SELIR PERSEMBAHAN

SELIR PERSEMBAHAN
EKSTRA PART. SALJU DAN MUSIM DINGIN-TAMAT


__ADS_3

"Sekarang kak Jian boleh menciumku, dan memastikan kak Jian menyukaiku sampai kak Jian tak bisa hidup tanpaku. Tetapi aku tak akan membiarkan kak Jian hanya mencumbuku dan membuatku seperti perahu tak berpengayuh. Jika kak Jian tidak yakin maka ini adalah ciuman terakhir untuk kita. " Chu Cu memejamkan matanya, dengan bibir membuka dan pasrah.


Pengawal Jian terpana, dia tak berkedip memandang wajah polos Chu Cu yang cantik.


Dan tanpa banyak basa basi Pengawal Jian menarik leher Chu Cu menciumnya, membawa wajah Chu Cu sampai hanya sejengkal dari wajahnya.


"Aku akan menciummu sampai langit terbelah, tak melepasmu sampai seribu musim dingin." Lalu bibir Jian Jie mendekat, dengusan nafas terdengar memburu.


"Mari kita lihat, seberapa lama kamu bertahan...aku tak akan berhenti sampai kamu berlutut memintaku untuk mengenakan mahkota hong di kepalamu."


Sebuah ciuman yang panas membara dan liar, di tawarkan oleh Jian Jie yang dingin dan tak banyak bicara itu.


Chu Cu membeliak, tak berkedip ketika bibir yang kuat itu menempel di mulutnya yang setengah menganga, lidah seperti pedang menusuk celah bibir Chu Cu memaksanya membuka.


"Akh..." Tubuh Chu Cu menegang, buku yang ada di tangannya jatuh di lantai, tapi tak mengusik Jian Jie untuk terus menciumi bibir tipis Chu Cu.


"A...arg..." Chu Cu benar-benar hampir kehilangan nafasnya, tanpa sadar tangannya naik di punggung Jian yang keras itu, meremas jubah sang pengawal tampan itu, jemarinya menancap kuat, ciuman yang di berikan Jian Jie kali ini berbeda. Seperti seseorang yang sedang menyerang tanpa ampun. Permintaan perang yang sulit di abaikan.


"Kak Jian...ufs..." Akhirnya Chu Cu menyerah, dia mendorong tubuh Jian Jie dengan wajah kemerahan.


"Apa? kenapa?" Tanya Jian Jie dengan alis yang menukik tinggi, mengatur nafasnya sendiri.


"Menurutmu bagaimana dengan ciumanku tadi?" Jian Jie menyeringai.


"Kak Jian hampir membunuhku." Chu Cu menunduk malu sambil memegang bibirnya sendiri.


"Apa kau kira aku bisa hidup tanpamu?" Jian Jie menggigit bobir bawahnya dengan tatapan yang aneh.


"Aku...aku tak tahu." Chu Cu menelan ludahnya.


"Apa menurutmu itu pantas di sebut ciuman terakhir kita?"Tanya Jian Jie, sekarang tangannya meraih pinggang Chu Cu.


"Akh..." Chu Cu menggerang ketika tangan Jian Jie yang lain menyapu pipinya dengan lembut.


"Aku akan menciummu lagi, dan besoknya aku akan mengulanginya dan besok-besoknya lagi aku tak akan berhenti menciummu." Bisik Jian Jie di telinga Chu Cu, desah nafasnya begitu hangat.


"Aku hanya tak ingin di gantung seperti jemuran..." Sambut Chu Cu dengan suara serak.


"Apa yang kamu inginkan?"


"Aku ingin kak Jian memberiku kepastian." Jawab Chu Cu dengan pasti.


Jian Jie menganggukkan kepalanya, bibirnya menyeringai,


"Jika itu yang kamu inginkan, besok aku akan menghadap Yang Mulia Yan Yue..."


Chu Cu tercengang, mendonggakkan kepalanya kepada Jian Jie.

__ADS_1


"Aku akan meminta Yang Mulia memberiku ijin, melamarmu pada Permaisuri utama." Senyum Jian Jie terkembang, matanya bersinar redup sekarang.


"Apakah itu terdengar seperti sebuah kepastian untukmu?" Tanya Jian Jie lembut.


Chu Cu menggigit bibirnya, mencerna apa yang di dengarnya, itu sebuah lamaran tak langsung untuknya.


"Kak Jian benar-benar akan menikahiku?"Tanyanya dengan suara bergetar, rasanya matanya menjadi panas, rasa haru menyeruak.


Pernikahan adalah hal yang paling tak pernah di bayangkannya sebagai seorang hamba.


