SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EPISODE 144 KENANGAN MASA KECIL


__ADS_3

Mahari perlahan mulai turun, tenggelam dengan enggan di ufuk barat. Kekacauan yang terjadi di aula kebesaran berhasil diredam tanpa terlalu banyak memakan korban jiwa.


Memang terjadi perlawanan yang cukup sengit di luar istana saat para pendukung ibu suri berusaha meneruskan melawan tetapi pasukan pengawal rahasia raja bukanlah pasukan dengan kemampuan rendah. Mereka telah di latih oleh pengawal Jian secara diam-diam begitu solid dan apik dalam hal strategi.


Pasukan militer kerajaaan juga yang di gerakkan dengan plat lencana darurat cepat menekan keadaan. Seharusnya mereka bergerak dibawah perintah dari Panglima Zhao Juren tapi kasim Chen berhasil menggeraknya.


Rumor dan isu di tengah kekacauan segera menguar pada masyarakat. Mereka mendengar tentang ibu suri yang ingin mengkudeta pemerintahan yang sah dan menggulingkan Yang Mulia Yan Yue serta meggantinya dengan putra yang telah disembunyikannya identitasnya, yaitu Panglima Zhao Juren.


Kekacauan hari penobatan permaisuri Xiao Yi itu membuat kota Yubei seketika menjadi lengang, di malam hari. Para prajurit yang berjaga, berkeliaran hampir di setiap jengkal jalan di luar istana seolah-olah mungkin akan terjadi satu kekacauan baru.


Di dalam istana lebih mencekam lagi. Penangkapan besar-besaran terjadi terhadap orang-orang yang diketahui sebagai bagian dari skenario pemberontakan tersebut. Bahkan Yang Mulia tak memberi ampun pada siapapun yang diketahui merupakan antek-antek dari ibu suri.


Penyelidikan yang dilakukan raja itu dengan diam-diam selama ini telah berhasil membuat catatan orang-orang yang menjadi pembelot dalam tatanan dewan istana yang mulia.


Sekarang, setelah tertangkapnya otak utama dengan bukti yang tak terbantahkan, Yang Mulia seperti sedang panen.


Ya, seperti yang dikatakan Xiao Yi, saat ikan besar telah masuk perangkap maka akan sangat mudah menjala ikan-ikana kecil.


Pembersihan besar-besaran di dalam istana Yanzhi akan segera dimulai di bawah pemerintahan Yang Mulia Yan Yue secara penuh di dampingi oleh permaisuri Xiao Yi.


Ada banyak harapan yang terselip di dalamnya, berharap kerajaan Yanzhi bisa merubah semua ketidak adilan dan kebijakan yang tidak relevan untuk kemajuan Negara itu.


...***...


Suara lamat-lamat terdengar begitu dekat kemudian menjauh dengan aneh. Pembicaraan orang yang berdengung di telinga tak jelas seperti suara tawon. Muncul dan tenggelam.


Dengan sekuat tenaga, Zhao Juren membuka matanya yang terasa berat. Dia merasa kepalanya juga sangat berat, seperti orang yang tertidur begitu lama.


Zhao Juren pingsan dua hari setelah dia di tusuk oleh belati ibu suri. Dalam perawatan intensif hampir selusin tabib, di dalam istana Weiyan.

__ADS_1


Dia terbangun tepat ketika hari musim dingin pertama, dan salju turun untuk pertama kalinya diatas kota Yubei. Salju-salju kecil itu berterbangan di atas atap istana.


Orang pertama yang dilihatnya adalah wajah Yang Mulia Yan Yue.


Raja muda tampan itu duduk dengan tatapan harap-harap cemas menunggu Zhao Juren tersadar sepenuhnya.


"Yue..." Itulah kata pertama yang keluar dari bibirnya yang kelu.


Dulu saat dia masih kecil, saat orang yang di depannya ini masih seorang pangeran, dia selalu meminta Zhao Juren memanggilnya dengan Yue, nama kecilnya.


"Tidak...aku tidak boleh memanggil pangeran dengan nama kecil seperti itu. Itu tidak sopan."Tolak Zhao Juren kecil sambil memberikan batu pada tangan pangeran muda yang sedang berusaha melempar sebuah bunga lotus di tengah kolam taman shenhua.


