.


Dan siapapun yang terlibat dengan penyelundupan racun ini pastilah sedikit banyak tahu tentang seluk beluk racun lili es dan gua Duyao.


"Aku akan menyelidikinya, ibu..."Itulah janji Xiao Yi. Karena menjadi penjaga gua itu adalah tanggung jawab keluarga Bai, garis keturunan keluarga dari nyonya Xiao, ibu Xiao Yi.


Qian Ren bisa menilai, nyonya Xiao tentulah bukan orang sembarangan, setidaknya dia menguasai Jianqing, jurus peringan badan, sehingga gerakannya bisa seringan itu, mengingat usia perempuan anggun itu sudah cukup berumur.


"Itu adalah mata airnya." Nyonya Xiao menunjukkan sebuah kolam kecil tidak lebih hanya sebesar mulut sumur. Di kelilingi oleh rumpun lili es. Bunga lili es ini daunnya seperti rumpun pandan, memanjang hanya saja berwarna putih keperakan. Tidak ada bunga, hanya daun karena memang musimnya mekar telah berlalu.


"Anda harus mengambil airnya setiap pagi sebelum matahari muncul, karena ketika matahari mulai terbit saat itulah nyonya Yuan harus sudah di rendam di dalam air ini."


Air itu sangat aneh, permukaannya seperti dilapisi kaca es, tapi ketika tangan dimasukkan kedalamnya, kita akan merasa hangat.


Sesuatu tersembunyi di balik keajaiban mata air es ini, yang tidak seorangpun tahu kenapa bisa demikian.


"Tuan muda Qian..."tiba-tiba nyonya Xiao berbalik, memandang anak muda tampan yang begitu setia dan gigih berada di belakang punggung nyonya Xiao, sangat bertekad membuat selir Yuan untuk segera pulih itu.


"Apakah kamu bisa membawa air dari mata air ini, menyusuri pinggir tebing curam di seberang gua sebelum pagi tanpa membuat air ini bertemu matahari?"

__ADS_1


"Aku akan melakukannya nyonya, dengan sekuat tenagaku, sekeras apapun akan ku lakukan, supaya membuat air ini sampai di pondok itu pada saat yang tepat."


"Melakukan hal ini bukan perkara mudah, tuan muda Qian, anda tidak perlu melakukannya sendiri. Banyak orang yang bisa melakukannya untuk anda."


"Tidak, nyonya...aku akan melakukannya sendiri, apapun yang terjadi."


"Kenapa? Kenapa kamu merasa bahwa kamu harus melakukannya?"Tanya nyonya Xiao, penuh selidik.


"Karena aku mencintai anak anda, Yi'er."


Nyonya Xiao terdiam, berusaha menyelami jawaban yang di dengarnya itu.


"Aku tidak melakukannya untuk selir Yuan tapi aku melakukannya untuk Xiao Yi."


"Apakah kamu sadar dengan yang kamu katakan tuan muda Qian"


"Ya, nyonya. Aku telah berjanji menjaga nama baik Yi'er dan membuatnya memenuhi janjinya memulihkan selir Yuan. Tidak ada lagi yang menudingnya, tidak ada alasan untuk setiap orang mengacungkan lagi tangan kepada Xiao Yi."


"Tuan muda Qian, Yi'er telah menjadi isteri orang, bukankah menjadi sia-sia bila kamu melalukannya, dia tidak akan bisa membalas perbuatanmu itu dengan membuat dirinya menjadi milikmu. Dia sudah menjadi milik orang lain."Suara nyonya Xiao serupa sembilu, berusaha menyadarkan pemuda yang ada di depannya itu.


"Nyonya, aku tak tahu, apakah aku gila atau terlalu bodoh. Tapi aku bahagia jika bisa melihat Xiao Yi bisa melakukan apa yang di inginkannya. Aku cukup tahu dia hidup dengan baik-baik saja, maka aku tak menuntut dia ada di sisiku lagi."


Suara Qian Ren terdengar getir menggema di dinding-dinding gua, memantulkan sejuta kesedihan yang di simpannya rapat-rapat dalam hati.


Musim semi mungkin akan segera berlalu, tetapi laki-laki yang tidak bisa melupakan kekasihnya itu merasa tidak ingin terbangun lagi dari beberapa mimpi yang di genggamnya dalam diam.


Dia rela menanggung kepahitan yang lebih banyak lagi untuk perempuan yang dia cintai itu, dia sungguh tidak perduli.



Demi cinta yang sudah di tinggalkan, dia rela bermimpi seumur hidup, sebagai pengobat kesedihannya yang tak bisa melawan takdir cintanya.


...Dukungan dan VOTEnya author tunggu😅...

__ADS_1


...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...


...Biar author tambah rajin UP...


__ADS_2