"Aku tak suka mengulang pertanyaan terlalu banyak." Suara Jian Jie semakin serak.


"Berikan aku bibirmu..." Perintah Jian Jie


"Hah!?"


Belum sempat Chu Cu bertanya lagi, sebuah ciuman yang lebih panas menyasar bibirnya, memagut seperti orang kelaparan, tangan Jian Jie menyelusup di antara gaun Chu Cu, merayap penuh penuntutan.


Chu Cu memejam matanya, dia pasrah pada nalurinya, hawa panas itu menjalar hingga membuatnya merinding.


"Aku...aku mencintaimu, Chu Cu. Akan kunikahi kamu, ku buatkan anak yang banyak untukmu, hingga kamu tak punya waktu untuk mengeluh karena aku tak memberimu kepastian lagi."


Tubuh Chu Cu mengejang, saat Jian Jie mendorongnya di di dinding perpustakaan yang sepi dan temaram itu, matanya tak lagi bisa di bukanya, cumbuan Jian Jie melawan cuaca yang dingin sampai menusuk tulang itu.


Setiap jengkal tubuhnya dirayapi jemari kuat milik pengawal raja yang gagah berani itu.


Bisik Jian Jie dengan nafas tersengal, dia tak lagi bisa melepaskan tubuh ramping Chu Cu dari dekapannya.


Kehangatan yang di tawarkan pada mereka berdua begitu memabukkan ketika helaian demi helaian gaun Chu Cu di lepaskan oleh Jian Jie.


Malam beranjak, ringkikan kuda di luar bangunan tak lagi membuat dua orang itu terusik, lenguhan nafas yang teratur berubah menjadi berpacu tak lagi bisa di hitung. Er@ngan dan desis itu menyatu, di atas lantai yang dingin.


Salju turun perlahan, menutupi pemandangan yang menjadi gelap. Tak ada yang tahu, ketika cinta itu mengetuk, siapapun tak akan bisa menolaknya. Entah dia raja atau ratu, bawahan rendahan hingga budak, cinta tak mengenal siapa yang di hinggapi. Itu perasaan yang universal, setiap yang bernafas akan pernah bertemu dengannya.


TAMAT


Yeay, ekstrapart Chu Chu selesai ya, silahkan berimajinasi sendiri tentang pernikahan Chu Cu dan Jian Jie🤭


Dan sekarang, author mengundang para readers untuk membaca kisah Zhao Juren🙏☺️


Sudah UP "Cinta Terakhir Zhao Juren"


Yuk Klik nama "Suesant SW" dan temukan novelnya😉



__ADS_1


Ini kisah tentang perjalanan Zhao Juren, ya...


intip Sinopsisnya :



Zhao Juren, seorang jenderal Negara Yanzhie dan putera dari seorang selir yang mengkudeta negaranya karena ambisi.


Pangeran tampan ini telah dua kali patah hati karena cintanya yang tak sampai.


Bagaimana kisah romansanya ketika Zhao Juren jatuh cinta yang ketiga kalinya dan itu pada puteri dari negara musuhnya sendiri?


Akankah cintanya ini benar-benar yang terakhir dan berakhir tragis ataukah Cinta terakhir yang bahagia?



Visual Zhao Juren di novel yang baru ya, yang kemarin adalah lukisannya☺️ semoga terlihat mirip ya...😅 Biar author mudah untuk mendapatkan berbagai posenya jadi pilih yang ini🤭


Kalau yang sebelumnya cuman satu aja, susah memberikan visualisasinya di tiap bab 😅



Xue Lian, siapakah dia? Apakah dia yang berhasil mencuri hati Zhao Juren kita? yang penasaran silahkan baca Novelnya yaaa😉



Pria ini akan sering muncul lho nantinya😅 yang mau berkenalan monggo🤭



Si tampan yang baik hati ini, jangan sampai mencuri hati kalian yaaa😅



Raja Nianxi dari Nanxing ini, si kejam yang mempunyai banyak hati untuk dibagi, dengan 77 selir tapi tak tahu cintanya di mana🤭 Saingan Yang Mulia Yan Yue dari negara tetangga



Si ratu pencemburu ini, akankah dia mempunyai cerita dengan Zhao Juren😱😅



YEAAAAAY....Akhirnya terimakasih sebanyak-banyaknya telah membaca Selir persembahan hingga ke ekstrapartnya❤️☺️🙏🙏🙏


Mari baca spin offnya " Cinta Terakhir Zhao Juren"


...Terimakasih sudah membaca ekstra part dari novel selir Persembahan, jangan lupa Vote dan dukungannya, yaaa❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2