"Aku tidak suka selalu dipanggil dengan pangeran, aku ingin punya teman yang memanggilku dengan namaku saja."


"Tidak yang Mulia pangeran. Yang Mulia pangeran adalah putra mahkota kerajaan Yanzhi yang akan mewarisi kerajaan besar ini. Aku tidak boleh bersikap kurang ajar pada pangeran..."Zhao Juren sangat takut jika kasim Chen akan mendengar andai dia menuruti memanggil temannya itu dengan namanya saja.


"Aku tak mau berteman denganmu, jika kamu memanggilku dengan Yang Mulia pangeran." Pangeran Yan Yue kecil begitu kesal dengan penolakan Zhao Juren.


"Tidak ada tapi-tapian..."


"Aku benar-benar tidak berani, pangeran."


"Aku tak akan mau bertemu denganmu lagi jika tidak memanggilku dengan Yue." Pangeran muda itu begitu keras hati.


Dengan sedikit ragu, Zhao Juren kecil mendekat kepada Yan Yue.


"Baiklah, Yue..."Ucapnya dengan mulut bergetar dan suara yang sangat kecil.


Pangeran muda itu tertawa dengan girang lalu memeluk Zhao Juren dengan senang.

__ADS_1


"Juren sekarang kamu adalah temanku."Teriaknya sambil menepuk-nepuk bahu Zhao Juren.


Zhao Juren tersenyum senang, siapapun akan sangat senang menjadi teman dari seorang pangeran, putra mahkota kerajaan Yanzhi.


"Maukah kamu menjadi kakakku?" Yan Yue kecil tak puas jika Zhao Juren hanya menjadi temannya bermain, dia ingin Zhao Juren ikut dengannya ke aula pangeran. Tapi tempat itu tidak boleh di datangi sembarang orang.


"Aku tidak bisa menjadi kakak pangeran, karena aku bukan anak Yang Mulia raja."Jawab Zhao Juren kecil dengan polos.


"Tapi aku tak punya kakak, aku hanya mempunyai adik-adik yang masih sangat kecil-kecil. Mereka tidak bisa bermain lempar batu denganku."Keluhnya dengan wajah cemberut.


"Kalau kamu mau menjadi kakakku, aku bisa membawamu kedalam aula pangeran, di sana kita berdua bisa bermain sepuasnya..." Yan Yue menarik tangan Zhao Juren.


"Tapi aku tak boleh ke sana, kasim Chen akan menghukumku."


"Kasim Chen tidak akan berani mnghukummu, karena kamu adalah kakakku."


Aula Pangeran hanya untuk para pangeran dan puteri dari raja. Zhao Juren tidak boleh masuk ke area itu. Jadi jika mereka selesai bermain di taman Shenhua atau bersama-sama belajar di balai sekolah kerajaan, Zhao Juren hanya mengantar Yan Yue sampai jembatan kecil yang menghubungkan aula pangeran dengan taman kecil setelah tembok istana pangeran.


Dia hanya memandang ke sana, ketika temannya itu masuk. Tempat itu sangat mewah bagi anak-anak, halamannya adalah taman yang cukup besar dengan areal bermain yang luas.


Tempat itu hanya bisa dilihatnya dari jauh karena dia bukanlah seorang pangeran tapi masuk ke istana hanya sebagai keponakan ibu suri yang kala itu masih merupakan selir furen Zhao Li sui.


Dan hari ini saat dia membuka mata, dia seperti sedang meliht wajah pangeran kecil yang selalu memaksanya menjadikan dirinya kakak itu.


Kenangan masa kecil itu seperti berlompatan kembali di depan matanya yang tiba-tiba perih. Dia tak menyangka dia benar-benar adalah saudara dari pangeran itu. Ingatannya kembali saat dia pernah menangis di belakang tembok aula pangeran dilarang memasuki tempat itu.


"Juren...kamu telah sadar..." Yang Mulia Yan Yue tersenyum lebar dan penuh kelegaan.


"Yue..." Zhao Juren hanya ingin menyebut nama itu, dia merasa sedih baru tahu jika dia tak akan pernah di hukum jika memanggil nama putra mahkota kecil itu dengan nama Yue, karena dia juga adalah anak seorang raja.

__ADS_1



__ADS_2